Category: Uncategorized

  • HACKED BY POLOSS | W.P.E.F

    HACKED BY POLOSS | W.P.E.F

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Waktu zakat fitrah

    حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمَرَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ.

    Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Maisarah, telah menceritakan kepada kami Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma, bahwa: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan (untuk menunaikan) zakat fithri sebelum orang-orang keluar untuk shalat (‘Ied) “.

    (HR. Bukhari no. 1413).

    Tidak hanya berkutat pada perkara ibadah vertikal kepada Allah, Islam juga mewajibkan umatnya untuk berzakat agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi. Kewajiban zakat hanya bagi mereka yang sudah memenuhi syarat. Adapun yang tidak mampu tidak diwajibkan mengeluarkan zakat, termasuk zakat fitrah.

    Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan oleh setiap diri muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Kewajiban tersebut berlaku bagi orang yang mempunyai kelebihan makanan pokok di malam hari raya dan pada hari rayanya. Zakat dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok (beras jika di Indonesia) seukuran satu sha’. Ukuran satu sha’ setara dengan 4 mud. Satu (1) mud setara dengan ukuran dua (2) telapak tangan orang dewasa. Jadi 1 sha’ kira-kira setara dengan 2,5 Kg atau 3,5 liter.

    Adapun waktu menunaikan zakat fitrah sebagai berikut:

    1. Waktu Ja’iz (boleh), yaitu terhitung masuk tanggal 1 Ramadhan.
    2. Waktu Wajib, yaitu orang yang mengalami waktu sebagian Ramadhan dan sebagian Syawal.  Misalnya orang yang wafat setelah terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan. Adapun orang yang wafat di bulan Ramadhan, zakat firahnya tidak wajib dibayarkan oleh ahli warisnya. Begitu juga dengan bayi yang lahir di bulan Ramadhan, zakat fitrahnya wajib dibayarkan. Adapun bayi yang lahir setelah masuk Maghrib malam hari raya, zakat fitrahnya tidak wajib dibayarkan.
    3. Waktu Sunnah (dianjurkan), sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
    4. Waktu Makruh (kurang baik), setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri.
    5. Waktu Haram, setelah melewati Hari Raya (malam tanggal 2 Syawwal). Artinya, orang tersebut wajib qadha’ zakat fitrah. Qadha zakat fitrah dilakukan segera walapun telah melewati batas waktu.

    Wallahu A’lam.

    Simak Kajian Lengkap Waktu zakat fitrah pada video di bawah ini:

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Majelis Ukhuwah Bogor Raya Desak Pemerintah Bogor Tegas Terhadap LGBT

    Majelis Ukhuwah Bogor Raya Desak Pemerintah Bogor Tegas Terhadap LGBT

    Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Majelis Ukhuwah Bogor Raya menggelar acara silaturahmi dan diskusi refleksi akhir tahun 2022 di aula gedung Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Jl KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Sabtu (24/12/2022).

    Baca juga: Dua Majelis Taklim Adakan Kegiatan Manasik Haji dan Peringatan Maulid Nabi di Pesantren PKH

    Ada empat isu yang disikapi dalam acara tersebut, antara lain; maraknya perilaku menyimpang LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dan regulasi terkait, Penolakan Rencana Pembangunan Rumah Sakit Mitra Keluarga Bogor di Jl KH Sholeh Iskandar Kota Bogor, menyikapi pengesahan UU KUHP, dan suksesi kepemimpinan umat.

    Terkait LGBT, Majelis Ukhuwah Bogor Raya meminta Pemerintah Bogor untuk mengeluarkan aturan tegas dalam mengatasi perilaku menyimpang.

    “Kepada Pemerintah Kota Bogor agar segera menerbitkan Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor sebagai peraturan pelaksana atas Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan perilaku penyimpangan seksual (P4S) yang telah ditetapkan bersama DPRD,” dalam pernyataan sikap majelis ukhuwah.

    Majelis Ukhuwah Bogor Raya juga mendorong proses legislasi yang memuat penegasan pelarangan terhadap aktivitas LGBT di wilayah Bogor baik di kota maupun kabupaten agar terus ditindaklanjuti dan disosialisasikan.

    Majelis menegaskan pelarangan terhadap aktivitas LGBT dan aktivitas penyimpangan seksual lainnya serta menegaskannya sebagai bentuk kejahatan seksual di wilayah Bogor. Mereka juga mendesak pemeritah pusat untuk membentuk undang-undang khusus dan memidanakan setiap orang yang melakukan aktivitas LGBT dan aktivitas penyimpangan seksual lainnya.

    “Dan juga bagi yang mengajak, mempromosikan, dan membiayainya, berdasarkan hukum agama, peraturan dan perundang-undangan, serta norma kesusilaan yang berlaku Indonesia,” kata Fitrah Ashab membacakan pernyataan sikap Majelis Ukhuwah Bogor Raya.

    Fitrah merupakan pimpinan Forum Masyarakat Peduli Bogor yang selama ini mengawal kasus LGBT di Bogor sejak beberapa tahun lalu.

    Tuntutan berikutnya, lanjut Fitrah, bahwa Majelis mendesak pemerintah pusat untuk melarang masuknya dana asing oleh pihak mana pun, termasuk oleh organisasi serta perusahaan internasional yang bermaksud untuk mendukung aktivitas LGBT di Indonesia.

    Dalam pemaparannya, Fitrah mengungkapkan bahwa masalah LGBT di Bogor sudah sangat mengkhawatirkan. “Tahun 2019 saja itu jumlah LGBT itu sudah hampir lima ribu orang, sekarang ini jumlahnya semakin banyak,” ujarnya.

    Dalam temuan di lapangan, pihaknya juga mengungkapkan bahwa korban LGBT sudah sampai ke kalangan remaja. “Bukan hanya kalangan SMP, bahkan ada anak SD jadi korban,” ungkap Fitrah.

    Oleh karena itu, melalui pertemuan tersebut ia mengajak semua pihak khususnya pemerintah untuk bersama-sama menangani masalah yang berbahaya ini.

    Acara silaturahmi dan diskusi refleksi akhir tahun 2022 dihadiri banyak tokoh dan ulama, mereka antara lain Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Didin Hafidhuddin, Pimpinan Majelis Syifa Lil Mukminin Habib Ahmad Al Munawar, Mantan Rektor UIKA Dr Ending Bahrudin, Forum Doktor Islam Indonesia Dr. Ahmad Sastra, Ketua Pembina Jalinan Alumni Timur Tengah KH Muhyiddin Junaidi.

    Hadir juga Mantan Menteri Pertanian Suswono, Ketua Dewan Da’wah Kota Bogor Ustaz Abdul Halim, Sekjen Forum Umat Islam KH Muhammad Al Khaththath, Ketua Forum Sinergi Muslim Ustaz Imam Syafi’i, dan sejumlah Ulama Bogor lainnya seperti KH Badruddin Subhky dan lainnya. [ah/rilis]

  • Pasca Pandemi, Wisuda Akbar Penghafal Al-Qur’an Kembali Digelar

    Pasca Pandemi, Wisuda Akbar Penghafal Al-Qur’an Kembali Digelar

    Laznas PPPA Daarul Qur’an bersama Rumah Tahfizh Center (RTC) kembali menggelar Wisuda Akbar. Ini menjadi acara wisudanya penghafal Al-Qur’an yang ke 10 setelah sebelumnya tertunda karena pandemi.

    Baca juga: STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

    Pada 2022 ini, Wisuda Akbar berlangsung di 11 daerah 10 provinsi. Wisuda Akbar sendiri merupakan sebuah gelaran tahunan dalam rangka memberikan apresiasi dan motivasi kepada santri untuk menghafal Al-Qur’an. Tidak hanya santri, Wisuda Akbar juga melibatkan masyarakat luas untuk berpartisipasi di dalamnya.

    Acara ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh santri Rumah Tahfizh dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan tidak hanya para santri, orang tua dan pengajar pun sangat menantikan anak-anak mereka diwisuda dalam acara akbar ini.

    Sebab, gelaran Wisuda Akbar ke-9 terakhir kali dilaksanakan pada 2019 silam. Wisuda Akbar yang seharusnya berlangsung setiap tahun harus vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

    Wisuda Akbar 10 telah terselenggara di 10 daerah pada Ahad (23/10/2022). Sementara acara puncak Wisuda Akbar 10 berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta pada Ahad (30/10/2022) yang diikuti oleh rumah tahfidz dari wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, Karawang, Banten, Bogor, Bandung dan Cirebon.

    Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an Abdul Ghofur sangat bersyukur akhirnya lembaganya bersama RTC bisa kembali menggelar wisuda untuk para penghafal Qur’an.

    “Wisuda akbar adalah salah satu ikhtiar lembaga kami yang memang fokus bergerak dalam dakwah tahfidzul Qur’an. Tentu ini merupakan ajang kebanggaan bagi para penghafal Qur’an untuk mempersembahkan hafalan Al-Qur’annya. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini,” ujar Ghofur salam siaran persnya.

    Head of RTC, Diki Alaudin mengatakan bahwa latar belakang dilaksanakannya Wisuda Akbar ke-10 adalah untuk kembali menghidupkan semangat menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, ini adalah momentum yang tepat untuk membangkitkan lagi gairah menghafal Al-Qur’an di kalangan santri dan masyarakat.

    “Wisuda Akbar kembali menjumpai masyarakat dan berusaha untuk mengajak serta peran masyarakat untuk menjadi penghafal Al-Qur’an sesuai dengan moto RTC yaitu semua bisa menjadi santri, semua bangga bisa menjadi santri,” tutur Diki.

    Santri dan masyarakat menyetorkan hafalan Al-Qur’an mulai dari 5 juz dan kelipatannya, yaitu 10, 15, 20, 25 hingga 30 juz. Tidak hanya itu, peserta juga bisa menyetorkan hafalan Al-Qur’an lainnya seperti surat pilihan yang terdiri dari Al-Waqiah, Ar-Rahman, Al-Mulk, Yaa Siin, Al-Kahfi hingga juz 30.

    Selain santri Rumah Tahfizh, masyarakat umum juga ikut meramaikan Wisuda Akbar 10 dengan menyetorkan hafalan Qur’an terbaiknya.

    Diki berharap dengan digelarnya Wisuda Akbar ke-10 para santri semakin termotivasi untuk menghafal Al-Qur’an. Selain itu agar masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi menghafal dan menyetorkan hafalannya. Sehingga semakin banyak santri Rumah Tahfidz dan masyarakat yang menjadi hafidz Qur’an.[ah/rilis]

     

  • Delapan Mobil Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Masjid JIC

    Delapan Mobil Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Masjid JIC

    Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) terbakar hebat, Rabu, 19 Oktober 2022. Kebakaran terjadi setelah Shalat Ashar sekira pukul 15.15 WIB. Api pertama kali membakar dari sisi barat kubah Masjid JIC. Angin yang bertiup kencang sehingga dengan cepat membakar bagian lain dari badan kubah Masjid JIC.

    Baca juga: Silaturrahim PKH ke JIC Sepakat untuk Saling Berkolaborasi

    Dalam waktu kurang lebih setengah jam, kubah utama Masjid Raya JIC rubuh ke lantai dua dan reruntuhannya juga sampai ke lantai satu bangunan Masjid Raya JIC. Cepatnya runtuh kubah juga mungkin disebabkan oleh beratnya beban 12 buah lampu kipas khas Betawi dengan berat 1 ton.

    Untuk mengatasi kebakaran Masjid JIC, telah dikerahkan delapan mobil pemadam kebakaran dari unit pemadam Jakarta Utara. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB. Kebakaran pun bisa dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya yakni Gedung Sosial Budaya dan Gedung Bisnis. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Beberapa dokumen dan perangkat komputer dari Pengelola Masjid Raya JIC dan lembaga-lembaga agama Islam lainnya juga berhasil diamankan dan dipindahkan ke Perpustakaan di Gedung Sosial Budaya.

    Penyebab kebakaran diduga dari aktivitas pekerjaan perbaikan kubah. Sebab per tanggal 26 Agustus 2022, Masjid Raya JIC sedang dalam masa renovasi yang dikerjakan oleh PT. Dwi Agung Sentosa Pratama yang ditunjuk oleh PT. Mitra Sindo Makmur berdasarkan surat nomor 017/MSM/VIII/2022. Tertanggal 19 Agustus 2022.

    Masjid JIC mulai dibangun pada tanggal 1 Oktober 2001 dan pertama kali dipakai untuk shalat Jumat pada tanggal 9 September 2002 dan diresmikan pada 4 Maret 2002.

    Masjid JIC selama dua dekade ini menjadi masjid kebanggaan masyarakat Jakarta. Aspek sejarahnya yang berdiri di eks lokasi lokalisasi Kramat Tunggak seluas 10,9 hektar menjadi fenomenal.

    Ciri khas lainnya adalah bentang kubah Masjid JIC sebagai masjid dengan bentangan kubah tanpa tiang terpanjang se-Asia Tenggara yakni 66 meter. Dan saat ini sudah dipasang police line untuk pengamanan area kebakaran.[ah/rilis]

  • Registrasi Ulang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXIX Manfaatkan Teknologi Digital

    Registrasi Ulang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXIX Manfaatkan Teknologi Digital

    Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX di Kalimantan Selatan dimulai dengan registrasi ulang peserta. Registrasi dilaksanakan di Asrama Haji Syamsuddin Noor, Banjarbaru, Senin (10/10/22) malam.

    Baca juga: Gubernur Aceh Harapkan MTQ Menjadi Spirit Pengamalan Al-Quran

    Ditemui di Asrama Haji Syamsuddin Noor, Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Al-Hadits Kemenag, Rijal Ahmad Rangkuty menjelaskan, registrasi ulang merupakan salah satu proses terpenting dalam MTQ Nasional. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

    “Sebanyak 1.676 calon peserta dari 34 provinsi mulai melakukan registrasi ulang malam ini, Senin (10/10/22) sampai Selasa (11/10/22) malam. Semua data dicek satu per satu,” ungkap Rijal.

    Verifikasi dilaksanakan dengan mencocokkan data calon peserta yang didaftarkan sebelumnya pada aplikasi e-MTQ. “Verifikasinya dengan menempelkan sidik jari pada finger print, lalu semua data terbaca,” lanjut pria yang hafal 30 juz Al-Qur’an ini.

    Terjadwal melakukan registrasi ulang pada Senin (10/10/22) malam sebanyak 8 provinsi, meliputi Sumatera Barat (Sumbar), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Utara (Sumut), Kalimantan Timur (Kaltim), Maluku, Jawa Timur (Jatim), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Meja registrasi dibagi ke dalam 8 bagian sesuai cabang musabaqah.

    “Penggunaan teknologi merupakan bagian dari implementasi Transformasi Digital yang menjadi program prioritas Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Kita akan terus melakukan perbaikan hingga seluruh peserta yang terlibat dalam MTQ sahih datanya,” pungkas Rijal.[ah/bimasislam]

  • Sekolah di Minnesota Tawarkan Jilbab dengan Maskot Sekolah

    Sekolah di Minnesota Tawarkan Jilbab dengan Maskot Sekolah

    Untuk memberikan rasa memiliki kepada siswa Muslimnya, sebuah sekolah dasar di Minnesota telah mulai menjual jilbab untuk siswa perempuan Muslim mereka yang memakai maskot sekolah tersebut.

    Baca juga:Sekolah Islam Jadi Sekolah Unggulan di Melbourne

    Inisiatif oleh William Byrne Elementary untuk Minnesota pertama kali disarankan pada tahun 2021 oleh penghubung budaya sekolah Somalia , Maryan Ali, Local 12 melaporkan.

    Maryan Ali ingin menemukan cara menawarkan kepada siswa perempuan Muslim untuk mengenakan sesuatu dengan maskot mereka “Buster the Bulldog” di atasnya.

    “Setiap siswa berhak mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan identitas sekolah mereka dan memiliki perasaan memiliki itu,” kata Carla Valadez, seorang relawan orang tua dan koordinator pakaian sekolah.

    Mengingat saran Ali, Valadez menambahkan, “Saya, tentu saja, sangat bersyukur bahwa dia mengidentifikasi kebutuhan ini di masyarakat, dan itu diseambut dengan antusias, ‘Ya.’”

    “Saya bekerja dengan seluruh PTO, dan ini segera menjadi inisiatif yang sangat penting bagi kami.”

    Untuk mewujudkan mimpi tersebut, mereka mulai melacak vendor dan setuju dengan printer layar yang membantu mewujudkan visi tersebut.

    Mereka menjual jilbab pertama kepada Nawal Mohamed yang berusia 10 tahun, yang mendapat satu untuk setiap warna.

    Melihat raut wajah para siswa “membuat semuanya sepadan,” kata Valadez. “Benar-benar membuat pekerjaan ini bermakna.”

    Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan hanya simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang.

    Stigma seputar jilbab atau hijab selalu menjadi tantangan terburuk yang dihadapi pelajar Muslim. Untuk menyatukan budaya yang berbeda, sebuah perguruan tinggi Wisconsin menyelenggarakan acara “A Day In Her Hijab” November lalu untuk memberikan kesempatan kepada pelajar belajar tentang jilbab dan Islam.[ah/aboutislam]

  • Konvensi Tahunan ISNA ke-59 Dimulai di Chicago

    Konvensi Tahunan ISNA ke-59 Dimulai di Chicago

    Konvensi tahunan ISNA atau Masyarakat Islam Amerika Utara, salah satu pertemuan Muslim terbesar di Amerika Utara, dimulai pada hari Jumat, 2 September lalu, menyambut audiens yang besar dari seluruh Amerika Utara.

    Baca juga: Kongres Halal Internasional MUI Dihadiri 30 Peserta Internasional

    Tema konvensi tahun ini adalah, “Ketangguhan, Harapan & Iman, Dengan Kesulitan Datang Kemudahan .”

    Konvensi tahunan ke-59, yang disponsori oleh Dewan Organisasi Islam Chicago Raya, berlangsung selama 4 hari berturut-turut, dari 2-5 September.

    Acara ini menghadirkan puluhan pembicara, cendekiawan, dan aktivis terkenal untuk jadwal kuliah, diskusi, debat, dan hiburan yang lengkap.

    “Konvensi akan memiliki sesi pleno, sesi utama, sesi paralel, diskusi meja bundar, pameran kesehatan, sesi profesional muda, sekitar 200 pembicara terkenal, ceramah inspiratif & kepemimpinan, pameran seni, … dan banyak lagi,” kata Mir Khan, Anggota Dewan ISNA & Ketua, Komite Pengarah Konvensi, saat berpidato di konferensi pers di Chicago, India Post melaporkan.

    Pembicara termasuk imam Siraj Wahhaj, Sr. Leasha Prime, Sheikh Zaid Shakir, sheikh Seyyed Hossein Nasr, imam Mohamed Magid, Sr. Yasmin Mogahed, dan lainnya.

    Bersama dengan ulama terkemuka, konvensi tersebut akan dihadiri oleh aktivis Miko Peled, Khizr Khan, dan Bushra Amiwala, pejabat terpilih Muslim termuda di AS.

    “Konvensi ISNA empat hari akan menyatukan individu Muslim dan lintas agama, keluarga, bisnis dan organisasi nirlaba untuk jadwal penuh kuliah, diskusi, debat dan hiburan,” Ashfaq Syed, Sekretaris Komite Pengarah Konvensi, mengatakan.

    ISNA / Masyarakat Islam Amerika Utara adalah organisasi payung Muslim terbesar di Amerika Utara.

    Konvensi tahunan ISNA dimulai pada tahun 1963 ketika acara semacam itu pertama kali diselenggarakan oleh pendahulu ISNA, Asosiasi Pelajar Muslim Amerika Serikat dan Kanada.

    Dua acara terakhir diadakan secara virtual karena pandemi COVID-19.

    Menelusuri asal-usulnya, organisasi berawal dari pertemuan sekelompok mahasiswa internasional di University of Illinois Urbana-Champaign pada tahun 1963, di mana Asosiasi Mahasiswa Muslim dibentuk. ISNA menganggap konvensi MSA tahun 1963 di University of Illinois Urbana-Champaign sebagai yang pertama.

    ISNA saat ini didirikan pada tahun 1982 melalui upaya bersama dari empat organisasi: Asosiasi Mahasiswa Muslim AS dan Kanada (The MSA), Asosiasi Medis Islam (IMA), Asosiasi Ilmuwan Sosial Muslim (AMSS), dan Asosiasi of Muslim Scientists and Engineers (AMSE) – untuk menciptakan organisasi yang berorientasi pada komunitas karena perubahan sifat komunitas Muslim yang berkembang.

    Banyak dari para pemimpin dari empat organisasi pendiri ini mengambil peran dalam ISNA yang baru dibentuk. Pada tahun 1983, markas multi-juta dolar ISNA selesai di Plainfield , Indiana , menggunakan dana yang dikumpulkan sebagian dari sumber-sumber internasional.

    Pada 30 Agustus 2013, Tahera Ahmad menjadi wanita pertama yang membuka konvensi ISNA dengan pembacaan Al- Qur’an , yang dia lakukan pada Konvensi ISNA Tahunan ke-50 di depan audiensi campuran.[ah/aboutislam]

  • Keluarga Muslim Kecewa Tidak Bisa Masuk Kolam Renang dengan Burkini

    Keluarga Muslim Kecewa Tidak Bisa Masuk Kolam Renang dengan Burkini

    Meski pemilik taman air di Manitoba telah meminta maaf kepada keluarga Muslim yang dilarang masuk kolam karena mengenakan burkini , masalah ini masih menimbulkan banyak kekhawatiran.

    Baca juga: Pengadilan Prancis Terapkan Larangan Burkini di Kolam Renang

    Halima Jelloul, suami dan dua putrinya melakukan perjalanan ke Lilac Resort pada hari Jumat lalu. Setelah tiba, pemilik mendekati mereka dan mengatakan dia dan putrinya tidak diizinkan berenang karena apa yang mereka kenakan, lapor CTV News .

    “Saya sangat tidak nyaman, jelas. Meskipun saya tidak terkejut itu terjadi,” kata putri Jelloul yang berusia 14 tahun, Salma Douida.

    Burkini adalah pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh, termasuk kepala, hanya menyisakan wajah, tangan, dan kaki yang terlihat.

    Meskipun wanita Muslim berburkini di beberapa negara menghadapi kesulitan mengakses kolam layanan publik, mereka tidak pernah menghadapi insiden serupa seperti ini.

    “Selama burkini tersebut dibuat dengan benar, tidak ada masalah keamanan,” kata Christopher Love, koordinator manajemen keselamatan Lifesaving Society Manitoba, dalam emailnya.

    “Saya telah melihat beberapa yang mengenakannya, dan mereka benar-benar berfungsi seperti pakaian basah dan memberikan kesopanan sementara juga memungkinkan berbagai gerakan di dalam air.”

    Meminta maaf kepada keluarga Muslim, pemilik Lilac Resort, Dan Manaigre, mengatakan dia tidak tahu apa itu burkini dan mengira itu pakaian jalanan.

    “Saya ingin meminta maaf kepada keluarga karena saya tidak tahu,” kata Manaigre, yang mengirimkan catatan kepada semua stafnya yang menjelaskan apa itu burkini dan diperbolehkan.

    Meskipun dia menawarkan keluarga untuk tinggal di resort, mereka memilih untuk pergi. Sekarang, keluarga tersebut berharap dengan adanya kasus ini bisa menyebarkan kesadaran tentang bukani agar tidak menghadapi situasi serupa di masa depan.

    “Setiap hari kami mengalami itu di pantai. Orang-orang yang melihat Anda tidak tahu apa yang kami kenakan, namun semua baik-baik saja, dan beberapa edukasi tentang burkin perlu terjadi, ”kata Jelloul.

    “Dan saya pikir wanita Muslim atau siapa pun yang berpakaian sopan harus memiliki hak dan jika ini terjadi pada mereka, mereka harus angkat bicara,” tambah Douida.

    Burkini adalah jenis pakaian renang kesopanan untuk wanita Muslim yang awalnya dirancang di Australia oleh Aheda Zanetti. Pakaian renang ini mengikuti aturan kesopanan bagi wanita dalam syariat Islam, karena menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, tangan, dan kaki sementara cukup ringan untuk berenang.

    Beberapa ulama Muslim menerima burkini sebagai pakaian memenuhi standar yang berlaku umum yang mengharuskan seorang wanita untuk menutupi semua bagian tubuhnya kecuali tangan dan wajahnya (termasuk menutupi rambutnya) ketika di tempat yang bercampur.

    Namun ulama lain khawatir bahwa kain yang melar atau menempel menunjukkan lekuk bentuk tubuh. Dengan demikian, mereka  juga menganjurkan agar penutup kepala cukup panjang untuk menutupi payudara, atau rok menutupi pinggul.[ah/ctv]

  • Tahun Baru Islam Disambut Muslim Charlotte dengan Renungkan Makna Hijrah

    Tahun Baru Islam Disambut Muslim Charlotte dengan Renungkan Makna Hijrah

    Untuk Tahun Baru Hijriah, anggota Pusat Komunitas Muslim Charlotte, Carolina Utara, berencana merayakan kesempatan itu dengan doa bersama dan ceramah tentang Hijrah nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

    Baca juga: Selamat Tahun Baru Islam – 1 Muharram 1442 H

    “Apa yang menakjubkan tentang itu adalah bahwa mereka adalah sekelompok 300 orang beriman yang tinggal di kota berpenduduk 15.000 orang,” kata John Ederer, imam dan direktur Pusat Komunitas Muslim Charlotte , WFAE.org melaporkan.

    “Mereka pergi melarikan diri untuk hidup mereka dan setelah itu, dalam 10 tahun, mereka adalah badan pengatur yang sebenarnya di seluruh Arab.”

    “Nabi Muhammad (SAW) mengajari kita bahwa dalam hal agama, sebagai Muslim kita hanya memiliki dua hari libur,” kata Ederer, merujuk pada Idul Fitri dan Idul Adha.

    “Kita seharusnya tidak berinovasi dalam agama, kita tidak boleh datang dengan festival dan praktik baru, ritual baru, dan cara baru dalam melakukan sesuatu,” katanya.

    Tahun Baru Hijriah adalah hari yang menandai dimulainya tahun kalender Islam yang baru. Hari pertama tahun ini adalah hari pertama Muharram.

    Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci tahun Hijriah, dan umat Islam menganggapnya sebagai bulan paling suci kedua setelah Ramadhan.

    Sementara orang Barat merayakan Tahun Baru dengan perayaan besar-besaran, sekitar 25.000 Muslim di Charlotte akan memulai Tahun Baru dengan shalay saat matahari terbenam pada hari Jumat, 29 Juli.

    “Tidak ada yang seperti ini ‘menunggu momen’, seperti saat bola jatuh,” kata Ederer. “Ini hanya hari yang baru.”

    Kalender Hijriah dimulai pada tahun 622 M dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yang dikenal dengan Hijrah.

    Muslim menggunakan kalender Hijriah lunar ini untuk menghitung waktu shalat, puasa, haji, dan perayaan keagamaan lainnya. Sementara beberapa orang menentukan bulan baru dengan penampakan bulan, sebagian besar negara Islam mengikuti perhitungan astronomi.

    Sementara mayoritas dunia Muslim merayakan hari itu sebagai hari libur resmi, biasanya ditandai dengan khotbah introspeksi daripada perayaan terbuka.[ah/WFAE]