Category: Berita Nasional

  • LPPOM MUI Hadir di OIC Halal Expo Istanbul

    LPPOM MUI Hadir di OIC Halal Expo Istanbul

    Pameran dagang halal terbesar dunia, OIC Halal Expo kembali hadir. Kegiatan yang memasuki tahun ke-9 ini diselenggarakan oleh negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam/Organization of Islamic Conference).

    Baca juga: Pameran Halal Terbesar Hadir di London Pekan Depan

    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Menteri Keuangan Turki, Nureddin Nebati, dihadiri oleh Sekjen OKI, Wakil Perdanan Menteri Uzbekistan Aziz Abdukhakimov, Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto yang hadir secara virtual, menteri dan pejabat terkait lainnya (24/11). Kegiatan the 9th Halal Expo diselenggarakan secara simultan dengan the 8th World Halal Summit. Tahun ini, kegiatan mengambil tema “For a Sustainable Trade: Explore All the Aspects of the Growing Global Halal Industry”.

    “Indonesia mendukung penuh sustainable trade dalam memajukan industri halal dan Indonesia sedang mengembangkan ekosistem menjadi Global Halal Hub”, ungkap Menko Airlangga Hartanto saat pembukaan. Selain itu, Menko juga mengajak negara OKI untuk saling berkolaborasi memajukan industri halal.

    Acara pembukaan dihadiri oleh sekitar 3.000 tamu VIP di Istanbul Expo Center, dengan sejumlah acara seremonial. Perwakilan Indonesia yang hadir pada pembukaan antara lain Duta Besar RI untuk Turki, Kepala Badan Standardisasi Nasional, Kukuh S. Achmad dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono. Turut hadir perwakilan entitas regulator halal Indonesia, LPPOM MUI dan BP Tanjung Pinang sebagai kawasan industri yang mendukung industri halal.

    Driving force industri halal dunia adalah pertumbuhan demografi dan pendapatan per kapita di kalangan Muslim yang meningkat. Namun demikian, situasi krisis energi dan krisis pangan yang terjadi saat ini, telah mengganggu rantai pasok global, termasuk industri halal. Dalam situasi ini, Indonesia sebagai produsen bahan baku dapat menjadi penopang ekosistem perdagangan halal dunia yang berkelanjutan”, demikian Duta Besar RI untuk Turki, Dr. Lalu Muhamad Iqbal.

    Setelah pembukaan, Menteri Keuangan Turki dan para tamu VIP secara resmi membuka kegiatan Halal Expo dan berkeliling ke area pameran. Paviliun Indonesia hadir melalui 38 peserta pameran yang tergabung dalam 12 stand besar dari Kementerian/Lembaga dan Dinas Perdagangan Provinsi / daerah. Di dalam pavilion seluas 323 m2, diperkenalkan produk halal Indonesia antara lain tekstil, makanan halal, kosmetik halal dan obat-obatan halal dunia.

    Selain berbagai produk halal, paviliun Indonesia juga menampilkan LPPOM MUI selaku Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di Indonesia serta BP Tanjung Pinang sebagai kawasan industri yang mendukung industri halal. Pada kesempatan ini, booth LPPOM MUI dikunjungi oleh berbagai pelaku usaha dari negara-negara anggota OKI, Amerika dan Eropa; Dr. Lalu Muhammad Iqbal (Duta Besar Indonesia untuk Turki); Atalia Praratya (Ketua Tim Pengerak PKK Kota Bandung & Istri Gubernur Jawa Barat); Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH); Drs Kukuh S Achmad, M.Sc dan Doni Purnomo dari BSN; berbagai partner dari lembaga sertifikasi halal luar negeri; serta berbagai praktisi halal salah satunya : Prof. Dr. Marco Tieman (Researcher of Halal Logistic).

    “LPPOM MUI dengan bangga berpartispasi dalam OIC Halal Expo untuk memfasilitasi berbagai pelaku usaha khususnya negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dalam sertifikasi halal,” ungkap LPPOM MUI Operational Director, Ir. Sumunar Jati, MP.

    Untuk standar yang digunakan, LPPOM MUI menggunakan persyaratan sertifikasi halal HAS 23000 yang dikembangkan LPPOM MUI sejak 2012. Saat ini, HAS 23000 telah menjadi empat standar teratas yang digunakan oleh berbagai negara di seluruh dunia dalam proses sertifikasi halal. “Melalui HAS 23000, LPPOM MUI memberikan kontribusi dalam rangka mendukung berkembangnya perdagangan halal dunia yang berkelanjutan, dan LPPOM MUI siap melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pihak di seluruh dunia,” lanjut Sumunar Jati.

    Sementara itu, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Ankara, Rahmawati Alih menyampaikan bahwa tahun ini merupakan kali kedua KBRI Ankara mengkoordinir keikutsertaan dalam Halal Expo dan antusiasme dari pelaku usaha dan daerah terlihat meningkat. “Alhamdulillah, berkat kondisi pandemi yang sudah mulai membaik dan optimisme terhadap perkembangan industri halal global, Paviliun Indonesia dapat menampilkan lebih banyak eksibitor dengan produk yang lebih berkualitas dan beragam”, ujarnya.

    Pameran tahunan OIC Halal Expo diselenggarakan oleh Islamic Centre for Development of Trade (ICDT) dan the Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC), badan di bawah OIC. Pada penyelenggaraan tahun 2022 ini, pameran diikuti oleh sekitar 500 professional buyers dari 96 negara dunia terutama negara-negara Timur Tengah, Eropa Barat, Eropa Tengah dan Kawasan Balkan. Pameran diperkirakan akan mengakomodir sekitar 5.280 pertemuan business to business dan menarik perhatian lebih dari 50.000 pengunjung.

    Back to back dengan kegiatan Halal Expo adalah the 8th World Halal Summit yang menghadirkan 48 pembicara dari 16 negara dalam 11 sesi selama 3 hari hingga 26 November 2022. Konferensi menghadirkan para pembicara dari kalangan pemerintah, regulator halal, akademisi dan industri dari berbagai belahan dunia. Konferensi mengangkat isu standarisasi infrastruktur kualitas halal, peluang ekonomi baru dalam industri halal, pembiayaan halal, rantai pasok halal, makanan halal, obat-obatan halal, teknologi quality assurance halal, industri pengemasan halal, dan keberlanjutan industri pariwisata halal. [ah/halalmui]

  • MUI Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Kembali Haedar Nashir dan Abdul Muti Nakhodai PP Muhammadiyah

    MUI Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Kembali Haedar Nashir dan Abdul Muti Nakhodai PP Muhammadiyah

    Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Marsudi Syuhud, mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Haedar Nashir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Abdul Mu’ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027.

    Baca juga: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Berkunjung ke PKH

    “Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Prof Haedar Nashir sebagai Ketua Umum dan Prof Abdul Mu’ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah melalui proses yang demokratis penuh suasana kekeluargaan ditunjang teknologi E-Voting di Muktamar ke 48,” katanya kepada Republika.co.id, Ahad (21/11/2022).

    Menurut Kiai Marsudi, Haedar dan Mu’ti merupakan pasangan kepemimpinan yang sangat baik untuk Muhammadiyah. Mereka mampu membawa Muhammadiyah menjadi organisasi Islam yang maju dan besar di Indonesia.

    “Semoga kedua pimpinan tersebut dapat menjalankan amanah sesuai yang diagendakan dalam muktamar ke-48 Muhammadiyah. Yakni Muhammadiyah yang mengusung konsep ‘Islam Berkemajuan untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta,” kata Kiai Marsudi

    Peran Muhammadiyah, menurut Kiai Marsudi, sangat besar, baik dalam sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

    “Dan semoga Muhammadiyah akan menjadi organisasi yang lebih baik lagi. Muhamamdiyah menjadi organisasi yang mencerahkan umat Islam,” kata dia.

    Sebelumnya, Haedar terpilih dengan perolehan suara 2.203. Sementara itu, Muti terpilih dengan 2.159 suara.

    Adapun pemilihan itu dilakukan di Solo, Jawa Tengah, tempat Muktamar ke-48 Muhammadiyah digelar.

    Sementara itu, sidang pemilihan tersebut dipandu secara langsung oleh Ketua Panlih Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais dan Sekretaris Panlih, Budi Setiawan. Serta penjelasan teknis pemilihan disampaikan oleh anggota Panlih Muktamar ke-48 Muhammadiyah, Muchlas MT.

    Tiga belas nama terpilih yakni Haedar Nashir (2.203), Abdul Mu’ti (2.159), Anwar Abbas (1.820), Busyro Muqoddas (1.778), Hilman Latief (1.675), Muhadjir Effendy (1.598), Syamsul Anwar (1.494), Agung Danarto (1.489), Saad Ibrahim (1.333), Syafiq A Mughni (1.152), Dadang Kahmad (1.119), Ahmad Dahlan Rais (1.080), dan Irwan Akib (1.001).[ah/mui]

  • Ribuan Pengurus DKM se Kota Bekasi Hadiri Silaturahmi Akbar yang Digelar DMI

    Ribuan Pengurus DKM se Kota Bekasi Hadiri Silaturahmi Akbar yang Digelar DMI

    Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi menyelenggarakan program Silaturahmi Akbar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Bekasi pada Ahad, 30 Oktober 2022 di Asrama Haji Kota Bekasi. Silaturahmi akbar ini dihadiri sekitar1.800 pengurus DKM dari 1.300 Masjid di wilayah Kota Bekasi.

    Baca juga: Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi akan Gelar Silaturahmi Akbar DKM se Kota Bekasi

    Silaturahmi Akbar DKM se Kota Bekasi ini juga dihadiri oleh Plt. Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, MM, Ketua PW DMI Jawa Barat, KH Ahmad Sidik, SH.I, Ketua DMI Kota Bekasi Dr. H. Jaja Jaelani, MM dan segenap tamu undangan lainnya.

    Ketua PW DMI Jawa Barat, KH Ahmad Sidik, SH.I dalam sambutannya bahwa masjid memiliki tiga fungsi, yaitu trilogy yang didalamnya ada idaroh, imaroh dan riayah. Berikutnya pemberdayaan ekonomi di sekitar masjid dan terakhir adalah politik. “Berpolitik di masjid boleh, yang tidak boleh adalah berkampanye,” ungkapnya.

    Kehadiran DMI di masyarakat adalah untuk menyelesaikan masalah masjid melalui para DKM. Selain itu, DMI adalah mitra dari pemerintah untuk menjaga dan memakmurkan masjid-masjid. “Kehadiran DMI akan didukung oleh para DKM untuk program-program kemasjidan,” tuturnya.

    Sementara itu Plt. Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, MM sebelum memberikan sambutan memanggil para ketua DKM yang usianya di atas 70 tahun. Di antara ribuan DKM ternyata ada 8 ketua DKM yang maju ke panggung dan mendapatkan hadiah sepeda dari Plt Wali Kota.

    Dalam paparannya, Tri Adhianto mengapresiasi Langkah baik DMI Kota Bekasi yang mengumpulkan DKM se Kota Bekasi. Ia berharap adanya pertemua ini bisa memberikan semangat bagi para DKM untuk lebih giat memakmurkan masjid.

    Tri Adhianto menambahkan, ke depan masjid harus lebih diperhatikan kebersihannya, higienis agar saat beribadah di masjid jamaah merasa nyaman dan betah. Tri Adhianto mencontohkan masjid yang ada di Mekah di mana toiletnya sangat bersih dan wangi.

    “Yuk kita buat masjid yang baik, gunakan IT yang ada untuk pengembangan masjid agar semakin maju,” paparnya.

    Tri Adhianto mengakui bahwa tantangan saat ini luar biasa untuk bisa menghadirkan anak-anak di masjid. Dulu, anak anak antara waktu Maghrib sampai Isya berada di masjid mengaji, sekarang untuk mengajak mereka hadir di masjid butuh effort. “Ini tantangan bagi kita semua,” tegasnya.

    Ketua DMI Kota Bekasi Dr. H. Jaja Jaelani, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada suluruh DKM se Kota Bekasi yang telah hadir dalam acara Silaturahmi Akbar ini. “Hari ini merupakan yang pertama kali kita berkumpul dalam komunitas masjid secara formal,” ungkapnya, Ahad 30 Oktober 2022.

    Di depan ribuan DKM se Kota Bekasi, Ustadz Jaja mengajak kepada seluruh DKM untuk bisa saling berbagi program, berbagi pengalaman dan berbagi ilmu untuk menyatukan program syiar di masjid-masjid mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. “Karena ini pentingnya komunikasi, hari ini kita bersilaturahmi untuk menyatukan visi,” tuturnya.

    Ustadz Jaja menyatakan, bahwa mensyiarkan Islam di masjid-masjid adalah tugas kita bersama. Ia berharap dengan adanya silaturahmi ini, para DKM bisa berbagi program sehingga pembinaan umat di masjid dapat kita optimalkan lagi.

    Ustadz Jaja yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ini juga menekankan pentingnya pengurusan ijin mendirikan bangunan (IMB) untuk masjid.

    “Masih banyak masjid yang berada di tanah wakaf maupun fasum yang terkendala dengan pengurusan IMB. Ke depan DMI akan menjembatani masjid-masjid yang dalam proses IMB. “Alhamdulillah sudah ada 12 masjid di Bekasi Barat yang telah berhasil melakukan pengurusan IMB masjid melalui DMI Bekasi Barat,” ujarnya.

    Silaturahmi Akbar ini mengusung tema ‘Sinergi DMI Bersama DKM se-Kota Bekasi menuju Bekasi Ihsan’. Kegiatan ini dihadiri sekitar 2.600 pengurus DKM se Kota Bekasi. “Agenda utama dari pertemuan silaturahmi ini adalah untuk mengenalkan program-program DMI kepada para DKM se Kota Bekasi,” ungkapnya.

    Menurut Ustadz Jaja, DMI masih belum banyak dikenal oleh kalangan umat Islam, terutama DKM yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program-program DMI kepada umat Islam.

    “Kami memiliki banyak program keumatan yang harus diketahui oleh para DKM di wilayah Kota Bekasi, agar para DKM semakin lebih mengenal DMI dan bersinergi menjalankan program kemakmuran masjid,” ungkap Ustadz Jaja. [ah/rilis]

     

  • JIC Gelar Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022

    JIC Gelar Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022

    Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) bekerjasama dengan NanoEdu Cheria, yang didukung oleh Asosiasi Travel Halal Indonesia (ATHIN), Cheria Holiday dan Halal Travel Konsorsium (HTK) menyelenggarakan Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022.
    Acara yang dilaksanakan di Cempaka Ball Room, Hotel Grand Cempaka Business Jakarta ini akan dihadiri oleh Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Anies baswedan (Tokoh Jakarta), KH M. Subki (Ketua JIC), Dr. Edi Sukardi (Tokoh Betawi), Nurul Taufiqu R (Komut Travelearn), dan Cheriatna (CEO Cheria Holiday).
    Festival dan Konferensi ini akan dibagi menjadi beberapa rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 28 sampai 30 Oktober 2022. Adapun rangkaian acaranya yaitu: Hari pertama akan dilaksanakan Gala Dinner yang dimulai dari pukul 17.00 sampai 22.00 WIB, Hari kedua akan diselenggarakan konferensi, temu bisnis, dan tabletop, dan di hari ketiga akan melakukan kunjungan wisata ke Pulau Seribu. Dan acara ini akan dihadiri lebih dari 500 audience yang mencakup berbagai segmen dari perwakilan dinas pemerintahan, dinas pariwisata, para pebisnis, agensi dan para pelaku wisata.
    Acara ini merupakan event kelima kalinya Festival dan Konferensi Wisata Halal yang dilaksanakan oleh NanoEdu Cheria. Merupakan inovasi dari acara yang telah diselenggarakan oleh NanoEdu Cheria di beberapa tahun ke belakang yang sempat terhenti karena adanya Covid-19 di Indonesia.
    Dengan mengangkat ‘Potensi Jakarta sebagai Tujuan Wisata Halal Dunia’, acara ini dilakukan secara B2B (Business to Business) dengan tujuan mengembangkan potensi kota Jakarta sebagai salah satu destinasi Wisata Halal di dunia. Karena Jakarta saat ini adalah salah satu kota besar yang maju dan banyak menyediakan berbagai fasilitas ramah Muslim yang lengkap dengan ratusan restoran bersertifikat halal di Jakarta sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk berwisata tanpa perlu khawatir. Terlebih dengan perkembangan wisata halal di Indonesia yang telah diakui oleh dunia sebagai peringkat pertama Wisata Halal Terbaik di Dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI).
    “Jakarta layak menjadi pusat pengembangan dan kolaborasi wisata halal di Indonesia karena Jakarta memiliki banyak objek wisata dan objek keagamaan,” tutur Dr. Edi Sukardi, M.Pd, selaku tokoh Betawi.
    Edi Sukardi juga menambahkan bahwa pasca pandemi Covid-19 ini ghirah dan ghairah para wisatawan melakukan perjalanan mulai meningkat lagi. Dengan adanya festival ini ditargetkan dapat mendorong ada 10 juta wisatawan yang datang ke Jakarta untuk menikmati wisata halal.
    Jakarta Islamic Centre (JIC) sebagai lembaga pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta merasa penting untuk terlibat dalam pembangunan dan peningkatan wisata halal di Jakarta karena JIC tidak hanya sebagai masjid atau pusat ibadah tetapi juga sebagai pusat mualamah.
    Kepala JIC, KH M. Subki, Lc menuturkan bahwa JIC memiliki visi sebagai pusat peradaban agama Islam dengan lingkup kerja tidak hanya di Jakarta tapi juga di Indonesia.
    “Hadirnya JIC dalam pengembangan wisata halal dunia ini diharapkan dapat mengangkat JIC agar dikenal luas dan berdiri sejajar dalam bentang peradaban Islam dunia. Dan mitra untuk mewujudkan hal tersebut salah satunya NanoEdu Cheria melalui event Festival dan Konferensi Wisata Halal Dunia ini,” tegas M. Subki.
    NanoEdu Cheria yaitu Educational startup yang mempunyai visi untuk menyebarkan pendidikan cerdas berbasis riset dan teknologi kepada seluruh siswa, guru, pelaku pendidikan, dan siapapun yang mau terus belajar. Dengan visi democratize smart education for all, Nanoedu Cheria mendorong setiap siswa/i yang didampingi untuk dapat menghasilkan satu inovasi bagi Indonesia.[ah/rilis]
  • Tanah Karo Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

    Tanah Karo Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

    Berdakwah di pedalaman memang penuh dengan tantangan. Apalagi bagi para dai yang harus bersyiar Islam di wilayah minoritas muslim. Kali ini kabar itu datang dari Tanah Karo, wilayah yang mayoritas ditempati oleh masyarakat non muslim.

    Baca juga: Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid

     alah Ustadz Muhammad Iqbal Fathulhaq, dai muda dewan dakwah yang sudah satu tahun lebih mengabdi di sana, tepatnya Desa Kacinambun, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

    “Ketika saya datang pun, memang jarang sekali terlihat anak anak muslim di sini, kalau ada anak anak pun itu bukan muslim. Jadi cukup berat juga,” ungkap dai muda Ustadz Iqbal Fathulhaq.

    Kondisi di sana begitu memprihatinkan. Jangankan dawam dengan syariat islam, anak anak harus rela menempuh pendidikan di sekolah non muslim yang membuat mereka sangat awam dengan ajaran agama sendiri.

    Rumah warga yang cukup jauh dari masjid karena berada di ladang ladang membuat ustadz Iqbal tak mudah menjangkau mereka. Belum lagi, banyaknya hewan najis yang berkeliaran di sekitar masjid membuat masyarakat bertambah enggan untuk beribadah ke sana.

    Meski begitu, kehadiran ustadz Iqbal pelan tapi pasti mulai membuahkan hasil. Alhamdulillah kini binaannya terus bertambah hingga ia harus merombak jadwal belajar untuk menyesuaikan. Setiap Sabtu sampai Kamis siang ia mengajar TPA anak anak di Masjid Al-Arif. Adapun sorenya setiap pekan sekali, ia mengajar pengajian umum mengenai fikih kepada masyarakat umum.

    Ustadz Iqbal ajarkan anak-anak banyak hal, mulai dari baca iqra’ dan Al-Qur’an, aqidah dan fikih, hafalan doa-doa dan surat-surat pendek, hingga kaderisasi pecinta masjid.

    Kini, TPA mulai ramai kembali dengan gerak dakwah Ustadz Iqbal. Kedatangannya membawa berkah luas. Bahkan, dengan perkembangan anak-anak mengaji, orang tua mereka ikut melakukan syukuran yang biasa disebut Kuludan yaitu kegiatan syukuran ketika seorang anak sudah menyelesaikan tahapan belajar Iqro, tilawah sampai juz 15, dan khatam tilawah. Alhamdulillah.

    “Kami sangat mendukung kegiatan pengajian ini. Walaupun masyarakat di sini masih sulit untuk beribadah, semoga yang ada sekarang bisa Istiqomah belajar dan beribadah,” ucap nadzir masjid.

    Mengajari Anak-Anak yang Tak Bisa Sekolah

    Selain itu, Ustadz Iqbal juga membina anak-anak yang tidak bisa sekolah formal. Ketiadaan biaya yang cukup juga membuat sebagian anak-anak binaannya tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

    Ketidaksanggupan mereka terhadap biaya, membuat mereka tidak sekolah dan harus membantu orang tua di ladang. Awalnya anak-anak ini tidak pernah ke masjid, namun dengan semakin seringnya mereka melihat dakwah Ustadz Iqbal melalui kegiatan-kegiatan mengajinya di masjid, lama-lama mereka tertarik.

    Ramadhan kemarin mereka datang ke masjid untuk ikut shalat tarawih dan ikut belajar. Bahkan, setelah ramadan pun mereka meminta Ustadz Iqbal agar tetap bisa mengajari mereka lagi.

    Lelah pasti terasa setelah mereka membantu bekerja di ladang, sehingga terkadang mereka izin istirahat. Namun, meskipun masih Iqra’, mereka tetap semangat untuk belajar mengaji.

    Sedikit demi sedikit Ustadz Iqbal ajarkan mereka tahsin dasar. Mulai setelah shalat Maghrib atau Isya, mereka belajar. Dengan sabar Ustadz Iqbal perkenalkan huruf-huruf hijaiyyah satu per satu, masing-masing dieja, ditirukan, dan dibenarkan cara pengucapannya.

    Nyatanya, keberadaan guru ngaji dan Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaaan anak-anak di Tanah Karo ini, agar mereka terbentengi dari pengaruh negatif kemajuan zaman.

    Besar harapan, tidak ada cita-cita lain melainkan terlahirnya generasi qur’an yang kelak bisa membangun negeri dan daerahnya di Tanah Karo, Sumatera Utara ini.[ah/rilis]

  • Pengelolaan Wakaf Perlu Profesionalisme dan Kompetensi Nazhir

    Pengelolaan Wakaf Perlu Profesionalisme dan Kompetensi Nazhir

    Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nurul Huda mengatakan nazhir harus memiliki kompetensi sehingga mampu mengelola harta wakaf secara profesional. Hal ini disampaikan Nurul Huda saat menjadi narasumber pada webinar Aksi Wakaf Talk bertema Momentum Kebangkitan Wakaf: Kompetensi dan Profesionalisme Nazhir Wakaf” yang diselanggarakan Baitul Wakaf bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah, Selasa (25/10/2022).
    “Nazhir harus memiliki kompetensi profesi. Tugas nazhir adalah mampu menjaga pokok wakaf dan mengelola secara profesional. Kompetensi ini juga akan membangun kepercayaan calon wakif,” kata Nurul Huda.
    Nurul Huda mengungkapkan guna meningkatkan kompetensi, nazhir perlu mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh BWI. Dengan mengikuti sertifikasi, nazhir dapat mengetahui potensi diri serta diharapkan dapat mengoptimalisasi potensi wakaf.
    Kemudian, lanjut Nurul Huda, nazhir yang kompeten menjadi syarat bagi lembaga wakaf yang ingin mendapatkan izin sebagai nazhir dari BWI. “Ketika sudah memiliki izin, lembaga wakaf akan mendapatkan sertifikat elektronik,” ujar Nurul Huda.
    Pada kesempatan ini, Nurul Huda menyampaikan sejumlah keuntungan yang didapat lembaga wakaf setelah terdaftar di BWI. Diantaranya adalah mendapat pembinaan nazhir secara rutin.
    “Nazhir juga bisa berkonsultasi terkait tata kelola wakaf. Termasuk juga bantuan dan bimbingan pada setiap masalah sengketa harta benda wakaf,” jelas Nurul Huda.
    Pembina Baitul Wakaf Ustaz Asih Subagyo hadir pula sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Ustaz Asih mengungkapan empat langkah agar wakaf mampu menjadi instrumen ekonomi pembangunan Islam.
    Pertama adalah meningkatkan literasi wakaf. Menurut Ustaz Asih, saat ini literasi wakaf masih rendah dibanding literasi zakat.
    “Berapa banyak sih khatib-khatib, para ustaz yang berceramah atau khotbah tentang wakaf? Masih sangat jarang,” ujar Ustaz Asih.
    Kedua, meningkatkan kapasitas kelembagaan nazhir. Ketiga meningkatkan profesionalisme nazhir. Keempat sertifikasi dan standarisasi.
    Ustaz Asih mengatakan, Baitul Wakaf berkomitmen untuk menjadi lembaga nazhir profesional dan berkompeten. Baitul Wakaf tak sungkan melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan wakaf.
    “Kami menjalin kerja sama dengan CIMB Niaga Syariah untuk pengembangan wakaf,” kata Ustaz Asih.
    Pada webinar Baitul Wakaf ini hadir narasumber lain, seperti Indra Sakti (Sharia Funding Head CIMN Niaga) dan M Estas Assadurahman (Brand Positioning Strategist).[ah/rilis]
  • STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

    STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

    Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Sabtu (22/10/2022) menyelenggarakan wisuda yang ke-12 dengan 91 wisudawan dan wisudawati.

    Baca juga: Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati.

    Menurutnya kalau sudah memilih jalan dakwah, kalau sudah menamatkan diri di STID Mohammad Natsir maka sudah memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang.

    “Untuk kalian yang wisuda hari ini harus bangga, karena meneruskan perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan. Secara kebetulan hari ini 22 oktober adalah hari santri, ini berkaitan dengan keluarnya fatwa jihad dari Hasyim Asyari. Dengan intinya adalah mempertahankan kemerdakan dan melawan penjajah, siapa yang meninggal karena berjuang adalah mati syahid, siapa yang berkhianat dihukum mati,” katanya.

    Ia menambahkan jika hari santri dahulu adalah perjuangan melawan penjajah, melawan pesawat tempur, meriam senjata modern. Maka berbeda dengan generasi hari ini. Perintah jihad ini tidak pernah berhenti dan harus dilanjutkan oleh para wisudawan dan wisudawati yang ada di STID Mohammad Natsir.

    Sebab, kata Dr. Adian, bahwa penjajahan di masa sekarang adalah pendidikan dan ini sama yang dilakukan oleh Snouck Hugronje waktu itu. Yaitu, untuk melemahkan umat Islam adalah melepaskan umat dari agamanya dengan program sekulerisasi, liberasisasi yang bisa dicapai dengan pendidikan.

    “Ini yang dilakukan oleh pendiri Dewan Dakwah, Mohammad Natsir. Ketika pemerintah membuka program transmigrasi dan dimanfaatkan oleh para misionaris untuk membuat sekolah dan berbagai program pendidikan untuk membuat umat Islam jauh dari agama,” katanya.

    Lulusan Terbaik dari Kampus Terbaik

    Dr. Adian melanjutkan untuk itu para wisudawan dan wisudawati haru meneruskan perjuangan ini. Karena mereka adalah lulusan terbaik dari kampus terbaik.

    “Mengapa kampus terbaik, karena mendidik orang menjadi manusia sebenarnya. Ini mendahului program kampus merdeka dari pemerintah.

    Jadi mereka yang lulus di sini serba bisa, dari menggunakan teknologi hingga bertani. Bahkan, dalam hal agama. Ini modal,” katanya.

    Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk jangan merasa merendah diri, berduka apalagi bersedih.

    “Karena kalian adalah yang paling tinggi di antara yang lain. Kita pelanjut perjuangan Rasululah, para ulama. Jadi kalian bukan manusia biasa. Karena bukan manusia biasa maka jadilah da’i untuk perjuangan umat,” katanya.

    Sebab, kata Dr. Adian, kebutuhan da’i sangat tinggi. Dari permintaan kepada Dewan Da’wah tiap tahun adalah 250 orang. Sedangkan di sini hanya 91 orang.

    “Maka terkadang di tiap wilayah kami tidak bisa memenuhi sesuai permintaan. Selain itu, jangan takut setelah lulus dari sini tidak ada lowongan. Selama ada setan, maksiat marajelela lowongan pekerjaan terbuka luas dan Alhandulillah tidak ada dai yang kelaparan,” katanya.[ah/rilis]

  • Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi akan Gelar Silaturahmi Akbar DKM se Kota Bekasi

    Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi akan Gelar Silaturahmi Akbar DKM se Kota Bekasi

    Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi akan menyelenggarakan program Silaturahmi Akbar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Kota Bekasi pada 30 Oktober 2022 di Asrama Haji Kota Bekasi. Rencananya, silaturahmi akbar akan dihadiri 2.600 pengurus DKM dari 1.300 Masjid.

    Baca juga: Delapan Mobil Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Masjid JIC

    Ketua DMI Kota Bekasi Dr. H. Jaja Jaelani, MM mengatakan, Silaturahmi Akbar yang mengusung tema ‘Sinergi DMI Bersama DKM se-Kota Bekasi menuju Bekasi Ihsan’ ini rencananya akan dihadiri sekitar 2.600 pengurus DKM se Kota Bekasi.

    “Agenda utama dari pertemuan silaturahmi nanti adalah untuk mengenalkan program-program DMI kepada para DKM se Kota Bekasi,” ungkapnya di Bekasi, Kamis (20/10/2022).

    Ustadz Jaja menambahkan, DMI merupakan organisasi yang sudah berusia setengah abad atau 50 tahun, sejak kelahirannya di tahun 1972. Di mana salah satu tujuan DMI adalah mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat.

    Namun demikian, tambah Ustadz Jaja, DMI masih belum banyak dikenal oleh kalangan umat Islam, terutama DKM yang tersebar di wilayah Kota Bekasi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait program-program DMI kepada umat Islam.

    “Kami memiliki banyak program keumatan yang harus diketahui oleh para DKM di wilayah Kota Bekasi, agar para DKM semakin lebih mengenal DMI dan bersinergi menjalankan program kemakmuran masjid,” ungkap Ustadz Jaja.

    Tagline DMI yang menyatakan, ‘Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid’, merupakan upaya DMI untuk kebutuhan pemberdayaan masjid sehingga menjadi makmur, setelah masjid makmur, diharapkan akan memberikan kemakmuran bagi lingkungan masyarakat sekitar masjid.

    Ustadz Jaja menjelaskan, ada tiga fungsi pokok sebuah masjid, yaitu fungsi idaroh, fungsi imaroh dan fungsi riayah, jika ketiga fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik maka selain makmur masjid tersebut akan dapat mewujudkan perannya sebagai sumber kemaslahatan bagi umat.

    Ustadz Jaja yang juga Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama ini menegaskan bahwa DMI menekankan berbagai program yang akan dilaksanakan berdampak pada kepentingan masjid dan kemakmuran masyarakat sekitar.

    “Kegiatan silaturahmi akbar ini bisa menjadi ajang para pengurus masjid di wilayah Kota Bekasi untuk bisa saling mengenal antara DKM dan DMI, antara para DKM se kota Bekasi, sehingga program memakmurkan masjid semakin baik lagi,” tuturnya.

    Ustadz Jaja menambahkan, silaturahmi akbar ini juga akan mengundang penceramah Dr. KH. Das’ad Latif, Ph.D. “Semoga hadirnya Ustadz Das’ad Latif bisa memberikan pencerahan bagi para DKM se Kota Bekasi terkait kiat-kiat memakmurkan masjid,” tuturnya.

    Ustadz Jaja berharap, dalam silaturahmi akbar ini, program-program DMI yang disosialisasikan ke para DKM bisa lebih dikenal, sehingga ke depan antara DMI dan DKM bisa sinergi menjalankan program keumatan yang membawa pada kemaslahatan umat.

    “Semoga para DKM se Kota Bekasi bisa menghadiri silaturahmi akbar ini, untuk kepentingan syiar dakwah umat Islam di Kota Bekasi semakin lebih baik lagi,” jelasnya. [ah/rilis]

  • Delapan Mobil Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Masjid JIC

    Delapan Mobil Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di Masjid JIC

    Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) terbakar hebat, Rabu, 19 Oktober 2022. Kebakaran terjadi setelah Shalat Ashar sekira pukul 15.15 WIB. Api pertama kali membakar dari sisi barat kubah Masjid JIC. Angin yang bertiup kencang sehingga dengan cepat membakar bagian lain dari badan kubah Masjid JIC.

    Baca juga: Silaturrahim PKH ke JIC Sepakat untuk Saling Berkolaborasi

    Dalam waktu kurang lebih setengah jam, kubah utama Masjid Raya JIC rubuh ke lantai dua dan reruntuhannya juga sampai ke lantai satu bangunan Masjid Raya JIC. Cepatnya runtuh kubah juga mungkin disebabkan oleh beratnya beban 12 buah lampu kipas khas Betawi dengan berat 1 ton.

    Untuk mengatasi kebakaran Masjid JIC, telah dikerahkan delapan mobil pemadam kebakaran dari unit pemadam Jakarta Utara. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB. Kebakaran pun bisa dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya yakni Gedung Sosial Budaya dan Gedung Bisnis. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini. Beberapa dokumen dan perangkat komputer dari Pengelola Masjid Raya JIC dan lembaga-lembaga agama Islam lainnya juga berhasil diamankan dan dipindahkan ke Perpustakaan di Gedung Sosial Budaya.

    Penyebab kebakaran diduga dari aktivitas pekerjaan perbaikan kubah. Sebab per tanggal 26 Agustus 2022, Masjid Raya JIC sedang dalam masa renovasi yang dikerjakan oleh PT. Dwi Agung Sentosa Pratama yang ditunjuk oleh PT. Mitra Sindo Makmur berdasarkan surat nomor 017/MSM/VIII/2022. Tertanggal 19 Agustus 2022.

    Masjid JIC mulai dibangun pada tanggal 1 Oktober 2001 dan pertama kali dipakai untuk shalat Jumat pada tanggal 9 September 2002 dan diresmikan pada 4 Maret 2002.

    Masjid JIC selama dua dekade ini menjadi masjid kebanggaan masyarakat Jakarta. Aspek sejarahnya yang berdiri di eks lokasi lokalisasi Kramat Tunggak seluas 10,9 hektar menjadi fenomenal.

    Ciri khas lainnya adalah bentang kubah Masjid JIC sebagai masjid dengan bentangan kubah tanpa tiang terpanjang se-Asia Tenggara yakni 66 meter. Dan saat ini sudah dipasang police line untuk pengamanan area kebakaran.[ah/rilis]

  • Dilema Dolar Melambung, Biaya Travel akan Membengkak

    Dilema Dolar Melambung, Biaya Travel akan Membengkak

    Nilai tukar rupiah masih cenderung mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS. Per hari ini, Selasa (18/10/2022) rupiah ditutup melemah yaitu 15.457 per dollar AS.

    Baca juga: Dubai Jadi Tujuan Wisata Paling Populer di Dunia Versi TikTok

    Menyikapi melambungnya nilai dollar terhadap rupiah, Chairman of Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi mengatakan, naiknya nilai tukar dolar yg tinggi ini akan sangat berdampak buruk terhadap pelaku usaha travel di Indonesia, terutama perjalanan ke luar negeri.

    “Naiknya dolar ini akan sangat berdampak buruk bagi industri pariwisata khususnya perjalanan keluar negeri, termasuk umrah hampir 95 persen komponennya menggunakan mata uang asing, termasuk dolar,” ungkap pria yang juga Ketua Bidang SDM DPP ASTINDO / Asosiasi Travel Indonesia.

    Priyadi menambahkan, akomodasi, transportasi udara, dan transportasi darat di negara tujuan semuanya menggunakan mata uang asing dalam hal ini dolar. “Ini menjadi dilematis bagi para biro perjalanan yang menjual dengan harga rupiah kepada jamaah / client nya, karena peraturan pemerintah mengharuskan kami menjual dengan rupiah, sedangkan kami harus membayar komponen tersebut dengan mata uang dolar,” ujarnya.

    Dampaknya, imbuh Priyadi yang juga Direktur Utama Adinda Azzahra Tuor & Travel, selisih beban biaya yang ada akhirnya kami bebankan kepada jamaah atau peserta tour, sehingga harga tour yang sudah dikeluarkan dengan kurs dua bulan lalu akan mengalami perubahan.

    “Di sini peran pemerinah harus kuat dalam rangka menjaga setablitas moneter, nilai tukar rupiah dengan dolar sehingga tidak berdampak pada biro perjalanan yang baru pulih dari imbas pandemic covid ini,” katanya.

    Bukan hanya berdampak pada bisnis travel, naiknya kurs ini juga akan berdampak pada sektor lainnya,t ermasuk naiknya harga barang dari impor.

    “Jadi kami di travel dilematis harus menjual dengan rupiah sementara komponen kita harus bayar dengan dolar. Ujungnya jamaah yang menanggung beban dari pada kenaikan ini,” paparnya.

    Perubahan nilai kurs dolar ini, Adinda Azzahra Tour akan menkomunikasikan dengan para jamaah atau peserta tour yang akan berangkat di bulan November atau Desembar.

    Ia mengimbau kepada yang belum melunasi agar segera melunasi sehingga pihaknya bisa menukarkannya dengan segera dengan dollar hari ini,

    “Kalau ditunda terus dan bila kurs akan naik selisih kurs akan menjadi beban jamaah atau peserta tour,” harapnya.[ah/rilis]