Fiqih Ibadah

Tentang aqiqah

Kinta Mahadji - March 29, 2019

Assalamu’alaikum ustadz saya mau tanya. Apakah aqiqah sah apabila disembelih di tempat yang jauh dari tempat kita. Contoh saya di lamoung timur mau aqiqah anak saya dan kambing itu saya sembelih di lampung tengah di tempat pesantren guru saya.maksudnya daging kambing aqiqah anak saya sekalian untuk acara pengajian di pesantren itu. Apakah aqiqah anak saya sah atau tidak. Mohon jawabanya dalil kalau ada. Atas jawabanya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Jawaban :

Wa alaikumus salam wr wb.

Aqiqah hukumnya sunnah. Aqiqah merupakan bentuk syukur orang tua yang dikarunia anak dengan cara menyembelih 2 kambing untuk anak laki dan 1 kambing untuk anak perempuan. Dagingnya dimasak, dimakan sebagian oleh keluarga dan sebagian lagi disedehkan.

Yang namanya sedekah tentu boleh kepada siapa saja.

Mengenai daging Aqiqah boleh disedekahkan seperti layaknya daging qurban, berikut riwayat dari Aisyah RA :

فقالت عائشة رضى الله تعالى عنها لا بل السنة أفضل عن الغلام شاتان مكافئتان وعن الجارية شاة تقطع جدولا ولا يكسر لها عظم فيأكل ويطعم ويتصدق وليكن ذاك يوم السابع فإن لم يكن ففي أربعة عشر فإن لم يكن ففي إحدى وعشرين

  Aisyah berkata RA berkata : Tidak, akan tetapi (Aqiqah) itu sunnah, yang paling afdhal (utama)  untuk anak lelaki 2 kambing, anak perempuan seekor kambing. Dimasak utuh tulangnya, tidak dipecah tulangnya, dimakan sendiri, diberikan ke orang lain, dan disedekahkan. Dilaksanakan pada hari ketujuh, apabila tidak bisa maka di hari ke-14, apabila tidak bisa maka dilakukan pada hari ke-21 (HR. Al-Hakim)

Dengan demikian, aqiqah yang dilaksanakan di tempat yang jauh hukumnya tetap sunnah dan sah dilakukan.

Wallahu a’lam.