Artikel Islam

Perawi Hadis Termasyhur di Dunia, Abu Hurairah RA.

pusatkajianhadis - July 1, 2019

Abu Hurairah Al-Dausi Al-Yamani

Ya, sebuah nama yang tidak asing di telinga kaum muslimin maupun orientalis. Al-Dausi adalah salah satu nama klan yang dinisbatkan kepada beliau. Al-Yamani artinya Yaman, negeri asal beliau.

Beliau adalah Sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis-hadis Rasulullah SAW. Ulama sepakat bahwa beliaulah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis walau pun hanya 3 (tiga) atau 4 (empat) tahun hidup bersama Rasulullah SAW (Ibn Hajar, Al-Ishabah:13:38) Kok bisa ? bukankah banyak para sahabat Rasulullah yang lebih lama bergaul dengan Rasulullah SAW seperti Khalifah Rasyidah yang empat? Bukankah masih ada Bilal, Zaid Bin Tsabit dan sahabat lainnya ? kenapa bisa Abu Hurairah RA disebut perawi hadis yang paling banyak meriwayatkan dari pada sahabat lainnya ? In Sya Allah nanti kita bahas.

Abu Hurairah adalah sebuah kunyah (Baca: kun-yah), bukan nama asli. Abu artinya “Bapak” sedangkan Hurairah artinya “Kucing Kecil”. Ada berapa riwayat yang mengatakan bahwa Abu Hurairah adalah kunyah yang langsung diberikan oleh Rasulullah SAW. Abu Hurairah RA berkata: “Suatu hari saya membawa kucing kecil di lengan baju saya. Rasulullah SAW melihat saya dan bertanya: “Apa ini?” aku menjawab: “Kucing kecil.” Lalu beliau berkata “ Wahai Abu Hurairah (Bapak kucing)”. (Lihat Ibn Abd Al-Barr, Al-Isti’ab: 2:475).

Ada juga riwayat lainnya bahwa kunyah Abu Hurairah sudah ada sejak lama sebelum beliau masuk Islam. Salah seorang sahabat bertanya kepada Abu Hurairah RA: Mengapa orang-orang menjulukimu Abu Hurairah ? Beliau menjawab : “Dulu saya pernah megembala kambing untuk keluargaku, aku memiliki anak kucing yang aku ajak bermain. Lalu mereka memberi julukan itu kepadaku”. (Al-Dzahabi, Al-Siyar: 2:588).

Lalu siapa nama asli Abu Hurairah ?

Para ulama berbeda pendapat tentang nama asli Abu Hurairah, terutama nama beliau sebelum masuk Islam. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Abd Syam (penyembah matahari), Ada juga yang mengatakan Abu Al-Aswad, Sukain, Barir, Abd Ghanm, Amr, Said dan nama-nama lainnya. Begitu juga nama beliau setelah masuk Islam, ada yang mengatakan namanya adalah Abdullah atau Abd Al-Rahman. Dari sekian banyak nama, yang paling masyhur nama asli beliau adalah Abd Al-Rahman Ibn Shakhr RA.

Menurut riwayat yang masyhur, Abu Hurairah RA masuk Islam pada tahun 7 H setelah perang Khaibar.

Beberapa alasan para ulama berpendapat bahwa beliau adalah sahabat Rasululah yang paling banyak meriwayatkan hadis dan paling banyak muridnya. Analisis para ulama diantaranya :

Abu Hurairah RA pernah dido’akan Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, aku telah mendengar banyak hadis dari Baginda, namun aku lupa. Beliau lalu bersabda : Hamparkanlah selendangmu. Maka aku menghamparkannya, lalu beliau seolah menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: Ambillah. Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi.” Di kesempatan lainnya, Abu Hurairah pernah berdo’a kepada Allah “ Ya Allah, berilah aku ilmu yang tidak dilupakan (selalu ingat).” Rasulullah bersabda: ‘Aamiin. (HR. An-Nasa’i)

Selain do’a dari Rasulullah SAW, beliau selalu mengikuti Rasulullah SAW kemana pun Beliau SAW pergi. Walau pun hanya 3 atau 4 tahun saja, tapi hal tersebut dilakukan sangat intens, setiap saat. Hal tersebut sangat mungkin karena Abu Hurairah adalah salah seorang Ahlus Suffah (sangat prihatin dalam hal ekonomi) sehingga mempunyai waktu yang sangat banyak untuk bersuhbah kepada Rasulullah SAW. Berbeda dengan para sahabat lainnya yag berprofesi tetap sebagai petani atau pedagang.

Banyak dari kalangan Sahabat dan tabi’in yang belajar hadis dari beliau. Ada riwayat  yang mengatakan bahwa murid beliau mencapai 800 orang.

Selain ahli  hadis, beliau adalah seorang ahli fiqih dan penuh kesederhanaan dalam hidupnya. Beliau sangat bersyukur hanya karena makan sepotong roti karena hampir setiap hari beliau hanya  memakan sedikit kurma dan air putih. Ikrimah meriwayatkan bahwa setiap hari Abu Hurairah bertasbih kepada Allah sebanyak 12.000 kali.

Beliau wafat pada tahu 57 H. Ada pula yang meriwayatkan bahwa beliau wafat pada tahun 59 H.

Jumlah hadis yang beliau riwayatkan diperkirakan berjumlah 5.374.

Wallahu a’lam.

Ridwan Shaleh.

 

Referensi :

  • Siyar A’lam Al-Nubala, Muhammad Ibn Ahmad Ibn Utsman Al-Dzahabi, Beirut: Mu’assasah Al-Risalah, 1993, Juz 2
  • Al-Ishabah Fi Tamyiz Al-Sahabah, Ahmad Ibn Ali Ibn Hajar Al-Asqallani, Juz 13
  • Al-Isti’ab Fi Asma Al-Ashab, Ibn Abd Al-Barr, Beirut: Dar Al-Fikr, 2006, Juz 2