Fiqh Muamalat

Hisab

pusatkajianhadis - June 26, 2018

Assalamu alaikum wr wb.

Maaf ustadz, saya mau bertanya, apakah semua koleksi akan ada hisabnya di hari perhitungan?

Jawaban :

Wa alaikumus salam wr wb.

Ya tentu saja demikian. Allah SWT berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (Al Zalzalah ayat 7-8)

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (Al-Anbiya’ ayat 47)”

Hadis Rasulullah SAW :

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضى الله عنه ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَشَبَابَهِ فِيمَا أَبْلاهُ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

Dari Mu’az Ibn Jabal RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat perkara : (pertama) mengenai umurnya, bagaimana dia menghabiskannya. (kedua) masa mudanya, bagaimana dia menggunakannya, (ketiga) hartanya, bagaimana cara ia mendapatkannya dan (keempat) ilmunya, bagaimana dia mengamalkannya (HR. Al-Baihaqi dan Al-Thabrani)

Islam tidak melarang umatnya untuk memiliki harta. Mengoleksi barang bisa dikatagorikan mengoleksi atau mengumpulkan harta. Hukumnya boleh selama yang dikoleksinya bukan harta atau benda yang haram. Namun semuanya akan diperhitungkan oleh Allah SWT. Jangankan harta, yang non harta saja ditanya.

Wallahu a’lam.