Category: Berita & Kegiatan PKH

  • Yayasan Lenteran Insan Persada Gelar Manasik Haji dan Umroh di Pesantren PKH

    Yayasan Lenteran Insan Persada Gelar Manasik Haji dan Umroh di Pesantren PKH

    BOGOR – Yayasan Lentera Insan Persada menggelar kegiatan Manasik Haji dan Umroh untuk anak-anak di kawasan Pesantren Pusat Kajian Hadits, Desa Cinegara, Caringin, Bogor, Jawa Barat,Bogor.

    Acara yang diadakan pada tanggal 2 Desember 2021 ini, melibatkan sebanyak 99 peserta dengan rincian peserta adalah santri tingkat SD sejumlah 47 anak dan santri tingkat TAUD/PAUD sejumlah 52 anak.

    Untuk kegiatan Manasik Haji dan Umroh kali ini, pesantren Pusat Kajian Hadits melibatkan enam pembimbing yaitu Ustadz Agus Salim, Ustadz Tarsim Fillah, Ustadz Kinta, Ustadzah Siti Romlah, Ustadzah Dian Rahayu dan Ustadzah Nurrohmah.

    Turut dihadiri oleh Ibu Dra, Ida Farida selaku Pengawas Paud Kecamatan Ciawi dan Bapak Wawan Setiawan, S, Pd. Penilik Paud Kecamatan Ciawi, acara manasik haji dan umroh yang dimulai dari pukul 08:00 pagi hingga pukul 10:30, berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti.

    Pihak yayasan Lentera Insan Persada sendiri menyatakan alasan menggelar kegiatan manasik haji dan umroh untuk peserta didik mereka di pesantren Pusat kajian Hadits karena lokasi pesantren yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka. Selain itu lokasi manasik dibuat seperti aslinya jadi para santri bisa merasakan aura masjidil Haram. Ditambah lagi para pengajar dan pembimbingnya yang kompeten.

    “Tempatnya bagus, mirip kayak aslinya. Para pengajarnya juga detail dalam memberikan arahan dan ajaran dari awal sampai akhir,” ujar Fulan yang merupakan perwakilan dari Yayasan Lentera Insan Persada, ketika ditanya tentang kegiatan manasik haji dan umroh di pesantren Pusat kajian hadits.

    Kegiatan Manasik Haji dan Umroh merupakan acara rutin yang biasa digelar oleh Yayasan Lentera Insan Persada. Yayasan yang berlokasi di kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini menaungi tiga lembaga pendidikan yaitu Paud Nurul Iman, Taud Saqu Nurul Iman dan SD Saqu Hilyatul Iman Al Ayyubi.

     

     

     

  • Geraipkh.com, toko online resmi produk kajian Pusat Kajian Hadis.

    Geraipkh.com, toko online resmi produk kajian Pusat Kajian Hadis.

    Bagi kaum muslimin dan muslimat yang ini memiliki produk kajian Pusat Kajian Hadis, silakan mengunjungi toko online kami di geraipkh.com.

  • Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw 1443H

    Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw 1443H

    Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS. al-Ahzab: 56)

  • Melanjutkan Perjuangan

    Melanjutkan Perjuangan

    Alhamdulillah, segala pujian yang sempurna dan agung disampaikan kepada Allah, Tuhan yang telah menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk buat ummat manusia menuju kebenaran haqiqi, menjelaskan perbedaan yang haq dan yang batil, mengingatkan manusia akan kehidupan yang sebenarnya, baik di dunia maupun di akhirat.

    Semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk manusia termulia yang pernah ada, nabi Muhammad ibn Abdillah ibn Abd al-Muttalib ibn Manaf al-Qurasyi. Nabi yang menerima wahyu dari Allah swt melalui Jibril as, menjaga dan menyampaikannya kepada ummatnya, mengamalkan isinya, menjelaskan perkara yang belum dimengerti sahabat-sahabatnya. Sungguh mulia Rasulullah saw yang berakhlakkan al-Qur’an ini. Semoga kita bisa menjadi ummatnya yang baik dan setia.

    Semoga shalawat dan salam juga Allah berikan kepada para sahabat, kerabat dan pengikut setia Rasulullah saw sampai akhir zaman. Amin.

    Tidak lupa juga mari kita panjatkan doa untuk guru kita yang telah mendahului kita, semoga diampuni segala dosa, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan ditempat yang terbaik.

    Pada kesempatan ini, kami segenap pengelola Pusat Kajian Hadis yang telah menemani almarhum Guru kita DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA, akan terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita beliau. Agar apa yang sudah dikerjakan akan terus menjadi amal jariyah bagi almarhum guru kita, tim pengelola Pusat Kajian Hadis dan juga semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan dakwah yang dilakukan PKH.

    Melanjutkan tongkat estafet yang telah beliau mulai, kami tim pusat kajian hadis akan melakukan:

    1. Merawat dan memelihara karya yang sudah dihasilkan agar terus dapat bermanfaat untuk umat. Karya seperti buku dan dvd interaktif, kami akan jaga ketersediaannya, agar tetap bisa dinikmati oleh umat, bahkan untuk disebarluaskan ke lembaga-lembaga pendidikan islam antara lain sekolah dan pesantren seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Untuk karya digital seperti aplikasi android, iOs dan website akan kami terus maintenance baik dari sisi aplikasi yang akan terus diupdate mengikuti perkembangan teknologi, dan juga dari sisi server yang cukup vital dalam melayani pengunjung yang membutuhkan konten-konten digital seperti kitab-kitab klasik hadis beserta kajiannya.

    2. Melanjutkan apa yang sudah berjalan, dan menyelesaikan yang tertunda. Masih banyak ide dan karya almarhum yang belum diselesaikan menjadi produk. Buku-buku hasil karya almarhum seperti disertasi “Kajian Hadis Kitab Durrat al-Nasihin” akan di digitalkan dan menjadi wakaf, sehingga semuanya bisa bermanfaat untuk umat. Begitu juga aplikasi digital yang masih dalam bentuk DVD dan flash seperti Hadis dan Ilmu Hadis, akan dibuat dalam versi web dan mobile application, dengan tujuan bisa diakses melalui browser dan perangkat mobile.

    3. Pesantren Pusat Kajian Hadis di Cinagara akan terus berjalan memberikan manfaat dengan kegiatan-kegiatan seperti manasik,kajian tematik, pelatihan digitalisasi hadis untuk mahasiswa, serta kegiatan – kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi umat dan dakwah islam. Kami sadar bahwa fasilitas di pesantren PKH seperti area manasik yaitu Masjidil Haram dan Sa’i belum sepenuhnya selesai. Begitu juga rumah Tahfidz yang masih dalam tahap penyelesaian, almarhum sangat ingin program rumah Tahfidz ini dapat berjalan sehingga memberikan manfaat bagi santri yang belajar dan juga jariyah bagi semua yang telah terlibat dalam program kebaikan ini.

    Karenanya, kami mengajak segenap umat muslim untuk dapat menjadi bagian dalam melanjutkan perjuangan almarhum, insya Allah akan menjadi amal jariyah yang pahala tidak terputus selama terus memberikan manfaat bagi orang lain.

    Kami juga berterima kasih ke semua pihak yang telah menunjukan perhatian yang cukup besar terhadap Pusat Kajian Hadis, semoga Allah membalas kebaikan Anda semua dengan ganjaran pahala yang besar.

    Sebagai penutup, Allah swt, berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Q.S. Al-Maidah: 2)

    Salam hangat,
    Tim Pusat Kajian Hadis

  • PKH mengadakan Pemotongan Hewan Kurban di Cinagara

    PKH mengadakan Pemotongan Hewan Kurban di Cinagara

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, alhamdulillah pada hari Rabu tanggal 21 Juli 2021, PKH melakukan pemotongan dan penyaluran daging kurban untuk warga disekitar pesantran PKH di Cinagara. Untuk tahun ini terkumpul 2 ekor sapi dan 7 ekor Kambing, jazakumullah kami ucapkan kepada para mudhodi (pengkurban) yang telah mempercayakan hewan kurbannya di Pesantran PKH.

    Total daging kurban yang dibagikan ke warga sekitar sebanyak 510 bungkus, sebagai berikut:

    • RT. 01=84
    • RT. 02=145
    • RT. Jogjogan=84
    • Panitia=28
    • Kantor Balai desa Cinagara=25
    • Kantor Kecamatan=25
    • Dibagi ke  RT. 3, RT. 4 dan RT. 5 = 71
    • Sisanya ke beberapa pihak disekitar Pesantren Cinagara, yang belum masuk dalam daftar penerima diatas.

    Alhamdulillah, sekali lagi kami ucapkan kepada para pekurban yang telah mengamanahkannya kepada Pusat Kajian Hadis untuk memotong dan membagikannya kepada warga di sekitar Pesantren Pusat Kajian Hadis.

    Salam hangat

    Tim PKH

  • DR. KH. A. Lutfi Fathullah M.A. berpulang ke Rahmatullah

    DR. KH. A. Lutfi Fathullah M.A. berpulang ke Rahmatullah

    Innalillahiwainnailaihirojiun

    Telah berpulang ke Rahmatullah, Guru kami :
    DR. KH. A. Lutfi Fathullah M.A.
    bin H. Fathullah Mughni bin KH. Abdul Mughni

    RSUD Pasar Minggu Ba’da Maghrib, Jam 18.22 WIB
    Ahad, 11 Juli 2021/2 Dzulhijjah 1442H

    Kami dari Keluarga besar Pusat Kajian Hadis, mohon do’a, keikhlasan dan dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

  • Ingat Mati ? Penting !

    Ingat Mati ? Penting !

    Kita tidak bisa selamanya hidup di dunia dan terus menikmati fasilitas yang ada di dalamnya. Semua perkara ada batasnya. Kekayaan yang  dinikmati di dunia ada masanya, begitu juga dengan kemisikinan, juga tidak terus menerus dirasakan. Semua itu habis pada waktunya.

    Sekalipun kita diberikan umur panjang 200 tahun, apakah kenikmatan dunia bisa maksimal dirasakan ? Tidak ! Apakah kita bisa menikmati Sop Iga Bakar dengan punggung membungkuk, tangan gemetar dan gigi yang sudah raib semua ? Masih untung jika di usia tersebut sehat. Jika sakit, mungkin lebih memilh mati saja.

    Allah mengingatkan kita semua melalui salah satu firman-Nya :

    وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى ٱلْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

    “Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?” (Q.S. Yasin : 68)

    Walaupun kematian tidak memberi kabar kepada kita secara langsung, namun ia mempunyai tanda-tanda dimana ajal sudah tidak lagi lama. Keriput, kendurnya otot, uban yang kian menutup kepala, lemahnya ingatan, lemahnya daya lihat, daya dengar dan daya-daya lainnya merupakan “Alarm Alami” bagi kita. Sangat elok jika kita melihat orang-orang tua yang sudah lanjut usia rajin ke masjid, rajin mengikuti Majlis Taklim walapun tidak selalu faham saat megikuti kajian. Selain pantas, semua itu dilakukan untuk menunggu mati. Beliau-beliau itu ingin mati dalam keadaan baik (Husnul Khatimah). Namun tidak sedikit jua yang sudah sepuh lupa dengan usianya. Ada yang masih hobi berjudi, mabuk, zina dan malas untuk menunaikan shalat, na’udzu billah ! Semoga Allah memberi hidayah, aamiin.

    Ingat Mati Itu Baik, Menjadi Motivasi Untuk Hidup Dalam Kebaikan.

    Orang yang selalu ingat mati tentu mempersiapkan kehidupan sesudah mati. Ia memahami bahwa ada lagi kehidupan setelah mati. Bekal kehidupan setelah kematian bukanlah harta melimpah, rumah mewah, perhiasan berkilo-kilo dan sejenisnya. Bekal yang hanya berlaku adalah “Amal Kebaikan”. Dengan begitu, orang ini rajin beribadah, bersedekah, menjalankan syari’ah dengan benar, tidak zhalim, tidak korupsi, tidak menipu, tidak judi, tidak zina. Orang seperti ini hidupnya bersih, tidak jorok dan kotor !

    Kematian Itu Bukan Akhir, Justru Awal Dari Kehidupan Panjang.

    Untuk mencapai surga atau neraka, ya mau tidak mau harus mengalami kematian terlebih dahulu, harus mengalami alam kubur terlebih dahulu, harus dikumpulkan dulu di Mahsyar, harus disidang dulu, harus melewati sirat dulu dan mengikuti rangkaian-rangkaian lainnya. Panjang ! Ya, Panjang ! Semua itu diawali dengan kematian terlebih dahulu. Dunia inilah penentuan dimana manusia mencari bekal untuk menjalani kehidupan panjang setelah mati.

    Jasad kita tidak seperti hewan yang apabila mati bangkainya hancur begitu saja, tidak ! Ruh akan dikembalikan ke jasad untuk menkmati apa yang kita capai dan kerjakan selama di dunia.

    Allah berfirman :

    مِنْهَا خَلَقْنَٰكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

    “Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (Q.S. Toha : 55)

    Wajar Jika Takut Mati, Tapi yang Lebih ditakutkan adalah Bagaimana Keadaan Setelah Mati.

    Allah berfirman :

    قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    “Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Jumu’ah : 8)

    Pada saatnya nanti, Allah akan membeberkan apa-apa yang pernah kita lakukan di dunia, tak sedikitpun yang terlewat. Detail, cermat dan akurat ! Inilah saat kita nanti bahagia, takut, malu sedih dan semua rasa menyatu. Di saat Allah memperlihatkan amal baik kita, tentulah bahagia. Namun jika Allah memperlihatkan amal buruk kita, tentulah kita malu, takut  dan sedih.

    Mau Mati Baik (Husnul Khatimah ) ?

    Tentu banyak cara agar memperoleh husnul khatimah. Salah satu diantaranya adalah selalu bersangka baik kepada Allah. Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wa Sallam mewanti-wanti umatnya agar selalu berhusnuz zhan (baik sangka) kepada Allah.

    Hadis riwayat Al-Imam Muslim :

    عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلَاثٍ يَقُولُ لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ

    Dari Jabir Radhiyallahu Anhu berkata: Aku mendengar Nabi Shalla Allahu Alaihi Wa Salam bersabda tiga hari sebelum beliau wafat: “Jangalah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah.”(HR. Muslim)

    Al Imam Nawawi menjelaskan bahwa sebelum seorang mu’min meninggal dunia hendaklah ia bersangka baik kepada Allah bahwa ia diampuni. Ia tidak boleh putus asa dari kasih sayang (rahmah) Allah. Hal ini merupakan harapan baik ketika ajal datang.

    Momen Indah Atau Juga Mencekam Saat Jenazah Ditandu Di Atas Keranda

    عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ

    Dari Sa’id bin Abu Sa’id dari bapaknya bahwa dia mendengar Abu Sa’id AL Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para pemandu di atas pundak mereka, maka jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia akan berkata; “Bersegeralah kalian, bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata; “Celaka, kemana mereka akan membawanya?. Suara jenazah itu didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya ada manusia yang mendengarnya tentu dia akan jatuh pingsan”. (HR. Bukhari)

    Sekaya Apapun Kita, Yang Ikut Ke Dalam Kubur Cuma Satu, Semua Orang Menjadi Miskin Setelah Mati. 

    عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ :يَتْبَعُ المِيْتَ ثَلَاثَةٌ: أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ .

    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu menuturkan, Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Mayyit diiringi tiga hal, yang dua akan kembali sedang yang satu terus menyertainya, ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya.” (HR. Bukhari-Muslim).

    Di dalam kubur yang gelap dan tidak ada siapa-siapa, tentu membuat hati sedih, gundah dan takut. Di saat itulah datang amal seorang yang meyerupai bentuk manusia. Jika amalnya baik, dia akan berbentuk manusia yang indah, wangi dan ramah. Namun sebaliknya, jika amalnya buruk, ia akan berubah bentuk menjadi manusia yang menyeramkan, berbau busuk dan bersuara kasar. Amal akan menemani seseorang dalam kuburnya entah berapa lamanya sampai datang Hari Kiamat.

    Ya, ternyata ingat mati itu penting dan harus sering diingat, sesuai pesan Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wa Sallam. Terlebih di musim pandemi Covid-19 ini, entah berapa jenazah yang lewat di depan kita… tidak kah cukup menjadi pengingat dan warning?

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي المَوْتَ .

    Dari Abu Hurairah ra. pula, berkata: Rasulullah Shalla Allahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Perbanyaklah kalian mengingat kepada sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu maut.” (HR. Tirmidzi)

    Kita semua yang sekarang ini masih hidup tak lain adalah calon mayyit. Waktu yang masih ada adalah sisa umur kita. Semoga kita semua mati dalam keadaan baik, Husnul Khatimah, aamiin.

    Wallahu A’lam.

    Ridwan Shaleh

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Pergantian Tahun Merupakan Salah Satu Tanda Kebesaran Allah

    Pergantian Tahun Merupakan Salah Satu Tanda Kebesaran Allah

    Allah adalah Tuhan Yang Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Mulia dan segala nama dan sifat wajib yang layak disandang-Nya. Allah berkehendak memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran dan kemulian-Nya kepada manusia agar mentadabburi dan menginsyafinya. Dengan gaya bahasa dan nilai sastra yang sangat menakjubkan, Allah menyampaikan tanda-tanda kebesaran-Nya di dalam Al-Qur’an.

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

    “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (Q.S. Ali Imran : 190)

    Langit dan bumi yang begitu luas dan besar dan segala macam yang ada pada keduanya tentulah sangat menakjubkan jika direnungi. Begitu sulitnya menciptakan mereka. Alih-alih menciptakan langit, menciptakan seekor kutu saja manusia tidak mampu hatta ia seorang professor sekalipun ! Belum lagi lautan, tata surya, gunung-gunung penancap bumi yang di dalamnya ada cairan ribuan kubik yang panasnya sangat dahsyat ! Bagaimana pula dengan milyaran pohon yang tumbuh di atas tanah dengan ragam warna, ragam buah baik bentu dan rasanya padahal ditanam di tanah yang sama dan disirami dengan air yang sama pula ? Bagaimana pula dengan milyaran binatang yang begitu rupa bentuk dan suaranya, baik yang liar mapun yang jinak. Ada yang dimanfaatkan dagingnya untuk kita makan. Ada bulu dan warna kulitnya yang indah dipandang mata dan ada pula yang kita jadikan pakaian. Ada pula yang kita jadikan kendaraan. Bahkan binantang pengganggu seperti tikus, kecoa, lalat, serangga. Sepintas mereka tidak ada manfaat sama sekali di mata kita. Padahal berapa milyar perputaran uang bisa terjadi lantaran keberadaan mereka. Ragam produk pembasmi serangga, tikus, kecoa, kutu dan lain-lain tercipta. Ma Sya Allah ! Entah berapa lama proses penciptaan langit dengan tingkat kesulitan super tinggi. Tapi semua itu sangat mudah bagi Allah, Kun Fa Yakun !

    Tanda berikutnya adalah silih bergantinya siang dan malam. Allah mengajak makhluknya yang dianugerahi akal pikiran agar memperhatikannya. Dengan silih bergantinya malam dan siang, menjadikan suhu bumi ini stabil. Makhluk yang tinggal di bumi termasuk manusia, hewan dan tumbuhan dibuat nyaman untuk menjalani hidup. Apa yang terjadi jika bumi tidak ada siang? Apa yang dirasakan penduduk bumi jika tidak ada malam ? Nikmat mana lagi yang bisa kita dustakan?

    Silih bergantinya siang dan malam tentu terjadi karena adanya matahari dan bulan. Revolusi matahari dan bulan serta berputarnya bumi pada porosnya merupakan Taqdiirul Azizizil ‘Aliim ! Melalui media matahari dan bulan, manusia dapat menghitung waktu dan membuat sistem penanggalan.

    وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَٰهُ تَفْصِيلًا

    “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” (Q.S. Al-Isra’ : 12)

    Allah memberi nikmat siang agar mudah mencari rezeki dan nikmat malam untuk tidur dan beristitahat. Dan dengan siang-malam, matahari dan bulan, kita bisa menghiung waktu. Kita bisa membuat agenda dan program yang akan dilakksanakan semau kita. Hari apa, tanggal berapa, bulan apa dan tahun berapa bisa kita kondisikan untuk melaksanakan sesuatu . Semua itu tidak akan pernah terjadi sedetikpun jika Allah tidak menciptakan matahari dan bulan serta bergantinya siang dan malam ! Nikmat mana lagi yang akan kita dustakan ?

      فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًا ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

    “Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-An’am : 96)

    Matahari atau bulan bisa dijadikan media untuk menghitung perputaran waktu yang kita sebut dengan kalender. Jika perhitungan berdasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari, maka disebutlah dengan istilah kalender matahari atau syamsiyah. Mulai menghitungnya tergantung manusianya. Saat ini kalender sistem matahari dimulai sejak lahirnya Nabi Isa AS menurut perkiraan. Jika perhitungan berdasaran media bulan, maka disebutlah kalender qamariyah. Perhitungan kalender qamariyah dimulai sejak peristiwa hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para Sahabat Radhiyallahu Anhum dari Makkah ke Madinah.

    Pergantian tahun, baik menurut sistem hitungan matahari atau bulan adalah suatu keniscayaan dan merupakan sunnatullah yang ada sejak dulu dan akan berakhir hari kiamat kelak. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Yang paling benar adalah dengan mentadabburi peristiwa tersebut.

    Sejatinya, salah satu hikmah dari pergantian waktu, baik detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun adalah meunggu ajal kita. Sudahkah waktu yang kita lewati ini penuh makna atau sia-sia? Apakah waktu yang kita lewati penuh dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya atau maksiat? Apakah waktu yang kita lewati lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain atau sebaliknya, zhalim, menipu, menindas, memfitnah ? Itu yang seharusnya  dilakukan ! Jika ada pertanyaan, apakah boleh memperingati tahun baru dengan joged ria bercampur baur antara pria dan wanita yang bukan mahrom? Apakah boleh memperingati pergantian tahun baru dengan menghabiskan malam penuh hura-hura ? Apakah boleh menyambutnya dengan tiup terompet dan kembang api ? jawabannya bukan boleh atau tidak, tapi tanyalah hati nurani kita. Yang diinginkan oleh Allah adalah tadabbur koq !

    Salah satu pesan Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Sallam terkait waktu dan usia :

     عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

    Dari ‘Abdullah bin Busr, seorang badui bertanya: Wahai Rasulullah, siapa orang terbaik itu? Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.“ (HR. Tirmidzi).

    Jika merasa belum baik amal, masih ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki dan memaksimalkannya. Detik, menit, jam, hari dan tahun yang akan kita temui adalah sisa yang Allah berikan untuk kita semua.

    Wallahu A’lam.

    Ridwan Shaleh

  • Surga dan Para Penghuninya

    Surga dan Para Penghuninya

    Siapakah yang tidak ingin masuk surga ? Jawabnya tentu semua orang ingin masuk surga kecuali mereka yang memang atheis, tidak percaya adanya tuhan dan kehidupan setelah kematian. Bagi mereka yang atheis, jasad yang dikubur dalam tanah akan hancur begitu saja sejalan dengan waktu dan menjadi konsumsi binatang-binatang dalam tanah.

    Ingin masuk surga adalah kodrat manusia yang percaya adanya tuhan namun tidak bisa memasukinya karena beberapa alasan. Ada hadis shahih Rasulullah yang sangat menarik ketika menerangkan salah satu hal yang berkaitan dengan surga. Rasulullah bersabda bahwa setiap uummatnya berhak memasuki surga kecuali yang enggan memasukinya. Berikut hadis lengkapnya :

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى –  رواه البخاري و احمد –

    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, ” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

    Begitulah cara Rasulullah menerangkan sesuatu, singkat, padat jelas dan penuh hikmah. Beliau adalah Jawami’ Al-Kalim (memberikan penjelasan dengan kalimat ringkas dan padat makna).

    Pemahaman mudahnya, orang Islam yang tidak mau masuk surga adalah mereka yang tidak mau nenaati perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Tidak taat perintah beliau artinya tidak taat kepada Allah. Lawan dari taat adalah maksiat (pembangkangan). Tidak taat itu bisa terjadi karena malas, tidak tahu aturan atau juga menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Al Imam Ibn Hajar Al-Asqallani dalam kitabnya Al-Fath juga berkomentar kurang lebih sama, bahwa masuk surga merupakan hak setiap ummat Rasulullah kecuali bagi mereka yang enggan yaitu membangkang perintah Rasulullah.

    Tapi ingatlah, secara hakikat masuknya orang ke surga itu hanya karena rahmat (kasing sayang) Allah. Pahala berlimpah karena ibadah dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya merupakan aturan baku yang tidak bisa diutak-atik. Artinya ketika ada orang yang “Besar Kepala” dengan amalnya yang begitu banyak dan yakin bahwa hanya dengan pahala itulah dia masuk surga, itu keliru besar !

    Rasulullah Shallalahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

    عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ  – رواه مسلم  –

    Dari Jabir berkata: Aku mendengar nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku kecuali karena rahmat dari Allah.” (HR. Muslim).

    Dalam kitabnya Al-Minhaj, Imam An-Nawawi memberi komentar hadis  ini kurang lebihnya seperti ini :

    “Makna tekstual hadis-hadis ini (hadis-hadis yang menunjukkan bahwa masuknya seseorang ke dalam surga, pen) menunjukkan bahwa seseorang tidak berhak mendapatkan ganjaran pahala dan surga karena ketaatannya. Adapun firman Allah “masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. An-Nahl : 32) dan juga ayat “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Az-Zukhruf : 72) dan ayat-ayat semisal yang makna tekstualnya bahwa amal adalah penyebab masuknya orang ke surga. Ayat-yat ini tidak bertentangan dengan hadis-hadis (tersebut di atas).  Makna ayat-ayat tersebut sudah jelas bahwa masuk surga itu disebabkan karena amal perbuatan. Kemudian Taufiq, hidayah, keikhlasan dan terima amal itu karena “rahmat” dari Allah. Yang benar adlah amal tidak menyebabkan masuk surga secara hakikat sebagaimana dimaksud oleh hadis, tapi merupakan sebab semata yang (bisa terwujud, pen) karena “rahmat’ dari Allah.

    Dari komentar Imam Nawawi tersebut, kita bisa memahami bahwa kemampuan kita beramal itu hakikatnya adalah karena rahmat dari Allah. Kita mampu menegakkan shalat karena rahmat dari Allah. Mampu berzakat semata-mata karena kasih sayang Allah yang diberikan kepada kita sehingga mampu melakukannya. Kita ikhlas bersedekah, hakikatnya karena campur tangan Allah dengan memberikan rahmat-Nya kepada kita. Dengan demikian, benarlah bahwa hadis di atas tidak kontradiksi sama sekali dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang secara tekstual  bahwa masuknya orang ke surga karena amal perbutannya. Wallahu A’lam.

    Surga itu apa sih ?

    Tidak perlu susah-susah untuk mendefinisikannya. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang menerangkan sifat surga. Begitu juga definisi yang disampaikan oleh para ulama dalam kitab-kitab yang mereka susun. Ringkasnya, surga itu adalah sebuah tempat penuh kenikmatan sempurna, tidak ada penderitaan sekecil apapun, semua keinginan penghuninya dipenuhi dan tidak ada yang tertolak, penuh dengan pepohonan rindang dan sungai-sungai yang sejuk dan penghuninya selalu berseri-seri setiap saat. Tempat tersebut disediakan oleh Allah bagi para hamba-Nya yang senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

    Bebrapa gambaran surga dan penghuninya.

    Kenikmatan tiada tara

    عَنْ أَبي هُريْرةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : قَالَ الله تَعَالَى: أَعْدَدْتُ لعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، وَاقْرَؤُوا إِنْ شِئتُمْ { فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

    Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah Ta’ala berfirman: Aku menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, juga tidak pernah terlintas dalam hati seorang manusia pun. Coba simak Firman-Nya yang artinya: Maka tiada seorang-pun yang dapat mengetahui pahala yang disembunyikan untuk mereka yang berupa apa-apa yang menyenangkan mata. (as-Sajadah:17). (Muttafaq’alaih)

    Artinya, kenikmatan paling nikmat di dunia, semahal dan semewah apapun di dunia, tentunya tidak ada apa-apanya dibanding dengan kenikmatan dan kemewahan surga, Maa Syaa Allah !

    Penghuninya adalah mereka yang beriman dan beramal shalih dan tidak ada yang bujangan, mereka mempunyai pasangan.

    وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا قَالُوا۟ هَٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Baqarah : 25).

    Para penghuni surga mempunyai pasangan yang suci. Ada berbagai ragam penafsiran pata ulama  dalam hal ini. Mayoritas ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan pasangan yang suci adalah bidadari. Maksud dari suci di sini adalah tidak haid dan tidak melahirkan. Ada juga yang mengartikan suci dari berbagai cairan kotor yang ada dalam tubuhnya. Namun jika kita memperhatikan salah satu hadis Rasulullah SAW yang menerangkan bahwa seluruh penghuni surga itu tidak buang air besar , tidak buang air kecil juga tidak memiliki ingus. Adapun sisa makanan mereka hanya menjadi keringat yang menguap wangi seperti wangi misisk. Jika memperhatikan hadis ini, kaum laki-laki dipasangkan dengan wanita penghuni surga juga selain dengan bidadari. Bisa saja dikawinkan dengan istrinya semasa di dunia jika istrinya juga masuk surga.

    Lalu bagaimana dengan kaum wanita ? Wanita yang masuk surga dikawinkan dengan pria yang masuk surga. Baik pria dan wanita, mereka semua berparas tanpan dan cantik dan tidak mempunyai cairan kotor dalam tubuh. Kecantikan para wanita penghuni surga bisa saja melebihi kecantikan bidadari. Derajat wanita penghuni surga melebihi derajat bidadari karena :

    1. Bidadari diciptakan oleh Allah langsung menjadi dewasa, tidak melalui proses kelahiran.
    2. Bidadri tidak ada kewajiban syariat bagaimana wanita muslimah.
    3. Bidadari tidak ada kewajiban menuntut ilmu
    4. Dari poin a-c, bidadari tidak pernah mengalami kesulitan dan beban apapun, kegiatannya hanya menunnggu pasangannya dengan setia dan langsung masuk surga.
    5. Wanita penghuni surga sewaktu di dunia dibebani hukum syariah. Mendapatkan pahala jika melaksanakannya dan mendapatkan dosa jika meninggalkan kewajiban hukum. Artinya mereka bersusah payah untuk memperoleh ridha dan rahmat Allah, berbanding terbalik dengan bidadari.

    Surga mempunyai berbagai tingkatan. Tingkatan terendah saja sudah sangat lux fasilitasnya.

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ أَدْنَى مَقْعَدِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ أَنْ يَقُوْلَ لَهُ : تَمَنَّ فَيَتَمَنَّى وَيَتَمَنَّى . فَيَقُولُ لَهُ : هَلْ تَمَنَّيْتَ ؟. فَيَقُولُ : نَعَمْ. فَيَقُولُ لَهُ : فَنَّ لَكَ مَا تَمَنَّيْتَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. Bersabda : Sesungguhnya serendah-rendah tempat bagi seseorang di antara kalian di dalam surga adalah, dikatakan kepadanya: Berangan-anganlah. Maka, dia pun berangan-angan dan terus berangan-angan. Lalu dia ditanya: Apakah kamu sudah berangan-angan? Dia menjawab: Ya, Maka dikatakan kepadanya, Kamu berhak mendapatkan angan-anganmu itu ditambah satu kali lipat darinya. (HR Muslim).

    Hadis ini menjadi salah satu motivasi bagi hamba-hamba Allah untuk meningkatkan kualitas ibadah, kualitas keikhlasan dan kualitas kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika fasilitas surga tingkat paling rendah saja sudah seperti itu, lalu bagaimana dengan tingkatan yang lebih tinggi atau tertinggi yaitu surga firdaus. Bahkan ada hadis lain yang menginformasikan bahwa tiap tipe surga memmpunyai 100 tingkatan. Jarak antara satu tingkatan dengan tingkatan lainnya adalah setara dengan jarak antara langit dan bumi, Maa Syaa Allah !

    Penghuni surga tidak memiliki cairan kotor dalam tubuhnya. Zat sisa hanya berupa keringat yang menguap wangi seperti wangi misik.

    وَعَنْ جَابِرٍ رَضِي اللّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : يَأْكُلُ أَهْلُ الجَنَّةِ فِيهَا وَيَشْرَبُونُ، وَلَا يَتَغَوَّطُونَ، وَلَا يَمْتَخِطُونَ، وَلَا يَبُولُونَ، وَلكِنْ طَعَامُهُمْ ذَلِكَ جُشَاءٌ كَرَشْحِ المِسْكِ يُلهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتكْبِيرَ، كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ .  رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Jabir ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Para penghuni surga makan dan minum di dalamnya. Tetapi, mereka tidak buang air besar, tidak mengeluarkan ingus, dan tidak buang air kecil, tetapi makanan mereka hanya menghasilkan sendawa dan menguap seperti keringat yang harum seharum minyak kasturi. Mereka diilhami untuk terus bertasbih dan bertakbir, seperti diilhamkan cara bernafas. (HR Muslim).

    Jika gambarannya saja sudah begitu, bagaimana dengan paras wajah mereka ? Silakan bayangkan sendiri, ya !

    Kenikmatan melihat Allah

    عَنْ جرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَقَال إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ عَيَاناً كما تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ، لَاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ. مُتَّفَقٌ علَيْهِ

    Dari Jarir Ibn Abdullah ra. berkata: Kita semua berada di sisi Rasulullah saw. lalu Beliau saw. melihat bulan pada malam purnama yakni tanggal empat belas dan bersabda: Sesungguhnya, kalian akan melihat Tuhan kalian secara langsung seperti melihat bulan ini. Kalian tidak akan terkena mudharat sedikit pun saat melihat-Nya (Muttafaq ‘alaih).

    Melihat Allah dan Rasul-Nya merupakan kenikmatan tertinggi di surga. Kita selalu mencintai dan menyembah Allah setiap saat walaupun tak bisa meliha-Nya di dunia. Kita yang selalu mencintai dan merindukan Rasulullah dengan cara mengamalkan sunnahnya memang tak pernah bertemu beliau. Namun kerinduan tersebut akan terbalas di surga dengan melihat wajah beliau dan sangat mungkin kita mendekap, mencium tangan bleiu dan berbica dengan beliau. Alahumma Shalli Alaih !

    Sebetulnya masih sangat banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah yang menggambarkan tentang kenikmatan surga dan para penghuninya yang mulia. Sermoga di lain waktu kita dapat membahasnya, aamiin.

    Wallahu A’lam.

    Ridwan Shaleh

  • Manusia Terbaik Yang Selalu Dirindukan Sepanjang Zaman

    Manusia Terbaik Yang Selalu Dirindukan Sepanjang Zaman

    Muhammad Rasulullah Ibn Abdulah Ibn Abdul Muthalib Ibn Hayim Ibn Manaf Ibn Qushay Ibn Kilab Ibn Murrah Ibn Ka’ab Ibn Lu’ay Ibn Ghalib Ibn Fihr Ibn Malik Ibn Nadhr Ibn Kinanah Ibn Khuzaimah Ibn Mudrikah Ibn Ilyas Ibn Mudhar Ibn Nizar Ibn Ma’ad Ibn Adnan dan terus bernasab sampai dengan Nabi Ismail Ibn Nabi Ibrahim Alihimas Salam. Adalah sosok manusia yang sangat indah secara fizik, sempurna dalam spiritual dan elegan dalam emosional. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan betapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan para Malaikat-Nya memuji keluruhan Nabi Kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Begitu juga banyak hadis-hadis Nabi yang menggambarkan betapa para Sahabat Radhiyallahu Anhum sangat mencintai, merindukan, menghormati Beliau Shallahu Alaihi Wa Sallam.

    Artikel ini sangat tidak mewakili untuk menggambarkan keistimewaan Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam. Namun sebagai hamba Allah yang sangat dhaif ini tidaklah pula salah untuk turut serta ikut meneteskan air mata kerinduan dan kecintaan, sama seperti umat Rasulullah secara umum.

    Satu Nama Yang Selalu Bersanding Dengan Nama Allah

    Allah berfirman :

    وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

    “Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.”  (Q.S. Al-Insyirah : 4)

    Allah memuliakan nama kekasihnya, Muhammad Rasulullah. Dimana nama Allah disebutkan, maka disebutkan pula nama kekasih-Nya itu.

    Ibnu Jarir Al-Thabari mengutip riwayat dari Ibn Abi Hatim dan Abu Ya’la sebagai berikut :

    عَن أَبي سَعِيدٍ، عَن رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسلَّمَ أَنَّهُ قاَلَ: «أَتَانِي جِبرِيلُ فَقَالَ: إِنَّ رَبِّي وَرَبَّكَ يَقُولُ: كَيفَ رَفَعتُ ذِكرَكَ؟ قاَلَ: اللهُ أَعلَمُ. قاَلَ: إِذَا ذُكِرتُ ذُكِرتَ مَعِي

    Dari Abu Said Radhiyallahu Anhu, dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sungguh Beliau bersabda : Jibril mendatangiku lalu berkata : Sesungguhnya Tuhanku dan Tuhanmu berfirman : (tahukah engkau) Bagaimana Aku meninggikan (nama) mu? Beliau (Rasulullah) bersabda : “Hanya Allah Yang Maha Tahu.” Allah berfirman : “Jika (nama) Aku disebutkan, (maka namamu juga) disebutkan bersama-Ku.”

    Begitulah, betapa luhurnya nama kekasih-Nya, Muhammad Rasulullah. Dalam sehari semalam, paling sedikit kita menyebutkan nama kekasih-Nya itu 20 kali, tidak kurang ! Asyhadu Allaa Ilaaha Illalllaah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah , Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad.

    Seorang dikatakan muslim ketika sudah berikrar dan bersyahadat. Shalat apa pun, baik wajib mau pun sunnah tidak akan sah dan ditolak ketika tidak menyebut nama Allah dan kekasih-Nya. Khutbah Jum’at menjadi batal atau tidak sah ketika Al-Khathiib tidak sama sekali bershalawat kepada kekasih-Nya. Entah berapa ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan Nama Allah yang selalu tersanding dengan Nama-Nya. Singkatnya, nama kekasih-Nya selalu disebutkan oleh umat Islam seluruh dunia sampai dengan umur dunia berakhir !

    Menyebut Rasulullah Dapat Membangkitkan Jiwa.

    Ada bait syi’ir yang begitu masyhur yang sering kita dengar :

    النبي صلو عليه

    An-Nabi Shallu Alaih

    Bershalawatlah kamu sekalian kepada Nabi

    صلوات الله عليه

    Shalawaatullahi Alaih

    Shalawat (Rahmat) Allah senantiasa tercurah kepadanya

    وينال البركات  كل من صلى عليه

    Setiap orang yang bershalawt kepadanya selalu memperoleh keberkahan

    النبي ذاك العروس

    An-Nabi Dzaakal ‘Aruus

    Dialah Nabi, Sang Pengantin

    ذكره يحي النفوس

    Menyebut namanya dapat menghidupkan jiwa

    النصارى والمجوس

    Orang-orang Nasrani dan majusi

    اسلموا  على يديه

    Aslamu Alaa yadaih

    Masuk Islam dihadapannya

    Dengan menyebut nama Rasulullah (beshalawat), membuat hati kita tentram dan membangkitkan jiwa (spiritual). Bagaimana tidak ? Jika tidak melalui wasilah Beliau, bagaimana kita bisa mengenal Allah ? mengenal, membaca dan mengamalkan isi Al-Qur’an? Bagaimana kita dapat berakhlak dengan mulia ? Bagaimana kita bisa berbelas kasih ? dan pertanyaan-pertanyaan sejenisnya sebagai ungkapan rindu kepada kekasih-Nya dan syukur kepada-Nya.

    Selain berpahala, shalawat yang kita baca merupakan ungkapan penghormatan, ta’zhim dan mahabbah kepada Rasulullah Shallallahu Alaohi Wa Sallam. Diskusi dan diskursus mengenai kemuliaan akhlak dan spiritual kekasih-Nya, tidak akan pernah tuntas.

    Sosok Yang Santun Kepada Siapa Saja

     Selain sebagai penghulunya para Nabi, kekasih-Nya jugalah sorang pemimpin ummat. Seorang Nabi dan Rasul paling istimewa, juga seorang Amir. Tapi lihatlah beberapa hadis berikut yang menggambarkan bagaiamana santunnya Rasululullah kepada pembantunya, para wanita, khususnya kepada istri dan anak-anak.

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَاللَّهِ مَا قَالَ لِي أُفًّا قَطُّ وَلَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا

    Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu dia berkata, “Aku menjadi pelayan Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun. Demi Allah, selama itu beliau tidak pernah berkata “Uff’ (Husy) kepadaku, dan tidak pernah membentakku dengan perkataan, “Hai, kenapa engkau perbuat begitu!” (HR. Muslim)

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

    Dari Abdullah bin ‘Amruia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap isteri-isterinya.” (HR. Ibn Majah)

     – عن أَنس رَضِيَ اللهُ عَنْه أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبيَانٍ فَسَلَّم عَلَيْهِم وقَالَ :كَانَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَفْعَلُهُ   – مُتَّفَقٌ عَلَيْه

    Dari Anas Radhiyallahu Anhu. bahwa ia berjalan melalui anak-anak, kemudian ia memberikan salam kepada mereka ini dan berkata: Nabi saw. juga melakukan sedemikian.  (Muttafaq Alaih)

    Dan banyak lagi hadis-hadis lain yang menggambarkan uswah hasanah kekasih-Nya itu.

    Akhir-akhir ini sedang viral berita tentang pelecehan terhadap Rasulullah SAW di Prancis. Andaikan para pembenci Rasulullah mengenal sosok Rasuullah dengan baik, tentu mereka tak akan melakukan itu, Justru mungkin sebaliknya, dari benci menjadi cinta dan masuk Islam, aamiin.

    Untuk menambah kerinduan dan kecintaan kita kepada Al-Habib Al-Musthafa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kita bisa mendownload aplikasi Potret Pribadi nabi Muhammad SAW melalui link :

    https://bit.ly/download-siroh-nabi-android

    Wallahu A’lam.

    Ridwan Shaleh