Fiqih Ibadah

Setan dan jin dibelenggu waktu bulan romadhon

pusatkajianhadis - June 10, 2016

Ass. Apa maksud hadits setan dan jin dibelenggu saat di bulan romadhon ?
Tetapi kenapa kok masih banyak orang-orang bertengkar, mencuri dan berdemo dan sebagainya?
Jawaban :

ذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” ( HR. Muslim)
Para ulama berbeda pendapat dalam mengartikan para syaithan dibelenggu. Apakah makna haqiqi (sebenarnya) atau majazi (kiasan). Yang mengatakan majzai adalah para syaithan tidak bisa bebas menggangu para hamba Allah karena kesibukan mereka beribadah puasa, dzikir dan membaca Al-Qur’an sehingga para syaithan tidak  begitu leluasa membisikkan kejelekan sebagaimana mereka sangat leluasa menggagu di luar bulan Ramadhan.
Ada pun yang berpendapat dengan makna haqiqi, bahwa di bulan Ramadhan syaithan-syaitan memang dibelenggu dengan rantai sehingga mereka tidak bisa mengganggu.
Lantas, mengapa di bulan Ramadhan justru masih banyak yang bermaksiat ?
Terlepas dari makna haqiqi atau majazi, bahwa syaithan sudah mengganggu dan menghembuskan kejelekan kepada kita selama sebelas bulan sebelum Ramadhan. Karena terlena dengan gangguan syaithan selama sebelas bulan dan sudah sangat terbiasa dengan pola syaithaniyah, maka walaupun syaithan tidak menggoda di bulanRamadhan karena terbelunggu, tentu maksiyat tidak begitu saja hilang di bulan Ramadhan.
Lantas harus bagaimana ? Berpuasalah dengan baik dan sadar bahwa sekarang ini syaithan tidak menggoda.
Wallahu a’lam