Category: Berita Nasional

  • Lembaga Wakaf MUI Bangun Gedung UMKM Halal Hub di KIH Sidoarjo

    Lembaga Wakaf MUI Bangun Gedung UMKM Halal Hub di KIH Sidoarjo

    Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) membangun gedung rumah kemasan UMKM di Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS), Jawa Timur.

    Baca juga: MUI dengan Wali Kota Hebron Perbarui MoU Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Sana

    Gedung seluas 144 meter ini dibeli LW MUI dari developer melalui dana wakaf produktif dari para wakif dan donatur. Sementara mesin kemasan di dalamnya didukung oleh Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

    Halal Hub merupakan program Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, untuk membina UMKM produk halal. Program ini mendorong UMKM meningkatkan kualitas, kuantitas, serta kontinuitas untuk pasar ekspor.

    Ketua LW MUI, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa UMKM Halal Hub memberikan nilai tambah pada produk UMKM. Produk UMKM nantinya bisa dikemas dengan apik sesuai standard internasional sehingga diterima oleh pasar domestik maupun internasional.

    “Rumah kemasan UMKM Halal Hub dikembangkan dengan model wakaf produktif LWMUI yang berkolaborasi dengan Global Halal Hub (GHH). Ini wujud dukungan MUI terhadap Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024,” ujarnya kepada MUIDigital, Senin (22/08).

    Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan target Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024. Sedangkan Wapres KH Ma’ruf Amin merinci target tersebut dalam bidang ekonomi syariah dan industri halal.

    Kiai Ma’ruf, ujar dia, mencanangkan gerakan sinergi antar stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mempercepat program tersebut. Ekosistem Halal Hub yang terbentuk sejak Januari 2022 merupakan langkah untuk mendorong sinergi tersebut.

    “Global Halal Hub membina UMKM produl halal dan diharapkan mengatasi problem UMKM seperti kualitas, kuantitas maupun kontinuitas,” jelasnya.

    Melalui UMKM Halal Hub ini, dia berharap, produk UMKM semakin matang dalam pengemasan maupun pemasaran. Saat ini, produk yang tengah diproses dalam UMKM Halal Hub adalah rempah-rempah.

    Selain UMKM Halal Hub, Lukman menyampaikan, Wapres juga mengembangkan tempat kolaborasi Hamzah Washal. Ini sebuah konsep untuk menghubungkan petani, pelaku usaha, industri, dan offtaker.

    Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indoneaia (DEKS BI), Arief Hartawan, mengapresiasi inisiasi LW MUI ini. Dia menyebut UMKM Halal Hub ini sebagai halal value chain.

    “Inisiasi LW MUI ini selaras dengan program DEKS BI yang mendorong ekosistem halal value chain, ” ungkapnya.

    BI sendiri, kata dia, terus berupaya mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Langkah yang telah dilakukan BI antara lain mendukung pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, menyeimbangkan neraca pembayaran. Khusus di bidang ekonomi syariah, BI setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Syariah Economic Festivel (ISEF).

    “Langkah LW ini dapat dijadikan momentum untuk mendorong global halal hub,” ungkapnya. (Saddam Al Ghifari/Azhar)

    Inisiatif LW MUI ini juga didukung Lembaga Pemeriksa Halal LPPOM MUI. Direktur Operasional LPPOM MUI, Sumunar Jati, menyampaikan siap berkolaborasi mengembangkan UMKM Halal Hab dan Kawasan Industri Halal sehingga produk halal Indonesia semakin maju.

    “Sebagai lembaga pemeriksa halal, LPPOM MUI siap melakukan pendampingan dan audit produk halal UMKM binaan Global Halal Hub, ” katanya.

    Dukungan keberadaan UMKM Halal Hub ini juga ada dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Andromeda Qomariah, mengatakan akan melakukan sosialisasi kepada UMKM Jawa Timur untuk memanfaatkan sarana tersebut.

    “Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur akan menyolisasikan kepada pelaku UMKM di wilayah Jawa Timur, ” ujarnya.

    UMKM Halal Hub tersebut merupakan satu bagian yang berada di lingkungan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS)/Kawasan Industri Halal Sidarjo. Kawasan tersebut berada dalam Kawasan Industri Halal Safe and Lock.

    Direktur Utama KIH Safe and Lock, Adi S Tedja, menyampaikan perusahaannya konsisten dan serius mengembangkan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, kata dia, memberikan arahan khusus

    CEO KIH Safe & Lock, Adi S Tedja menyatakan, perusahaannya sangat konsen dalam pengembangan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan arahan agar Kawasan Industri Halal Sidoarjo membantu mengembangkan UMKM.

    “HIPS di kawasan Industri Safe and Lock menyediakan infrastruktur pusat manajemen halal. Kami menyiapkan gedung layanan dan menejemen halal yang dapat digunakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM MUI, BPOM, maupun lembaga lain, ” ungkapnya.

    HIPS dibangun dalam lahan seluas 150 hektar. Di wilayah itu, ada kantor manajemen halal dan gedung untuk UMKM. Kawasan tersebut juga akan dibangun pabrik gelatin halal.

    LW MUI menunjuk Goorita untuk mengelola UMKM Halal Hub. Goorita merupakan perusahaan yang berpengalaman di bidang ini dan telah memiliki platform digital untuk ekspor halal.

    “Kami berencana mengembangkan UMKM Halal Hub di 150 Kabupaten/Kota sampai 2024. Selain di Sidoarjo, saat ini sudah ada UMKM Halal Hub di Sumenep dan Bukittinggi, ” ungkap Direktur Utarama Goorita, Yuwono Wicaksono.[ah/mui]

  • AQL Khataman Quran Sambut Kemerdekaan RI

    AQL Khataman Quran Sambut Kemerdekaan RI

    AQL Islamic Center menyambut HUT RI ke-77 dengan khataman Qur’an di AQL Islamic School, Purwakarta, Jawa Barat. Khataman Qur’an diikuti seluruh jamaah AQL beserta unit-unit AQL.
    Program khataman sudah dimulai sejak Selasa, 16 Agustus 2022. Setiap unit menghatamkan 30 juz sebelum berangkat ke lokasi acara pengibaran bendera Merah Putih. Misal Spirit of Aqsa (SoA) yang menyemarakkan khataman Qur’an di tengah perjalanan.
    Sekitar 30 relawan SoA dalam satu bus bergantian membaca satu juz. Berangkat sekira pukul 03.00 WIB, relawan tiba pas adzan berkumandang di langit-langit AQLIS. Khataman lalu dilanjutkan bersama Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), saat mengisi Kuliah Semangat Pagi (KSP).
    UBN menilai, khataman Qur’an merupakan salah satu cara meraih keberkahan untuk bangsa Indonesia. Program itu sekaligus cara anak-anak bangsa menghormati jasa-jasa para pahlawan.
    Kemerdekaan tidak bisa lepas dari jasa-jasa para ulama dan santri. Selain jadi guru ngaji, para ulama merangkap jadi pemimpin perlawanan terhadap kolonialisme, terutama Belanda yang menjajah Nusantara 300 tahun lebih.
    Sejarah mencatat Kyai Ageng Muhammad Besar pendiri Pondok Pesantren Tegalsari yang melahirkan banyak ulama sekaligus geriliyawan. Di tangan ulama besar ini lahir tokoh-tokoh kenamaan seperti Pangeran Diponegoro hingga HOS Tjokroaminoto.
    Diponegoro memiliki darah biru, namun turun memimpin kaum santri melawan penjajah. Dia ditemani rekan penasihat Kyai Langgeng. Jiwa raga Kyai Langgeng setia menemani Diponegoro melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda sampai ke Magelang. Sang kyai menetap di kota itu sampai meninggal pada 1829.
    Perjuangan abad ke-19 memang lebih banyak diwarnai aktivitas militer dalam melawan Belanda. Memasuki abad ke-20, para ulama mulai membuat gerakan terstruktur dengan mendirikan organisasi.
    Sejarah mencatat HOS Tjokroaminoto, guru Ir Soekarno, mendirikan Sarekat Islam, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, kaum pesantren mendirikan Nahdlatul Ulama dipimpin KH Hasyim Asy’ari, hingga A Hassan mendirikan Persis.
    “Mari sama-sama kita menikmati kemerdekaan hari ini dengan cara sama-sama mengheningkan cipta, mengirimkan doa, berterimakasih dengan cara sesungguhnya. Semoga Allah berkahi negeri ini, dan berkahi bangsa ini,” kata UBN dalam rangkaian upacara kemerdekaan HUT RI di AQL Islamic School, Purwakarta, Rabu (17/8).
    Menurut UBN, anak-anak bangsa saat ini bisa bernafas lega tak lepas dari perjuangan para pahlawan. Para pahlawan yang tak pernah mengenal lelah. Mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
    “Rahmat Allah yang Maha Kuasa, pada hari ini, kita anak-anak bangsa ini, merasakan sekali lagi, sangat merasakan nikmat kemerdekaan yang telah Allah berikan lewat para pejuang bangsa ini dengan mengorbankan hartanya, keluarganya, darahnya, bahkan nyawanya, bahkan nyawa anak dan keluarganya,” tutur UBN.
    Bagi UBN, merayakan kemerdekaan tak sepatutnya hanya seremonial semata. Harus ada langka konkrit untuk mengisi kemerdekaan. Itu merupakan amanah yang dieembankan pahlawan kepada anak-anak bangsa.
    “Pejuang yang telah memberikan yang terbaik, semoga kita bisa menjadi penerus yang setia. Pejuang bangsa ini, kita tidak akan menjual pikiran kita, agar bangsa ini tidak dijajah, kita tidak akan menjual sikap kita, supaya bangsa ini tidak terjajah, dan kita tidak akan menjual keyakinan kita agar bangsa ini tetap Merdeka, kita tidak akan menjual Tanah Air atas nama investasi kepada penjajah,” ujar UBN.
  • Sambut Kongres Mujahid Digital, Komisi Infokom MUI Gelar Sejumlah Lomba

    Sambut Kongres Mujahid Digital, Komisi Infokom MUI Gelar Sejumlah Lomba

    Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar sejumlah lomba yaitu lomba menulis artikel ilmiah, desain logo mujahid digital, membuat video kreatif, dan menulis Cerita Pendek atau Cerpen.

    Baca juga: Ismail Fahmi: Ramaikan Media Sosial dengan Narasi Moderasi dan Islam Wasathiyah

    Perlombaan ini digelar dalam rangka Kongres Mujahid Digital dan Rakornas Infokom MUI se-Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan pada 15-17 September 2022.

    Perlombaan ini bersifat terbuka untuk umun tanpa dipungut biaya. Para pemanang nantinya akan mendapatian hadiah jutaan rupiah.

    Penyerahan karya lomba akan ditutup 10 September 2022. Sementara penilaian, akan berlangsung pada 11-15 September 2022.

    Sementara untuk pengumuman pemenang, akan diumumkan pada saat Kongres Mujahid Digital dan Rakornas Infokom MUI pada 15-17 September 2022.

    Sebagai informasi, lomba desain logo mujahid digital, dalam ketentuannya harus disertai tagline atau slogan “Toleran itu Keren!”

    Sedangkan filosofi logo, mengenai semangat dakwah melalui media digital yang menjunjung tinggi nilai Islam Wasathiyah (moderat) dengan semangat milenial dan gen Z.

    Adapun ketentuan lainnya, logo mudah diaplikasikan di berbagai media serta tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan tidak melanggar hukum atau aturan yang berlaku.

    Para peserta hanya dibolehkan mengirimkan 1 karya desain logo dan dikirimkan melalui link:
    https://s.id/LogoMujahidDigital

    Sementara ketentuan video kreatif berdurasi maksimal dua menit. Tema video yakni: Transformasi Digital Islam Wasathiyah untuk Peradaban Global.

    Sementara pilihan topiknya, para peserta bisa memilih topik mengenai membangun generasi muda wasathiyah anti hoax, generasi muda wasathi (moderat) yang kreatif di era digital, dan pentingnya konten Islam Wasathiyah di media sosial.

    Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya dan dikirimkan hasil karya videonya melalui link: https://s.id/LombaVideoMUI

    Adapun ketentuan lomba menulis artikel ilmiah ini bertema: Transformasi Digital Islam Wasathiyah untuk Peradaban Global.

    Para peserta bisa memilih 3 topik. Pertama, membangun generasi muda wasathiyah anti hoax. Kedua, generasi muda wasathi yang kreatif di era digital. Ketiga, pentingnya konten Islam Wasathiyah di media sosial.

    Para peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya tulis ilmiah dengan mengirimkan naskah artikel tersebut melalui link: https://s.id/ArtikelIlmiahMujahidDigital

    Sementara mengenai lomba menulis cerita pendek atau cerpen ini bertema: Transformasi Digital Islam Wasathiyah untuk Peradaban Global.

    Sementara topiknya yaitu membangun generasi muda wasathiyah anti hoax, generasi muda wasathi yang kreatif di era digital, dan pentingnya konten Islam wasathiyah di media sosial.

    Pada lomba ini juga peserta hanya boleh mengirimkan satu karya dengan pengiriman naskah Cerpen melalui link: https://s.id/LombaCerpenMUI. [ah/mui]

  • Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Gelar Mukernas ke-III di Bandung

    Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Gelar Mukernas ke-III di Bandung

    Bidang Pendidikan Dewan Da’wah Pusat kembali menggelar Musyawarah Kerja Nasional Akademi Da’wah Indonesia (Mukernas ADI) tahun ini. Mukernas ADI ke tiga ini dilangsungkan di Bandung Jawa Barat dengan dihadiri oleh 25 Pengelola ADI dari seluruh Indonesia dan para da’i dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
    Mukernas ADI ke III secara resmi dibuka pada Jum’at sore , 12 Agustus 2022 oleh Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah Bidang Pendidikan, Da’wah dan Kaderisasi, Dr. Mohammad Noer.
    Dalam sambutannya ia menjelaskan perjalanan Mukernas ADI sejak awal hingga hari ini. Mukernas ini awalnya dinamakan sarasehan dan dilaksanakan tahun 2014.
    “Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan ke dua tahun 2018 yang diubah namanya menjadi Mukernas. Maka tahun ini ketika kembali dilaksanakan disebutlah sebagai Mukernas ADI ke III,” jelasnya.
    Mukernas ADI kali ini menjadi spesial karena dikombinasikan dengan Pelatihan Da’i Nasional yang bekerjasama dengan Bamuis BNI. “Ini merupakan pelatihan Da’i ke 14 bersama Bamuis BNI, semoga dapat terus berjalan,” terang Ketua Bidang Penempatan Da’i Dewan Da’wah Pusat, Ustadz Dr. Ahmad Misbahul Anam.
    Lebih lanjut dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan untuk para da’i senantiasa diperlukan untuk terus menjaga dan meningkatkan semangat para da’i.
    “Para da’i harus memulai gerakan dakwah dari apa yang ada dan terus ditekuni. Para da’i juga harus bersabar dalam menghadapi kader, sebab kaderisasi memerlukan proses yang panjang,” pesannya.
    Sementara itu, Ketua Dewan Da’wah Bidang Pendidikan, Dr. Ujang Habibi, menjelaskan bahwa Mukernas ADI merupakan program rutin dalam rangka mensosialisasikan kebijakan dan menyamakan persepsi seluruh pengelola ADI.
    “Acara ini juga sekaligus sebagai wahana evaluasi dan monitoring penyelenggaraan ADI agar terus ada peningkatan kualitas mutu dan peran ADI sesuai tema acara,” ujarnya.
    Mukernas ADI ke-III ini mengusung tema “Penguatan Mutu dan Peran Akademi Da’wah Indonesia Untuk Bangun dan Selamatkan Indonesia dengan Da’wah”. Harapannya agar ADI semakin bermutu sehingga perannya semakin dirasakan oleh umat dan bangsa.[ah/rilis]
  • Ismail Fahmi: Ramaikan Media Sosial dengan Narasi Moderasi dan Islam Wasathiyah

    Ismail Fahmi: Ramaikan Media Sosial dengan Narasi Moderasi dan Islam Wasathiyah

    Wakil Ketua Komisi Infokom MUI, Ismail Fahmi, Ph.D. menyebut media sosial harus diisi dengan konten moderasi dan Islam wasathiyah.

    Baca juga: Milad MUI Ke-47 akan Berisi Lima Kegiatan Penting

    Hal ini ia sampaikan dalam Halaqah Mingguan Infokom MUI yang diselenggarakan secara daring dengan tema “Isu Aktual Tantangan MUI di Dunia Digital”, Rabu (10/08).

    “Jumlah narasi tentang radikalisme yang beredar di media sosial, jauh lebih tinggi angkanya jika dibandingkan dengan narasi-narasi tentang moderasi beragama dan Islam wasathiyah. Karenanya, ini jadi tantangan bagi kita semua,” ujar Wakil Ketua Komisi Infokom MUI.

    Ismail Fahmi memaparkan berdasarkan data yang dihimpunnya, jumlah narasi dan isu khilafah per hari mencapai 5000 sampai 10.000 percakapan.

    Apabila data dibandingakan dengan narasi tentang MUI yang tersebar di sosial media, hanya mencapai kurang dari 5000 percakapan per hari.

    Lebih lanjut, Ketua Pokja Riset Digital dan Inovasi tersebut menilai, peran MUI dalam menyebarkan dakwah di sosial media harus ditingkatkan. Mengingat dengan tingginya aktivitas akses internet saat ini, khususnya bagi generasi muda.

    “Narasi tentang Islam yang ramah perlu diperluas lagi, agar para penerus bangsa tidak salah belajar. Apalagi jika mereka tidak bisa bertanya pada Kiai ataupun guru, maka mereka akan berselancar di internet untuk mencari jawaban,” jelasnya.

    Isu radikalisme dan khilafah yang konsisten tersebar di internet, menurut dia harus diwaspadai dan diatasi. Ragam platform sosial media sudah seharusnya dapat digunakan semaksimal mungkin oleh MUI untuk menyebarkan narasi Islam yang ramah.[ah/mui]

  • Persaudaraan Muslimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

    Persaudaraan Muslimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

    Persaudaraan Muslimah (Salimah) berkomitmen mendukung berkembangnya ekositem rantai halal di Indonesia melalui program-program bidang ekonomi, di antaranya koperasi.
    Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah), Etty Praktiknyowati, dalam Talkshow The Role of Sharia Women Community to Support Halal Food and Fashion Ecosystem pada Kamis (11/8). Talkshow merupakan bagian dari acara The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment yang diselenggarakan selama dua hari di Jakarta Convention Center.
    Etty menjelaskan, organisasi massa perlu memiliki koperasi sebagai bentuk pendidikan dan pemberdayaan bagi masyarakat. Koperasi juga dapat berfungsi sebagai wadah yang menghubungkan kebutuhan anggota dengan kebijakan pemerintah maupun lembaga donor.
    “Koperasi tidak sama dengan perbankan yang berorientasi pada laba. Jiwa yang dibangun di dalam koperasi adalah tolong menolong untuk memenuhi kebutuhan bersama anggotanya,” ungkap Etty.
    Relevan dengan visi organisasi, Salimah mendirikan koperasi syariah di seluruh wilayah Indonesia sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi anggota dengan mengedepankan nilai-nilai agama dan budaya.
    “Salimah telah mencanangkan pendirian koperasi di semua kabupaten di Indonesia dengan nama Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (KOSSUMA). 97 KOSSUMA yang telah berdiri saat ini kemudian dipayungi oleh satu koperasi sekunder INKOSSUMA yang berada di Pimpinan Pusat Salimah. Diharapkan, melalui koperasi, Salimah memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan negeri ini,” imbuh Etty.
    Dalam beradaptasi dengan era digitalisasi, Salimah membangun platform K@SI Mobile yang menyediakan berbagai fitur transaksi untuk melakukan setoran simpanan/tabungan dengan akses jaringan perbankan, melihat saldo simpanan, melakukan pembelian dan pembayaran kepada pihak ketiga (pulsa, BPJS, listrik, telpon, pendidikan), transfer uang antar anggota, transfer uang ke jaringan perbankan, dan pengajuan pembiayaan secara online.
    Kegiatan ekonomi Salimah tidak terbatas pada koperasi saja. Dalam hal menyediakan alternatif produk makanan halal, Salimah memiliki perusahaan laba PT Salimah Prakarsa Cemerlang yang memproduksi 58 produk halal Salimah Food. Selain itu, telah berdiri pula 485 Outlet Salimah yang menjual produk-produk Salimah, mitra, dan anggota di seluruh Indonesia. Salimah juga membuka kesempatan pengumpulan modal dalam bentuk wakaf melalui Lembaga Wakaf Salimah (LWS).
    “Ekosistem halal yang dibangun Salimah sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Salimah siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung ekosistem rantai halal,” tutup Etty.
    The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment merupakan bagian dari side event Presidensi G20 Jalur Keuangan dan Road to ISEF 2022. Kegiatan terselenggara sebagai kolaborasi Bank Indonesia dengan sejumlah organisasi masyarakat berbasis perempuan diantaranya PPUMI, SALIMAH, PERSAMI, BUNDA WAKAF, SHALIZA dan WITA serta diikuti oleh pelaku usaha syariah perempuan yang bergerak di sektor makanan halal dan fesyen muslim (termasuk kerajinan tangan) yang merupakan binaan dari organisasi/asosiasi masyarakat berbasis wanita, Kementerian dan Lembaga terkait. Rangkaian kegiatan terdiri dari ministry talk, seminar internasional dan nasional, talkshow motivasi, mini exhibition, dan fashion show.
    Pada acara pembukaan, hadir Menteri Keuangan sebagai keynote speaker, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili oleh Deputi bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI, Leni N Rosalin.[ah/rilis]
  • MUI dengan Wali Kota Hebron Perbarui MoU Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Sana

    MUI dengan Wali Kota Hebron Perbarui MoU Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Sana

    Majelis Ulama Indonesia dan Wali Kota Hebron menandatangani kesepakatan kerja sama terkait pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron (RSIH) secara hybrid di Jakarta, Senin (8/8/2022).

    Baca juga: MUI Pusat Salurkan 10 Ekor Sapi dan 42 Ekor Domba Qurban kepada Masyarakat

    Penandatanganan ini merupakan pembaruan atas nota kesepahaman yang sebelumnya seiring dengan perkembangan di MUI. Pihak MUI diwakili Wakil Ketua Umum Dr KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak Wali Kota Hebron tetap oleh Tayseer Abu Sneineh.

    Dalam kesempatan yang dihadiri pula oleh Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina, Ade Padmo, Dubes Palestina di Jakarta, Zuhair Alshun dan Wakil Ketua Umum MUI Dr KH Marsudi Syuhud serta Anggota Panitia Pembangunan RSIH, Ketua Panitia Pembangunan RSIH, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim telah menyampaikan perkembangan upaya yang dilakukan oleh Panitia dalam penggalangan dana dari seluruh masyarakat Indonesia.

    “Hingga saat ini telah terkumpul dana sebesar Rp. 25.400.000.000 (dua puluh lima miliar, empat ratus juta Rupiah) dari total biaya yang diperlukan sebesar Rp 87.000.000.000 (delapan puluh tujuh miliar Rupiah),” jelas Sudarnoto.

    Panitia RSIH juga menyampaikan akan segera meninjau calon lokasi pembangunan RSIH di Hebron oleh Tim Teknis dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) sebagai mitra MUI dalam program diplomasi kemanusiaan ini.

    Wali Kota Hebron yang menandatangani naskah Nota Kesepahaman tersebut di Gedung KBRI Amman, Yordania, antara lain menyampaikan penghargaan dan pemahamannya mengenai perlunya perubahan naskah Nota Kesepahaman tersebut, dan dinamika yang terjadi di kedua pihak terkait pandemik yang masih memprihatinkan sehingga Panitia dari MUI belum dapat meninjau calon lokasi pembangunan RSIH tersebut.

    Pihaknya sangat mengharapkan setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini, Panitia MUI dapat segera berkunjung ke Hebron, selain meninjau lokasi RSIH juga untuk bertemu dengan mitranya di Hebron.

    Dalam nada yang sama, Dubes RI Ade Padmo menyampaikan penghargaan Pemerintah RI terhadap MUI yang telah menginisiasi pembangunan RSIH yang merefleksikan ikatan persahabatan antara bangsa Indonesia dan Palestina.

    Menutup rangkaian acara tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Dr KH Marsudi Syuhud yang menandatangani naskah tersebut mewakili Dewan Pimpinan MUI menyampaikan bahwa pembangunan RSIH tersebut akan mempererat tali persahabatan antara bangsa Indonesia dan Palestina yang telah terjalin sejak sebelum kemerdekaan RI.

    Kiai Marsudi menjelaskan, bangsa Indonesia sangat berhutang budi kepada bangsa Palestina yang telah mendukung perjuangan kemerdekaan RI sehingga sudah menjadi kewajiban kita bangsa Indonesia untuk senantiasa membantu dan mendukung perjuangan bangsa Palestina, termasuk dalam meringankan kebutuhan mereka akan fasilitas kesehatan dalam bentuk membangun RSIH.

    MUI sangat menghargai donasi kemanusiaan yang telah disampaikan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung inisiatif mulia ini. MUI percaya bahwa solidaritas kemanusiaan yang bersifat universal akan memperkuat semangat perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaannya.

    “MUI sangat mengharapkan seluruh masyarakat Indonesia akan terus memberikan bantuan kemanusiaannya melalui donasi RSIH MUI untuk terpenuhinya seluruh kebutuhan biaya pembangunan RSIH,” jelas Dr KH Marsudi Syuhud.[ah/mui]

  • Yayasan Isa Bin Maryam Bersama IDT Gelar Workshop Dakwah

    Yayasan Isa Bin Maryam Bersama IDT Gelar Workshop Dakwah

    Dalam rangka membekali kemampuan dakwah para du’at, Yayasan Isa Bin Maryam (YIBM) bersama Interactive Dakwah and Tarbiyah Association (IDT) menggelar workshop dakwah.
    Kegiatan bertajuk ‘How to Da’wah Effectively’ ini diselenggarakan selama dua hari di Puncak, Bogor, Jawa Barat baru-baru ini.
    Pemateri utama dalam kegiatan tersebut di antaranya Brother Lim Jooi Soon dan Ustaz Fadhli Burhan dari IDT Malaysia dan Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama Dewan Da’wah Ustaz Abu Deedat Syihabuddin.
    Pada kesempatan tersebut, Ustaz Abu menyampaikan bahwa dakwah dapat dilakukan ke dalam dan ke luar. Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang terdapat di dalam surat An-Nahl ayat 125.
    “Dakwah ke dalam maksudnya adalah pembinaan kepada umat muslim seperti yang biasa kita lakukan, sedangkan dakwah ke luar adalah mengajak orang di luar Islam untuk kembali kepada Islam,” kata Ustaz Abu.
    Ketua Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK-MUI) ini menambahkan, di antara tantangan dakwah selain pendangkalan akidah juga pemahaman sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang disingkat menjadi sepilis. “Karena itu, di antara tugas MUI adalah himayatul ummah (menjaga umat), himayatud din (menjaga agama), dan himayatud daulah (menjaga negara),” ujarnya.
    Sementara, Brother Lim menyampaikan kepada para peserta workshop terkait metode dakwah yang efektif. Menurut dia, dakwah kurang berhasil jika dilakukan tanpa adanya rasa cinta kepada objek dakwah (mad’u).
    “Karenanya penting untuk membangun pertemanan yang baik dengan siapa saja, bagaimana kita berdakwah tanpa membuat jarak dengan lawan bicara. Kemudian setelah itu sampaikan Islam dengan bahasa dan analogi yang mudah dipahami,” tutur Brother Lim.
    Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak. Di antaranya Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, LDK MUI, Jim Media Channel, Akhwat Bershalawat, Syaqinah, dan Aula Family.[ah/rilis]
  • Gelar Munas III, PJMI Teguhkan Peran Jurnalis Muslim di Era Digital

    Gelar Munas III, PJMI Teguhkan Peran Jurnalis Muslim di Era Digital

    Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III bertema “Meneguhkan Peran Jurnalis Muslim di era Digital dan Medsos agar Mampu Menjawab Tantangan Zaman” di The Bridge Function Room Hotel Horizon, Jakarta pada Kamis, 4 Agustus 2022.
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan dalam acara tersebut.
    “Izinkan dalam kesempatan ini kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya Munas ke-3 Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI). Sebuah tema yang menarik. Selamat Munas. Selamat berdiskusi. Salam hangat dari Balaikota,” kata Gubernur Anies saat menyampaikan sambutannya melalui virtual di Jakarta, Kamis (4/8).
    Gubernur Anies berharap dari Munas ini muncul gagasan, terobosan, sehingga jurnalis muslim akan bisa menghadirkan informasi yang obyektif yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberikan manfaat bagi semua.
    Ketua Panitia Pelaksana Munas PJMI ke-3 Ismail Lutan menjelaskan, Munas digelar secara hibrida (luring dan daring) diikuti 75 orang peserta, berasal dari Jakarta dan daerah, terdiri dari wartawan Muslim, pegiat medsos dan praktisi Pers.
    Rangkaian acara Munas PJMI III diawali diskusi membahas Perlindungan Hukum & Perbaikan Moral Bangsa, juga Peran Jurnalis Muslim di Era Digital & Jurnalisme Medsos, dan ditutup dengan Musyawarah Pemilihan Ketua Baru.
    Selain itu, sejumlah pakar dan tokoh hadir, diantaranya Tokoh Pers/wartawan senior Parni Hadi, juga para para nara sumber diskusi yakni ekonom kerakyatan Awalil Rizki, Ketua MUI Bidang Penegakan Moral dan Etika Bangsa DR. KH Masyhuril Khamis, SH, MH., Mantan Pengurus Kadin Urusan Timur Tengah Ir.H Mohammad Bawazeer, dan Wakil Dekan Pascasarjana Universitas Djuanda Dr. Muhmmad Lutfie,M.Si., juga Pendiri PJMI Mohammad Anthony dan Iwan Samariansyah.
    Munas PJMI ke-3 didukung dan disponsori oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) , Bank DKI, Bank Syariah Indonesia (BSI), PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Dompet Dhuafa dan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI.
    Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) berdiri sejak 2011 lalu, selain mewadahi jurnalis juga para penulis, pegiat media sosial dan blogger.
    Adapun visi misi dari PJMI didirikan antara lain atas sebuah kesadaran sejarah dari para jurnalis muslim tentang pentingnya pembelaan terhadap nilai-nilai keadilan dalam penyampaian informasi.
    PJMI telah banyak berkontribusi terhadap perkembangan dunia pers di Tanah Air. Memasuki era jurnalisme digital yang ditandai dengan berkembang pesatnya media sosial (Medsos), PJMI terus meningkatkan profesionalitas dengan tetap berpegang teguh kepada kebenaran, keadilan dan kejujuran.[ah/rilis]
  • Islamic Book Fair 2022 Resmi Dibuka

    Islamic Book Fair 2022 Resmi Dibuka

    Pameran terbesar buku-buku Islam di Tanah Air, yakni Islamic Book Fair (IBF) resmi dibuka pada Rabu, 3 Agustus 2022. Sejumlah tokoh nasional akan membuka pameran buku terbesar ini.
    Islamic Book Fair (IBF) 2022 diigelar pada 3-7 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran buku Islam kali ini merupakan yang ke-20 kalinya digelar sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2002 silam. Sempat vakum penyelenggaraan karena pandemi covid-19, yakni pada 2021 lalu.
    Sejumlah tokoh direncanakan menghadiri dan meramaikan hajatan pameran terbesar buku-buku Islam yang ke-20 ini. Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, direncanakan akan hadir di acara IBF. Begitu juga dengan Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan, Wakil Gubernur DKI A. Riza Patria, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH. Nasaruddin Umar, Penasihat IBF Prof Dr. KH. Didin Hafidhuddin, KH. Tubagus Dailami Dahlan, Dr Adian Husaini, Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Prof Quraish Shihab, Dr Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang), dan juga sejumlah tokoh lainnya.
    “Mereka semua sudah confirm untuk hadir pada cara Islamic Book Fair 2022 di JCC tahun ini,” ujar Koordinator Publikasi dan Promosi Tatang T. Sundesyah, Selasa (2/8) di Jakarta.
    Selain tokoh di atas, nama lainnya yang juga direncanakan hadir pada acara IBF adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman Nugraha, Ketua Ikapi DKI Hikmat Kurnia, Direktur Bank Syariah Indonesia (BSI), dan para pembicara yang sudah dijadwalkan.
    “Ada tokoh perbukuan Islam tahun 2020 sekaligus novelis nomor 1 di Indonesia Habiburrahman El Shirazy, Ustadz Salim A Fillah, Muhammad Fauzil Adhim, Muzammil Hasballah, dr Aisah Dahlan, Deddy Mizwar, Ahmad Fuadi, dan masih banyak lagi yang lainnya,” ucap Tatang.
    Selain itu, ada pula tokoh pembicara dari luar negeri, seperti Mesir dan India. Di antaranya Dr Nashir Ayad dari Mesir, Lycpriya Kangujam, seorang aktivisi linkungan cilik dari India, dan Syaikh Ishom Yusuf dari Mesir.
    Tatang menambahkan, persiapan panitia dan peserta IBF sudah maksimal dilakukan, tinggal pelaksanaan. “Besok (Rabu, red) sudah siap semua,” ungkapnya.
    Pada Selasa (2/8), sejumlah peserta telah mempersiapkan dan melakukan penataan buku-buku untuk dipajang saat pameran berlangsung. Pada pameran kali ini, diperkiraan hampir satu juta eksemplar buku dipamerkan.
    Seperti pada pameran-pameran sebelumnya, pada pameran kali ini, Republika Group Kembali dipercaya menjadi Official Media Partner Islamic Book Fair (IBF) 2022. “Kami berterima kasih atas kepercayaan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta dan Panitia Islamic Book Fair (IBF) kepada Republika untuk menjadi Official Media Partner pada IBF 2022 kali ini,” ujar Irfan Junaidi, pemimpin redaksi Republika, Senin (1/8), di Jakarta.
    Irfan menjelaskan, Republika tak pernah berhenti menginformasikan dan memberitakan kegiatan Islamic Book Fair (IBF). “Artinya sudah 20 kali, sejak pameran ini digelar, Republika selalu terlibat untuk bersama-sama membesarkan dan menginformasikan kegiatan Islamic Book Fair kepada khalayak ramai,” ujarnya.
    Sekretaris Panitia Islamic Book Fair (IBF) Husni Kamil menjelaskan, pameran IBF 2022 diikuti sekitar 63 peserta dari dalam dan luar negeri dengan total pengambilan stan kepesertaan mencapai 138 stan. Dalam IBF tahun ini ada 10.000 judul buku yg dipamerkan, dengan jumlah buku mencapai 1 juta eksemplar. “Insya Allah, pameran IBF 2022 ini berjalan lancar,” ujarnya.
    Husni menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) untuk acara IBF 2022, dan dengan pihak Satgas Covid-19.  “Kami sudah mendapatkan izin dari Polda Metro Jaya dan Satgas Covid-19. Karena itu, kami tetap memberlakukan protocol Kesehatan secara ketat agar covid-19 bisa diminimalkan,” ujar Husni.
    Lebih lanjut Husni mengatakan, selain dengan Republika, pihaknya juga menggandeng media lain untuk meramaikan perhelatan pameran Islamic Book Fair (IBF), sebagai media partner. Antara lain MinaNews, Muslim Channel, MNC Grup (TV, Radio, dan Media), Radio Silaturahim, Radio Dream, Harian Jurnal Nasional, TVMU, dan lainnya.
    Sedangkan sponsor utama pada pameran Islamic Book Fair (IBF) 2022 ini, kata Husni, adalah Bank Syariah Indonesia (BSI). Pihaknya bersyukur, atas keterlibatan dan kerja sama dengan BSI ini. “Insya Allah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ucapnya.[ah/rilis]