Fiqih Muamalah

APAKAH SAYA TELAH DURHAKA?

Kinta Mahadji - December 24, 2018

Assalamualaikum ustad. Nama saya dinda umur 22 tahun asal surabaya. Saya ingin bertanya seputar hormat kepada orang tua.

Sebelumnya saya mohon maaf karena penjelasan saya panjang. saya dan ibu saya sering sekali berdebat mengenai hal-hal sepele, seperti update status misalnya. ibu saya termasuk orang yg “alim”, tiap hari beliau tidak lupa sholat malam dan sholat dhuha. tapi ibu saya mempunyai sifat2 yg menurut saya kurang baik, seperti keras kepala dan suka menang sendiri (tidak mau mengakui kesalahannya). Hal ini yg membuat saya sering sekali berdebat. suatu waktu saya berdebat dgn ibu karena saya mengingatkan beliau untuk tidak membuat status yg memprovokasi orang (menyindir). tp beliau menganggap saya ini sok pintar dan status adalah kesenangan dunia maya yg tidak perlu dipermasalahkan. saya hanya ingin agar tidak terjadi apa2 pd keluarga saya karena takut hal itu akan menyakiti orang2 yg berhati dengki.

Setiap perdebatan, ibu saya selalu menganggap saya ini anak durhaka karena cara penyampaian saya yg beliau anggap ngotot. padahal saya sudah menjelaskan bahwa saya hanya ingin agar kami bisa hidup damai dengan semua orang. dan masalah cara penyampaian, saya berusaha sebisa mungkin agar tidak terdengar ngotot. jikalau pun terjadi begitu, itu saya lakukan krn ibu saya berbicara dengan nada tinggi. yang ingin saya tanyakan ustad, apakah saya telah berbuat durhaka? lalu apa yg harus saya lakukan untuk bisa mengingatkan ibu saya untuk tidak melakukan hal2 yg sebenarnya tidak perlu dilakukan?

 

Jawaban :

Wa alaikumus salam wr wb.

Anda sangat beruntung memiliki seorang ibu yang taat beribadah. Tapi biar bagaimana pun, setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Seperti yang anda sampaikan, bahwa terkadang orang yang merasa lebih tua tidak nyaman diberikan masukan atau diingatkan agar tidak melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan efek ketidaknyamanan. Sorang kakak yang tidak nyaman ditegur oleh adiknya, seorang atasan yang diingatkan oleh bawahannya dan tentu saja seperti  yang anda alami saat ini.

Semangat anda untuk mengingatkan ibu patut diapresiasi. Sama sekali tidak salah. Tapi biar bagaimana pun, seorang anak memang tetap wajib memperlakukan orang tuanya sesantun mungkin. Dalam menyampaikannya pun harus penuh kasih sayang, lemah lembut dan ekstra sabar. Jangan putus asa untuk terus mengingatkan, tapi jangan pula putus asa untuk tetap sabar dan lemah lembut. Bantu juga dengan do’a kepada Allah agar hati ib dilembutkan dan dilapangkan untuk menyadari kekeliruannya.

 

Wallahu a’lam