Category: Berita & Kegiatan PKH

  • Tim PKH Lakukan Sosialisasi Program dengan Salurkan Buku Wakaf Ke Pesantren Griya Tahfidz Cakung

    Tim PKH Lakukan Sosialisasi Program dengan Salurkan Buku Wakaf Ke Pesantren Griya Tahfidz Cakung

    Tim Pusat Kajian Hadis (PKH) melakukan sosialisasi program melalui beberapa buku karya alm. KH. Ahmad Lutfi Fathullah, MA kepada para santri pesantren Griya Tahfidz Cakung, Tangerang pada 23/09/2022.

    Program PKH yang saat ini berjalan salah satunya adalah “Raih Pahala Jariyahmu dengan Berwakaf Buku” dan “Bawa Rp. 100.000 mu ke Surga”. Dengan adanya program wakaf buku, para jamaah bisa menyalurkan donasi mereka yang pemanfaatannya akan dirasakan langsung oleh para santri di beberapa pesantren.

    Kedatangan tim PKH ke pesantren Griya Tahfidz Cakung disambut dengan baik dan dinanti pihak pesantren. Kedatangan Tim PKH berkordinasi dengan ust. H. Zamroni, M.Pd (direktur pembinaan pengajaran) beserta istri ustazah Ummi (kepala asrama). Qadarullah direktur pimpinan pesantren Griya Tahfidz Cakung KH. Umar Syariffudin, Lc., S.Ag. tidak bisa membersamai karena sedang kurang sehat.

    Tim PKH memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud dan tujuan berkunjung ke pesantren Griya Tahfidz Cakung kepada para santri setelah para santri selesai shalat Ashar lalu berkumpul di Aula melakukan kegiatan rutin yakni tadarus bersama.

    Di awal acara para santri terlihat tegang dengan kedatangan tim PKH namun akhirnya menjadi cair dengan perkenalan PKH yang diselingi oleh beberapa pertanyaan kuis spontan untuk para santri. Para santri pun terlihat sangat bahagia dan senang adanya kegiatan seperti ini.

    Sebanyak 249 eksemplar buku disalurkan ke pesantren Griya Tahfidz Cakung untuk dijadikan bahan kurikulum acuan program belajar menghafal para santri. Ada 3 Judul buku yang diberikan oleh pihak PKH seperti 40 Kumpulan Ayat-Ayat Al-Qur’an Populer dan Sering Dibaca Imam, 40 Hadis Nasehat Untuk Santri dan 40 Hadis Mudah Dihafal Sanad Dan Matan Riwayat Imam Bukhari.

    Diharapkan buku-buku ini bisa menjadi rujukan pihak pesantren untuk para santri menghafal hadis-hadis nabi Muhammad SAW.

    Di pesantren Griya Tahfidz Cakung tingkatan pendidikan santri dimulai dari taman kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), sampai Madrasah Aliyah yang kondisi sekolahnya menginduk dengan sekolah lain.[nur]

  • Baznas DKI Jakarta Gelar Pelatihan Pembuatan Nutrisi Hidroponik di Pesantren PKH

    Baznas DKI Jakarta Gelar Pelatihan Pembuatan Nutrisi Hidroponik di Pesantren PKH

    Bimbingan program Baznas Bazis DKI Jakarta Green House Hidroponik menggelar pelatihan pembuatan nutrisi yang berkerja sama dengan Pusat Kajian Hadis (PKH) pada hari Sabtu (24/09/2022) di pesantren PKH.

    Baca juga: Anies Baswedan Jadikan Nama KH Lutfi Fathullah untuk Ponpes Tahfizh Difabel

    Peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan nutrisi tersebut berjumlah 14 orang dari 3 wilayah di antaranya kantor walikota Jakarta Pusat, kelurahan Halim dan kelurahan kampung Makassar.

    Narasumber pelatihan pembuatan nutrisi disampaikan oleh Ust. Khairul Anwar dan Ust. Tarsim Fillah dari tim PKH.

    Dalam pelatihan nutrisi ini para peserta diajarkan menakar ukuran berat nutrisi sesuai ukuran yang diperlukan tanaman dengan cara ditimbang. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini peserta bisa merakit nutrisi sendiri untuk di produksi tanpa membeli eceran yang harganya lumayan lebih mahal.

    Pembuatan nutrisi AB Mix memang banyak sekali bahan yang diperlukan seperti calcinit, KNO3, Fe-Eddha, MgSO4, MKP, MAP, K2SO4 dan Mikromik.

    Selain pembuatan nutrisi, PKH juga memberikan ilmu mengenai pengembangan hidroponik. Pembahasan pengembangan hidroponik disampaikan melalui praktik dengan cara memanfaatkan hasil dari sayuran hidroponik menjadi produksi minuman yang bisa di jual diantaranya jus pakcoy dan minuman teh Nina.

    Tanaman hidroponik merupakan tanaman yang tidak menggunakan media tanah namun memanfaatkan air dan media tanam yang berupa benda padat seperti rockwol, tissue dan sebagainya.

    Beberapa wilayah di daerah sekitar DKI Jakarta mendirikan Green House Hidroponik yang bertujuan menggangkat perekonomian masyarakat dan cinta akan penghijauan.

    Baznas Bazis DKI Jakarta sendiri menyediakan program Green House Hidroponik di beberapa tempat terutama program untuk masjid, majlis ta’lim, dan kelurahan.[nur]

  • Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam Belajar Manasik Haji & Umrah di Pesantren PKH

    Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam Belajar Manasik Haji & Umrah di Pesantren PKH

    Sebanyak 20 jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam berkunjung ke Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) Bogor pada hari Sabtu lalu (17/09/2022).

    Baca juga: Majelis Taklim Karyawan XL Adakan Rapat Kerja di Pesantren PKH

    Dengan menggunakan 1 mobil Elf, para jamaah yang berangkat dari Cengkareng tersebut dipimpin oleh ibu Ika.

    Kedatangan mereka ke PKH atas rekomendasi salah seorang jamaah yang berharap jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam bisa berwisata religi sekaligus melakukan simulasi manasik haji di pesantren PKH.

    Rencana kunjungan ke pesantren PKH dari jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam termasuk mendadak. Mereka baru mengabari pihak manajemen bahwa akan berkunjung ke pesantren PKH, satu hari sebelum hari H. Namun tim PKh tetap bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan cepat dan profesional termasuk memberikan pelayanan sebaik mungkin ketika tahapan pengajaran manasik haji.

    Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam mendapatkan pembelajaran kegiatan manasik haji dan umrah dari ustadz Khairul Anwar yang beliau kebetulan tinggal di lingkungan pesantren PKH.

    Ada kisah duka dibalik kunjungan Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam ke pesantren PKH yaitu 2 dari jamaah yang datang ternyata korban penipuan travel umrah.

    Mereka yang seharusnya bisa berangkat umrah tahun ini, qadarullah terpaksa batal akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak travel. Namun kunjungan ke pesantren PKH, bisa sedikit mengobati rasa kecewa mereka karena selama di pesantren PKH mereka bisa merasakan atmosfir suasana Baitullah dengan belajar manasik haji dan umrah.

    Semoga para Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam bisa melakukan ibadah umrah bahkan haji. Amin.[nur]

  • Pendidikan Parenting TK Islami Al Kahfi Adakan Manasik Haji Ibu dan Anak di Pesantren PKH

    Pendidikan Parenting TK Islami Al Kahfi Adakan Manasik Haji Ibu dan Anak di Pesantren PKH

    Pada hari Kamis (16/9/2022), TK Islami Al Kahfi,  Cigombong memnggelar kegiatan parenting berupa manasik haji bersama ibu dan anak di Pesantren PKH.

    Baca juga: TK Al-Muhtari Mengikuti Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 50 anak dan 50 ibu dengan didampingi 7 guru ikut bersama dalam melaksanakan kegiatan manasik haji di pesantren PKH.

    Layananan kegiatan manasik haji yang melibatkan orang tua dan anak ini baru pertama kali dilakukan oleh manajemen pesantren PKH.

    Jika selama ini, para orang tua hanya mendampingi anak mereka, namun untuk kegiatan manasik haji kali ini, para orang tua juga ikut serta dalam seluruh kegiatan manasik dari awal hingga selesai

    Tujuan dari pihak TK Islami Al Kahfi mengadakan kegitaan manasik haji bersama ibu dan anak adalah untuk mengetahui bagaimana pola pendidikan parenting dalam menanamkan sikap religus pada usia dini.

    Dengan adanya pola pendidikan parenting berupa kegiatan manasik haji bersama antara ibu dan anak, diharapkan dapat memberikan wawasan serta ikatan yang kuat antara keduanya. Selain menanamkan niat dan semangat serta memotivasi anak untuk menunaikan ibadah haji ketika mereka besar nanti.

    Runtutan pelaksanaan manasik haji, baik dari rukun haji maupun wajib haji yang dipelajari selama kegiatan sangat bermanfaat untuk bekal mereka ketika akan melaksanakan haji sesungguhnya nanti.

    Penyambutan kedatangan manasik haji sekolah TK Islami Al Kahfi di mulai pada pukul 08.00 pagi di mulai dari pengarahan tempat kegiataan, penyambutan pembuka acara, penyampaian materi dan pelaksanaan praktik manasik haji.

    Pelaksanaan manasik haji dilakukan dengan metode haji tamatu. Selain ibu dan anak belajar manasik haji pengajar juga memperkenalkan sekaligus berkunjung ke miniatur goa mini diantaranya Goa Hiro, Tsur dan Kahfi yang ada di sana.

    Pihak pesantren PKH menurunkan pengajar dan fotografer sebanyak 7 orang selama kegiataan berlangsung, di mana mereka bertugas sebagai tim pelayanan.

    “Alhamdulilah… dengan kegiatan ini selain juga menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak-anak dan orang tua murid juga bisa membuat orang tua dan anak ikatannya semakin kuat.,” ujar Eri Heriah salah satu guru TK Islam Al Kahfi.

    Beliau juga berharap kedepannya PKH bisa semakin sukses dan dapat meningkatkan pelayanannya dengan lebih baik lagi.[nur]

  • Mahasiswa KKL UIN Makassar Berkunjung ke PKH Jakarta

    Mahasiswa KKL UIN Makassar Berkunjung ke PKH Jakarta

    Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar pada Kamis (08/09/2022) berkunjung ke Pusat Kajian Hadis (PKH) dalam rangka kegiataan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Praktikum Kompetensi Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar Semester 7 Angkatan 2019.

    Baca juga: Kampus UIN Walisongo Semarang Ajak PKH Berkaloborasi Takhrij Hadis Berbasis Smart Aplikasi

    Sekitar 30an mahasiswa KKL Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar yang didampingi oleh dosen pembimbing mereka ini tiba di kantor PKH pada pukul 11 siang.

    Kampus UIN Aluddin Makassar fakultas ushuluddin dan Filsafat sudah menjadikan kegiatan rutin KKL tiap tahunnya dengan menggunjungi PKH di Jakarta, namun kegiatan sempat terhenti selama masa pandemi covid-19.

    Perjalanan para mahasiswa KKL ini penuh dengan perjuangan karena berbeda dengan mahasiswa Makassar sebelumnya yang pernah berkunjung ke PKH dengan jalur udara. Sedangkan mahasiswa saat ini membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke Jakarta karena menggunakan jalur darat dan laut.

    Selama di PKH, mahasiswa mendapatkan presentasi karya-karya PKH disampaikan oleh ustaz Tarsim Fillah dengan didampingi Ustaz Agus beserta ustaz Kinta yang menjelaskan digitalisasi sebagai tim IT PKH.

    Tidak lupa tim PKH mengajak mahasiswa studi Ilmu Hadis UIN Makassar untuk belajar digitalisasi di pesantren PKH yang ada di Bogor seperti kampus-kampus UIN lainnya.

    Para mahasiswa dan dosen pembimbing sangat antusias melihat karya-karya PKH yang sangat luar biasa yang dibungkus dengan aplikasi digital.

    “Saya sangat terharu dengan perjuangan almarhum KH. DR. A. Lutfi Fathullah, MA karena dahulu kami dan rekan forum pernah ada kontrak di stasiun TVRI. Beliau sangat mendukung forum kami bersama teman mahasiswa pada saat itu yang ingin kembali menghidupkan hadis sunnah ini. Kami rindu suasana dan suara beliau dengan ala betawinya namun sangat tegas,” ungkap Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag. sebagai dosen pembimbing.

    Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag juga menjelaskan alasan lain mereka berkunjung ke PKH yaitu tidak ingin tali silaturrahim yang sudah terjalin selama ini menjadi terputus setelah wafatnya KH.Lutfi Fathullah.

    “Mengapa kami berkunjung PKH karena kami tidak ingin memutuskan tali silaturrahim kepada PKH. Rasa-rasanya ini juga bukan hanya aset PKH tapi juga aset ummat yang harus tetap ada dalam bidang ilmu hadis, juga aset ummat Islam karena banyak sekali kontribusi yang dibberikan PKH kepada umat Islam khususnya mahasiswa yang ingin belajar hadis.”

    “Dan kami sebagai dosen terbantu dengan beberapa aplikasi dan digitalisasi hadis. Salah satu bentuk apresiasi, kami membentuk mata kuliah digitalisasi hadis,” tambah Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag.

    Dalam kesempatan yang sama direktur PKH, Hj. Ida Farida, sangat mengapresiasi para mahasiswa KKL Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar yang sudah berkunjung ke PKH.

    “Panjangnya perjalanan adik-adik semua ini, mudah-mudahan pahala dan hasilnya yang anda dapat semoga Allah swt ridhoi,” Ujar Hj. Ida Farida.

    Kegiatan KKL merupakan kegiatan yang memadukan observasi dan kunjungan yang dilakukan secara induvidu. Adanya kegiatan KKL mahasiswa dapat memperoleh manfaat bukan sekedar kunjungan semata. Mahasiswa dapat membandingan antara teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan dengan aplikasi di dunia nyata.

    Keberhasilah pelaksanaan KKL tidak hanya di dapat saat itu juga ketika mahasiswa masih belajar di perguruan tinggi. Pelaksanaan dari hasil KKL berbentuk laporan dan sangat berdampak baik ketika mahasiswa itu telah lulus dari perguruan tinggi.[nur]

  • TK Al-Muhtari Mengikuti Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    TK Al-Muhtari Mengikuti Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Taman Kanak (TK) Al-Muhtari mengadakan kegiatan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor pada Kamis (07/09/2022). Peserta didik yang ikut manasik haji sejumlah 31 anak dengan didampingi 7 guru serta pimpinan TK Al-Muhtari bapak H. Ust. Amas, SE. MM, berserta istri ibu ustazah Hj.Dra.Tita Rosita.

    Tujuan TK Al-Muhtari mengikuti kegiatan manasik haji untuk meningkatkan kualitas nilai pemahaman dan praktik haji pada usia dini. TK Al-Muhtari sendiri sudah 3 kali kunjungan belajar manasik haji di pesantren PKH, 2 kali sebelum pandemi covid-19 dan 1 kali saat ini walaupun kegiatan tersebut ada dari setiap tahun yang berbeda.

    Acara pertama pembukaan oleh ustazah. Nurrohmah yang dilakukan di Aula. Kemudian anak-anak diarahkan ke Mushollah untuk melaksanakan peragaan shalat Idul Adha dan khotbah. Masing-masing tugas sebagai Imam shalat Idul Adha dan khotbah dipimpin oleh anak didik yang sudah dipersiapkan dan dilatih guru di sekolah.

    Penyampaian materi manasik haji di pimpin oleh ustaz Tarsim Fillah sampai praktrik manasik haji selesai, yang di setiap area manasik haji dijelaskan dan diceritakan kisah nabi yang ada di dalamnya. Seperti “kisah nabi Ibrahim as yang diperintahkan Allah swt melalui mimpinya bahwa anak kandung yang bernama nabi Ismail as akan disembelih sebagai kurban.”

    Pelaksanaan kegiatan manasik haji di PKH mendapat respon positif dari TK Al-Muhtari karena mereka mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan mulai dari penyambutan hingga penyampaian materi yang mudah diterima anak didik dan guru.

    Dampak dari kegiatan manasik haji dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pemahaman maupun keterampilan peserta didik. Memperkenalkan kepada anak dengan menyempurnakan rukun Islam yang terakhir yaitu menunaikan ibadah haji.

    “Alhamdulilah kami dari TK Al-Muhtari merasa puas sudah 3 kali mengikuti kegiatan untuk anak-anak manasik haji di PKH…
    Alhamdulilah pembangun di pesantren PKH sekarang sudah mulai rapih… InsyaAllah kami tiap tahunnya akan manasik haji di sini,” Ungkap salah satu guru ibu Cinta.

    Sedangkan istri pimpinan TK Al-Muhtari, ustazah Hj. Dra. Tita Rosita, bersyukur dengan pembangunan area untuk manasik haji.

    “Alhamdulilah pembangunan area Sa’i ada perubahan…Kami lebih tertarik anak manasik haji di Pesantren PKH karena penyampaian materi lebih lengkap sehingga anak lebih memahami manasik haji lebih optimal,” ungkap beliau.[nur]

     

  • Murid TPA Rumah Ilmu Berserta Orang Tua Ikut Manasik Haji di Pesantren PKH

    Murid TPA Rumah Ilmu Berserta Orang Tua Ikut Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 27 anak dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rumah Ilmu beserta 21 orang tua dan 4 guru ikut serta belajar manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad (04/09/2022).

    Baca juga: TPA Rahmatan Lil Al-Amin Melaksanakan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Kegiatan belajar manasik haji di pesantren PKH ini merupakan yang pertama bagi TPA Rumah Ilmu, Kalideres, Jakarta Barat, pimpinan ustadzah Nuri.

    Tidak hanya anak-anak saja yang belajar manasik haji akan tetapi para orang tua yang mengantar anak-anak mereka pun juga ikut belajar.

    Semua peserta manasik memakai pakaian berwarna putih dan untuk anak-anak tidak lupa membawa batu kerikil yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Batu tersebut terbuat dari kertas yang digulung-gulung dibentuk seperti buletan kecil sebanyak 21 biji.

    Pembelajaran manasik haji dibagi menjadi 2 kloter, bagi anak-anak dipimpin oleh ustazah Dian dan orang tua murid dipimpin ustadz Tarsim. Materi yang diajarkan cara penjelasannya tentunya sangat berbeda. Anak-anak mendapatkan materinya ringan sedangkan orang tua lebih mendalam terkait manasik haji.

    Tujuan dari kegiatan belajar manasik haji ini untuk mengenalkan kepada anak bahwa menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke-5. Memperkenalkan Arafah, Mina, Jumrah, Ka’bah dan Sa’i dengan runtutan tata cara pelaksanaan manasik haji.

    Pengajian TPA Rumah Ilmu rutinitasnya diadakan pada sore hari dan murid-murid di sana ada beberapa tingkat dari sisi usia pendidikan. Mulai dari anak kecil sampai anak remaja akan tetapi TPA anak remaja tidak diikut sertakan dalam kegiatan belajar manasik haji kali ini.

    Ustazah Nuri sendiri bukanlah sosok yang asing bagi seluruh staf karyawan PKH. Beliau memang sudah banyak sekali mengajak beberapa majelis ta’lim daerah Kalideres untuk belajar manasik haji di pesantren PKH ± 300 orang.

    *Alhamdullilah wasyukurillah..terimakasih untuk Rumah ilmu..ummi..umma2 semuanya yang sudah mengadakan acara ini. Akhirnya saya bisa menginjakan kaki saya lagi yg ke-2 kalinya ke Pesantren PKH. Semoga Allah SWT memanggil saya untuk bisa menginjakkan kaki ke Makkah al-Mukarramaha yang asli nya,” ungkap salah satu orang tua murid.

    Menurut para orang tua murid, pesantren PKH sudah semakin bagus dan rapih serta pelayanan yang juga sudah semakin baik.

    “Pelayanannya baik banget, memuaskan, pulang mendapatkan ilmu dan pengalaman. Semoga PKH semakin maju dalam segala nya, Amiin,” ujar orang tua murid TPA Rumah Ilmu.[nur]

  • TPA Rahmatan Lil Al-Amin Melaksanakan Manasik Haji di Pesantren PKH

    TPA Rahmatan Lil Al-Amin Melaksanakan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 42 murid dan 5 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rahmatan Lil Al-Amin, desa Bohlam Cigombong, Bogor melaksanakan kegiatan manasik haji pada Ahad (28/08) di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH).

    Baca juga: MUI Pusat Salurkan 10 Ekor Sapi dan 42 Ekor Domba Qurban kepada Masyarakat

    Kegiatan manasik haji ini sudah menjadi salah satu kegiatan kurikulum hampir di setiap TPA yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak bagaimana simulasi melakukan ibadah haji. Dan program ini juga menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak TPA maupun orang tua mereka.

    Adanya pandemi covid-19 beberapa waktu lalu telah menyebabkan semua kegiatan di sekolah maupun kegiatan lainnya tidak bisa dilaksanakan sebagaimana biasanya termasuk manasik haji. Dengan kosongnya kegiatan manasik haji, membuat para orang tua dan murid-murid TPA sering menanyakan hal tersebut ke guru-guru mereka kapan manasik haji akan dimulai lagi.

    Meskipun dalam pelaksanaannya kegiatan manasik haji ini cukup menguras tenaga khususnya anak-anak, namun mereka bisa mengikutinya dengan perasaan senang dan gembira penuh semangat. Terutama ketika mereka di posisi sedang thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah sambil diiringi  dengan membaca talbiyah.  Anak-anak TPA Rahmatan Lil Al-Amin tidak mengeluh walaupun harus mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran.

    Setelah rangkaian manasik haji selesai, Ustzah. Siti Romlah sebagai pengajar memberi pertanyaan kepada anak-anak. “Alhamdulilah acara kita sudah selesai dan inilah rangkaian manasik haji. Sekarang ibu tanya ya… “Capek atau laper”… “Laper atau capek”. Ternyata anak-anak serentak menjawab “laper”, dari jawaban ke-1 dan ke-2 itu pun sama. Jawaban spontan anak-anak ini membuat para guru TPA dan para ustadzah tim PKH tertawa.

    “Kami datang manasik haji di PKH sudah ke-2 kalinya, waktu itu ikut rombongan dari sekolah SD. Pembelajaran manasik pun dibagi menjadi 2 tempat; TPA di ruangan aula dan murid SD di asrama selasar Muslim,” ungkap ibu Rani salah satu guru TPA Rahmatan Lil Al-Amin. [nur]

  • Anies Baswedan Jadikan Nama KH Lutfi Fathullah untuk Ponpes Tahfizh Difabel

    Anies Baswedan Jadikan Nama KH Lutfi Fathullah untuk Ponpes Tahfizh Difabel

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Sabtu 27 agustus kemarin meresmikan pondok pesantren tahfizh khusus untuk kaum difabel yang berlokasi di Jalan Manunggal Jaya Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Gubernur Aceh Harapkan MTQ Menjadi Spirit Pengamalan Al-Quran

    Turut hadir dalam peresmian pondok pesantren tahfizh khusus difabel tersebut beberapa pejabat tinggi dari pemprov DKI Jakarta seperti sekretaris daerah dan Walikota Jakarta Selatan.

    Pondok pesantren tahfizh khusus kaum difabel ini merupakan salah satu upaya Baznas DKI Jakarta untuk membantu para penyandang disabilitas yang ada di DKI Jakarta agar dapat belajar Al-Qur’an serta memahaminya.

    Dalam sambutannya, Anies Baswedan menyatakan bahwa pondok pesantren tahfizh khusus difabel ini diberi nama pendiri Pusat Kajian Hadis (PKH) yang juga semasa hidupnya pernah menjabat sebagai ketua Baznas DKI Jakarta.

    “Dan nama yang dicanangkan untuk pondok pesantren tahfizh ini adalah Pondok Pesantren Tahfizh KH Lutfi Fathullah. Insya Allah ini menjadi catatan pengingat bagi kita semua dan Insya Allah tempat ini menjadi bagian jariyah Allahuyarham sebagai pribadi yang memulai menginisiasi ini,” ujar Anies.

    Lebih lanjut Anies menegaskan kembali bahwa pondok pesantren tahfizh difabel ini akan menjadi catatan jariyah yang aliran pahalanya tidak pernah berhenti untuk KH Luti Fathullah.

    Setelah menyatakan bahwa pondok pesantren tahfizh difabel secara resmi bisa digunakan, Anies kemudian menandatangani pendirian pondok pesantren tahfizh difabel sekaligus menuliskan nama Allahuyarham di batu prasasti.

    Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para pejabat tinggi pemprov DKI dan walikota Jakarta Selatan beserta anak almarhum KH Lutfi fathullah, ustadz Hadi Fathullah.[ah]

  • Majlis Ta’lim Khairunnisa Belajar Manasik Haji di Pesantren PKH, Bogor

    Majlis Ta’lim Khairunnisa Belajar Manasik Haji di Pesantren PKH, Bogor

    Ibu-ibu jamaah majelis ta’lim Khairunnisa berjumlah kurang lebih 28 orang dari Cibinong, Selasa (23/08),  berkunjung ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) untuk belajar manasik haji. Mereka datang ke pesantren PKH dengan menaiki bus ¾ bersama  ibu Hj. Susan Narulita, SE beserta keluarga selaku donatur acara kegiatan manasik haji tersebut.

    Baca juga: Majelis Taklim Karyawan XL Adakan Rapat Kerja di Pesantren PKH

    Tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain adalah belajar tentang manasik haji dan merasakan suasna wisata religi yang jarang ada di tempat wisata lain. Para jamaah sangat senang sekali bisa merasakan ke indahan ciptaan Allah swt disertai penghijauan dan mendapatkan pencerahan ilmu agama.

    Kedatangan para tamu pun disambut oleh tim PKH yang memang sedang bertugas di sana. Tamu jamaah majelis talim Khairunnisa dari Cibinong pimpinan ibu Yussi Fitria Sari dan ustzah Maya tiba lebih pagi pada pukul 07.30 kemungkinan karena jaraknya yang tidak terlalu jauh ke lokasi pesantren.

    Bagi jamaah yang belum sempat sarapan pagi, tim PKH menyajikan teh panas beserta cemilan yang siap untuk disantap sambil menikmati suasana pesantren yang asri.

    Selesai sarapan,  jamaah diarahkan untuk siap-siap berwudhu guna melaksanakan shalat Dhuha di mushollah.

    Tepat pukul 09.00 pagi jamaah bergegas ke Aula untuk memulai acara. Pertama tim PKH memberikan ucapan selamat datang, memperkenalkan petugas ustadz maupun ustzah yang membimbing acara serta memperkenalkan sedikit gambaran sekilas program kegiatan PKH yang selama ini sudah berjalan.

    Manasik Haji merupakan sebuah kegiatan pembelajaran pelaksanaan ibadah haji yang berhubungan dengan rukun, wajib dan sunnah haji. Teori pembelajaran manasik haji disampaikan oleh ust. Tarsim dan prakteknya dilakukan setelah pembelajaran materi selesai. Pelaksanaan manasik haji yang dipraktekan kepada jamaah yaitu haji tamatu seperti yang dilakukan oleh jamaah Indonesia.

    Setelah makan siang dilanjut dengan shalat Dzuhur berjamaah bersama, jamah kumpul kembali ke Aula untuk acara ke-2, yaitu sedikit tausiah memperkenalkan karya-karya PKH seperti menjemput kematian dan cerdas sirah.

    Jamaah juga diajak untuk mengikuti lomba berupa game siroh, di mana jamaah dibagi menjadi 3 kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah 8 orang. Games Sirah berlangsung dengan seru dan sangat berpengaruh besar untuk lebih dekat lagi mengenal Rasulullah saw.

    Masing-masing kelompok akan mendapatkan hadiah tetapi hadiah yang diterima tergantung dengan juara kelompok yang mereka raih. Hadiah yang disediakan dari juara 1,2 dan 3.

    “Terima kasih kepada ibu Susan yang telah mengundang kami ke pesantren PKH..Semoga ini menjadi kebaikan amal jariyah ibu Susan. Semoga diberikan kesehatan dan umur panjang. Semoga apa yang sudah diberikan ke kami InsyaAllah swt kami ingat. Semoga kita bisa bertemu di Surga-Nya Allah.” ungkap ibu Yussi Fitria Sari.[nur]