Category: Berita & Kegiatan PKH

  • Dua Bunga Yang Menolong Kita

    Dua Bunga Yang Menolong Kita

    Ada beberapa surat Al-Qur’an yang memiliki fadhilah atau keistimewaan tertentu. Keistimewaan tersebut tentu kita ketahui dari riwayat valid dari Rasulullah SAW.

    Siapa yang tidak kenal dengan Surat Al-Baqarah dan Ali Imran? Ya, dua surat terpanjang di dalam Al-Qur’an yang sangat sarat dengan makna. Untuk dua surat ini, Rasulullah menyebutnya dengan nama yang sangat indah, Azhrawain (dua bunga). Silakan kita simak hadis berikut ini:

    حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ وَهُوَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ سَلَّامٍ عَنْ زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَكَأَنَّهُمَا فِي كِلَيْهِمَا وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ مُعَاوِيَةَ بَلَغَنِي

    Telah menceritakan kepadaku Al Hasan bin Ali Al Hulwani telah menceritakan kepada kami Abu Taubah ia adalah Ar Rabi’ bin Nafi’, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah yakni Ibnu Sallam, dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Sallam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barokah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” Mu’awiyah berkata; “Telah sampai (khabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir.” Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami Yahya yakni Ibnu Hassan, Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah dengan isnad ini, hanya saja ia mengatakan; “Wa Ka`annahumaa fii Kilaihimaa.” dan ia tidak menyebutkan ungkapan Mu’awiyah, “Telah sampai (khabar) padaku.” (HR. Muslim dan Ahmad).

    Dinamakan Az-Zahrawain (dua bunga) karena cahaya, petunjuk dan besarnya pahala membaca kedua surah ini.[1] Selain besar pahalanya, orang yang membaca dua surat ini (Al-Baqarah dan Ali Imran) kelak dia akan mendapatkan perlindungan pada hari kiamat.

    Hadis lainnya, seperti:

    حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ تَعَلَّمُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ ثُمَّ مَكَثَ سَاعَةً ثُمَّ قَالَ تَعَلَّمُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا الزَّهْرَاوَانِ يُظِلَّانِ صَاحِبَهُمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ بِمَ كُسِينَا هَذِهِ فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ ثُمَّ يُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَاصْعَدْ فِي دَرَجَةِ الْجَنَّةِ وَغُرَفِهَا فَهُوَ فِي صُعُودٍ مَا دَامَ يَقْرَأُ هَذًّا كَانَ أَوْ تَرْتِيلًا

    Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Basyir bin Al Muhajir telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Buraidah dari ayahnya: Aku duduk di dekat Nabi Shallallahhu’alaihiwasallam, aku mendengar beliau bersabda: “Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir.” Beliau diam sesaat kemudian bersabda: “Pelajarilah surat Al Baqarah dan Ali ‘Imran karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat, keduanya seperti dua awan, naungan atau dua kelompok burung berbaris, Al Quran akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang kurus, ia berkata: Apa kau mengenaliku? Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu, ia berkata: Apa kau mengenaliku? Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu. Ia berkata: Aku adalah temanmu, Al Quran yang membuatmu haus ditengah hari dan membuatmu bergadang dimalam hari, setiap pedagang berada dibelakang dagangannya dan engkau hari ini berada dibelakang daganganmu. Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mutiara kemuliaan dan kedua orang tuanya dikenakan dua hiasan yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia lalu keduanya berkata: Kenapa aku dikenakan perhiasan ini? Dikatakan pada keduanya: Karena anak kalian berdua mempelajari Al Quran. Kemudian dikatakan padanya: Bacalah dan naiklah ke tingkat surga dan kamar-kamarnya. Ia senantiasa naik selama ia membaca dengan cepat atau dengan tartil. (HR. Ahmad dan Ad-Darimi).

    Dan hadis berikut:

    حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ رَبِّهِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجُرَشِيِّ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ يَقُولُا سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا

    Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Abdu Rabbih telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim dari Muhammad bin Muhajir dari Al Walid bin Abdurrahman Al Jurasyi dari Jubair bin Nufair ia berkata, saya mendengar An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al Qur`an akan didatangkan pada hari kiamat bersama Ahlinya yang telah beramal dengannya, dan yang pertama kali adalah surat Al Baqarah dan Ali Imran.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tiga permisalan terkait dengan keduanya, aku tidak akan melupakannya setelah itu. yakni: “Seperti dua tumpuk awan hitam yang diantara keduanya terdapat cahaya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

    Begitulah beberapa keistimewaan dua surah mulia ini, surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Semoga kita semua menjadi umat Rasulullah SAW yang rajin membaca Al-Qur’an, mempelajari maknanya dan mengamalkannya.

     

    Wallahu A’lam.
    Ridwan Shaleh

    [1] An-Nawawi, Yahya Ibn Syaraf, Shahih Muslim Bi Syarh An-Nawawi, Muassasah Qurthubah, 1414 H, Juz 6, Hal. 129

     

     

    Foto : Unsplash

  • Seratus Peserta dari Madrasah Diniyah Al-Mubtady Mengikuti Manasik Haji di Pesantren PKH

    Seratus Peserta dari Madrasah Diniyah Al-Mubtady Mengikuti Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 100 peserta dari Madrasah Diniyah Al-Mubtady mengikuti paket kegiatan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad, 26 Februari 2023.

    Baca juga: Sekolah Islam untuk Siswa Berkebutuhan Khusus Dibuka di Preston

    Keseratus peserta manasik haji tersebut terdiri dari 80 anak dan 20 orang tua murid yang mayoritas berasal dari Sukatani Tapos Depok

    Para tamu dari Al-Mubtady ke pesantren PKH pada pukul 08.30 pagi dan disambut pengajar dari tim PKH. Untuk peserta manasik dari madrasah Diniyah Al-Mubtady ini, umurnya cukup beragam dari kelas 0 sekitar umur 4 tahun hingga kelas 6 yang usianya kurang lebih remaja. Dan mereka semua diarahkan ke aula pesantren PKH.

    Sedangkan beberapa orang tua murid yang ikut paket manasik haji diarahkan ke selasar Asrama Muslim untuk mendapatkan materi manasik haji sebelum mereka nantinya praktik langsung manasik.

    Para orang tua murid juga diberikan sedikit penjelasan tentang program PKH yang sedang berjalan terutama program kencleng (menabung koin) yang celengannya dibagiakan kepada para orang tua.

    Selebihnya orang tua yang datang ke pesantren PKH hanya mendampingi saja dan menunggu di Mushollah ketika anak-anak mulai mengikuti acara manasik.

    Pengajar membuka acara secara serentak walaupun terbagi menjadi dua lokasi. Bagi anak-anak yang mengikuti manasik dihadirkan oleh 3 pengajar dari PKH sedangkan orang tua murid dengan 1 pengajar, dimulai acara pada pukul 09.00 pagi.

    Penjelasan materi dan perkenalan kurang lebih selama 20 menit dilanjut dengan praktik manasik di area bawah. Bagi anak-anak murid Al-Mubtady melaksanakan praktik haji ifrad karena medan jalannya lebih gampang untuk dijangkau oleh anak-anak sekaligus mentelusuri tempat goa Hiro, goa Tsur dan goa Khafi.

    Orang tua murid melaksanakan praktik manasik haji dengan metode haji tamatu karena haji di Indonesia menggunakan haji tamatu. Praktik haji tamatu untuk medannya sendiri lebih banyak tenaga yang dikeluarkan dibanding dengan medan haji Ifrad yang dilakukan untuk anak-anak.

    Setelah acara kegiatan manasik haji selesai para anak murid Al-Mubtady mengabadikan foto bersama di area miniatur Ka’bah. Kemudian ke atas menuju tempat masing-masing orang tua murid beristirahat di mushola maupun selasar asrama Muslim.

    Perbekalan pun sudah disiapkan oleh orang tua murid dari rumah masing-masing. Dan dari pengajiannya pun menyediakan makanan mie istan berupa pom mie untuk dibagikan kepada para murid yang hadir. Mereka menyantap makanan yang ada sambil menikmati suasana asri pesantren PKH.

    Seluruh tamu dari Al-Mubtady serentak meninggalkan lokasi pesantren PKH pada pukul 14.00 siang WIB setelah hujan turun berhenti.

    Salah seorang guru dari Madrasah Diniyah Al-Mubtady mengaku sangat terkesan dengan kegiatan manasik haji di pesantren PKH.

    “Kami sangat terkesan mengadakan manasik haji di pesantren PKH ini. Tahap demi tahap pengajaran dan urutan lokasinya seperti layaknya di Makkah sana. Alhamdulilah anak-anak juga sangat senang sekali. Semoga para murid mengingat selalu materi maupun praktek yang diberikan oleh pengajar dari tim PKH,” ungkap bu Cahya, salah satu guru dari Al-Mubtady.

    “Semoga kami bisa kembali ke pesantren PKH dan membawa putra putri yang baru karena sangat bermanfaat dan berkesan,” pungkas beliau.

    Mengenal Madrasah Diniyah Al-Mubtady

    Madrasah Diniyah Al-Mubtady memiliki murid yang cukup banyak sekali. Kegiatan dimulai di Al-Mubtady dari pagi hari sampai malam hari dengan bergilir menggunakan kelas dan waktu kegiatan yang berbeda dengan disertakan sebanyak 4 guru pengajar.

    Di dalam pembelajaran Islam yang diajarkan oleh Madrasah Diniyah Al-Mubtady, setiap 2 tahun sekali mengadakan kegiatan manasik haji. Dan momen pada hari lalu itu merupakan bagian dari pelajaran yang ada di Al-Mubtady.[nur]

  • Jamaah Majelis Taklim Ahad Pagi Al-Azhar Adakan Daurah di Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Ahad Pagi Al-Azhar Adakan Daurah di Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Ahad pagi Al-Azhar pada tanggal 18-19 Februari 2023 yang lalu menggelar kegiatan daurah di Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

    Baca juga: Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Melalui Daurah ini para jamaah majelis taklim al-Azhar ingin meningkatkan kualitas iman dan ibadah mereka dengan cara mengikuti kegiatan yang ada di pesantren PKH.

    Selain berusaha meningkatkan kualitas iman dan ibadah, para jamaah majelis taklim Al-Azhar ini juga ingin mengobati rasa rindu mereka terhadap pesantren PKH yang didirikan oleh almarhum KH. DR. A Luthfi Fathullah, MA.

    “Kami ingin melepas rasa kangen dengan cara berkunjung ke pesantren PKH yang didirikan oleh almarhum KH. DR. A Luthfi Fathullah, MA. Semasa hidupnya beliau juga salah satu guru majelis taklim al-Azhar,” ungkap ibu Ibnu, salah satu jamaah majelis taklim Al-Azhar sekligus donatur PKH.

    Kedatangan jamaah majelis taklim Al-Azhar pada pukul 09.00 pagi yang langsung diarahkan untuk shalat Duha di Musholah. Setelah itu kegiatan dimulai dengan pembukaan pada pukul 10.00 yang diisi oleh materi manasik haji berserta praktik manasik haji tamatu di miniatur Ka’bah yang posisinya di bawah pesantren.

    Menjelang adzan Zhuhur berkumandang para jamaah bersiap-siap untuk shalat berjamaah. Kemudian menikmati makan siang bersama dengan menu yang sudah dipesan melalui catering dari pihak PKH oleh panitia dari Al-Azhar.

    Dilanjut kembali dengan kegiatan perkenalan sedikit aplikasi yang ada di PKH dan diselingi dengan games cerdas sirah. Jamaah pun terlihat sangat terhibur sekaligus menambah wawasan dengan adanya games yang sudah diatur oleh tim PKH.

    Malamnya kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya kemudian mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustad dari salah satu guru Al-Azhar yang ikut hadir di kegiatan Daurah.

    Setelah makan malam selesai, para jamaah diarahkan berkumpul kembali ke Aula untuk mendengarkan kajian tafsir al-Qur’an oleh Ust. Ridwan Al-Hafidz dan ditutup dengan istirahat tidur malam.

    Aktifitas selanjutnya qiymul lail pada pukul 03.30, shalat Shubuh dan kegiatan menghafal hadis sebagai salah satu persyaratan mahar bagi para tamu jamaah yang menginap di pesantren PKH.

    Sarapan pukul 06.30-08.00 pagi dilanjut dengan berkemas pakaian. Kumpul kembali untuk acara penutupan kegiatan Daurah dengan foto bersama serta pembagian celengan program PKH untuk mengajak jamaah al-Azhar ikut sedekah koin kenclengan.[nur]

     

  • HACKED BY POLOSS | W.P.E.F By team W.P.E.F PGP [ https://pastebin.com/raw/QJ6m6Vm0 ]

    HACKED BY POLOSS | W.P.E.F By team W.P.E.F PGP [ https://pastebin.com/raw/QJ6m6Vm0 ]

    Sebanyak 50 orang karyawan Baznas Bazis DKI Jakarta mengadakan rapat kerja untuk program satu tahun ke depan di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Jum’at (27-28/01/2023).

    Baca juga: Baznas (Bazis) DKI Jakarta Gelar Rapat Kerja Mentor MDJ di Pesantren PKH

    Rapat kerja ini dipimpin oleh beberapa kepala bidang diantaranya; Ir. Saat Suharto Ahmad wakil ketua II, Ahmad Sholih selaku kepala bidang pendistribusian dan pendayagunaan, Radja Mohd. Zam Zami selaku Kasie Pendayagunaan, Lina Yunita selaku Kasie Pendistribusian dan Doni Afrianto selaku kasie Moneu.

    Acara pembukaan rapat kerja dimulai pada pukul 09.00 pagi yang diawali dengan pembukaan serta menyanyikan lagu Baznas secara bersama oleh seluruh karyawan bagian bidang Pendistribusian dan karyawan bagian Pendayagunaan yang hadir serentak berkumpul di raung Aula pesantren PKH.

    Turut hadir pada acara pembukaan rapat kerja (raker) tersebut, Drs. Ahmad H. Abu Bakar, M.M selaku ketua Baznas Bazis DkI Jakarta.

    Baznas Bazis DKI Jakarta mengadakan kegiatan rapat kerja di pesantren PKH selama 2 hari. Satu hari pertama diperuntukan untuk membahas seluruh program kegiatan selama satu tahun. Dan hari kedua, diisi dengan kegiatan rihlah di lokasi sekitar pesantren PKH.

    Aktifitas raker karyawan Baznas DKI digelar sampai malam.

    Sekitar pukul 22.30 malam barulah raker selesai dan dilanjut dengan beristirahat di kamar masing-masing yang sudah ditentukan panitia.

    Di pagi hari sekitar pukul 03.00 para karyawan diminta untuk shalat qiyamul lail dan dilanjut sampai shalat Shubuh berjamaah bersama di mushollah.

    Setelah itu kegiatan diisi dengan menghafal hadis sebagai persyaratan bagi yang menginap di pesantren PKH.

    Dan di hari ke-2 ini para karyawan Baznas Bazis DKI Jakarta difokuskan untuk refreshing ke Curug Cikaracak yang lokasinya tidak terlalu jauh.

    Mereka berbondong bondong berangkat dengan menggunakan mobil menuju Curug dengan memarkirkan mobil di sekitar rumah warga.

    Setengah perjalanan lagi para karyawan Baznas berjalan kaki untuk mendaki ke atas menuju Curug Cikaracaknya dengan melewati 3 sungai kecil.[nur]

  • Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Majelis Ta’lim (MT) Uswatun Hasanah pimpinan ustazah Hayati melakukan wisata religi ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad (15/01/2023).

    Baca juga: JIC Gelar Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022

    Bersama ustazah Hayati, ikut juga 30 orang jamaah Majelis Ta’lim Uswatun Hasanah yang berasal dari Grogol, Jakarta Barat.

    Jamaah tiba di lokasi pesantren PKH pada pukul 08.30 pagi dan disambut dengan welcome drink yang diikuti dengan melaksanakan shalat Dhuha bersama.

    Kemudian jamaah berkumpul di Aula untuk memulai acara kegiatan dengan pembukaan dan ucapan selamat datang kepada para jamaah MT Uswatun Hasanah yang sudah berkenan untuk melakukan wisata religi di pesantren PKH.

    Para jamaah tidak hanya sekedar berwisata ke pesantren PKH, mereka juga mendapatkan penjelasan detail tentang prosesi manasik haji yang disampaikan oleh tim PKH.

    Setelah itu, jamaah turun ke bawah untuk mulai melakukan praktik manasik haji yang dipimpin oleh pengajar dari PKH. Manasik haji yang dipraktikkan adalah manasik haji tamatu yang biasanya dilakukan oleh orang Indonesia ketika haji sesungguhnya.

    Acara berikutnya diisi dengan kegiatan games cerdas sirah, di mana para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan 5 soal kesempatan menjawab dan ada juga soal babak rebutan.

    Kegiatan terakhir sebagian para jamaah berenang di kolam renang yang merupakan salah satu fasilitas yang ada di pesantren PKH. Tak lupa jamaah juga membeli oleh-oleh berupa hasil panen sayuran kangkung hidroponik PKH dan pedagang warung yang ada di sekitar rumah tahfiz yang menyiadakan hasil bumi seperti; alpukat, ubi dan labu.

    Menjelang sore pukul 17.30 para jamaah bersiap pulang dan berpamitan dengan pengajar dari pihak PKH yaitu ustaz. Tarsim dan ustazah Siti.[nur]

  • Tim PKH Perkenalankan Program Hadis Digital ke Mahasiswa UIN Banten

    Tim PKH Perkenalankan Program Hadis Digital ke Mahasiswa UIN Banten

    “Sangat efektif sekali dalam penyampaian aplikasi dan saya mendapatkan banyak ilmu baru. Dengan karya PKH dapat mempermudah mencari bahan hadis untuk mengerjkan tugas UAS ataupun UTS.”

    Baca juga: 50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    Pernyataan itu diungkap oleh Sumani Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis (HMJIH) Universitas Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasannudin Banten, saat dia bersama dengan 19 rekannya berkunjung ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor pada Selasa (11/1/2023).

    Kunjungan 20 mahasiswa semester 1 dan 3 Universitas Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasannudin Banten ini merupakan bagian dari silaturrahim dan juga menambah wawasan mereka dengan mengenal program hadis digital karya tim PKH.

    Kurang lebih selama 3 jam para mahasiswa jurusan Ilmu Hadis tersebut mendengarkan paparan dari narasumber dan tim IT PKH yang menjelaskan beberapa karya yang dibuat oleh PKH khususnya dalam bidang hadis digital.

    Kedepannya mahasiswa UIN Banten berencana akan mengikuti program pembelajaran digitalisasi hadis dengan menginap selama beberapa hari di pesantren PKH seperti beberapa mahasiswa UIN lainnya yang sudah mengikuti program kerjasama dengan PKH.

    Kunjungan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasannudin Banten ke pesantren PKH diakhiri dengan foto bersama dan mereka berpamitan pulang untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat wisata Matahari yang berada di wilayah Bogor.[nur]

     

  • Jamaah Umrah AZ Tour & Travel Gelar Pelatihan Manasik di Pesantren PKH

    Jamaah Umrah AZ Tour & Travel Gelar Pelatihan Manasik di Pesantren PKH

    Sebanyak 35 peserta calon jamaah umrah dari AZ (Al-Aziziyah) Tour travel, belajar manasik dengan mempraktikkan peragaan ritual tata cara pelaksanaan umrah di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Senin (2 Febuari 2023).

    Baca juga: TK Asyifah dan Wali Murid Adakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Kegiatan belajar manasik umrah di pesantren PKH merupakan yang pertama kali dilakukan AZ (Al-Aziziyah) Tour travel karena biasanya belajar manasik lansung di hotel.

    Jamaah AZ Tour Travel yang belajar manasik di pesantren PKH akan berangkat umrah plus paket ke Turki pada bulan Januari ini selama 12 hari.

    Kesepakatan mengadakan manasik haji di pesantren PKH dari pihak travel karena jamaah ingin langsung merasakan bagaimana gambaran ketika manasik umrah secara langsung bukan hanya visual saja.

    Jamaah pria diajarkan cara menggunakan kain ihram mulai dari selembar kain untuk menutupi bagian bawah dari atas pusar hingga bagian bawah lutut. Sedangkan kain yang satu nya lagi untuk diselempangkan agar menutup bagian pundak kanan.

    Pemaparan materi disampaikan oleh pembimbing dari AZ Tour travel yang akan membimbing para jamaah selama di tanh suci nantinya. Materi yang dipaparkan sedetail mungkin agar jamaah memahami ibadah umrah.

    Setelah itu, barulah para jamaah niat ihram kemudian diarahkan untuk turun ke bawah tempat praktik di miniatur lokasi manasik. Para jamaah mulai thawaf sebanyak 7 kali dengan mengikuti muthawif memimpin doa setiap putaran dan diikuti oleh jamaah.

    Jamaah beristirahat sejenak untuk minum air putih yang sudah disiapkan oleh pihak PKH. Sebelum meminum air para jamaah mengikuti muthawif membaca doa minum air zam-zam.

    Ritual selanjutnya menuju ke Sa’i menaiki bukit shafa menuju ke bukit marwah berjalan sebanyak 7 kali dan ditutup dengan tahalul yang artinya mencukur rambut.

    “InsyaAllah kami akan mengadakan pelatihan manasik di pesantren PKH. Alhamdulilah para jamaah sangat senang sekali karena bisa mendapatkan tata cara pelaksanaan umrah dengan peragaaan. Dan memang sangat mirip sekali peletakannya miniatur manasik di PKH.” Ujar pimpinan pondok pesantren Al-Aziziyah yang juga mengelola AZ tour & travel.[nur]

  • 50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    Sebanyak 50 guru dari sekolah Al-Ittihad, Bogor mengadakan workshop pengenalan hadis digital  selama 3 hari 2 malam di pesantren Pusat Kajian Hadis pada 26 Desember 2022.
    PKH memfasilitasi workshop tersebut dengan berbagai materi terkait dengan pengenalan hadis melalui digital ditambah juga dengan kegiatan manasik haji, menghafal hadis serta cerdas sirah.
    Dengan adanya workshop ini, diharapkan para guru dari sekolah Al-Ittihadiyah bisa mendapatkan pengalaman baru dalam belajar ilmu hadis melalui media digital.
    Perkembangan teknologi saat ini menuntut semua orang tidak terkecuali para guru untuk melek teknologi khususnya media digital dan workshop kali ini juga bagian dari upaya mengubah mindset para guru agar bisa mengikuti perkembangan zaman.
    Target yang hendak dicapai dari pelaksanaan kegiatan workshop ini adalah adanya dampak positif bagi pengajar untuk jangka pendek serta jangka panjang.
    Diharapkan dengan adanya workshop bisa membuat para pendidik bisa memiliki wawasan dan khazanah baru tentang belajar dan mengajar menggunakan pendekatan digital.
    Perwakilan guru  yang mengikuti workshop mengakui bahwa mereka mendapatkan banyak pengalaman baru selama dua malam di pesantren PKH.
    “Saya sangat berterima kasih terutama kepada sekolah dan PKH yang tidak di sangka saya mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa.  Saya mendapatkan ilmu baru yang belum pernah di dapat selama saya kuliah dulu,” ungkap salah seorang perwakilan guru.
    “Selama workshop saya mengikuti kegiatan menghafal hadis berserta sanadnya yang bahkan selama saya kuliah tidak ada satu pun mahasiswa bisa menghafal hadis dengan sanad.” tambah guru tersebut.[nur]
  • Baznas (Bazis) DKI Jakarta Gelar Rapat Kerja Mentor MDJ di Pesantren PKH

    Baznas (Bazis) DKI Jakarta Gelar Rapat Kerja Mentor MDJ di Pesantren PKH

    Baznas (Bazis) DKI Jakarta pada Sabtu-Ahad (17-18 Desember 2022) lalu menggelar rapat kerja untuk mentor Mahasiswa Depan Jakarta (MDJ) di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH). Kegiatan itu berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh 84 orang mahasiswa dan panitia Baznas.

    Baca juga: Serius Soal Pewajiban Zakat, Baznas Komunikasi dengan Pemerintah dan MUI

    Baznas (Bazis) DKI Jakarta sendiri memiliki program bantuan khusus di bidang pendidikan berupa beasiswa untuk para mahasiswa yang diberi nama Mahasiswa Depan Jakarta (MDJ).

    Para MDJ yang mengikuti kegiatan tersebut mulai dari tingkatan mahasiswa semester 5-8 yang sudah dipercaya kemampuannya menjadi mentor bagi adik-adik kelas semester 1-4 yang mengikuti program beasiswa Baznas.

    Mahasiswa yang hadir mengikuti kegiatan rundown yang sudah disusun oleh pihak panitia Baznas bagian pendayaan gunaan MDJ dan ada juga penambahan kegiatan dari pihak Pusat Kajian Hadis (PKH) yang mensosialisasikan produk PKH serta ditambah dengan kegiatan menghafal hadis di waktu setelah shalat Shubuh berjamaah.

    Tak kalah serunya ketika di sore hari para mahasiswa di ruang aula mengikuti games cerdas sirah yang dibagi menjadi 4 klompok. 2 kelompok putra dan 2 kelompok putri masing-masing regu ada yang berada di kelompok A,B,C dan D.

    Aktivitas yang sudah padat sejak pagi sampai sore hari tidak membuat para mahasiswa menjadi tidak bersemangat apalagi dengan adanya keseruan dari pertanyaan-pertanyaan games cerdas sirah.

    Tujuan dari games cerdas sirah untuk para mahasiswa ini secara langsung mengajak mereka untuk lebih dekat lagi kepada baginda Rasulullah saw dengan mengulas sekilas perjalanan beliau.

    Di akhir acara kegiatan sebelum penutupan, para mahasiswa mengadakan outbound terlebih dahulu secara bersama di lapangan bola yang berada masih di dalam area pesantren PKH. Selanjutnya di sambung outbound di kolam renang lokasinya di bawah area rumah tahfiz PKH.[nur]

  • Pesantren PKH Terima Kunjungan Tim Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Banjarmasin

    Pesantren PKH Terima Kunjungan Tim Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Banjarmasin

    Utusan dari unit pelaksana teknis bagian asrama haji embarkasi Banjarmasin Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melakukan silaturahim dengan berkunjung ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) di desa Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor pada Jum’at (9/12/2022).

    Baca juga: TK Nurul Iman dan Paud Qu Tahfiz Quran Belajar Manasik Haji di Pesantren PKH

    Kedatangan utusan tersebut terkait dengan surat yang sebelumnya mereka kirim pada tanggal 18 November 2022 yang berisi keinginan mereka untuk bersilaturahim ke pesantren PKH.

    Selain bersilaturahim mereka mempunyai tujuan penting yaitu ingin melakukan studi banding terkait area manasik haji yang ada di pesantren PKH.

    Langkah ini mereka lakukan agar mendapatkan informasi secara langsung dan dapat mempelajari gambaran secara detail inovasi serta apa saja fasilitas yang ada di pesantren PKH terutama area manasik.

    Rencananya mereka akan meniru dan membuat replika area manasik yang ada di pesantren PKH untuk diterapkan di Banjarmasin.

    Meskipun pesantren PKH sudah digunakan sejak beberapa tahun, namun tentu saja masih ada beberapa kekurangan terkait fasilitas sarana dan prasarana yang ada terutama di area manasik yang bangunannya belum sepenuhnya selesai.

    Sedangkan keunggulan Pesantren PKH karena memiliki banyak program yang sudah berjalan seperti program untuk kegiatan tingkat sekolah dasar, perguruan tinggi bahkan sampai para jamaah majlis ta’lim.

    Sangat disayangkan tim dari unit pelaksana teknis bagian asrama haji embarkasi Banjarmasin yang berkunjung tidak menyempatkan diri menginap agar bisa merasakan atmosfir suasana nyaman dan asri di lingkungan pesantren PKH

    Tim dari unit pelaksana teknis bagian asrama haji embarkasi Banjarmasin berharap bisa mengundang tim PKH untuk hadir ke tempat mereka sebagai narasumber.

    “Harapan dari kami. Insya Allah kami akan mengundang tim PKH hadir sebagai narasumber untuk mengisi pengajian yang diperuntukan bagi para karyawan asrama haji embarkasi Banjarmasin.” ungkap ust. Subhan salah satu tim dari pelaksana teknis asrama haji Banjarmasin.[nur]