Assalam Alaikum Pak Ustadz. Setahu saya air hujan itu berkah berdasarkan beberapa ayat Al-Qur’an. Jika memang demikian, apakah saya tidak boleh melarang anak-anak saya untuk main hujan?
Baca juga: Sekolah Paud dan TK Gelar Manasik Haji Secara Serentak di Pesantren PKH Bogor
Demikian pertanyaan saya dan terima kasih.
Jawaban :
Wa alaikumus salam wr wb.
Betul sekali, air hujan merupakan air yang penuh berkah. Allah SWT berfirman :
وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ
“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (Q.S. Qaf: 9).
Melalui air hujan, tanah yang kering menjadi subur dan tanaman tumbuh dengan baik. Air hujan mengairi sungai-sungai yang sangat bermanfaat untuk manusia, hewan dan tumbuhan.
Dalam satu hadis shahih, Rasulullah SAW pernah bersabda tentang hujan, yaitu:
قَالَ أَنَسٌ أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ قَالَ فَحَسَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ حَتَّى أَصَابَهُ مِنْ الْمَطَرِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا قَالَ لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
Dari Anas, ia berkata, Kami pernah terguyur hujan saat bersama Rasulullah SAW lantas beliau menyingkap pakaiannya hingga terbasahi oleh hujan. Kami pun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan hal itu?” Beliau menjawab, “Karena hujan ini merupakan rahmat yang diberikan oleh Allah Ta’ala.” (HR. Muslim).
Begitulah, hujan adalah berkah dan rahmat dari Allah SWT dan Rasulullah SAW sendiri sengaja menyingkap pakaian beliau agar terkena air hujan.
Lalu bagaimana jika anak kita main hujan? Apakah sengaja kita perintahkan?
Jawabnnya tentu kondisional. Mandi hujan merupakan perkara mubah (boleh) bagi siapa saja. Jika badan anak kita sehat dan hujannya tidak terlalu deras dan tidak banyak petirnya atau dirasa aman tentu boleh saja dan niatkan untuk memperoleh keberkahan dan sekaligus hiburan untuk anak-anak. Namun jika kondisi tubuh sedang tidak bugar, hujan terlalu deras dan petir sangat banyak, sebaiknya alihkan saja untuk bermain yang lain.
Di hadis lain, Rasulullah juga pernah berdo’a ketika hujan turun:
للَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI’AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat).” (HR. Bukhari jalur Aisyah RA).
Wallahu A’lam.











Sebetulnya dalam islam tidak ada islam radikal, islam konservatif, islam liberal dan lain-lain. Yang ada adalah islam yang satu, ummatan waahidatan. Islam yang sesuai dengan semangat dan selaras dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Mungkin istilah-istilah di atas muncul dari orang-oirang di luar islam atau bisa juga dari kalangan islam sendiri yang merasa berbeda pemahaman dengan saudaranya sesama muslim.
Ada pun kesalahan dalam memahami ayat al qur’an maupun hadis nabi dalam masalah tertentu dan krusial yang dapat menimbulkan salah kesimpulan. Salah satu contoh misalnya dalam memahami perintah jihad. Jika salah memahaminya, maka akan timbul masalah serius yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang dengan cara yang salah. Dengan pemahaman yang salah tentang jihad, bisa saja orang tersebut membenarkan tindakan teror bom di mana-mana atau yang lebih akrab dengan istilah terorisme. Hal ini jelas-jelas pemahaman yang menyesatkan. Mungkin orang-orang lebih suka menamakan kelompok ini dengan istilah “Islam Radikal”. Saya sendiri tidak sependapat dengan istilah tersebut, saya lebih suka mneyebut kelompok ini dengan istilah “Islam yang keliru dan menyesatkan”.
Apa yang harus dilakukan jika ada teman kita yang sudah terdoktrin dengan kelompok ini ?
1. Terus menasihatinya dengan sabar agar ia segera keluar dari kelompok tersebut
2. Ajak dia untuk bertanya kepada para ustadz yang ahli. Cara ini dilakukan agar dia memahami islam yang sebenarnya, bukan dari yang katanya ustad tapi teroris.
3. Mendo’akan agar ia menyadari kekeliruannya.
Wallahu a’lam
Ridwan PKH