Tag: halal

  • Sushi Tei: Perubahan Regulasi Sertifikasi Halal Tidak Mengubah Komitmen Kami untuk Makanan Halal

    Sushi Tei: Perubahan Regulasi Sertifikasi Halal Tidak Mengubah Komitmen Kami untuk Makanan Halal

    Sejak mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI pada 2019 lalu, Sushi Tei Indonesia sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan kenyamanan konsumen khususnya Muslim saat mengkonsumsi semua produk yang disajikan semua brand di bawah Sushi Tei Indonesia.

    Baca juga: Kota New York Tawarkan Makanan Halal di Kafetaria Sekolah

    Terkait perubahan regulasi sertifikasi halal yang awalnya dipegang oleh LPPOM MUI kemudian sekarang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), tidak mengubah komitmen halal Sushi Tei terhadap produk-produk makanan mereka.

    Diakui oleh Sushi Tei sejak adanya perubahan regulasi sertifikasi halal, terjadi beberapa perubahan terkait langkah-langkah untuk mendapatkan sertifikat halal. Namun hal itu tidak menjadi kendala yang berarti bagi Sushi Tei.

    “Sejak ada perubahan regulasi, kita sejak awal langsung mempelajari regulasi yang baru. Memang ada beberapa perbedaan dalam step-step yang harus dilalui. Jadi kita ada tambahan aktivitas seperti melakukan registrasi ulang serta maintenance data-data ke BPJPH,” ungkap Levi Annisa Saesari, selaku Quality Assurance Manager Sushi Tei Indonesia kepada PKH media usai workshop Halal Awarness pada Rabu sore kemarin (15/3/2023).

    Lebih lanjut Levi menambahkan bahwa meskipun ada perubahan regulasi tapi mereka tetap masih komitmen dengan produk-produk makanan Jepang yang halal.

    “Alhamdulillah sampai saat ini kami masih komit dan masih sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar ibu satu anak ini.

    Seperti diketahui sebelum dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), regulasi halal di Indonesia dikelola oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). LPPOM MUI adalah lembaga independen yang melakukan sertifikasi halal terhadap produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetika di Indonesia.

    Namun, dengan adanya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, maka BPJPH dibentuk sebagai badan independen yang bertugas melakukan sertifikasi halal terhadap produk yang akan beredar di pasaran. Dalam UU tersebut, BPJPH diberikan tugas dan wewenang untuk mengelola, mengendalikan, dan mengawasi sertifikasi halal, serta menetapkan kebijakan dan strategi pengembangan sistem jaminan produk halal di Indonesia.

    Tentang Sushi Tei Group

    Sushi Tei Group merupakan grup restoran yang fokus pada makanan khas Jepang. Pertam kali hadir dengan merek dagang Sushi Tei dengan outley pertama di Plaza Indonesia pada 2003.

    Dalam perkembangannya, Sushi Tei Group telah membawahi 7 brand besar seperti Sushi Tei dan Sushi Tei Cafe, Sushi kiosk, Tom Sushi, Sushi Kyuden, Hokkaido-Ya dan yoka-yoka serta memiliki 88 outlet yang tersebar di 14 kota besar di Indonesia.[ah]

  • Inilah Titik Kritis Kehalalan Jus Buah Kemasan

    Inilah Titik Kritis Kehalalan Jus Buah Kemasan

    Sebagian orang berpendapat, buah sudah dapat dipastikan halal sehingga tidak perlu dilakukan sertifikasi halal. Sebagian lainnya, berpendapat bahwa meski bahan bakunya halal, makanan yang sudah melalui proses pengolahan tetap harus diperiksa kehalalannya. Padahal ada beberapa titik kritis kehalalan buah yang sudah diolah menjadi jus buah kemasan.

    Baca juga: Salad Point, Brand Salad Lokal Pertama yang Kantongi Sertifikat Halal

    Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) antara lain menetapkan bahwa seluruh produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika hingga produk kimia yang beredar di Indonesia harus bersertifikat halal. Termasuk produk olahan yang berbahan dasar buah.

    Direktur Utama LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si, menjelaskan bahwa pada dasarnya buah halal untuk dikonsumsi, sehingga tidak perlu disertifikasi halal. “Namun, jika buah tersebut mengalami proses pengolahan dengan mencampur bahan tambahan tertentu, maka kita perlu mencermati titik kritisnya. Karena buah berpotensi berubah status menjadi haram,” terang Muti.

    Jus buah yang beredar di pasaran umumnya berasal dari sari buah yang telah dipekatkan dan dicampur dengan bahan-bahan lain, diantaranya gula, penstabil berupa Carboxy Methyl Cellulose (CMC), pewarna, flavor, pengasam, vitamin, enzim, hingga gelatin.

    Bahan tambahan maupun bahan penolong dalam proses pembuatan jus buah tersebut memiliki peran dan fungsi yang berbeda-beda. CMC pada jus buah berperan sebagai bahan penstabil. Bahan ini juga dapat mencegah pengendapan protein.

    Pada jus buah biasanya juga digunakan enzim pektinase. Tujuannya, untuk menghasilkan jus buah yang jernih. Asal-usul dan cara produksi enzim tersebut harus diketahui untuk memastikan kehalalannya. Jika enzimnya merupakan enzim mikrobial maka harus dipastikan bahwa media yang digunakan terbebas dari bahan haram atau najis.

    Selain pektinase, proses penjernihan pada pembuatan jus terkadang juga dibantu dengan menggunakan gelatin yang berfungsi mengikat bahan pengeruh sehingga proses pemisahannya menjadi lebih mudah.

    Gelatin berasal dari tulang maupun kulit hewan. Jika gelatin tersebut berasal dari hewan halal dan disembelih secara syariat Islam, maka hukumnya halal. Sebaliknya, jika berasal dari hewan haram, termasuk hewan halal namun proses penyembelihannya tidak sesuai syariah, maka jus yang menggunakan gelatin ini menjadi haram.

    “Bahan lain yang digunakan adalah gula, bahan pengasam dan flavor. Gula bersumber dari bahan nabati yaitu tebu, yang pasti halal. Ada juga gula yang terbuat dari bit. Titik kritis pada gula terdapat pada proses pemurnian atau proses rafinasi yang bersinggungan dengan bahan tambahan lain yang mungkin tidak halal,” papar Muti.

    Proses rafinasi pada gula perlu dilakukan untuk menghasilkan gula yang berwarna putih bersih. Proses pemutihan biasanya melibatkan arang aktif, yang dapat berasal dari tempurung kelapa, serbuk gergaji, batu bara atau tulang hewan. Arang aktif yang terbuat dari tulang hewan ini yang harus dipastikan kehalalannya. Demikian juga penggunaan perisa dan bahan lain yang harus dipastikan kehalalannya.

    Alhamdulillah, di pasaran kini telah tersedia aneka jus buah yang telah memiliki sertifikat halal MUI. Ini yang seharusnya menjadi patokan saat kita ingin membeli jus buah dalam bentuk kemasan,” ujar Muti.

    Saat ini, mengecek produk halal bukanlah suatu hal yang sulit. Konsumen dapat langsung mengecek produk halal melalui website www.halalmui.org atau aplikasi Halal MUI yang dapat diunduh di Playstore. Mudah bukan? Selamat mencoba..[ah/lppom]

  • Festival Barbeque Halal Terbesar di Amerika Utara akan Hadir di Toronto

    Festival Barbeque Halal Terbesar di Amerika Utara akan Hadir di Toronto

    Untuk merayakan multikulturalisme kota dan menciptakan mosaik budaya dari berbagai tradisi, nilai, dan gaya hidup, festival barbeque halal bertajuk Halal Ribfest pertama di Amerika Utara akan hadir di Toronto pekan depan.

    Baca juga: Festival Makanan Halal akan Digelar di Manchester Bulan Depan

    “Toronto adalah kota dengan konsentrasi Muslim tertinggi di Amerika Utara. Toronto adalah rumah bagi 47 persen Muslim Kanada,” kata perwakilan negara bagian dari Halal Ribfest, Iqra.ca melaporkan.

    Diadakan di Downsview Park’s Festival Terrace, acara festival barbeque halal tiga hari ini akan berlangsung dari 26 Agustus hingga 28 Agustus dan akan tersedia bagi masyarakat umum untuk hadir.

    Festival ini secara eksklusif akan menyajikan daging halal sambil menghindari produk yang mengandung babi dan alkohol, menawarkan pengunjung kesempatan untuk menikmati masakan dari seluruh dunia.

    “Saat tumbuh besar di Scarborough, saya sering berjalan melewati festival iga lokal, dan saya masih ingat bagaimana bau asap dari daging panggang membuat saya gila,” kata Raheel Siddiqi, pendiri Halal Ribfest.

    “Saya tahu bahwa daging panggang itu kemungkinan besar tidak halal, jadi sebenarnya saya tidak mungkin masuk ke dalam, tapi itu membuat saya merasa ditinggalkan!,” dia menambahkan.

    Halal Ribfest adalah salah satu dari banyak festival halal yang diadakan di Kanada setiap tahun.

    Awal tahun ini, Muslim Fest kembali ke kota London, Ontario, untuk tahun ketiga berturut-turut, menawarkan makanan, karnaval, dan penampilan dari penyanyi, rapper, dan komedian.

    MuslimFest adalah salah satu dari 100 festival terbaik di Ontario, dan terdaftar di antara 40 festival terbaik di Amerika Utara oleh FlightNetwork.com.[ah/iqra]

  • LPPOM MUI akan Hadir di Food Ingredients Asia 2022

    LPPOM MUI akan Hadir di Food Ingredients Asia 2022

    Setelah dua tahun diselenggarakan secara virtual, Food Ingredients Asia (FiA) 2022 kembali diselenggarakan secara langsung (offline) di Indonesia dan Thailand. Acara ini akan berlangsung pada 7 – 9 September 2022 di JIExpo Jakarta dan 5 – 7 Oktober 2022 di QSNCC Bangkok.

    Baca juga: LPPOM MUI: Kewajiban Sertifikasi Halal Harus Ditopang Kesadaran Kuat

    Selain diselenggarakan secara offline, Food Ingredients Asi juga masih memfasilitasi kegiatan online, seperti webinar. FiA adalah acara exhibition nomor satu yang mengumpulkan pemasok bahan, distributor, dan produsen makanan dan minuman dari seluruh kawasan ASEAN dan seluruh dunia.

    Guna mendukung pertumbuhan ekonomi pasca pandemi, FiA 2022 kali ini mengusung beberapa fitur dalam kegiatannya, salah satunya adalah Podium Halal. Meningkatnya permintaan produk halal di pasar global dan kewajiban sertifikasi halal, terutama untuk produk yang dipasarkan di Indonesia, menarik para pelaku usaha untuk memperoleh informasi lebih dalam terkait sertifikasi halal.

    Sertifikat halal kini diperlukan oleh pelaku usaha tidak hanya untuk memenuhi regulasi pemerintah Republik Indonesia, tetapi juga diperlukan untuk pengembangan usaha mereka di pasar halal global.

    Kabar baik! LPPOM MUI akan menjadi salah satu narasumber pada FiA 2022, baik offline dan online. LPPOM MUI juga menghadirkan booth dalam FiA sebagai ruang diskusi untuk semua pemangku kepentingan memperoleh informasi terkait layanan sertifikasi halal.

    Keikutsertaan LPPOM MUI di FiA tahun ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para pelaku usaha yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang updateregulasi sertifikasi halal di Indonesia, bagaimana proses yang harus dilalui dalam sertifikasi halal dan apa saja persyaratan dokumen yang perlu dipersiapkan untuk pelaku usaha yang ingin mensertifikasikan produk halalnya serta memasarkan produknya ke Indonesia.[ah/lppommui]

  • Lembaga Wakaf MUI Bangun Gedung UMKM Halal Hub di KIH Sidoarjo

    Lembaga Wakaf MUI Bangun Gedung UMKM Halal Hub di KIH Sidoarjo

    Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) membangun gedung rumah kemasan UMKM di Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS), Jawa Timur.

    Baca juga: MUI dengan Wali Kota Hebron Perbarui MoU Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Sana

    Gedung seluas 144 meter ini dibeli LW MUI dari developer melalui dana wakaf produktif dari para wakif dan donatur. Sementara mesin kemasan di dalamnya didukung oleh Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

    Halal Hub merupakan program Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, untuk membina UMKM produk halal. Program ini mendorong UMKM meningkatkan kualitas, kuantitas, serta kontinuitas untuk pasar ekspor.

    Ketua LW MUI, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa UMKM Halal Hub memberikan nilai tambah pada produk UMKM. Produk UMKM nantinya bisa dikemas dengan apik sesuai standard internasional sehingga diterima oleh pasar domestik maupun internasional.

    “Rumah kemasan UMKM Halal Hub dikembangkan dengan model wakaf produktif LWMUI yang berkolaborasi dengan Global Halal Hub (GHH). Ini wujud dukungan MUI terhadap Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024,” ujarnya kepada MUIDigital, Senin (22/08).

    Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan target Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024. Sedangkan Wapres KH Ma’ruf Amin merinci target tersebut dalam bidang ekonomi syariah dan industri halal.

    Kiai Ma’ruf, ujar dia, mencanangkan gerakan sinergi antar stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mempercepat program tersebut. Ekosistem Halal Hub yang terbentuk sejak Januari 2022 merupakan langkah untuk mendorong sinergi tersebut.

    “Global Halal Hub membina UMKM produl halal dan diharapkan mengatasi problem UMKM seperti kualitas, kuantitas maupun kontinuitas,” jelasnya.

    Melalui UMKM Halal Hub ini, dia berharap, produk UMKM semakin matang dalam pengemasan maupun pemasaran. Saat ini, produk yang tengah diproses dalam UMKM Halal Hub adalah rempah-rempah.

    Selain UMKM Halal Hub, Lukman menyampaikan, Wapres juga mengembangkan tempat kolaborasi Hamzah Washal. Ini sebuah konsep untuk menghubungkan petani, pelaku usaha, industri, dan offtaker.

    Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indoneaia (DEKS BI), Arief Hartawan, mengapresiasi inisiasi LW MUI ini. Dia menyebut UMKM Halal Hub ini sebagai halal value chain.

    “Inisiasi LW MUI ini selaras dengan program DEKS BI yang mendorong ekosistem halal value chain, ” ungkapnya.

    BI sendiri, kata dia, terus berupaya mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Langkah yang telah dilakukan BI antara lain mendukung pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, menyeimbangkan neraca pembayaran. Khusus di bidang ekonomi syariah, BI setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Syariah Economic Festivel (ISEF).

    “Langkah LW ini dapat dijadikan momentum untuk mendorong global halal hub,” ungkapnya. (Saddam Al Ghifari/Azhar)

    Inisiatif LW MUI ini juga didukung Lembaga Pemeriksa Halal LPPOM MUI. Direktur Operasional LPPOM MUI, Sumunar Jati, menyampaikan siap berkolaborasi mengembangkan UMKM Halal Hab dan Kawasan Industri Halal sehingga produk halal Indonesia semakin maju.

    “Sebagai lembaga pemeriksa halal, LPPOM MUI siap melakukan pendampingan dan audit produk halal UMKM binaan Global Halal Hub, ” katanya.

    Dukungan keberadaan UMKM Halal Hub ini juga ada dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Andromeda Qomariah, mengatakan akan melakukan sosialisasi kepada UMKM Jawa Timur untuk memanfaatkan sarana tersebut.

    “Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur akan menyolisasikan kepada pelaku UMKM di wilayah Jawa Timur, ” ujarnya.

    UMKM Halal Hub tersebut merupakan satu bagian yang berada di lingkungan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS)/Kawasan Industri Halal Sidarjo. Kawasan tersebut berada dalam Kawasan Industri Halal Safe and Lock.

    Direktur Utama KIH Safe and Lock, Adi S Tedja, menyampaikan perusahaannya konsisten dan serius mengembangkan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, kata dia, memberikan arahan khusus

    CEO KIH Safe & Lock, Adi S Tedja menyatakan, perusahaannya sangat konsen dalam pengembangan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan arahan agar Kawasan Industri Halal Sidoarjo membantu mengembangkan UMKM.

    “HIPS di kawasan Industri Safe and Lock menyediakan infrastruktur pusat manajemen halal. Kami menyiapkan gedung layanan dan menejemen halal yang dapat digunakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM MUI, BPOM, maupun lembaga lain, ” ungkapnya.

    HIPS dibangun dalam lahan seluas 150 hektar. Di wilayah itu, ada kantor manajemen halal dan gedung untuk UMKM. Kawasan tersebut juga akan dibangun pabrik gelatin halal.

    LW MUI menunjuk Goorita untuk mengelola UMKM Halal Hub. Goorita merupakan perusahaan yang berpengalaman di bidang ini dan telah memiliki platform digital untuk ekspor halal.

    “Kami berencana mengembangkan UMKM Halal Hub di 150 Kabupaten/Kota sampai 2024. Selain di Sidoarjo, saat ini sudah ada UMKM Halal Hub di Sumenep dan Bukittinggi, ” ungkap Direktur Utarama Goorita, Yuwono Wicaksono.[ah/mui]

  • Persaudaraan Muslimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

    Persaudaraan Muslimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

    Persaudaraan Muslimah (Salimah) berkomitmen mendukung berkembangnya ekositem rantai halal di Indonesia melalui program-program bidang ekonomi, di antaranya koperasi.
    Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah), Etty Praktiknyowati, dalam Talkshow The Role of Sharia Women Community to Support Halal Food and Fashion Ecosystem pada Kamis (11/8). Talkshow merupakan bagian dari acara The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment yang diselenggarakan selama dua hari di Jakarta Convention Center.
    Etty menjelaskan, organisasi massa perlu memiliki koperasi sebagai bentuk pendidikan dan pemberdayaan bagi masyarakat. Koperasi juga dapat berfungsi sebagai wadah yang menghubungkan kebutuhan anggota dengan kebijakan pemerintah maupun lembaga donor.
    “Koperasi tidak sama dengan perbankan yang berorientasi pada laba. Jiwa yang dibangun di dalam koperasi adalah tolong menolong untuk memenuhi kebutuhan bersama anggotanya,” ungkap Etty.
    Relevan dengan visi organisasi, Salimah mendirikan koperasi syariah di seluruh wilayah Indonesia sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi anggota dengan mengedepankan nilai-nilai agama dan budaya.
    “Salimah telah mencanangkan pendirian koperasi di semua kabupaten di Indonesia dengan nama Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (KOSSUMA). 97 KOSSUMA yang telah berdiri saat ini kemudian dipayungi oleh satu koperasi sekunder INKOSSUMA yang berada di Pimpinan Pusat Salimah. Diharapkan, melalui koperasi, Salimah memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan negeri ini,” imbuh Etty.
    Dalam beradaptasi dengan era digitalisasi, Salimah membangun platform K@SI Mobile yang menyediakan berbagai fitur transaksi untuk melakukan setoran simpanan/tabungan dengan akses jaringan perbankan, melihat saldo simpanan, melakukan pembelian dan pembayaran kepada pihak ketiga (pulsa, BPJS, listrik, telpon, pendidikan), transfer uang antar anggota, transfer uang ke jaringan perbankan, dan pengajuan pembiayaan secara online.
    Kegiatan ekonomi Salimah tidak terbatas pada koperasi saja. Dalam hal menyediakan alternatif produk makanan halal, Salimah memiliki perusahaan laba PT Salimah Prakarsa Cemerlang yang memproduksi 58 produk halal Salimah Food. Selain itu, telah berdiri pula 485 Outlet Salimah yang menjual produk-produk Salimah, mitra, dan anggota di seluruh Indonesia. Salimah juga membuka kesempatan pengumpulan modal dalam bentuk wakaf melalui Lembaga Wakaf Salimah (LWS).
    “Ekosistem halal yang dibangun Salimah sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Salimah siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung ekosistem rantai halal,” tutup Etty.
    The 1st International Conference on Women and Sharia Community Empowerment merupakan bagian dari side event Presidensi G20 Jalur Keuangan dan Road to ISEF 2022. Kegiatan terselenggara sebagai kolaborasi Bank Indonesia dengan sejumlah organisasi masyarakat berbasis perempuan diantaranya PPUMI, SALIMAH, PERSAMI, BUNDA WAKAF, SHALIZA dan WITA serta diikuti oleh pelaku usaha syariah perempuan yang bergerak di sektor makanan halal dan fesyen muslim (termasuk kerajinan tangan) yang merupakan binaan dari organisasi/asosiasi masyarakat berbasis wanita, Kementerian dan Lembaga terkait. Rangkaian kegiatan terdiri dari ministry talk, seminar internasional dan nasional, talkshow motivasi, mini exhibition, dan fashion show.
    Pada acara pembukaan, hadir Menteri Keuangan sebagai keynote speaker, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili oleh Deputi bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI, Leni N Rosalin.[ah/rilis]
  • Bank Makanan Puji Komunitas Muslim yang Sediakan Makanan Halal

    Bank Makanan Puji Komunitas Muslim yang Sediakan Makanan Halal

    Sebuah bank makanan Manchester memuji komunitas Muslim karena berkumpul untuk menyediakan pasokan makanan halal menyusul adanya permohonan bantuan karena kurangnya sumbangan.

    Baca juga: LPPOM MUI: Kewajiban Sertifikasi Halal Harus Ditopang Kesadaran Kuat

    Perry’s Pantry, yang menyediakan makanan untuk keluarga yang kesulitan di Manchester selatan, mengeluarkan seruan untuk bantuan setelah adanya rujukan untuk keluarga Muslim berlipat ganda baru-baru ini.

    “Saya tidak yakin mengapa atau apa yang terjadi. Komunitas Muslim benar-benar fantastis,” kata Jen Savaris, direktur di Perry’s Pantry, kepada Manchester World .

    “Mereka telah bersatu dan berbagi di mana-mana. Kami memiliki banyak sumbangan yang diberikan sejak adanya permohonan permintaan bantuan dari kami.

    “Kami punya banyak daging halal, lentil, buncis. Kami memiliki persediaan dua bulan makanan halal yang bagus sekarang. ”

    Perry’s Pantry, yang dibuka pada tahun 2020 sebagai tanggapan atas penguncian COVID, telah berjuang untuk menyediakan makanan secara umum menyusul ‘penurunan drastis’ dalam sumbangan di tengah krisis biaya hidup.

    “Sudah sangat sibuk, kami harus tetap buka sampai larut malam,” katanya. “Banyak orang berjuang dengan biaya yang sangat mahal untuk mendapatkan makanan,” kata Jen.

    “Kami benar-benar kehabisan makanan minggu ini. Kami menimbun pada hari Senin dan menghabiskan £400 untuk makanan tetapi kami kehabisan makanan pada hari Rabu. Kami baru saja mendapatkan begitu banyak referensi.”

    Seruan itu datang saat umat Islam menandai Idul Adha atau hari raya qurban yang menandai berakhirnya haji. Ini adalah salah satu dari dua perayaan Islam yang paling penting, bersama dengan Idul Fitri.

    Pada Idul Adha, banyak Muslim di seluruh dunia menawarkan udhiyah atau Qurban, pengorbanan hewan ternak untuk mencari keridhaan dan pahala Allah dengan memberi makan orang miskin.[ah/aboutislam]

  • Buka KHI 2022, Wapres Dorong Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    Buka KHI 2022, Wapres Dorong Indonesia Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen terbesar halal dunia yang mencapai 10 persen, melainkan menjadi produsen halal di dunia.

    Baca juga: Kongres Halal Internasional MUI Dihadiri 30 Peserta Internasional

    ‘’Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, kita melakukan upaya untuk berusaha menjadikan Indonesia sebagai produsen halal dunia di tahun 2024,’’kata Wapres saat membuka kegiatan Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, di Bangka Belitung, Selasa (14/6/2022).

    Beberapa waktu lalu, kata Wapres, Komite tersebut telah melakukan satu langkah baru yaitu: bergerak lebih cepat untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Menurutnya, percepatan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia harus terus dilakukan, bahkan tidak hanya ditingkat pusat, malainkan daerah.

    Baca Juga Ketum MUI Jabar: Harus Ada Keseimbangan antara Kesehatan dan Ekonomi Pascapandemi
    Untuk itu, kiai Maruf menyampaikan akan membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keungan Syariah.

    ‘’Komite daerahnya juga harus segera dibentuk. Dan hari ini saya menghadiri kongres halal ini untuk mempercepat, dan ucapkan terimakssih atas nama pemerintah atas upaya yang dilakukan oleh MUI,’’kata kiai Maruf.

    Baca Juga Ketua MUI: Halal Jadi Keunggulan Kompetitif UMKM Indonesia di Pasar Internasional
    Ekonomi dan keuangan syariah global terus mengalami tren yang semakin berkembang antara lain didorong oleh laju pertumbuhan muslim dunia yang meningkat dan diiringi oleh pola pikir konsuemn yang ingin mengonsumsi sesuai syarat agama, etika, berkualitas tinggi dan aman.

    Kebutuhan dengan atribut halal tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat muslim, namun juga umat non muslim dan negara yang mayoritas bukan muslim. Hal ini menjadikan produk halal dan ekonomi syariah bersifat iknklusif, tidak diperuntukan hanya pemeluk agama Islam saja tetapi dibutuhkan beragam kalangan.[ah/rilis]

  • Kongres Halal Internasional MUI Dihadiri 30 Peserta Internasional

    Kongres Halal Internasional MUI Dihadiri 30 Peserta Internasional

    Kongres Halal Internasional (KHI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2022 di Bangka Belitung pada 14-18 Juni 2022 yang akan dibuka langsung Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu akan merumuskan dan menetapkan Resolusi Halal Dunia.

    Baca juga: Kongres Halal Internasional MUI di Babel akan Rumuskan Resolusi Halal Dunia

    Sekretaris Panitia Pengarah KHI, KH Rofiqul Umam Ahmad, mengatakan Resolusi Halal Dunia tersebut bisa menjadi pengikat moral serta menguatkan komitmen seluruh kepentingan. Baik industri halal, produsen halal, maupun pariwisata halal di Tanah Air dan dunia akan terikat dengan komitmen tersebut.

    “Resolusi ini akan menjadi panduan dan inspirasi bagi semua pihak yang ingin mengembangkan halal dalam berbagai aspek. Saat ini, panitia pengarah sedang membahas dan mematangkan draft Resolusi Halal Dunia tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal itu, Senin (13/6/2022).

    Kiai Rofiq menyampaikan, pembahasan dan penetapan Resolusi Halal Dunia ini akan melibatkan 30 peserta yang mewakili berbagai unsur mulai dalam sampai luar negeri. Peserta yang hadir dalam KHI 2022, kata dia, berasal dari MUI, lembaga pegiat halal, lembaga pemeriksa halal, dan kementerian/lembaga pemerintah terkati dengan halal dan pariwisata halal.

    “Selain itu, ada juga lembaga atau asosiasi masyarakat di bidang halal dan pariwisata halal yang hadir, ” ungkapnya.

    Kiai Rofiq memandang, kehadiran peserta KHI 2022 dari luar negeri dipandang sangat penting. Industri halal dan pariwisata halal luar negerai sangat erat kaitannya dengan perkembangan umat Islam dan bangsa lain di dunia. Sebab, kata dia, industri halal maupun pariwisata halal juga menjadi perhatian masyarakat dunia yang bukan Islam.

    “Dari 40 negara yang sudah kami undang, ada peserta dari 30 negara yang akan hadir baik secara online maupun offline. Mereka akan berdiskusi dengan teman-teman dari Indonesia tentang bagaimana mengembangkan industri halal dan pariwisata halal, ” ujarnya.

    Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, Trisna Djuwaeli, kongres hasil kerjasama MUI Pusat, MUI Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bangka Belitung ini akan dibuka Wakil Presiden RI dan ditutup Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Trisna juga menyampaikan dalam Kongres yang mengangkat tema “Akselerasi Peningkatan Kontribusi Produk Halal dan Pariwisata Halal dalam Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia” ini juga akan digelar Rakornas Komisi Fatwa dan Rakornas LPPOM seluruh Indonesia.

    “Maka kami juga mengundang Komisi Fatwa dan LPPOM se-Indonesia untuk hadir dalam Kongres Halal Internasional dan mereka juga akan mengadakan kegiatan Rakornas tersebut,” tuturnya.

    Di samping itu, kata dia, KHI ini juga mengundang Kementerian-kementerian di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian BUMN. “Kita juga meminta para menteri-menteri dari kementerian tersebut menjadi narasumber,” ungkapnya.[ah/rilis]

  • Kongres Halal Internasional MUI di Babel akan Rumuskan Resolusi Halal Dunia

    Kongres Halal Internasional MUI di Babel akan Rumuskan Resolusi Halal Dunia

    Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022 akan merumuskan dan menetapkan resolusi halal dunia. Kongres internasional yang berlangsung 14-18 Juni 2022 tersebut hasil kerjasama MUI Pusat, MUI Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bangka Belitung.

    Baca juga: Termasuk kategori Bisnis Halal / Haram?

    Sekretaris Panitia Pengarah KHI, KH Rofiqul Umam Ahmad, mengatakan Resolusi Halal Dunia tersebut bisa menjadi pengikat moral serta menguatkan komitmen seluruh kepentingan. Baik Industri halal, produsen halal, maupun pariwisata halal di tanah air dan dunia akan terikat dengan komitmen tersebut.

    “Resolusi ini akan menjadi panduan dan inspirasi bagi semua pihak yang ingin mengembangkan halal dalam berbagai aspek. Saat ini, panitia pengarah sedang membahas dan mematangkan draft Resolusi Halal Dunia tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal itu, Sabtu (11/06) saat dihubungi MUIDigital.

    Kiai Rofiq menyampaikan, pembahasan dan penetapan resolusi halal dunia ini akan melibatkan 30 peserta yang mewakili berbagai unsur mulai dalam sampai luar negeri. Peserta yang hadir dalam KHI 2022, kata dia, berasal dari MUI, lembaga pegiat halal, lembaga pemeriksa halal, dan kementerian/lembaga pemerintah terkati dengan halal dan pariwisata halal.

    “Selain itu, ada juga lembaga atau asosiasi masyarakat di bidang halal dan pariwisata halal yang hadir, ” ungkapnya.

    Baca Juga Tebarkan Islam Ramah, MUI Pusat dan MUI Papua Barat Rancang Program Dialog Antar Umat Beragama
    Kiai Rofiq memandang, kehadiran peserta KHI 2022 dari luar negeri dipandang sangat penting. Industri halal dan pariwisata halal luar negerai sangat erat kaitannya dengan perkembangan umat Islam dan bangsa lain di dunia. Sebab, kata dia, industri halal maupun pariwisata halal juga menjadi perhatian masyarakat dunia yang bukan Islam.

    “Dari 40 negara yang sudah kami undang, ada peserta dari 30 negara yang akan hadir baik secara online maupun offline. Mereka akan berdiskusi dengan teman-teman dari Indonesia tentang bagaimana mengembangkan industri halal dan pariwisata halal, ” ujarnya.[ah/MUI]