Fiqh Ibadah

mandi wajib

Kinta Mahadji - December 22, 2020

Assalammualaikum wr .wb. Selamat malm pak ustad saya ingin bertanya.. ketika seorng remaja. mastr basi. /onani.. dengan sengaja. maka hukum gmn 1.. yg ke 2.yg saya ketahui melihat. filem porno dngn sengaja maka doa nya. tidak di dengar ole allah selama 40 hari.. pertanya an nya.. ketika habis sudh selesai menonton / mastur basi itu kita. mandi wajib..mensuci kan diri. apa kah masih. tidak di trima atau. setelah kita mandi wajib. doa kita akan di trima oleh allah wassalam mualaikum wr wb.

Jawaban :

Wa Alaikumus salam wr wb.

Masturbasi dala dunia fiqh disebut dengan ألاستمناء (Al-Istimna’), yaitu mengeluarkan sperma dengan cara selain jima’ halal. Jumhur ulama sepakat tentang keharaman istimna’. Firman Alah SWT :

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ. إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ.

“Dan orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.”

Konsekwensi dari perbuatan haram adalah mendapat dosa dan pelakunya wajib bertaubat. Agar sah melakukan shalat, menyentuh mushfa Al-Qur’an dan membacanya, maka pelaku onani wajib mandi besar (mandi junub).

Mengenai hukuman spesifik bagi pelaku onani dan menonton video porno seperti yang anda katakan doanya tidak didengar oleh Allah selama 40 hari, itu tidaklah benar. Onano dengan seja dan menonton film porno degan sengaja memang berdosa, namun hukuman secara spesifik selain berdosa tidak kami temukan keterangannya.

Wallahu A’lam.