Category: Berita & Kegiatan PKH
-

TK Nurul Iman dan Paud Qu Tahfiz Quran Belajar Manasik Haji di Pesantren PKH
Taman Kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Iman bersama dengan Pendidikan Usia Anak Usia Dini Al-Qur’an (Paud Qu) Tahfiz Al-Qur’an mengikuti kegiatan manasik haji bersama di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Senin (5/12/2022).Asal sekolah mereka pun berbeda kecamatan, untuk sekolah TK Nurul Iman berasal dari desa Cibedung kecamatan Ciawi sedangkan Paud Qu dari desa Cimulang kecamatan Rancabungur.Sebanyak 42 siswa dari dua sekolah tersebut melaksanakan kegiatan manasik haji beserta dengan 6 guru yang ikut serta mendampingi mereka di saat pelaksanaan manasik haji berlangsung.Kegiatan manasik haji di mulai pada pukul 08.15 pagi yang dilakukan secara bersamaan. Siswa dan guru di arahkan ke raung aula untuk menyimak sedikit materi ringan yang disampaikan oleh pengajar dari PKH sedangkan para wali murid menunggu di selasar Asrama Al-Bukhari sampai acara kegiatan manasik selesai.Cuaca di lokasi pesantren PKH sangat mendukung ketika kegiatan manasik berlangsung karena langit terlihat terang dan tidak terlalu panas.Masing-masing sekolah di dampingi 1 pengajar dari PKH yang akan membimbing serta mempraktikkan peragaan manasik setelah materi sudah selesai.Setelah mendapatkan materi secara teori, para siswa dan guru mulai meninggalkan ruangan aula menuju ke lokasi manasik..Kelompok 1 TK Nurul Iman di bimbing oleh ustazah Nurrohmah dan kelompok 2 dari sekolah Paud Qu Tahfidz Al-Qur’an dibimbing ustazah Dian Ayu.Kegiatan manasik haji sudah menjadi rutinitas tahunan di sekolah baik TK maupun Paud Qu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman bagi anak-anak tentang rukun Islam kelima sejak dini.Dalam testimoninya, pimpinan TK Nurul Iman bapak Aulia mengucapkan banyak terima kasih serta memberikan apresiasi atas pengajaran manasik yang diberikan oleh tim PKH.“Terima kasih kami ucapkan kepada ustazah sebagai guru pengajar dari PKH. Kami melihat kegiatan manasik haji ini dalam pengajarannya sangat bagus sekali dan kami merasa sangat puas,” ungkap beliau.Lebih lanjut beliau juga menyatakan bahwa kegiatan manasik haji TK yang dia pimpin di pesantren PKH, sudah dua kali terlaksana.“Tahun lalu kami juga manasik di PKH dan tahun ini sudah ke-2 kalinya,” ujar beliau.“Semoga tahun depan kami bisa manasik haji di PKH dan semoga murid kami bisa bertambah siswa sehingga lebih banyak lagi rombongan dari sekolah kami.” pungkas beliau.[nur] -

TK Asyifah dan Wali Murid Adakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Empat puluh dua anak beserta wali murid dari TK Asyifah mengadakan kegiatan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Sabtu, (26/11/2022).
Baca juga: Manasik Haji Cilik di Pesantren PKH Diikuti 182 Anak dari 9 Paud
Setiap tahunnya, TK Asyifah pimpinan ibu Widi yang berlokasi di daerah Depok ini selalu melakukan kegiatan manasik haji di pesantren PKH.
Pertama kali TK Asyifah berkunjung ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) untuk mengadakan kegiatan manasik haji pada tahun 2013. Dan hingga sekarang kegiatan manasik di PKH secara rutin terus mereka lakukan.
Rombongan TK Asyifah sejak pukul 06.00 pagi sudah meninggalkan area sekolah dan tiba di pesantren PKH pada pukul 08.16.
Perjalanan rombongan TK Asyifah cukup memakan waktu karena pihak sekolah memberikan kesempatan bagi anak-anak dan wali murid untuk ke toilet ketika melewati rest area.
Setiba di pesantren PKH peserta disambut dengan welcome drink dan khusus wali murid diberikan tambahan kegiatan untuk shalat dhuha.
Untuk metode kegiatan manasik haji, tim PKH memberi pengajaran khusus anak-anak dengan menggunakan haji ifrad sedangkan manasik haji wali murid menggunakan metode haji tamatu.
Wali murid juga mengikuti kegiatan manasik haji dengan rombongan terpisah dari anak-anak mereka dan mereka diajarkan oleh guru pengajar yang berbeda akan tetapi dengan waktu bersamaan pada saat kegiatan berlangsung.
Kegiatan manasik haji dimulai dengan menjelaskan materi secara teori kemudian baru praktik manasik haji. Bagi anak-anak di mulai dari berkunjung ke goa lalu menuju ke arafah untuk berwukuf. Sedangkan wali murid di mulai pada memasuki area replika Masjidil Hharam untuk tawaf mengelilingi Ka’bah.
Secara tidak langsung kegiatan manasik haji anak ini dapat memberikan pengalaman serta gambaran bagi mereka mengenai bagaimana tata cara melaksanakan rukun islam yang ke lima, selain menanamkan nilai keislaman sejak dini.
Pimpinan TK Asyifah, ibu Widi menyatakan kepuasannya melaksanakan kegiatan manasik haji di pesantren PKH.
“Terimakasih alhamdulillah. Saya pribadi seneng sekali bisa mengadakan manasik di pesantren PKH. Terutama wali murid dan anak sama-sama bisa latihan manasik haji.. Tempatnya asri dengan kenyamanan, penyampaian materi sangat membantu, pembimbingnya ramah, makan siangnya cukup memuaskan. Terima kasih bu guru pengajar dari PKH.” ungkap ibu Widi.[nur]
-

Manasik Haji Cilik di Pesantren PKH Diikuti 182 Anak dari 9 Paud
Sebanyak 182 anak dari 9 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an (Paud Qu) mengikuti manasik haji cilik yang dilaksanakan di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Kamis (24/11/2022).
Baca juga: 96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Kegiatan manasik haji cikik ini bertujuan memperkenalkan rukun Islam sejak usia dini dan dilakukan secara serentak dari berbagai lembaga Paud Qu.
Ketua kegiatan manasik haji cilik ustazah Neneng menyebutkan nama-nama Paud Qu yang ikut dalam manasik ini yaitu sekolah Paud Qu Asshyfa, Ar-Rahman, Albaiyatus Sholihat, Paud Qu Al-Aulia Darussalam, Paud Qu AL-Jihad, Paud Qu Syifaul Furqon, Paud Qu Rofa, Paud Qu Nurut Taqwa dan Paud Qu Kharisma.
Dimulai dengan kedatangan secara serentak peserta dari berbagai sekolah Paud Qu ke pesantren PKH pada pukul 07.30-08:00, kegiatan manasik kemudian dibimbing oleh tim pengajar manasik haji dari PKH sebanyak 4 orang di tambah 3 tim IT yang turut terjun membantu dalam kegiatan tersebut.
Dari 9 sekolah di kelompokkan menjadi 4 kloter dari masing-masing kloter terdapat gabungan dari 2 sekolah dan di setiap kloter didampingi 1 orang pengajar dari pihak PKH.
Pembukaan acara dimulai dengan sambutan menyapa kepada anak-anak dan guru yang telah datang ke pesantren PKH. Dihibur juga dengan lagu-lagu islami, peragaan nyayian, yel-yel yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan memikat fokus anak-anak sesuai dengan usia mereka.
Materi pun dimulai dengan menjelaskan proses kegiatan manasik haji yang akan dipraktekkan. Tak lupa pengajar menjelaskan mengenai apa saja larangan orang yang berhaji setelah mengambil miqot.
Selama praktek manasik haji berlangsung, suasana berlangsung tertib dan lancar, tidak ada keributan atau saling dorong di antara anak-anak yang jumlahnya ratusan tersebut. Membuat keributan atau saling dorong menjadi salah satu larangan bagi jamaah haji sebagai bayarannya akan terkena denda (dam) dengan cara membayar domba untuk disembelih
Salah satu pengajar memberikan kesempatan anak untuk memimpin doa yang pernah diajarkan di sekolah seperti doa kepada orang tua dan al-fatihah ketika prosesi wukuf berlangsung di area Arafah.
Seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, usai manasik para peserta dan pendamping mereka melakukan sesi foto bersama dengan latar belakang replika Ka’bah.[nur]
-

Dua Majelis Taklim Adakan Kegiatan Manasik Haji dan Peringatan Maulid Nabi di Pesantren PKH
Sebanyak 100 peserta dari gabungan majlis taklim Baitul Mughni dan Nurus Shofiah Jakarta Selatan melaksanakan kegiatan manasik haji serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantren Pusat Kajian (PKH) pada Sabtu (19/11).
Baca juga: Majelis Taklim Karyawan XL Adakan Rapat Kerja di Pesantren PKH
Tiba di pesantren PKH para jamaah majlis taklim diarahkan ke Mushollah untuk melaksanakan shalat duha terlebih dahulu. Jamaah diberikan waktu untuk beristirahat sejenak sambil menikmati sajian berupa snack dan minuman bandrek.
Kemudian panitia mengajak peserta untuk memasuki ruangan Aula untuk membuka acara. Dari tim PKH memberikan sambutan selamat datang serta memberikan gambaran sekilas aktivitas di pesantren PKH kepada para tamu yang sampaikan oleh ibu Hj. Ida Faridah selaku wakil ketua direktur PKH.
Dalam sambutannya, ibu Hj. Ida Faridah juga menyampaikan bahwa kalangan anak-anak TK, sekolah dasar-mahasiswa, karyawan dan majlis ta’lim bisa menggunakan sarana dan prasarana yang ada di pesantren PKH untuk kegiatan belajar.
Acara selanjutnya melaksanakan manasik haji yang merupakan kegiatan inti dengan dibimbing oleh ustazah. Neneng dari majlis taklim Nurus Shofiah Kalibata. Beliau memberikan materi pejelasan tata cara manasik haji kemudian langsung memulai dengan praktek peragaan manasik.
Acara dilanjutkan dengan memperingati Maulid Nabi saw dengan membaca rawi yang dibawakan oleh jamaah majlis taklim Guru Mughni. Sedangkan untuk tausiah, disampaikan oleh ustazah. DR. Faizah Ali Sibro Malisi, MA di mana beliau mengajak para jamaah untuk mengenal dan lebih mencintai baginda Nabi Muhammad saw.
Selama kegiatan, pihak PKH menyediakan makanan kemasan dan hasil dari bumi seperti buah-buahan, singkong dan lain-lain. Semua itu hasil dari kerjasama PKH kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Cinegara dan penduduk sekitar untuk memberikan mereka kesempatan berdagang.
Kegiatan ini di support oleh salah satu pembina dari PKH, KH. Faruk Sanusi yang menjadi donatur acara dan beliaupun ikut hadir ke pesantren PKH.[nur]
-

Tiga TK Ikuti Praktek Manasik Haji di Pesantren PKH
Sebanyak 52 anak mengikuti praktek kegiatan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH). Kegiatan ini merupakan gabungan dari 3 Taman Kanak (TK) yaitu TK Kamilah, Alam Rosita dan Tunas Pratiwi yang digelar pada Sabtu (12/11).
Baca juga: 96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Seluruh peserta datang ke pesantren PKH menggunakan kendaraan angkot yang telah disewa oleh pihak sekolah. Pihak sekolah juga mengajak wali murid untuk membantu membimbing anak-anak selama di perjalanan sampai menuju lokasi pesantren.
Kedatangan para peserta manasik beserta guru dan wali murid ke pesantren disambut oleh tim pembimbing PKH yang langsung mengarahkan para peserta menuju ke ruang aula dan wali murid diarahkan ke Mushollah.
Kegiatan manasik haji anak-anak ini sudah menjadi salah satu program TK tiap tahunnya dan merupakan bagian dari upaya memperkenalkan rukun Islam ke-5 yaitu ibadah haji kepada anak-anak sejak usia dini.
Dalam kegiatan ini, tim pembimbing PKH memberikan materi seputar ibadah haji, serta praktek manasik dan tidak lupa sedikit menceritakan kisah-kisah yang terkandung di dalam manasik haji di setiap area yang dikunjungi.
Anak-anak TK yang merupakan peserta manasik haji sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari memasuki replika goa Hira hingga menuju ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Para guru juga terlihat kompak dalam mendampingi anak-anak didik mereka selama kegiatan manasik haji serta saling berkerjasama antar sekolah.
Usai seluruh kegiatan manasik haji, para wali murid dipersilahkan untuk turun menjemput anak-anak mereka di lokasi area manasik yang letaknya di bawah pesantren PKH.
Kegiatan manasik haji yang berlangsung lancar dan sukses ditutup dengan sesi foto bersama di dekat replika Ka’bah yang ada di area manasik haji.
“InsyaAllah kami akan datang lagi untuk melaksanakan manasik di tahun berikutnya,” ungkap salah seorang guru TK.
“Alhamdulilah sekolah kami dari TK Kamilah melaksanakan manasik haji di PKH sudah 5 kali dengan acara ini.” ujar ibu Rina yang mewakili TK Kamilah.[nur]
-

Pesantren Al-Bayan Islamic School Makassar Terima Manfaat Wakaf Buku PKH
Pesantren Al-Bayan Islamic School kota Makassar menjadi salah satu lembaga yang menerima penyaluran wakaf buku PKH. Lewat program bertajuk “Raih Pahala Jariyahmu dengan Berwakaf Buku bawa Rp. 100.000 mu ke Surga” penyaluran wakaf buku dari donatur tersebut berlangsung pada bulan Oktober minggu ke-2.
Baca juga: Tim PKH Salurkan Wakaf Buku ke Pesantren Darul Falah Subang
Pihak Yayasan Pusat Kajian Hadis (PKH) menitipkan wakaf buku kepada salah satu dosen pembimbing Pesantren Al-Bayan Islamic School, bapak Radhie Munadi untuk menyalurkan buku-buku karya alm. Dr. KH. Lutfi Fathullah, MA.
Amanah ini diberikan ketika beliau datang kunjungan ke PKH Jakarta bersama para mahasiswa yang sedang mengikuti program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari kampus Universitas Islam Negri Alauddin UIN Makassar.
Buku yang dibawa oleh bapak Radhie Munadi terdiri dari setengah paket program wakaf buku yang jumlahnya masing-masing 25 buku. Diantaranya buku 40 hadis mudah di hafal Imam al-Bukhari, 40 Ayat Kumpulan Ayat Populer dan 40 Hadis Nasehat Santri.
Program wakaf buku PKH sudah banyak yang disalurkan ke pesantren untuk di manfaatkan para santriwan dan santriwati. Biasanya penyaluran program wakaf buku disosialisasikan oleh tim PKH dan ada juga donatur langsung yang terjun menyalurkan wakaf buku tersebut.
Setiap 100.000 rupiah yang diterima oleh pihak PKH akan dijadikan paket wakaf buku berisi 3 buku keislaman. Buku-buku yang sangat kaya ilmu tersebut akan diwakafkan ke berbagai pesantren, lembaga pendidikan atau rumah qur’an.[nur]
-

96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Sebanyak 96 peserta didik dari beberapa sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan kegiatan manasik haji secara gabungan pada hari Kamis 3 November 2022 di Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH).Peserta manasik haji berasal dari sekolah Paud Nurul Iman, Kelompok Bermain (KB) Attin, KB Salmandila dan TK Al-Fathoniyah dari daerah Caringin, Bogor.Acara di mulai secara serentak pada pukul 08.30 karena menunggu sekolah lain yang belum tiba setelah sebelumnya pukul 08.00 pagi sebagian peserta tiba di pesantren PKH.Pembimbing manasik haji dibagi 3 kloter, untuk kloter 1 oleh ustzah Nurrohmah, ustzah Dian Ayu di kloter 2 dan ust. Tarsim di kloter 3.Kegiatan simulasi manasik haji menjadi salah satu program sekolah khususnya bagi anak TK dan Paud setiap tahunnya. Anak didik diperkenalkan pada usia dini bagaiamana pelaksanaan ibadah haji baik itu melalui materi, praktek, dan beberapa tata tertib haji.Tiga orang utusan pengawas dari Caringin pun ikut menghadiri kegiatan manasik haji dan juga mengamati setiap pembimbing manasik yang sedang mengajarkan anak didiknya. Mereka sangat merespon positif mengenai penyampaian manasik haji di pesantren PKH.Turur hadir juga Satpol PP di pintu masuk utama pesantren untuk membantu mengontrol kedatangan para tamu peserta didik yang baru saja berdatangan. Arahan satpol PP ditugaskan untuk ikut hadir dalam acara tersebut yang dikerahkan oleh ibu Camat yang memang kebetulan beliau pemilik sekolah dari KB Attin.Banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan manasik haji juga menjadi berkah bagi para pedagang sekitar pesantren PKH di mana mereka berjualan di luar area pesantren.Usai kegiatan manasik, sebagian sekolah ada yang langsung pulang namun ada juga menuju acara selanjutnya yaitu ke tempat wisata untuk liburan renang.Kegiatan manasik haji di pesantren PKH mendapat respon positif dari pihak sekolah. Secara umum mereka merasa sangat puas dengan pelayanan tim PKH dan pengajaran pada kegiatan manasik haji.“Tahun ini kami melaksanakan manasik haji bersama 4 lembaga yang mengikuti. MasyaAllah sangat puas karena kami selalu kembali paud dari Nurul Iman melaksanakan manasik haji sudah 4 kali,” ungkap salah satu guru Paud Nurul Iman.“InsyaAllah, harapan kami mudah-mudah lebih banyak lagi teman-teman dari lembaga lain khususnya daerah Ciawi, Caringin dan sekitarnya bisa melaksanakan kegiatan manasik haji di PKH ini. Kami ucapkan terima kasih banyak.” ujar kordinator kegiatan Umi Kiki.[nur] -

5 Paud dan TK Ikuti Manasik Haji di Pesantren PKH
Sebanyak 120 anak yang merupakan gabungan dari 5 Paud dan TK yaitu Paud Warda, Amaris, Al-Hidayah dan Semesta Alam mengikuti peragaan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) di Desa Cinagara, Kec. Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca juga: Sekolah Paud dan TK Gelar Manasik Haji Secara Serentak di Pesantren PKH Bogor
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27 Oktober 2022 ini, juga melibatkan para guru dari masing-masing sekolah beserta pendampingan dari para orang tua yang juga ikut serta yang memantau kegiatan anak-anak mereka di pesantren PKH.
Para peserta didik yang hadir di acara gabungan pelaksanaan manasik haji berpakaian ihram yang sudah digunakan dari rumah masing-masing. Bagi laki-laki menggunakan kain ihram dan kaum perempuan menggunakan pakaian berwarna putih sekaligus membawa tas kecil yang berisi batu kertas diperuntukan untuk melempar jumrah.
Tak lupa juga para peserta dari 5 sekolah masing-masing menggunakan selayer yang diikat di leher dengan warna yang berbeda-beda. Manfaat dari selayer itu untuk membedakan ciri dari asal sekolah agar tidak tercampur dengan rombongan lain. Papan kecil yang bertulisan asal sekolah pun hadir dari setiap kloter yang sudah disiapkan oleh guru di sekolah.
Pembimbing pengajar manasik haji menjelaskan kepada peserta didik untuk berniat haji dan mengambil miqot di Bir Ali. Setelah itu peserta didik diarahkan ke tenda Arafah untuk wukuf melaksanakan ibadah. Kemudiaan pengajar menceritakan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam.
Tiba di tenda Mina peserta didik siap-siap pergi untuk melempar jumrah. Terlihat para peserta didik sangat semangat sekali melempar batu kertas yang dibahasakan oleh pengajar bahwa nanti ketika kita haji sesungguhnya menggunakan batu kerikil.
Sesampai di masjidil haram, peserta didik memperagakan thawaf mengelilingi Ka’bah. Dilanjut dengan Sai dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan terakhir tahalul mencukur rambut untuk mengakhiri dari ritual manasik haji.
Dalam kegiatan manasik haji ini memang berdampak besar bagi anak-anak usia dini sekaligus menjadi edukasi yang baik memperkenalkan rukun islam yang kelima.
“Alhamdulilah Hari ini semangat sekali dan luar biasa melaksanakan manasik haji,” ujar dari salah satu perwakilan guru ibu Rahmah.[nur]
-

Tim PKH Salurkan Wakaf Buku ke Pesantren Darul Falah Subang
Pusat Kajian Hadis (PKH) kembali melanjutkan Program wakaf buku. Dengan tema Raih Pahala Jariyahmu dengan Rp. 100.000-mu ke Surga, program wakaf buku ini diberikan dan disalurkan ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang jawa Barat pada hari Kamis, 20 Oktober 2022.
Baca juga: Tim PKH Lakukan Sosialisasi Program dengan Salurkan Buku Wakaf Ke Pesantren Griya Tahfidz Cakung
Selain ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang, wakaf buku ini juga sudah disalurkan ke beberapa pesantren baik yang dikunjungi langsung oleh pihak tim Pusat Kajian Hadis (PKH) maupun oleh donatur PKH.
Dalam kunjungannya ke pesantren Darul Falah, tim PKH tidak hanya menyalurkan buku-buku wakaf tapi juga bersosialisasi serta memberikan sedikit motivasi dan ilmu baru dengan beberapa aplikasi PKH yang zaman sekarang sudah menjamur dimana-mana mengenai kecanggihan alat elektronik di bidang Information Technology (IT).
Tim PKH sendiri sampai ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang, menjelang maghrib setelah sebelumnya melakukan perjalanan kunjungan dari Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Program wakaf buku yang digagas PKH manfaatnya sangat besar untuk para santri maupun guru pesantren. Dengan adanya program ini para santri bisa menghafal hadis dari buku-buku yang berjudul 40 Hadis Mudah Dihafal Imam al-Bukhari, 40 Kumpulan Ayat yang Sering Dibaca Imam dan 40 Hadis Nasehat Santri. Semua buku yang diwakafkan merupakan karya alm. DR. KH. A. Lutfi Fathullah, MA.
Buku karya alm. DR. KH. A. Lutfi Fathullah, MA memang sangat bagus sekali dan cocok sasarannya untuk para santri. Pertama dengan buku 40 Hadis Mudah Dihafal Imam al-Bukhari, santri menghafal hadis dan diajarkan dengan adanya rasa cinta mengenal akhlak baginda Rasulullah saw dan tanpa disadari santri pun tumbuh dengan menanamkan perilaku baik dengan adanya pesan-pesan Rasulullah saw.
Ke-2 buku 40 Kumpulan Ayat Yang Sering Dibaca Imam, dengan adanya buku ini pesantren bisa menerapkan bagi santrinya untuk shalat berjamaah dengan membaca surah tertentu yang ada di dalam buku tersebut. Sehingga surah yang dibaca seperti yang diaplikasikan oleh masjid-masjid besar seperti masjid Istiqlal, bahkan masjidil Haram dan masjid Nabawi.
Ke-3 buku 40 Hadis Nasehat Santri, dengan buku ini santri pun bisa menyampaikan isi pidato dengan hadis nasehat santri sesuai dengan pembahasannya yang ingin disampaikan. Misalnya, di acara muhadaroh yang setiap minggunya menjadi kegiatan wajib santri untuk mencurahkan bakatnya.
Sekilas pesantren Darul Falah
Pesantren Darul Falah merupakan lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang di dalam lokasi pesantren terdapat 2 tingkatan sekolah. Diantaranya, sekolah tingkatan Wustha/SMP dan Ulya/SMA. Jumlah keseluruhan santri yang berada di pesantren tersebut kurang lebih sekitar 200 anak.
Sekolah pendidikan Pesantren Darul Falah menerapkan sistem Islamic & Cultural Boarding School. Pimpinan pondok pesantren Darul Falah sendiri, kiyai Ridwan Hartiwan baru meninggal dunia pada 2021 lalu. Pucuk pimpinan pesantren kemudian digantikan oleh istri beliau guna meneruskan ponpes Darul Falah.[nur]
-
Sekolah Paud dan TK Gelar Manasik Haji Secara Serentak di Pesantren PKH Bogor
Sebanyak 220 anak dan 40 guru dari 13 sekolah yang berada di daerah kecamatan Caringin, Bogor mengadakan kegiatan manasik haji secara bersamaan pada hari Kamis 13 Oktober 2022 di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH).
Kegiatan manasik haji secara serentak dan bersamaan ini memang sudah sekian kalinya diadakan dan dikordinasikan oleh Umi Ida selaku kordinator kegiatan.
Peserta anak didik manasik haji yang ikut serta diantaranya dari sekolah Warda, Amaris, Al-Hidayah, Semesta Alam, Darul Funuh, Tahmid Islam, Tarbiyatul Falah, Al-Maksum, Darul Sa’adah, Al-Fatah, Assofah, Arrahmah dan Darul Rohim.
Pengabungan 13 sekolah di bagi menjadi 3 kloter dan masing-masing kloter dibimbing oleh 2 pengajar dari tim PKH. Ruang Aula ditempatkan untuk kloter 1, area selasar asrama Muslim untuk kloter 2 dan Mushollah digunakan untuk kloter 3.
Selain anak didik belajar manasik haji seluruh guru pendamping sekolah juga ikut serta dalam kegiatan tersebut belajar bersama baik mendengarkan materi yang disampaikan maupun mempraktekan prosesi manasik haji.
Kegiatan pelaksanaan manasik haji berjalan dengan lancar dan tertib walaupun dilaksanakan dengan waktu bersamaan. Lantunan kalimat Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lah berkumandang selama kegiatan berlangsung.
Seluruh jamaah cilik saling bersahutan antara kloter 1-3 mengucapkan kalimat wajib yang diucapkan saat pelaksanaan manasik haji. Selain itu, suasana juga sangat terasa sejuk dan mendukung dari sisi cuaca tidak panas dan tidak hujan sehingga anak didik bisa menikmati belajar lebih fokus.
Medan lokasi area praktek manasik haji posisinya turun naik seperti bukit dan disitulah perjuangan disertai dengan kenikmatan yang dirasakan oleh semua tamu dengan kondisi berbeda dengan tempat wisata Islami religi yang lain.
Perwakilan guru yang ikut dalam kegiatan manasik haji di pesantren PKH menyatakan sangat terkesan dengan pelayanan dan suasana kegiatan manasik.
“Kesannya luar biasa masyaAllah barokah. Kita jadi saksi untuk kedepannya. Terima kasih, ustad dan ustazah sudah membimbing anak didik kami. Mudah-mudahan kami bukan hanya sampai di sini tapi selamanya sampai akhir hayat.” Ujar ibu Suryati, mewakili dewan guru.
Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) memang rutin setiap tahunnya mengadakan kegiatan manasik haji yang bertujuan untuk memperkenalkan anak dengan pengetahuan tentang ibadah haji.
Ada beberapa PAUD dan TK yang memang sudah beberapa kali mengadakan kegiatan pelakasanaan manasik di Pusat Kajian Hadis (PKH) dan ada juga sekolah yang baru pertama kali.[nur]







