Category: Berita Nasional

  • LAZNAS Dewan Dakwah Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini dari Kementerian PPPA

    LAZNAS Dewan Dakwah Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini dari Kementerian PPPA

    Kerja nyata Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dewan Dakwah selama pandemi Covid-19 kembali menuai penghargaan. Kali ini datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

    Baca juga: Baitul Mal Aceh Salurkan Zakat Rp 39,8 Miliar

    Menteri PPPA memberikan LAZNAS Dewan Dakwah penghargaan atas upaya di bidang perlindungan anak khususnya bagi yatim, piatu dan yatim piatu korban Covid-19.

    “Alhamdulillah, saat ini badai covid telah berangsur meninggalkan negara tercinta. Namun pandemi banyak meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak anak yang kehilangan sebagian dari anggota keluarganya,” kata Direktur lembaga, Tjaturadi Waluyo kepada mediadakwah.id, Selasa (02/08/22).

    Laznas Dewan Dakwah, lanjutnya, senantiasa berusaha menjembatani berbagai pihak untuk saling membantu, menguatkan keluarga terutama anak-anak yang ditinggalkan orang tua dan menjadi yatim karena efek Covid 19.

    “Dengan dukungan pemerintah terutama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, LAZNAS Dewan Dakwah bersama dengan lembaga zakat seluruh Indonesia bertekad untuk memberikan pendampingan, pembinaan dan penguatan anak- anak yatim, piatu dan yatim piatu korban covid 19,” pungkas Tjatur.[ah/rilis]

  • UBN Umumkan Transformasi AQL Menjadi Ormas ADABQU

    UBN Umumkan Transformasi AQL Menjadi Ormas ADABQU

    Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir atau biasa disapa UBN mengumumkan perubahan badan hukum dari Yayasan Pusat Peradaban Qur’an menjadi Perkumpulan Pusat Peradaban Qur’an (ADABQU). Menurut KH Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, perubahan ini merupakan transformasi dari yayasan yang ruang lingkupnya terbatas menjadi organisasi masyarakat.
    “Artinya dari sebuah gerakan pendidikan dan dakwah semata-mata, sekarang insyaallah menanjak menjadi sebuah ormas bernama ADABQU yang akan ada pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus daerah, cabang hingga ranting di seluruh Indonesia,” kata UBN kepada wartawan di sela-sela puncak milad ke-14 AQL Islamic Center di Pesantren Ar-Rahman Qur’anic College (AQC) Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/7/2022).
    Diungkapkan beliau, transformasi ini berangkat dari gagasan besar yang telah dicita-citakan untuk membangun peradaban Qur’an. Gagasan besar yang akan dijalankan melalui ADABQU dilandasai oleh pemahaman bahwa bangkitnya sebuah peradaban bukanlah berwujud pada sosok-sosok yang sering dikultuskan menjadi sosok-sosok pemberontak belaka. Namun, peradaban termasuk As-Shohwah Al-Islamiyah bermula dari kokohnya iman dan tegaknya tauhid pada setiap individu.
    Kemudian, jelas UBN, setelah tegaknya tauhid dalam diri setiap individu, peradaban dikatakan bangkit jika tauhid tersebut dimplementasikan dalam bentuk ibadah.
    Kemajuan, kata UBN, bukanlah ketika orang ramai di jalan mengumpulkan yel-yel masing-masing. Kemajuan adalah ketika masjid -masjid dipenuhi shalat berjamaah khususnya jika shalat Subuh sudah seperti shalat Jumat.
    “Bukan peradaban yang dimaksud adalah pemberontakan. Tetapi tertibnya shaf dalam shalat, tertibnya barisan dalam melantunkan ayat-ayat Allah,” jelas UBN.
    UBN menambahkan, untuk kelengkapan organisasi ADABQU seperti lambang, bendera, hingga AD ART sudah dipersiapkan. Dalam waktu dekat, ADABQU akan menggelar rakernas dan akan dilantik pengurus-pengurus wilayah.
    “ADABQU ini organik saja. Ya, karena kita bermula dari kerja. Bukan dari figur dan isu. Itu pun gagasanya dari bawah. Saya hanya beri gambaran umum, mereka yang rapat di semua unit, dan menyusun draf ini (ADABQU). Pengurus ADABQU ini pun anak-anak muda,” kata UBN.[ah/rilis]
  • Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman mengirim 57 mahasiswa ke 14 desa di Jonggol, Jawa Barat. Mahasiswa yang dikirim tersebut tengah memasuki masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan.
    Rektor STIQ Ar-Rahman, Ustadz Haris Renaldi, mengatakan, KKN sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa tingkat akhir. Namun bedanya, mahasiswa KKN membawa misi dakwah khusus yang telah disepakati oleh pihak kampus.
    Selain melakukan kerja nyata memberdayakan masyarakat, para mahasiswa itu juga menjadi pelopor program Bahagia Khatam Qur’an di setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Program tersebut merupakan tema besar Milad AQL Islamic Center yang ke-14 pada 30 Juli 2022 M/1 Muharram 1444 H mendatang.
    “Jadi, kegiatan besar dari mahasisiwa saat KKN itu adalah memassifkan program Bahagia Khatam Qur’an,” kata Ustadz Haris saat melepas mahasiswa KKN di Jonggol, Jawa Barat, Ahad (24/7/2022).
    Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa itu terlebih dahulu mengikuti karantina Khatam Qur’an selama 10 hari. Itu menjadi salah satu syarat utama sebelum terjun ke lapangan.
    “Di mana pada saat mahasiswa 10 hari pembekalan ini, sebelum terjun ke lapangan untuk KKN, mereka wajib khatam Qur’an. Setelah khatam, baru boleh terjun KKN,” ucap Ustadz Haris.
    Tak sampai di situ, pada hari pertama KKN, para mahasiswa tersebut diwajibkan mengkhatamkan Qur’an di posko masing-masing sebelum melaksanakan agenda lain. Saat menjalankan aktivitas nanti, mereka juga harus mengajak masyarakat memassifkan program tersebut.
    “Mereka akan khatam Qur’an di masjid-masjid yang ada di desa-desa mereka yang tempati dengan mengundang masyarakat. Selain itu, bukan hanya orang tua, tapi juga dari anak-anak, ada bimbingan baca tulis Al-Qur’an sebagaimana program menuju Milad AQL ke-14,” ujar Ustadz Haris.
    Selain itu, Ketua Yayasan AQL Islamic Center, Buya Iswahyudi, ingin KKN tak sekadar kegiatan formal seperti kampus-kampus pada umumnya. Dia berharap ada nilai lebih, salah satunya pengembangan dakwah tadabbur yang diawali dengan program Bahagia Khatam Qur’an.
    “Kita akan mendapatkan manfaat dengan diadakannya KKN, kita yang terjun langsung ke masyarakat, kita bisa bersosialisasi nanti, bagaimana kita seharusnya nanti berdakwah di tengah masyarakat,” ujar Buya Iswahyudi.
    Menurut dia, KKN sangat penting dijadikan bahan ajar tentang tata cara berdakwah di tengah masyarakat. Skill dakwah lapangan sangat dibutuhkan oleh seorang dai. Tak sedikit lulusan perguruan tinggi, bahkan dari luar negeri, kaku saat di lapangan lantaran tak punya skill tersebut.
    “Karena tidak sedikit pelajar bahkan lulusan dari luar negeri tapi ketika terjun ke masyarakat, tidak bisa diterima masyarakat, karena tidak bisa mengambil hati, dan bergaul. Ini perlu, bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat,” ucapnya.[ah/rilis]
  • Milad MUI Ke-47 akan Berisi Lima Kegiatan Penting

    Milad MUI Ke-47 akan Berisi Lima Kegiatan Penting

    Milad MUI Ke-47 yang berlangsung 26 Juli 2022 di Hotel Sultan Jakarta berisi lima kegiatan penting dan berbobot. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung secara daring karena Covid-19, Milad MUI ke-47 ini berjalan secara luring dengan agenda yang padat. Ada lima kegiatan penting dalam Milad MUI Ke-47 tahun ini.

    Baca juga: Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid

    Ketua Pelaksana Milad MUI Ke-47, KH Cholil Nafis, menyampaikan bahwa pada Selasa (26/07) pagi, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, akan ada kegiatan Silaturahmi Dai dan Halaqah Dakwah Nasional. Pada kegiatan tersebut, akan ada silaturahmi antara dai dan influencer.

    Pada kegiatan tersebut, ujar dia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian akan mengisi pidato kunci (keynote speech) bertema Dakwah Merajut Kesatuan dan Kekuatan Umat dalam Kebinekaan.

    “Selanjutnya, pada siang harinya, akan ada acara forum ukhuwah yang mengundang tokoh masyarakat serta pimpinan ormas Islam dan pembukaan acara Annual Conference on Fatwa Studies ke-6, ” ujar Ketua MUI Bidang Dakwah itu kepada MUIDigital, Senin (25/07).

    Forum ukhuwah ini, kata dia, bermaksud mendengar dan menyatukan berbagai pendapat untuk merespons isu-isu terkini seperti polarisasi umat.

    Sementara kegiatan Annual Conference on Fatwa Studies, lanjut dia, bertujuan menjadi ajang koreksi ilmiah kepada MUI. Ajang yang sudah berjalan rutin untuk yang ke enam kalinya ini, imbuh dia, menjadi sarana otokritik MUI untuk semakin memperbaiki diri.

    “MUI memiliki banyak keputusan-keputusan dalam bentuk fatwa. Ajang Annual Conference on Fatwa Studies ini ingin menggali masukan ilmiah dari berbagai kalangan khususnya akademisi, ” ujarnya.

    Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok ini memaparkan, pada sore harinya, Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan program Wakaf, Infak, Zakat, dan Sedekah Pesantren (WIZSTREN). Ini adalah program baru BI yang bekerjasama dengan Himpnan Pebisnis dan Usahawan Pondok Pesantren (Hebitren).

    Puncaknya, pada malam hari setelah magrib, menjadi kegiatan inti Milad MUI ke-47 yang diawali dengan istighosah. Setelah itu, akan masuk kegiatan utama berupa sambutan dari Ketua Panitia Milad, Wakil Ketua Umum MUI, dan arahan dari Presiden RI yang diwakili Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.

    “Semula Presiden sudah berencana hadir, namun karena ada agenda kenegaraan ke luar negeri, maka diwakilkan kepada Kiai Ma’ruf Amin, ” ujar Kiai Cholil.

    Di sela-sela sambutan-sambutan langsung tersebut, juga ada ucapan selamat/tahniah dari DPD, MPR, MA, MK, Menteri Agama, Kapolri, Gubernur BI, Duta Besar Arab Saudi, dan Duta Besar Palestina.[ah/mui]

  • Rahasia Bahagia Khatam Qur’an Jadi Tema Besar Milad ke-14 AQL Islamic Center

    Rahasia Bahagia Khatam Qur’an Jadi Tema Besar Milad ke-14 AQL Islamic Center

    Rahasia Bahagia Khatam Al-Qur’an menjadi tema besar Milad ke-14 AQL Islamic Center pada 30 Juli 2022 M/1 Muharram 1444 H mendatang.  Tema tersebut bukan sekadar pemanis narasi semata. Ketua Yayasan AQL Islamic Center, Buya Iswahyudi, menjelaskan rahasia besar Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) mengangkat tema itu menyambut Milad ke-14 AQL.
    Program Khatam Qur’an pertama kali digelar pada Sya’ban 1443 H. Kala itu, UBN selaku pimpinan AQL Islamic Center mengajak umat Islam menyambut Ramadhan dengan memperbanyak khatam Qur’an.
    “Ramadhan itu adalah bulan Quran. Untuk bisa maksimal di bulan Ramadhan kita latihan di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban juga itu bulan Qurra’, bulannya para ahli Quran yan memaksimalkan bulan itu untuk mengkhatamkan Qur’an,” kata Buya Iswahyudi saat di temui di Kampus STIQ Ar-Rahman, Jonggol, Jawa Barat, Ahad (24/7/2022).
    Respon umat Islam ternyata sangat tinggi. Bahkan, program itu serentak digelar di berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. Di Turki, mahasiswa-mahasiswa Indonesia membuat majelis bahagia Khatam Qur’an.
    “Itu respon atau antusias jamaah sangat tinggi. Bahkan, ada beberapa jamaah yang khatam Qur’an dalam sebulan itu sembilan sampai sepuluh kali. Dalam setiap tiga hari, bisa khatam Quran,” tutur Buya Iswahyudi.
    Ragam testimoni pun berdatangan. Banyak jamaah yang curhat tentang keberkahan setelah konsisten mengkhatamkan Al-Qur’an. Program itu juga turut dirasakan UBN dalam mengembangkan dakwah tadabbur bersama AQL Islamic Center.
    “Program-program kita banyak dimudahkan. Keberkahan khatam Qur’an itu sangat dirasakan,” ujar Buya Iswahyudi.
    Berangkat dari situ, UBN lalu menginstruksikan setiap unit AQL menjadikan Khatam Qur’an sebagai program wajib. Setiap program pun harus dimulai dengan khataman Qur’an, seperti gerakan sosial yang diselenggarakan AQL Peduli.
    Dalam program Khitanan Massal AQL Peduli yang sudah menyelenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Sebelum acara dimulai, semua peserta, panitia, dan semua insan yang terlibat harus mengkhatamkan Qur’an secara berjamaah.
    Dari situ, UBN memutuskan menjadikan Bahagia Khatam Qur’an menjadi tema Besar Milad AQL ke-14. Bukan tanpa alasan, AQL ingin memassifkan gerakan tersebut hingga keberkahan Qur’an bisa dirasakan setiap umat Islam.
    “Ini juga ingin disebar agar bisa dirasakan oleh masyarakat luas, dan menjadi gerakan massif,” ucap Buya Iswahyudi.
    Di sisi lain, ada misi besar di balik tema tersebut. AQL merupakan lembaga yang menjadikan tadabbur sebagai titik fokus gerakan dakwah. Bagi sebagian masyarakat, tadabbur terkesan sangat berat, karena harus memiliki keluasan ilmu dan wawasan.
    “Tadabbur mungkin diawal terasa berat bagi masyarakat umum, maka kita mulai dengan hal yang mudah dulu, tilawah al Qur’an sampai khatam. Khatam al Qur’an itu ketika dimassifkan, keberkahan Al-Qur’an akan memberikan banyak kebaikan, baik kepada pribadi, masyarakat, bahkan bangsa kita,” ujar Buya Iswahyudi.
    “Bersamaan dengan itu keinginan untuk memahami makna dan maksud dari setiap ayat yang dibaca serta dorongan untuk mengamalkannya  terus kita kuatkan melalui gerakan tadabburnya,” lanjut Buya Iswahyudi.
    Jika gerakan itu sudah massif, kata Buya Iswahyudi, maka masyarakat akan semakin dekat dengan Al-Qur’an. Misal satu kali dalam sebulan khatam Al-Qur’an, bisa dua kali, tiga kali, atau bahkan sepuluh kali.
    “Kalau dalam 40 hari, belum khatam juga, itu sudah dianggap lalai terhadap Qur’an. Jadi, minimal satu kali khatam satu bulan. Kalau gerakan itu massif, insya Allah keberkahan bagi bangsa kita bisa dirasakan,” kata Buya Iswahyudi.[ah/rilis]
  • Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid

    Milad ke-14, AQL Islamic Center Bangun 14 Masjid

    AQL Islamic Center memasuki usia ke-14. Pada momen ini, AQL menggandeng unit kemanusiaannya AQL Peduli dalam aksinya membangun masjid di 14 titik wilayah. Selama 14 tahun hadir menemani umat dalam program utamanya yaitu tadabbur Qu’ran, AQL tak melupakan kebutuhan umat akan pemenuhan fasilitas tempat ibadah, yaitu masjid-masjid yang didirikan di berbagai wilayah.
    Manajer Operasional AQL Peduli, Edi Djunaedi mengatakan pembangunan masjid ini selain sebagai fasilitas ibadah untuk kaum muslimin, nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam, seperti Rumah Tadabbur Qur’an (RTQ) serta kegiatan dakwah lainnya.
    “Pembangunan Masjid untuk Peradaban Qur’an ini, selain karena kebutuhan di masing-masing lokasi, juga dalam rangka mengambil keberkahan dari milad AQL itu sendiri yang sudah diawali dengan momen khatam Qur’an,” kata Edi dalam keterangannya, Kamis (21/7/2022).
    AQL Islamic Center yang mengusung tema besar #BahagiaKhatamQur’an di miladnya yang ke 14 tak ingin menyia-nyiakan momen istimewa penuh keberkahan ini. Oleh karenanya, AQL Islamic Center hadir di tengah umat bersama AQL Peduli membangun Masjid untuk perkembangan Peradaban Qur’an beserta dengan program tadabburnya.
    Adapun titik pembangunan 14 masjid tersebut di antaranya yaitu:
    1. Lombok Timur
    2. Pulau Widi, Maluku Utara
    3. Desa Lolu, Sigi Sulawesi Tengah
    4. Kulawi, Biromaru Palu
    5. Donggala, Palu
    6. Bisui, Halmahera Selatan
    7. Cipendawa, Bogor
    8. Tebet Jakarta
    9. Mamuju, Sulawesi Barat
    10. Kecamatan Sigi Kota, Sulawesi Tengah
    11. Sukadana, Lampung
    12. Bongki Sulawesi Selatan
    13. Labuan Bajo
    14. Pasaman, Sumatera Barat
    Menurut Edi, dalam membangun 14 masjid di berbagai titik tersebut, telah berdiri juga masjid-masjid yang berada di wilayah relokasi bencana yang dihuni sekitar 1.000 jiwa. Seperti di Palu, Sigi, Cipendawa, daerah muslim minoritas dan di daerah pelosok pedalaman lainnya.
    “Saat ini masjid-masjid tersebut telah aktif dalam kegiatan tadabbur dan keagamaan lainnya. Dalam mewujudkan aksinya, AQL Peduli tentunya tidak sendirian. Peran donatur, relawan, simpatisan dan para pekerja lainnya sangat berarti dalam mewujudkan Masjid untuk Peradaban Qur’an,” kata Edi.*
  • Sambut Milad ke-14 AQL, Santri Gaza Semarakkan Program Bahagia Khatam Qur’an

    Sambut Milad ke-14 AQL, Santri Gaza Semarakkan Program Bahagia Khatam Qur’an

    Ratusan santri penghafal Al-Qur’an Gaza ikut menyemarakkan program Bahagia Khatam Al-Qur’an dalam rangka menyambut Milad AQL ke-14. AQL Islamic Center akan merayakan milad ke-14 pada 30 Juli 2022/1 Muharram 1444 H mendatang.

    Baca juga: TKQ Nurul Iman Sangat Puas dengan Pelayanan Manasik Haji dan Umroh PKH

    Santri-santri Markaz Qur’an Gaza sangat antusias mengikuti program itu. Mereka terbagi ke beberapa kelompok lalu melingkar membaca ayat demi ayat. Gemerlap cahaya lampu gantung memantul ke karpet hijau masjid memperlihatkan bayang semangat mereka.

    Surah Al-Fatihah selesai dibaca, dilanjut Surah Al-Baqarah, lalu surah-surah berikutnya. Saat tiba di Surah Al-Isra, seorang santri maju ke depan memimpin santri-santri lain membaca ayat pertama hingga akhir. Khataman kemudian dilanjutkan sampai pada Surah An-Nas.

    Menariknya, halaqah Qur’an itu tak hanya diikuti santri-santri berusia remaja saja. Ada pula santri yang sudah menginjak usia 30-an ke atas. Mereka tak malu berbaur satu sama lain. Tak ada kasta, mereka duduk khusyu membaca lembar demi lembar kitab suci.

    Direktur program Spirit of Aqsa, Ustadz Ridwan Hakim, mengatakan, semarak Bahagia Khatam Qur’an di Gaza merupakan bentuk terimakasih kepada AQL Islamic Center dan Spirit of Aqsa (SoA). AQL melalui SoA setiap menyupport para santri itu beberapa tahun terakhir.

    “Santri penghafal Al-Qur’an di Gaza mengucapkan selamat MIlad AQL yang ke-14, dan mengucapkan terimakasih atas peran AQL melalui Spirit of Aqsa yang selama ini memberikan sponsor dan bantuan demi terselenggara dan terwujudnya kegiatan menghafal Al-Qur’an di Gaza,” kata Ustadz Ridwan di Jakarta, Ahad (17/6/2022).

    Hal serupa disampaikan pembina Markaz Qur’an Gaza, Syekh Abdullah. Dia mengungkapkan, para santri turut berbahagia atas konsistensi AQL di jalan dakwah selama 14 tahun terakhir. Demikian pula dukungan moral dan moril yang selalu diberikan kepada santri Gaza.

    “Kami dari markaz Qur’an di gaza turut serta dalam program Khatam Qur’an dalam rangka milad AQL, dan kami sampaikan terimakasih kepada AQL dan Spirit of Aqsa, terkhusus kepada Ustadz Bachtiar Nasir,” kata Syekh Abdullah.

    Gaza sampai hari ini masih menjadi sasaran serangan udara penjajah Israel. Bahkan, Sabtu (16/7), angkatan udara militer Israel meluncurkan roket ke daerah tersebut. Kendati begitu, semangat mereka tak pernah surut untuk mengamalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

    Penghafal Al-Qur’an menjadi salah satu kekuatan penting para pejuang Gaza. Lumrah ditemui setiap rumah memiliki satu hafidz. Tak jarang pula ditemui satu keluarga diisi oleh penghafal Al-Qur’an.

    Berkah Al-Qur’an itu yang membuat mereka tetap teguh berdiri. Tidak ada kata mundur dalam berjuang melawan penjajahan zionis Israel. Para santri selalu siap-siaga turun ke medan perlawanan. Meski tanpa senjata berat di tangan, namun Qur’an menggema di dalam dada membakar semangat untuk berada di garis terdepan.

    “Sesungguhnya program membina para penghafal Al-Qur’an ini adalah khidmat untuk Al-Qur’an dan Islam. Sebagaimana pesan Rasulullah dalam sebuah hadits, ‘sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.’ (HR Bukhari),” kata Syekh Abdullah.*

  • Ketua JATTI Sambangi Wakil Sekjen Rabithah Alam Islami

    Ketua JATTI Sambangi Wakil Sekjen Rabithah Alam Islami

    Ketua JATTI terpilih hasil Munas I Ustadz Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN dan Sekjen M. Irawan Taqwa mengunjungi Rabithah Alam Islami, Ahad, 17 Juli 2022 di Makkah Al-Mukarramah.  Kunjungan disela-sela ibadah haji kedua pucuk pimpinan JATTI di Liga Dunia Muslim itu diterima wakil Sekjen Dr. Abdurahman bin Abdillah Al-Zaid.
    Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Apalagi Dr. Abdurrahman pernah bertugas di Jami’ah Islamiyyah Madinah Al-Munawwarah. Tempat dimana UBN menyelesaikan kuliah Syari’ahnya. Maka tegur sapa di awal pertemuan pun menjadi semacam temu kangen (reuni) antara dosen dan mahasiswanya. Jabatan yang diemban Dr. Abdurrahman pada tahun kelulusan UBN adalah sebagai kepala Biro Penerimaan Mahasiswa.
    Kepada Wakil Sekjen Rabithah, UBN mengenalkan JATTI sebagai organisasi yang menghimpun para alumni Timur Tengah. Tidak kurang 17 Jami’ah dari berbagai negara Timur Tengah bergabung dalam JATTI.
    UBN juga menyampaikan kiprah para alumni Timur Tengah yang mendapatkan sambutan di tengah masyarakat. Para alumni terlibat aktif dalam memberikan pencerahan kepada umat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengelola lembaga pendidikan, pondok pesantren dan ma’had.
    Selanjutnya UBN menjelaskan 2 agenda utama JATTI. Pertama, bidang pendidikan tinggi, JATTI akan berperan aktif dalam  mencarikan program beasiswa hingga rencana membuat Perguruan Tinggi Islam bertaraf Internasional yang dikelola oleh JATTI.
    Kedua, di bidang ekonomi JATTI juga mencoba untuk menggali potensi serta mendorong terbangunnya kekuatan ekonomi umat melalui kiprah para alumninya di sektor ekonomi. Membangun sinergi ekonomi umat antar lembaga yang dikelola oleh para Alumni Timur Tengah.
    Wakil Sekjen Rabithah mengapresiasi kehadiran JATTI sebagai organisasi alumni yang turut menyemarakan syiar da’wah di bumi Indonesia. Dan turut bangga dengan kiprah alumni Timur Tengah di berbagai sektor yang memberikan kontribusi positif bagi umat dan juga bangsa Indonesia. Beliau juga menyambut baik harapan JATTI menjadi organisasi yang tercatat di Rabithah Alam Islami. Sehingga dapat terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Rabithah Alam Islami.
    Ikatan emosional sesama satu almamter Madinah Islamic University tampak sekali dalam obrolan mereka berdua. Wakil Sekjen bahkan menunjukkan kesungguhannya untuk membantu merealisasikan harapan JATTI itu kepada organisasi yang juga dikenal sebagai Liga Dunia Islam dan merupakan lembaga Islam nonpemerintah terbesar di dunia.
    Rabithah Alam Islami atau Liga Dunia Muslim didirikan pada Dzulhijah 1381 H / Mei 1962 di Makkah, Arab Saudi. Organisasi ini disponsori Raja Arab Saudi Raja Faisal bin Abdulazis. Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal pertama Rabithah Alam Islami yaitu Syekh Muhammad Surur. Salah satu aktivitas pertama Liga Dunia Islam saat berdiri adalah mengawasi pembangunan Masjidil Haram. Saat ini Sekjen terpilih adalah Syaikh Mohammed bin Abdul Karim Al-Issa, yang ketika hari Arafah 9 Dzulhijjah tahun ini menyampaikan khutbah Arafah.
    Kunjungan Ketua JATTI periode 2022-2025 bersama Sekjen ke Rabithah Alam Islami ini merupakan kunjungan kerja pertama sejak terpilihnya Ketua dan Sekjen dalam Munas JATTI yang diselenggarakan pertengahan Juni yang lalu di Grand Cempaka Jakarta.
    Turut hadir dalam kunjungan delegasi tersebut, Imanuddin Kamil, alumni Kulliyyah Da’wah Islamiyyah Tripoli Libya (Kabid Media JATTI periode lalu) dan Zainurrofiq alumni Al-Azhar Kairo Mesir.[ah/rilis]
  • Salimah Siap Terjunkan Fasilitator Sekolah Pranikah

    Salimah Siap Terjunkan Fasilitator Sekolah Pranikah

    Ormas Persaudaraan Muslimah (Salimah) siap menerjunkan SDM ke masyarakat melalui program Sekolah Pranikah Salimah (SERASI). Persiapan dimulai dengan diselenggarakannya pelatihan fasilitator SERASI pada Kamis (14 dan 21 Juli) yang diikuti oleh pengurus Pimpinan Pusat (PP) Salimah.

    Baca juga: Sahkah nikah siri bukan dengan wali nikah tapi wali hakim?

    Diungkapkan dalam pelatihan bahwa saat ini kebanyakan remaja dan pemuda mengalami masalah kurangnya pemahaman pada aspek psikologi (konsep diri) dan aspek hukum. Ini kemudian mengakibatkan mereka terjebak pada penyimpangan seksual, nikah siri, sugar daddy dan sugar mommy, blind dating, dan lain-lain.

    Sekolah Pranikah Salimah dirancang untuk membimbing remaja, pasangan yang sudah siap menikah, dan pasangan yang sudah menikah, dengan ilmu-ilmu kerumahtanggaan. SERASI akan dilaksanakan dalam tahap dasar, menengah, dan lanjutan dengan materi-materi di bidang agama, psikologi, kesehatan, hukum, serta ekonomi dan ketrampilan.

    Ketua Umum Salimah, Etty Praktiknyowati, mengungkapkan apresiasi terhadap panitia dan peserta pelatihan. Ia menegaskan pentingnya pengurus pusat untuk menguasai materi pelatihan fasilitator SERASI.

    “Ilmu ini harus dimiliki oleh pengurus PP yang memiliki tugas sebagai konseptor. Input akan mempengaruhi seseorang mulai dari pemahaman hingga pelaksanaan. Diharapkan ilmu yang didapat di pelatihan ini menjadi bekal yang memadai ketika kita turun di lapangan sebagai fasilitator Sekolah Pra Nikah Salimah,” ungkap Etty.

    Pelatihan fasilitator SERASI kali ini menghadirkan konsultan, psikolog, dan trainer yang menjelaskan materi konsep diri dan cara menjadi trainer yang efektif. Selanjutnya, kegiatan akan diteruskan ke seluruh daerah di Indonesia yang akan melaksanakan program Sekolah Pranikah Salimah.[ah/rilis]

  • MUI Pusat Salurkan 10 Ekor Sapi dan 42 Ekor Domba Qurban kepada Masyarakat

    MUI Pusat Salurkan 10 Ekor Sapi dan 42 Ekor Domba Qurban kepada Masyarakat

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah menyalurkan daging kurban sebanyak 10 ekor Sapi dan 42 ekor domba qurban kepada masyarakat. 10 ekor Sapi tersebut di antaranya; pemberian dari Kepala Staf Sekretariat TNI Angkatan Laut sebanyak 5 ekor, serta Wakil Presiden RI, Baznas, Basarnas, Kapolri, dan Bapak Djan Faridz masing-masing 1 ekor sapi qurban.

    Baca juga: Bagaimana pendapat Ustadz menegenai program KUR yg lagi di galakkan pemerintah? apakah boleh masyarakat mengambilnya?

    Sementara 42 ekor domba qurban lainnya datang dari pemberian Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sedangkan 100 Pack Daging Kurban dalam kemasan juga datang dari Bapak Chairul Tanjung.

    Ketua Panitia Kurban 1443 H Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rofiqul Umam Ahmad menyampaikan, pihaknya telah menunaikan amanah para pemberi hewan dan daging qurban kepada MUI dengan sebaik-baiknya.

    “Alhamdulilah, kami telah melaksanakan kegiatan pemotongan dan penditribusian daging qurban oleh MUI kepada berbagai kelompok masyarakat, baik di Jakarta maupun di Jawa Barat sesuai dengan amanah dari para pemberi hewan qurban,” ujar Pria yang akrab disapa Rofiq di Jakarta, Selasa (12/07/22).

    Rofiq yang juga menjabat sebagai Wasekjend MUI Pusat ini kemudian mengucapkan rasa terima kasih kepada para pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada MUI untuk melakukan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wapres, Bapak KASAL, Bapak Kapolri, Pimpinan Baznas, Pimpinan Basarnas, Pimpinan BPKH, Bapak Djan Faridz dan Bapak Chairul Tanjung yang telah menyalurkan hewan dan daging qurban kepada masyakarat melalui MUI Pusat,” tutur Rofiq.

    Rofiq lebih lanjut mengatakan, pihaknya berkomitmen dan melaksanakan amanah tersebut dengan menyalurkan daging qurban ke berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan.

    “Alhamdulillah, daging qurban telah kami salurkan ke Satpam, warga masyakarat, pemulung, pedagang kecil, santri, tukang sampah, OB, anak yatim piatu, dan berbagai masyarakat lainnya,” pungkasnya.

    Rofiq kemudian berharap, hewan dan daging qurban dari para pihak yang disalurkan melalui MUI dapat memberikan kebahagiaan kepada berbagai kelompok masyarakat tersebut.

    “Sudah menjadi komitmen MUI untuk terus memberikan sumbangsihnya untuk kesejahteraan dan kemaslahatan umat,” tandas Rofiq.[ah/rilis]