Category: Berita & Kegiatan PKH

  • Maulid Nabi Muhammad SAW – 12 Rabiul Awal 1442H

    Maulid Nabi Muhammad SAW – 12 Rabiul Awal 1442H

    Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW – 12 Rabiul Awal 1442 H

    Download aplikasi Potret Nabi dan Kehidupan Rasulullah saw

    Karya DR Ahmad Lutfi Fathullah, ulama dan pakar hadis di Indonesia.

    الَّلهـُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِـناَ مُحَمَّـدٍ

    Ya Allah semoga rahmat senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad.

    Ingin mengenal Rasulullah lebih dekat?, siapa saja keluarganya, bagaimana kisah kecil sampai akhir hayat beliau, perang-perang yg dilalui, dan masih banyak lagi yg dihimpun dari berbagai kitab referensi ternama yg daftar listnya bisa dilihat di sini (http://sejarahrasulullah.com/index.php/app/main/2284)

    Yuk download, dan bantu sebarkan aplikasi ini, agar semakin lengket dengan Rasulullah, punya bahan cerita tentangnya ke anak dan cucu kita.

    Download Versi android
    https://bit.ly/download-siroh-nabi-android

    Download versi ios
    https://apple.co/2HJiuVp

    Lihat Versi web
    http://sejarahrasulullah.com

    📋 Info Donasi Pusat Kajian Hadis
    Mari berpartisipasi dengan mendukung Pusat Kajian Hadis (PKH) dalam mengkaji dan menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman khususnya hadis-hadis Rasulullah saw.

    Insya Allah donasi Anda akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

    BRI Syariah
    No. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Bank Syariah Mandiri
    No. 703 290 2493
    a.n. YYS Pusat Kajian Hadis Indonesia

    Link konfirmasi donasi
    https://forms.gle/rWMcAFndVYGxa3i4A

  • Pelatihan Budidaya Hidroponik di Pesantren PKH Cinagara

    Pelatihan Budidaya Hidroponik di Pesantren PKH Cinagara

    Pada tanggal 3 sampai 4 Oktober 2020. Pusat Kajian Hadis (PKH) berkerjasama dengan BAZNAS BAZIS Provinsi DKI mengadakan pelatihan Budidaya Hidroponik di Pesantren PKH Cinagara, Bogor.

    Pelatihan ini ditujukan untuk para Dewan Kehormatan Masjid (DKM) agar dapat memanfaatkan kesempatan di masa pandemi covid-19 dengan kegiatan yang produktif salah satunya adalah melakukan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.

    Salah satu bentuk green house untuk Budidaya Hidroponik yang dibuat di Pesantren PKH Cinagara.
    Jenis sayur mayur yang dibudidayakan dengan sistem Hidroponik.

     

     

  • Selamat Tahun Baru Islam – 1 Muharram 1442 H

    Selamat Tahun Baru Islam – 1 Muharram 1442 H

    Selamat Tahun Baru Islam – 1 Muharram 1442 H

  • Shalawat Kepada Dua Nabi dan Keluarga Mereka

    Shalawat Kepada Dua Nabi dan Keluarga Mereka

    Shalawat Kepada Dua Nabi dan Keluarga Mereka

    Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman :

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” ( Q.S. Al-Ahzab: 56)

    Betapa agungnya kedudukan Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada beliau. Shalawat dari Allah kepada beliau mempunyai makna bahwa Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau. Shalawat para malaikat diartikan beristighfar (meminta ampunan Allah) untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Allah juga memerintahkan kita bersahalawat kepada baginda. Shalawat kita merupakan  ta’zhim, penghormatan dan do’a kita untuk beliau.

    Setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah merupakan orang-orang yang mulia. Setiap nama mereka disebutkan, kita disunahkan bershalawat dan memberikan salam kepada mereka. Kita biasa menyebutkan Alaihis Salam atau Alaihis Shalatu Wa Sallam. Selain Rasulullah Shallallahu Alai Wa Sallam, ada satu nama nabi yang juga termasuk Ulul Azmi yang namanya kita sebut dalam shalawat ketika tasyahud. Beliau adalah Nabi Ibrahim Khalilullah Alaihis Shalaatu Wa Salam. Keluarga beliau juga disebutkan  dalam shalawat tersebut. Kita biasa mengenal degan istilah “Shalawat Ibrahimiyyah” yang mana redaksi shalawat tersebut langsung diseutkan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

    Hadis Riwayat Al-Bukhari No. 3119 melalui jalur Abu Humaid As-Sa’idi Radhiyallahu Anhu

    حَدَّثَنَا قَيْسُ بْنُ حَفْصٍ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا أَبُو فَرْوَةَ مُسْلِمُ بْنُ سَالِمٍ الْهَمْدَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عِيسَى سَمِعَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى قَالَ لَقِيَنِي كَعْبُ بْنُ عُجْرَةَ فَقَالَ أَلَا أُهْدِي لَكَ هَدِيَّةً سَمِعْتُهَا مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ بَلَى فَأَهْدِهَا لِي فَقَالَ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ الصَّلَاةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ قَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Telah bercerita kepada kami Qais bin Hafsh dan Musa bin Isma’il keduanya berkata telah bercerita kepada kami ‘Abdul Wahid bin Ziyad telah bercerita kepada kami Abu Farwah Muslim bin Salim Al Hamdaniy berkata telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin ‘Isa  dia mendengar ‘Abdur Rahman bi Abi Laila berkata; Ka’ab bin ‘Ujrah menemui aku lalu berkata; “Maukah kamu aku hadiahkan suatu hadiah yang aku mendengarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”. Aku jawab; “Ya, hadiahkanlah aku”. Lalu dia berkata; “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya kami bershalawat kepada tuan-tuan kalangan Ahlul Bait sementara Allah telah mengajarkan kami bagaimana cara menyampaikan salam kepada kalian?”. Maka Beliau bersabda: “Ucapkanlah; Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa baarakta ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majiid” (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia) “.

    Redaksi  Shalawat Ibrahimiyah dalam hadis di atas :

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    Selain redaksi di atas, adakah redaksi lainnya yang mirip berdasarkan hadis shahih dan boleh dibaca , yaitu:

    1. Hadis Bukhari No. 3118 melalui jalur Ka’ab Ibn Ujrah Radhiyallahu Anhu

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

            2. Hadis Bukhari No. 4423 juga melalui Ka’ab Ibn Ujrah Radhiyallahu Anhu dengan sedikit      perbedaan redaksi :

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

           3. Hadis Bukhari No. 4424 melaui jalur Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

    4. Hadis Bukhari No. 5881 juga melaui jalur Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ

    5. Hadis Muslim No. 613 melalui jalur Abu Mas’ud Al-Anshari Radhiyallahu Anhu

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    6. Hadis Ahmad No 17072 dalam Musnad Asy-Syamiyyin melalui jalur Abu Mas’ud Al-Anshari Radhiyallahu Anhu

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

    Semua redaksi di atas hampir sama walaupun ada yang singkat, sedang dan agak panjang. Semua hadis di atas derajatnya shahih. Al-Imam Al-Nawawi dalam kitabnya Al-Azkar menyampaikan bahwa redaksi shalawat yang dibaca saat Tasyahud Akhir (Shalawat Ibrahimiyah) paling afdhal adalah dengan menggabungkan semua redaksi berdsarkan riwayat-riwayat shaihah di atas sebagai berikut :

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ, وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ  عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ, إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

    Ya Allah limpahkanlah shalawat (rahmat) kepada Muhammad hamba-Mu, Rasul-Mu, Nabi yang ummi,  dan kepada keluarga Muhammad. para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan  shalawat (rahmat) kepada Ibrahiim dan kepada keluarga Ibrahim. Ya Allah limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, nabi yang ummi dan keluarga Muhammad beserta para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkan barakah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

    Yang menarik dari shalawat ini adalah betapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat memuliakan:

    1. Nabi kita Muhammad SAW.
    2. Keluarga, para istri dan keturunan beliau yaitu para sayyid, habib dan syarifah. Betapa besar murka Allah kepada orang-orang yang membenci, memusuhi, menyakiti dan menzhalimi  istri-istri beliau, keluarga dan anak keurunan beliau.
    3. Nabi Ibrahim As
    4. Keluarga Nabi Ibrahim As.

    Mengenai tambahan kata “sayyidina” pada shalawat tersebut adalah perkara khilafiyah. Sebagian ulama tidak menambahkan, mengikuti tekstual hadis apa adanya dan sebagian lagi menambahkan dengan alasan ihtiraman wa ta’zhiman (bentuk penghormatan atau memuliakan).

    Mengenal Singkat Sosok Nabi Ibrahim As.

    Kata Ibrahim disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak 69 kali, di dalam 25 surat. Kata Ibrahim paling banyak disebutkan di dalam surat Al-Baqarah, 15 kali. Ibrahim juga menjadi nama surat tersendiri di dalam Al-Qur’an pada urutan ke-14, setelah Ara’d dan sebelum Al-Hijr.

    Ada beberapa hal yang menakjubkan pada kata Ibrahim. Jumhur Ulam Qira’at  Qira’at membaca kata Ibrahim dalam Al-Qur’an sesuai dengan rasm, yaitu “Ibraahiim”, sedangkan Qira’ah Imam Ibn Amir melalui riwayat Imam Hisyam membaca “Ibroohiim” di berbagai tempat dan adakalanya pula membaca “IBROOHAAM” di berbagai tempat, khususnya surat Al-Baqarah.

    Syeikh Abd Al-Mun’im Kamil Sya’ir penyusun Kitab Al-I’jaz Al-Qur’ani Fi Al-Rsm Al-Utsmani menyebutkan bahwa “Ibroohaam” adalah nama sebelum diangkat menjadi Nabi. Adapun setelah menjadi Nabi, namanya menjadi “Ibroohiim”.

    Sebagian ahli bahasa menyebutkan bahwa kata Ibrahim berasal dari Bahasa Suryani, sebagian lainnya menyebutkan berasal dari Bahasa Arab. Terlepas dari kedua bahasa tersebut, As-Suhaili dan Ibn Athiyah mengatakan bahwa kata “Ibrahim”, baik ditinjau dari Bahasa Suryani Atau Arab mempunyai arti yang sama, yaitu “Ab Rahim” (اب رجيم) “Bapak  Yang Penyayang”. Dikatakan “Bapak Yang Penyayang” karena beliau menyayangi anak-anak kecil. Beliau dan istrinya, Siti Sarah, adalah dua orang yang menyayangi anak kecil dan menjadi pengayom anak-anak kecil dari otang-orang yang beriman yang mati sejak kecil. Ada Hadis Shahih mengenai mimpi Rasulullah SAW melihat Nabi Ibrahim di surge dikelilingi anak-anak kecil riwayat Imam Bukhari melalui jalur Sahabat Samurah Ibn Jundub Al-Fazari  dia berkata, Nabi SAW bersabda:

    وَالشَّيْخُ فِي أَصْلِ الشَّجَرَةِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَالصِّبْيَانُ حَوْلَهُ فَأَوْلَادُ النَّاسِ

    ‘Adapun orang tua yang berada dibawah pohon (di surge) adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, sedangkan anak-anak yang ada disekitarnnya adalah anak-anak kecil.”

    Syeikh Ibn Adil Al-Dimasyqi dalam Tafsirnya Al-Lubab Fi Ulum Al-Kitab menyebutkan bahwa ada 7 bahasa untuk kata Ibrahim :

    1. Ibroohiim (panjang Ra’ dengan Alif dan panjang Ha’ kasrah dengan Ya’), ini yang paling masyhur.
    2. Ibroohaam (Panjang Ra’ dengan Alif dan Panjang Ha; dengan Alif)
    3. Ibroohim (Panjang Ra’ dengan Alif dan kasrah Ha’ tanpa Ya’)
    4. Ibrooham (Panjang Ra’ dengan Alif dan Fathah Ha’ tanpa Alif)
    5. Ibroohum (Panjang Ra’ dengan Alif dan Dhammah Ha’ saja)
    6. Ibroham (Pendek Ra’ dan Ha’)
    7. Ibroohuum (Panjang Ra; dengan Alif dan Ha’ dhammah panjang dengaan Wawu)

    Ada satu lagi yang juga unik, yaitu pada penulisan kata “Ibrahim”. Di Mushaf Al-Qur’an Rasm Utsmani, Kata Ibrahim ditulis tanpa Ya’ pada huruf Ha’ (ابرهىم). Tanpa Ya’ pada Ha’ ini berjumlah 15 dan hanya khusus pada surat Al-Baqarah. Sedangkan di surat selain Al-Baqarah (24 surat),  seluruh kata Ibrahim ditulis dengan Ya setelah Ha’ (ابراهيم). Ajib bukan?

    Apakah ada perbedaan khusus dari segi tafsir antara Ibrahim tanpa huruf Ya’ dengan tanpa huruf Ya’ walaupun bacaannya sama dan yang dimaksud adalah orang yang sama?

    Ada sebagian qaul ulama yang mengartikannya secara khusus walaupun pendapat ini masih diperdebatkan. Kata “Ibroohiim” tanpa Ya (ابرهىم) seperti yang dalam surat Al-Baqarah bermakna bahwa Ibrahim As saat itu belum dikaruniai seorang putra yang bernama Ishaq. Ketika beliau dikabarkan akan mempunyai dan setelah dikarunia putra bernama Ishaq, barulah kara “Ibrahim” ditulis dengan Ya’ pada huruf Ha’ (ابراهيم). Atau dengan kata lain Ibrahim tanpa Ya’ konteksnya adalah ketika beliau dijuluki sebagai Abul Arab (penghulu Bangsa Arab) karena dari Ismail lah bangsa Arab berasal. Sedangkan Ibrahim dengan ya’ konteksnya adalah ketika beliau diberi gelar Abul Ummah atau Abul Ambiya’ (Bapak Seluruh Ummat atau bapaknya para Nabi). Disebut Abul Ummah karena telah dikarunia seorang putra bernama Ishaq sebagai penghulu Bani Israil dan juga putranya Ismail sebagai penghulu bangsa Arab). Adapun disebut Abul Anbiya’ karena dari Ismail As lahir seorang Nabi yang paling agung dari semua Nabi yang berbagsa Arab, Nabi Muhammad SAW, dan dari Nabi Ishaq As lahirlah banyak Nabi, baik yang disebutkan dalam Al-Qur’an mau pun tidak disebutkan. Wallahu A’lam.

    Imam As-Suhaili meriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim As dikarunia 4 orang anak laki-laki, Ismail, Ishaq, madyan dan Mada’in.

    Ahli sejarah, ahli nasab dan mayoritas ahli tafsir menyebutkan nasab Nabi Ibrahim sebagai berikut :

    Ibrahim Ibn Tarakh Ibn Nahur Ibn Sarugh Ibn Raghu Ibn Faligh Ibn Abar Ibn Syalah Ibn Arfakhsyad Ibn Sam Ibn Nuh Ibn lamak Ibn Matusyalah Ibn Akhnuh (Idris As) Ibn Yarid Ibn Mihlail Ibn Qinan Ibn Anusy Ibn Syits Ibn Adam As.

    Jika Ibrahim adalah putra Tarakh, lalu siapakah Azar ? Bukankah di dalam Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 74 diceritakan bahwa Ibrahim menasihati ayahnya (Azar) agar jangan menjadikanberhala sebagai sembahan?

    وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

    “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.”

    Seluruh ahli ilmu sepakat bahwa ayah Nabi Ibrahim adalah Tarakh. Adapun mengenai Azar sebagaimana terdapat dalam surat Al-An’am di atas, para ulama tafsir berbeda pendapat :

    1. Azar adalah nama lain dari Tarakh, ayah kandung Nabi Ibrahim. Umat terdahulu banyak yang memounyai nama lebih dari satu, diantaranya adalah Nabi Ya;qub As yang nama lainnya adalah Israil. Begitu juga dengan Nabi Idris As yang mempunyai nama lain , Akhnukh. Ini adalah pendapat Jumhur (mayoritas) Ulama. Selain alasan memiliki nama yang sama, ulama kelompok ini juga berdalil dengan salah satu hadis shahih riwayat Imam Bukhari no. 3101 berikut :

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَبَاهُ آزَرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَى وَجْهِ آزَرَ قَتَرَةٌ وَغَبَرَةٌ فَيَقُولُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ لَا تَعْصِنِي فَيَقُولُ أَبُوهُ فَالْيَوْمَ لَا أَعْصِيكَ فَيَقُولُ إِبْرَاهِيمُ يَا رَبِّ إِنَّكَ وَعَدْتَنِي أَنْ لَا تُخْزِيَنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ فَأَيُّ خِزْيٍ أَخْزَى مِنْ أَبِي الْأَبْعَدِ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى إِنِّي حَرَّمْتُ الْجَنَّةَ عَلَى الْكَافِرِينَ ثُمَّ يُقَالُ يَا إِبْرَاهِيمُ مَا تَحْتَ رِجْلَيْكَ فَيَنْظُرُ فَإِذَا هُوَ بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ فَيُؤْخَذُ بِقَوَائِمِهِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ

    “Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nabi Ibrahim Aalaihissalam bertemu dengan ayahnya, Azar, pada hari qiyamat. Ketika itu wajah Azar ada debu hitam lalu Ibrahim berkata kepada bapaknya: “Bukankah aku sudah katakan kepada ayah agar ayah tidak menentang aku?”. Bapaknya berkata; “Hari ini aku tidak akan menentangmu?” Kemudian Ibrahim berkata; “Wahai Rabb, Engkau sudah berjanji kepadaku untuk tidak menghinakan aku pada hari berbangkit. Lalu kehinaan apalagi yang lebih hina dari pada keberadaan bapakku yang jauh (dariku)?”. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir”. Lalu dikatakan kepada Ibrahim; “Wahai Ibrahim, apa yang ada di kedua telapak kakimu?”. Maka Ibrahim melihatnya yang ternyata ada seekor anjing hutan yang kotor. Maka anjing itu diambil kakinya lalu dilemparkan ke neraka”.

    1. Azar merupakan nama julukan untuk Tarakh ketika ia menyembah berhala.
    2. Azar adalah salah satu nama berhala.
    3. Azar bukanlah ayah kandung Nabi Ibrahim. Ia adalah paman Nabi Ibrahim yang menyembah berhala. Kelompok ini berargumen bahwa kata أب yang secara tekstual bermakna ayah, terkadang diartikan paman atau kerabat. Para Nabi tidak mungkin mempunyai ayah atau nenek moyang yang musyrik atau kafir. Allah memurnikan Rasulullah dari tulang sulbi yang kafir atau musyrik sampai ke penghulu manusia  pertama yaitu Nabi Adam As.

    Wallahu a’lam

    Ridwan Shaleh

    Referensi :

    • Tafsir Al-Thabari
    • Tafsir Al-Qurthubi
    • Tafsir Al-Jalalain
    • Fath Al-Bari
    • Syarh Shahih Muslim Lin Nawawi
    • Musnad Ahmad
    • Al-Adzkar Al-Nawawiyah
    • Al-Lubab Fi Ulum Al-Kitab
    • Qashash Al-Anbiya Libni Katsir
    • Al-I’jaz Al-Qur’ani Fi Al-Rsm Al-Utsmani

     

     

     

     

     

     

  • Qurban adalah ibadah cinta dan ketaatan

    Qurban adalah ibadah cinta dan ketaatan

    ِA. Sejarah Qurban

    Tentu kita semua ingat kisah Qabil dan Habil ? Dua orang kakak beradik anak Nabi Adam AS kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27-32 :

    وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱبْنَىْ ءَادَمَ بِٱلْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ ٱلْءَاخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾ لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ ﴿٢٨﴾ إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿٢٩﴾  فَطَوَّعَتْ لَهُۥ نَفْسُهُۥ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُۥ فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ ﴿٣٠﴾ فَبَعَثَ ٱللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُرِيَهُۥ كَيْفَ يُوَٰرِى سَوْءَةَ أَخِيهِ قَالَ يَٰوَيْلَتَىٰٓ أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا ٱلْغُرَابِ فَأُوَٰرِىَ سَوْءَةَ أَخِى فَأَصْبَحَ مِنَ ٱلنَّٰدِمِينَ ﴿٣١

    Artinya :

    (27) Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.

    (28) Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

    (29) Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim.

    (30) Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi. 

    (31) Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil). Bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.

    Sebagaimana disebutkan dari berbagai riwayat yang tertulis dalam kitab-kitab tafsir bil ma’tsur, Ibunda Hawa selalu melahirkan dua orang anak dua orang anak. Setiap melahirkan selalu anak laki diikuti dengan anak perempuan. Dikisahkan bahwa Qabil ( قابيل )  mempunyai saudara kembar perempuan yang berparas cantik bercahaya. Sedangkan Adiknya Habil ( هابيل ) mempunyai kembaran perempuan yang parasnya tidak secantik saudara kembar Qabil. Setelah mereka dewasa dan mencapai usia perkawinan, maka Nabi Adam AS  ingin mengawinkan anak-anak mereka agar keturunan manusia terus berlanjut dan mengabdi kepada Allah SWT. Saat itu syari’ah perkawinan membolehkan perkawinan sedarah karena darurat dengan alasan keterbatasn jumlah manusia. Walapun sedarah, Qabil tidak diperkenankan menikahi saudara kembaranya yang perempuan tetapi harus menikah silang dengan adiknya yang tidak sekembaran. Begitu pula dengan Habil harus menikah dengan saudara perempuan Qabil. Dan sayangnya syari’ah dari Allah saat itu tidak diterima oleh Qabil. Ia bersikeras ingin menikahi saudara kembarnya yang parasnya lebih cantik. Pada Akhirnya Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Adam AS agar Qabil dan Habil menyembahkan Qurban yang ditujukan kepada Allah SWT. Siapa yang Qurbannya diterima oleh Allah SWT maka dialah yang boleh menikah dengan saudara perempuan Qabil.

    Qabil adalah seorang petani. Ia berqurban dengan gandum. Qabil berqurban dengan gandum yang kurang bagus dan jum lah yang tidak banyak. Sedangkan saudaranya Habil adalah seorang peternak. Ia berqurban dengan domba besar dan gemuk. Habil berqurban dengan hewan terbaik yang dimilikinya. Qabil dan Habil meletakan qurban mereka masing-masing di atas gunung. Dari bawah gunung, Nabi Adam AS dan kedua anak beliau tersebut menunggu siapakah qurban yang akan diterima oleh Allah SWT. Tidak lama kemudian terlihat api turun dan langit dan memakan qurban yang dipersembahkan Habil. Dengan demikian diketahuilah siapa yang  berhak mengawini saudara perempuan Qabil.

    Sayangnya, kedengkian yang dihembuskan syaithan merasuk dalam diri Qabil. Ia tidak terima dengan keputusan Allah SWT. Akibat dengki, timbulah hawa nafsu dan keinginan jahat untuk mengabisi nyawa Habil agar tidak terjadi pernikahan dengan saudara perempuannya. Dengan membunuh Habil, ia berharap bahwa ia akan dinikahkan dengan saudara perempuan yang ia idam-idamkan itu. Singkat kisah, terjadilah pembunuhan pertama kalinya di dunia. Qabil membunuh saudaranya. Penyesalan yang sangat tentu baru dirasakan Qabil ketika melihat jasad saudaranya yang ia bunuh.

    Dari kisah di atas, diketahuilah bahwa qurban pertama kali dilakukan oleh Qabil dan habil dalam sebagai sarana (wasilah) untuk dipernuhinya suatu permintaan hamba kepada Allah SWT. Dan tentunya, qurban juga pernah dilakukan oleh para Nabi dan Rasul Allah baik dengan maksud memohon terkabulnya do’a atau pun khusus bertujuan taqarruban (mendekaktkan diri) kepada Allah SWT. Dianatara kisah qurban yang dilakukan para Nabi dan Rasul, tentu yang paling kita ingat adalah kisah Nabi Ibrahim AS menqurbankan putera beliau sendiri, yaitu Nabi Ismail AS. Dan akhir dari kisab tersebut adalah Nabi Ismail AS digantikan oleh Allah SWT dengan qurban domba besar yang ternyata domba qurban Habil yang diturunkan dari surga. Wallahu A’lam.

    B. Definisi Qurban.

    Dalam literatur kitab fiqh, istilah qurban yang biasa kita fahami disebut denga “Al-Udhiyyah”. Adalah menyembelih hewan khusus dengan niat mendekatkan diri kepada Allah yang dikerjakan pada waktu khusus, atau menyembelih hewan ternak dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah yang dilaksanakan pada hari-hari penyembelihan.

    Udhiyyah disyariatkan pada tahun ke-2 Hijriyah. Udhiyyah disyariatkan berdasarkan nash dari Al-Qur’an, hadis dan ijma’.

    Dalil dari Al-Qur’an :

    Surat Al-Kautsar ayat 2 :

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

    Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

    Surat Al-Hajj ayat 36 :

    وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Dan unta-unta itu Kami jadikan untuk-mu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah seba-giannya dan berilah makanlah orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu, agar kamu bersyukur.   

    Dalil hadis :

    عن جَابِرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم :  أُمِرْتُ بِالنَّحْرِ وَلَيْسَ بِوَاجِبٍ. –  الدار قطنى

    Dari Jabir RA dari Ikrimah RA dari Ibn Abbas RA beliau berkata : “Rasulullah SAW telah bersabda : “Aku diperintahkan untuk menyembelih qurban dan (perintah itu) bukanlah wajib”. (HR. Daru Qutni).

    Hadis lainnya :

    عَنْ اَنَسٍ قَالَ: ضَحَّى رَسُوْلُ اللهِ ص بِكَبْشَيْنِ اَمْلَحَيْنِ اَقْرَنَيْنِ. قَالَ: وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَ رَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا، قَالَ: وَ سَمَّى وَ كَبَّرَ

    Anas RA berkata : “Rasulullah SAW telah menyembelih qurban dengan dua ekor domba yang bagus dan bertanduk”. Ia (Anas) berkata, “Saya melihat beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri. Dan saya lihat beliau meletakkan kaki beliau diatas lambung/batang leher binatang itu”. Ia (Anas) berkata, “Beliau membaca Basmalah dan bertakbir (HR. Muslim)

    Dan banyak dalil-dali hadis lainnya yang mensyariatkan kesunnahan melaksanakan qurban. Dengan demikian para ulama Islam telah ber-ijma’ bahwa melaksanakan qurban merupakan salah satu syari’at dan syi’ar Islam.

    C. Hukum melaksanakan Qurban.

    Jumhur Ulama selain Abu Hanifah adalah sunnah muakkadah muakkadah bagi yang mampu melaksanakannya. Bahkan menurut pendapat ulama madzhab Syafi’i, bahwa qurban adalah sunnah bagi setiap muslim minimal seumur hidup sekali. Hukum menyembelih qurban menjadi wajib bagi seseorang manakala ia bernadzar untuk melaksanakan qurban.  Bagi yang berqurban wajib karena nadzar, maka tidak boleh sedikitpun ia memakan daging qurbannya itu. Jika qurbannya bukan nadzar dalam hal ini qurban sunnah (biasa), maka yang berqurban dianjurkan untuk memakannya walau pun sedikit.

    D. Binatang Yang Sah Untuk Qurban.
    Surat Al-Hajj ayat 34 :

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), 

    Ayat di atas menyebutkan binatang ternak untuk qurban. Namun tidak semua hewan ternak bisa dijakdikan qurban. Ada pun hewan ternak yang sah dijadikan qurban adalah :

    • Domba usia 6 bulan – 1  tahun atau lebih atau sudah pupak (gigi tanggal)
    • Kambing usia 2 tahun atau lebih atau sudah pupak (gigi tanggal)
    • Sapi atau kerbau usia 2 tahun atau lebih .
    • Unta berusia 5 tahun atau lebih.

    Point-poin di atas sesuai dengan hadis berikut ;

    وَعَنْ جَابِرٍ  رضي الله عنه  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ )رَوَاهُ مُسْلِم(

    Dari Jabir RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah ( yang telah sampai usia qurban). Kecuali jika terasa sulit bagi kamu sekalian, maka sembelihlah jadza’ah ( usia 6 bulan ) dari domba.” (Imam Muslim)
    Kambing, biri-biri atau domba sah untuk qurban satu orang. Sedangkan untuk unta, sapi atau kerbau boleh untuk tujuh orang.

    عَن عَا ئِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَبَحَ كَبْشًا وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ (رواه مسلم )

    Dari Aisyah radhiyallahuanha bahwa Nabi SAW menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca,”Bismillah, Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad”. Kemudian beliau berquran dengannya. (HR. Muslim)

    عَن جَا بِر قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ (رواه مسلم)

    Dari Jabir bin Abdillah RA, dia  berkata,”Kami menyembelih bersama Rasulullah SAW di  Hudaibiyah seekor unta untuk 7 orang dan seekor sapi untuk 7 orang”. (HR. Muslim).

    E. Syarat sah hewan qurban :

    وَعَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الضَّحَايَا : الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا ، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ضَلْعُهَا ، وَالْكَبِيرَةُ الَّتِي لَا تُنْقِي  (رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ ، وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ)

    Dari Al-Bara’ Ibn Azib RA berkata : “ Rasulullah berdiri di tengah-tengah kami lalu Beliau bersabda : ”Empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan kurban,  yaitu: hewan yang tampak jelas butanya,  tampak jelas sakitnya, tampak jelas pincangnya,  dan hewan tua yang tidak bersumsum.” (HR. Ahmad dan Imam Empat, Hadis ini dishahihkan oleh Ibn Hibban dan Tirmidzi)

    Berdasarkan hadis di atas, ada empat persyaratan yang harus dipenuhi agar hewan qurban dianggap sah sebaga berikut :

    • Matanya tidak buta, baik satu atau kedua-duanya.
    • Hewan tidak sakit.
    • Kakinya tidak pincang
    • Tidak kurus (sumsumnya terlihat)

    Jenis kelamin hewan qurban tidak terbatas hanya yang jantan, yang betina pun boleh dan sah. Yang dikebiri dan pecah tanduknya juga tidak apa-apa.

    عَنْ أُمِّ كُرْزٍ قَالَتْ : أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحُدَيْبِيَةِ أَسْأَلُهُ عَنْ لُحُومِ الْهَدْيِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ عَلَى الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَلَى الْجَارِيَةِ شَاةٌ لَا يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا ( رواه النّسائ)

    Dari Ummu Karz RA dia berkata : Aku mendatangi Nabi SAW di Hudaybiah, aku bertanya kepada Beliau SAW tentang daging sembelihan (aqiqah), maka aku mendengar Beliau SAW bersabda : “Untuk anak laki-laki dua kambing dan untuk anak perempuan satu kambing. Tidak masalah bagi kalian apakah (kambing) yang jantan atau betina.”

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ عَائِشَةَ قَلَت :  أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ اشْتَرَى كَبْشَيْنِ عَظِيمَيْنِ سَمِينَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مَوْجُوءَيْنِ فَذَبَحَ أَحَدَهُمَا عَنْ أُمَّتِهِ لِمَنْ شَهِدَ لِلَّهِ بِالتَّوْحِيدِ وَشَهِدَ لَهُ بِالْبَلَاغِ وَذَبَحَ الْآخَرَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَعَنْ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (ابن ماحه)

    Dari Abu Hurairah RA bahwa sesungguhnya Aisyah RA berkata :  bahwa apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hendak melaksanakan kurban, maka Beliau membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih (yang bercampur sedikit hitam) yang dikebiri. Kemudian beliau menyembelih salah satunya untuk umatnya yang telah bersaksi akan keesaan Allah dan bersaksi atas seruan da’wah beliau, lalu menyembelih yang satunya untuk Muhammad dan keluarga Muhammad.” (H.R. Ibnu Majah).

    F. Perkara-perkara sunnah ketika menyembelih :

    • Lebih afdhal meyembelih sendiri
    • Jika tidak mampu meyembelih sendiri, bisa diwakilkan kepada orang yang mampu menyembelih dengan baik sesuai aturan syar’i. Walau pun mewakilkan untuk menyembelih, tetap disunnahkan menyaksikan atau menghadiri penyembelihan.
    • Membaca basmalah.
    • Membaca shalawat
    • Menghadap Qiblat.
    • Bertakbir
    • Berdo’a

    Do’a yang dipanjatkan bisa seperti lafazh berikut :

     (sebutkan nama yang berqurban)…..أَللَّهُمَّ هَذَا مِنكَ وَ اِلَيكَ فَتَقَبَّل مِن

    إYa Allah, (qurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah (qurbnan) dari … (sebutkan nama yang berqurban).

    Lafaz do’a di atas adalah berdasarkan banyak riwayat dari Rasulullah SAW bahwa beliau berdo’a ketika menyembelih hewan qurban dengan lafaz berikut :

    اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ

    “ Ya Allah terimalah (qurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad”
    G. Adab ketika menyembelih :

    • Niat ikhlas Lillahi Ta’la.
    • Memastikan bahwa pisau untuk menyembelih sudah tajam.
    • Mengkodisikan suasana agar pisau sembellih tidak terlihat oleh hewan yang akan disembelih.
    • Membaca bismillah, yang dianjurkan adalah بِسمِ اللهِ اللهُ أَكبَر
    • Menyembelih dengan menghadap qiblat.
    • Mengkodisikan suasana agar hewan yang belum disembelih tidak melihat hewan yang sedang disembelih.
    • Menyebutkan nama yang berqurban saat menyembelih (sebagaimana telah dijelaskan di atas).
    • Hewan disembelih di lehernya dengan sekali geretan tanpa mengangkat pisau dari leher, memutuskan tiga saluran, yaitu saluran pernafasan , saluran makanan  dan dua urat nadi.
    • Memotong atau meutuskan leher dari badan hewan sembelihan ketika hewan tersebut sudah dipastikan mati.

    H. Beberapa larangan yang berhubungan dengan pemotongan hewan qurban

    • Bagi yang melaksanakan qurban karena nadzar, maka orang tersebut tidak boleh memakan daging qurban nadzarnya tersebut.
    • Bagi yang melaksanakan qurban tidak boleh menjual daging qurbannya. Yang boleh menjual daging qurban adalah mustahik. Artinya orang yang menerima daging qurban (mustahik) boleh memakan daging tersebut, atau boleh juga memberikannya kepada orang lain atau pun menjualnya. Kebolehan tersebut dikarenakan bahwa daging sudah menjadi milik atau hak penuh mustahik.
    • Aqad pemberian upah kepada tukang potong atau tukang jagal harus jelas. Yang dibolehkan adalah akad upah jasa memotong, tidak boleh ada akad mendapatkan bagian tubuh hewan qurban yang disembelihnya sebagai upah. Tukang jagal boleh diberi bagian tubuh dari hewan sebagai hadiah dan tidak boleh ada persyaratan hadiah di dalam akad upah.
    • Jika mudhahhi (yang berqurban) saja tidak boleh menjual daging atau pun bagian tubuh dari hewan qurbannya, terlebih lagi panitia qurban. Tidak dibenarkan panitia menjual kulit atau bagian hewan lainnya kepada siapa pun. Yang boleh adalah memanfaatkan kulit atau bagian lainnya, bukan menjualnya. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Walau pun memang ada sebagian pendapat yang membolehkan menjual kulit atau bagian hewan qurban yang tidak dikonsumsi untuk dijual lalu uang dari penjualan tersebut disedehkan untuk kas masjid dan lain-lain.
    • Memotong kuku atau rambut bagi yang mau berqurban sampai hewan qurbannya tersebut disembelih.

    Hadis Rasulullah SAW :

    عَن أُم سَلَمَةَ أَنَّ النَّبي صلى الله عليه وسلم قال : إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ(رواه مسلم)

    Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anhaa bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin menyembelih (kurban) maka hendaknya dia tidak memotong rambut dan kukunya” (HR Muslim)

    Menurut pendapat madzhab Syafi’i dan Maliki, larangan sebagaimana hadis di atas bersifat makruh saja, tidak sampai haram. Artinya seorang yang akan melaksanakan qurban dianjurkan untuk tidak memotong rambut dan kukunya sampai hewan tersebut disembelih. Namun ulama madzhab Hambali bahwa larangan tersebut bersifat haram, bukan makruh.

    I. Penutup.

    Berqurban merupakan  salah satu indikator ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS telah memberikan uswah kepada kita bahwa seorang hamba harus menjadikan Allah diatas segala-galanya. Rasulullah SAW juga telah memberikan uswah kepada kita betapa besarnya rasa syukur seorang hamba yang telah diberikan keluasan rezeki untuk menyembelih hewan qurban. Dan tentunya Rasulullah bersdo’a agar pahala qurban beliau juga diperoleh umat beliau.

    Wallahu A’lam

     

    Ridwan Shaleh
    Referensi :

    • Tafsir Ibn Katsir
    • Tafsir Ath-Thabari
    • Shahih Bukhari
    • Shahih Muslim
    • Sunan An-Nasa’i
    • Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuh
    • Kifayat Al-Akhyar
    • Subulus Salam
    • Dll

     

    .

  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Di hari Idul Fitri besok … makan ketupat boleh. Sayurnya laksa boleh, opor ayam boleh, semur daging juga boleh. Kue dengan berbagai jenis juga boleh. Kesempatan untuk bikin sendiri, kalau enak dimakan sendiri, nggak enak juga dimakan sendiri.

    Kapan Mulai Takbiran?

    Silahkan bertakbir di rumah, tidak perlu pake takbir keliling.

    Petasan dan kembang apinya bagaimana? boleh tidak? Penulis menyarankan, tidak perlu beli kembang api dan petasan. Jika sudah dipersiapkan dananya, alangkah baiknya jika dana tersebut digunakan untuk membelikan sumbako guna dibagikan ke orang lain yang membutuhkan.

    Takbiran bisa dimulai sejak usai shalat Maghrib sampai menjelang shalat Ied.

    Sepertinya seru tuh, takbiran di rumah bersama semua keluarga. Ayah, ibu, abang, kakak dan adik bersamaan bertakbir dan bergantian memimpin takbir. Aduuh indah sekali. Tahun-tahun sebelum ini ayah selalu bertakbir di masjid dan ibu menyiapkan ketupat di rumah. Sekarang ibu bisa ikut bertakbir dan ayah membantu ibu menyiapkan makanan hari raya.

    Bagaimana Shalat Ied nya?

    Kalau kondisinya sudah baik, ayo rame-rame kita shalat Ied di Masjid atau di lapangan. Kalau kondisinya masih belum diperbolehkan oleh pemerintah karena ancaman penyebaran wabah masih tinggi, maka kita shalat Iednya bisa di rumah bersama orang-orang yang ada di rumah.

    Kalau shalatnya di rumah, siapa yang khatib nya ? Nggak perlu ada khutbah, cukup shalat Ied 2 rakaat, sendiri boleh, jamaah sama keluarga boleh.

    Kalau satu keluarganya agak banyak, 5-10 orang. Boleh tidak, salah satu diantara mereka khutbah sekaligus imam ?

    Boleh. Silahkan salah satu dari keluarga menjadi khatib. Pake baca boleh, langsung tanpa teks juga boleh. Harus diingat, rukun dan waktu khutbahnya dipatuhi. Shalat Ied dulu baru khutbah, tidak seperti Jum’atan yang khutbah dulu baru shalat.

    Ingatkan tata cara shalat Idul Fitri? Sama dengan shalat Idul Adha. Beda jumlah takbirnya di awal. Shalat Idul Fitri dan Idul Adha diawali dengan 7 takbir di rakaat pertama, dan 5 takbir dirakaat yang kedua.

    Silaturrahim, Keliling ke Rumah-rumah Famili dan Tetangga

    Berbagi makanan dengan tetangga kanan kiri, sepertinya masih boleh, tanpa bersentuhan, tanpa berintraksi lama. Cukup menaruhnya di depan pintu rumah dan menginformasikannya. Iya tergantung lingkungan tetangga kita. Ada yang temboknya dempet, ada yang jaraknya berjauhan. Nah ini disesuaikan.

    Untuk yang jauh, cukup dengan tlp dan wa. Selain mengucapkan selamat, juga saling memaafkan kesalahan satu sama lain. Jangan lupa untuk mendoakan negeri ini agar Allah swt segera memusnahkan virus itu dan tanah air kita tetap utuh.

    Oh ya … Bagaimana Baju Barunya?

    Kalau sudah punya dan ingin dipakai, silahkan. Jika belum, tahun ini kita pake yang paling bagus yang ada. Tidak apa tidak baru. Secara fiqh, baju baru di hari Ied mustahab, disarankan. Bukan wajib, jika tidak ada, tidak berdosa.

    (Panduan Ramadan dan Lebaran di Rumah, selangkapnya silakan kunjungi: www.ramadhandirumah.com )

    Dari Pusat Kajian Hadis, kami mengucapkan:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
    Taqabbalallahu minna wa minkum
    Mohon Maaf Lahir dan Batrin

     

  • PKH Menerbitkan Panduan Ramadhan di Rumah

    PKH Menerbitkan Panduan Ramadhan di Rumah

    Suasana Ramadhan 1441 H ini sangat berbeda dengan Ramadhan yang sudah kita jalani di tahun-tahun sebelumnya. Ya, perbedaannya tentu dikarenakan adanya wabah Covid-19 yang menjalar ke seluruh dunia.

    Dalam upaya mempercepat pemutusan rantai penularan Covid-19, Pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah Indonesia. Masjid atau mushalla yang biasanya ramai oleh jama’ah terutama di bulan Ramadhan untuk sementara waktu ditutup dan jamaah diharuskan beribadah di rumah masing-masing. Menyikapi kebijakan tersebut, Kyai Lutfi berinisiatif menyusun panduan praktis bagi kaum muslimin agar tetap bersemangat dan khusyu’ beribadah di bulan Ramadhan walaupun dilaksanakan di rumah masing-masing.

    “Ramadhan di Rumah, pahala Tetap berlimpah” dapat diakses melalui web dengan alamat :
    https://ramadhandirumah.com dan Insya Allah bisa juga diakses dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore.

          

           

    Panduan teknis praktis beribadah di rumah disampaikan dengan bahasa yang renyah, santai dan mudah difahami oleh semua kalangan.

    Semoga bermanfaat dan wabah Covid-19 ini segera berakhir secepat-cepatnya, aamiin.

    ——————————————
    Info Donasi Pusat Kajian Hadis
    Mari berpartisipasi dalam mendukung Pusat Kajian Hadis melakukan riset dan pengembangkan aplikasi dakwah yang bermanfaat bagi umat islam. Insya Allah donasi Anda akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama aplikasi yang kami buat terus digunakan dan memudahkan umat dalam mengkaji ajaran Islam.

    Salurkan donasi Anda via online:
    https://bit.ly/risetappdakwah

  • Ngaji Online PKH

    Ngaji Online PKH

    Assalamualakum Wr, Wb.

    Alhamdulillah, Pusat Kajian Hadis sejak bulan April 2020 akan mengadakan kajian online “Ngaji Online PKH” dengan tema dan jadwal sebagai berikut:

    HARI / TANGGAL WAKTU (WIB) KAJIAN SUMMARY ZOOM WEBINAR ID
    1 SENIN, 4 MEI 2020 09.00 – 10.00 Talaqqi Tahsin Qira’ah dan Tafsir Al-Qur’an Talaqqi disertai tahsin qira’ah untuk umum dan kajian Tafsir ID: 302-745-798 | Link
    2 SELASA, 5 MEI 2020 09.00 – 10.00 Talaqqi Tahsin Qira’ah dan Tafsir Al-Qur’an Talaqqi disertai tahsin qira’ah untuk umum dan kajian Tafsir ID: 302-745-798 | Link
    3 RABU, 6 MEI 2020 09.00 – 10.00 Talaqqi Tahsin Qira’ah dan Tafsir Al-Qur’an Talaqqi disertai tahsin qira’ah untuk umum dan kajian Tafsir ID: 302-745-798 | Link
    4 KAMIS, 7 MEI 2020 09.00 – 10.00 Talaqqi Tahsin Qira’ah dan Tafsir Al-Qur’an Talaqqi disertai tahsin qira’ah untuk umum dan kajian Tafsir ID: 302-745-798 | Link

    Catatan:

    • Kami mohon maaf jika ada peserta yang tidak bisa masuk mengikuti webinar ini, dikarenakan kapasitas webinar yang hanya untuk 100 peserta.
    • Insyaa Allah tanya jawab dilakukan dengan menggunakan fitur Q&A yang ada di Zoom

    Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

    Bagi jamaah yang ingin membantu aktifitas Ngaji Online Pusat Kajian Hadis.

    Silahkan berinfaq ke norek :
    BRI Syariah: No. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Bank Syariah Mandiri: No. 703 290 2493
    a.n. YYS Pusat Kajian Hadis Indonesia

    Bank Mandiri: No. Rekening: 070.0006323682
    a.n. A. Lutfi

    BCA No. Rekening: 145.134.3110
    a.n. A. Lutfi

    Mohon tambahkan angka 1 pada nominal infaq yang ditransfer. Misalkan infaq 50.000, maka mohon ditransfer menjadi 50.001. Jazakumullah Khoyron Katsiron.

     

  • Doa minta kesembuhan dari virus corona

    Doa minta kesembuhan dari virus corona

    Assalamualaikum Wr, Wb,

    Alhamdulillah. Wa sholatuwassalam ala Rasulillah Wa Ba’du.
    Saya DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA, Direktur Pusat Kajian Hadis Indonesia. Saya turut prihatin dengan musibah Corona yang sudah memakan korban di negara kita sekian orang, yang positif sekian ratus orang, di dunia yang sudah menjadi korban ribuan orang.

    Untuk yang di Indonesia, bagi yang muslim, saya ingin memberi pesan dari Rasulullah saw, kita bisa ambil dari hadis Rasulullah saw untuk menyelesaikan masalah ini. Kita berdoa kepada Allah swt, mudah-mudahan kita bisa sembuh karena mengandalkan obat belum ada, obatnya adalah minta kepada Allah swt.

    Doanya adalah doanya Nabi Yunus, ketika beliau sudah ditelan oleh ikan. Nabi Muhammad saw mengajarkan, ini yang kita baca, orang yang baca doa ini lantas ditambahkan dengan doa: “Allah selesaikan masalah ini, sembuhkanlah penyakit saya”. Maka insya Allah akan selesai. Karena itu saya ajarkan dua doa, doa-doa yang mohon sekali kepada yang sudah dinyatakan positif Corona membaca doa ini, Insya Allah, Allah akan sembuhkan, kalau pun Allah takdirkan meninggal, maka bisa meninggal dalam keadaan khusnul khatimah, matinya sebagai mati syahid.

    Doanya adalah:

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

    (Dibaca 3x)

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ

    (Dibaca 3x)

    Ini kita baca, Insya Allah, Allah akan sembuhkan, maka Allah akan pilihkan jalan yang terbaik bagi kita, kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

    Wassalamualaikum Wr, Wb.

    Do’a Mohon Kesembuhan dari COVID-19

  • Doa Mencegah Wabah Corona

    Doa Mencegah Wabah Corona

    Assalamu’alaykum wr wb

    Dari Pusat Kajian Hadis,
    Kiai DR Ahmad Luthullah, MA

    Melihat musibah corona yang seperti ini, rasanya, kita harus lebih bertawakkal kepada Allah, kita pengen beli obatnya, di apotik belum tersedia obatnya, dirumah sakit pun di isolasi dan diberi vitamin, bukan obatnya. Akan tetapi islam itu ada langkah untuk mencegah, dan mengobati, keduanya islam punya, lewat apa? lewat yang punya corona, lewat yang menciptakan corona, yaitu Allah SWT, walau seperti apapun juga, virus itu juga adalah mahluk Allah, dan Allah pasti mampu untuk mematikan virus tersebut atau mengusirnya dari tubuh seseorang atau dari daerah seseorang.

    Untuk itu, saya ingin sekali mengajak kita semuanya, bangsa Indonesia, untuk membaca doa ini agar terhindar dari virus corona, do’anya apa ? do’anya yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Saya punya buku 40 Hadis Keutamaan Dzikir dan Berdzikir, disini saya kumpulkan, wirid apa ya yang cocok untuk kondisi saat ini, tentunya saya tidak ingin membahas manfaatnya secara kontekstual, tapi inlah rujukan saya, dan semuanya bersumber dari Rasulullah saw.

    Yang pertama kita baca setelah bismillah adalah:

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    Ini manfaatnya adalah, kalau orang yang membaca bismillahi tawakaltu, ada orang yang jawab adalah sudah cukup, perlindungan kita sudah cukup karena kita berlindung kepada Allah SWT. Oleh karena itu wirid yang pertamanya adalah :

    بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    Wirid yang kedua adalah:

    بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَآءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Hadisnya sahih, diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, dan beberapa imam yang lainnya, dan ini dipakai oleh para ulama, dipakai oleh para sahabat untuk menghindarkan dari binatang-binatang buas bahkan adanya racun.
    Doa yang ketiga adalah do’anya nabi Ibrahim, do’anya nabi Muhammad ketika di perang Khandak.

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ, وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Doa yang ke-empat adalah do’anya Nabi Yunus as :

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

    Dan doa selanjutnya adalah:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Atau

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ

    Saya cenderung pakai sarri maa ajid, sekarang yang kita dapati adalah wabah Corona, maka kita minta kepada Allah dengan kalimat yang sempurna, dengan kekuasaan yang sempurna, agar kita dihindari dari musibah ini.

    Ulama menambahkan wiridan tapi bukan hadis, bagus kita gunakan dan tidak salah secara makna.
    Wiridnya adalah:

    تَحَصَّنَّا بِذِىْ العِزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَاعْتَصَمْنَا بِذِي المُلْكِ وَالمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْنَا عَلَى الحَيِّ الَّذِيْ لاَيَمُوْتُ، اِصْرِفْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Insya Allah kita terhindar dari musibah Corona, alhamdullilahirabbil alamin. Dan jangan lupa, jangan sampai pakai ragu, jangan pakai wah yang bener ini, tapi kalau kita sudah baca dan tiga kali, dan bacanya juga sesuai dengan teks hadisnya bacanya pagi hari sebelum kita keluar, dan maghrib minimal 2 kali, kalau kita mau lengkapi setiap habis sholat lima waktu, itu lebih cakep lagi, lebih bagus lagi.

    Ayo kita amalkan, insya Allah kita akan terjaga dari musibah ini, walhamdulillahirabbil alamin.

    Download (PDF) Doa menolak Wabah:
    https://wordpress-1525011-5871863.cloudwaysapps.com/wp-content/uploads/2020/03/Pusat_Kajian_Hadis_Doa-Tolak-Wabah.pdf

    Download Kitab 40 Hadis Keutamaan Dzikir dan Berdzikir
    https://perpustakaanislamdigital.com/index.php/fp/flip/hd_zr1#book/

    https://www.youtube.com/watch?time_continue=28&v=DmZa0u9mtWc&feature=emb_logo