Category: Hadis Ramadhan

  • Hadis Ramadhan: Waktu Berbuka Puasa

    Hadis Ramadhan: Waktu Berbuka Puasa

    أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.

    “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam Te-tapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

    Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam:

    :حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي، يَقُولُ: سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا وَغَرَبَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ.

    Telah menceritakan kepada kami Al Humaidiy, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Hisyam bin ‘Urwah berkata: Aku mendengar bapakku berkata: Aku mendengar ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththob dari bapaknya radliallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka “.

    (HR. Bukhari no. 1818).

    Puasa Ramadhan yang kita lakukan sekarang ini sebetulnya tidak terlalu berat jika dibandingkan zaman permulaan Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat melakukan puasa hampir 24 jam. Mereka berbuka puasa di awal permulaan malam (waktu Maghrib) dan setelah masuk waktu Isya’ mereka melanjutkan puasa sampai bertemu Maghrib berikutnya.

    Ada beberapa riwayat shahih mengenai keadaan beberapa sahabat ketika di malam Ramadhan harus meneruskan puasa. Umar Ibn Al-Kahttab dan beberapa sahabat lainnya pernah berjima’ dengan istri lalu mengadukan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di saat itulah turun ayat 187 Surat Al-Baqarah tentang dihapusnya puasa di malam hari Ramadhan. Mulai saat itulah dan sampai sekarang ini puasa Ramadhan hanya sampai Maghrib saja. Dengan kata lain di malam bulan Ramadhan kita sudah boleh makan, minum, berjima’ dengan istri dan hal lainnya sampai dengan terbit fajar shadiq atau masuk waktu Subuh, sebagaimana ayat 187 surat Al-Baqarah:

    وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ.

    “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam.”

    Oleh sebab itu, bersyukurlah kita kepada Allah karena kasih sayang-Nya begitu luas kepada para hamba-Nya. Rasa syukur tersebut kita wujudkan dengan berpuasa Ramadhan dengan baik dan bersemangat karena hanya berakhir di waktu Maghrib. Dengan demikian, tidak ada alasan malas shalat tarawih!

    Wallahu A’lam.

    Simak Kajian Lengkap Waktu Berbuka Puasa pada video di bawah ini:

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Ramadhan, Bulan Turunnya Al-Quran

    Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.
    Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
    [Al-Baqarah[2]:185]

     

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hadis Ramadhan: Lupa Saat Berpuasa

    Hadis Ramadhan: Lupa Saat Berpuasa

    Hadis Ramadhan: Lupa Saat Berpuasa

    حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

    .إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ibnu Sirin, dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Jika seseorang lupa lalu dia makan dan minum (ketika sedang berpuasa) maka hendaklah dia meneruskan puasanya karena hal itu berarti Allah telah memberinya makan dan minum”.

    (HR. Bukhari no. 1797).

    Salah satu bentuk kasih sayang Allah bagi orang yang berpuasa adalah rukhshah (keringanan) ketika ia makan dan minum karena lupa. Karena ketidak sengajaan itulah puasanya menjadi tidak batal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan di saat lupa itulah Allah memberinya rezeki berupa makanan atau minuman. Orang yang tidak sengaja makan dan minum tidak batal puasanya dan tidak ada kafarat atau qadha merupakan pendapat mayoritas ulama fiqh.

    Lalu bagaimana dengan jima’ karena lupa? Apakah sama dengan makan atau minum karena lupa?

    Berikut pendapat para ulama:

    Imam Syafi’i dan Hanafi berpendapat bahwa orang yang jima’ saat puasa Ramadhan karena lupa, tidak batal puasanya. Karena tidak batal, maka tidak ada qadha’ dan kafarat. Madzhab ini mengqiyaskan dengan hukum bagi orang yang tidak batal puasanya karena makan dan minum tanpa sengaja.
    Imam Malik berpendapat bagi yang berpuasa Ramadhan kemudian berjima’, makan atau minum karena lupa, batal puasanya dan hanya wajib qadha’ saja tanpa kafarat.
    Imam Ahmad berpendapat, orang yang makan dan minum karena lupa, puasanya tidak batal. Adapun bagi yang berjima’ karena lupa, maka puasanya batal, wajib qadha’ dan bayar kafarat.

    Wallahu A’lam.

     

    Simak Kajian Lengkap Lupa Saat Berpuasa pada video di bawah ini:

     

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Membatalkan Puasa Pada Bulan Ramadhan

    Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:
    Barangsiapa yang membatalkan puasanya satu hari di bulan Ramadhan, tanpa ada uzur atau sakit, maka dia tidak bisa menggantikannya puasa sepanjang tahun, walaupun dia berpuasa setahun.
    [HR. Abu Daud, al-Tirmizi, Ibn Majah, Ahmad]

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hadis Ramadhan: Puasa yang Sia-sia

    Hadis Ramadhan: Puasa yang Sia-sia

    Puasa yang Sia-sia

    :حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    .رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

    Telah menceritakan kepada kami Amru bin Rafi’, telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Mubarak, dari Usamah bin Zaid, dari Sa’id Al Maqburi, dari Abu Hurairah ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang.

    (HR. Ibnu Majah no. 1680).

    Jika ada seorang pedagang yang bermodal besar namun dagangannya tidak laku, apa mau? Atau jika ada seorang pegawai yang telah bekerja sebulan penuh dan berharap menerima gaji, namun sang pimpinan perusahaan mengatakan: “Untukmu tidak ada gaji bulan ini karena kamu telah melanggar aturan yang telah ditetapkan! Kata apa yang kita ucapkan untuk pedagang dan pegawai tersebut selain “kasihan”?

    Pahala dan dosa memang tidak pernah terlihat oleh mata kita. Allah menetapkan demikian bertujuan untuk menguji para hamba-Nya. Andaikan pahala kelihatan dan langsung diberikan saat itu juga, tentu masjid selalu penuh sesak oleh jama’ah, manusia berlomba untuk bersedekah, dan kejujuran meraja lela. Begitu juga jika dosa dapat dilihat oleh mata dan dibayar saat itu juga, tentunya korupsi, pencurian, hujatan, caci maki, kezhaliman akan langka. Mungkin karena tidak terlihat itulah manusia menjadi terlena dan terkesan tidak terjadi apa-apa ketika berbuat dosa, apalagi di saat berpuasa Ramadhan.

    Hadis di atas adalah “peringatan” untuk kita agar pahala puasa yang begitu besar batal diraih karena tidak bisa menahan sabar. Bukan hanya menahan makan dan minum saja, puasa yang bernilai pahala juga harus menahan emosi dan prilaku yang tidak baik. Puasa tapi marah-marah, puasa tapi main judi, puasa tapi melihat gambar atau film kotor, puasa tapi menghujat orang, puasa tapi ghibah, puasa tapi bertengkar, puasa dan tapi-tapi lainnya.

    Puasa tak bernilai inilah yang tidak mampu membentuk pelakunya menjadi muttaqin. Jika puasa semacam ini terus menjadi model tiap tahunnya, seolah-olah puasa Ramadhan sekedar tradisi tahunan yang dikerjakan secara ikut-ikutan.

    Semoga kita mampu berpuasa yang benar dan bernilai, aamiin.

    Wallaau A’lam.

     

    Simak Kajian Lengkap Puasa yang Sia-sia pada video di bawah ini:

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hadis Ramadhan: Belum Mendapatkan Ampunan

    Hadis Ramadhan: Belum Mendapatkan Ampunan

    Belum Mendapatkan Ampunan

    Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:
    Celakalah seseorang, aku disebut-sebut di depannya dan ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku. Dan celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang kedua orang tuanya berusia lanjut namun kedua orangtuanya tidak dapat memasukkannya ke dalam Surga (karena baktinya ke orang tua).
    [HR. Tirmidzi 3468]

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hadis Ramadhan: Pahala Memberi Makan Orang Yang berpuasa

    Hadis Ramadhan: Pahala Memberi Makan Orang Yang berpuasa

    Ramadhan: Pahala Memberi Makan Orang Yang berpuasa

    :حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    .مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

    .قَالَ أَبُو عِيسَى: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

    Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Abdurrahim, dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman, dari ‘Atha’, dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun”

    Abu ‘Isa berkata: “Ini merupakan hadits hasan shahih.”

    (HR. Tirmidzi no. 735).

    Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di bulan inilah kita dilatih oleh Allah untuk menjadi hamba yang semakin intens berhubungan langsung kepada Allah dan juga intens berhubungan dengan sesama muslim. Islam tidak hanya menginginkan umatnya shaleh secara individual tapi juga shaleh secara sosial.

    Terhadap muslim yang sudah meraih pahala berpuasa, Allah juga membuka peluang bagi para hamba-Nya untuk melipatgandakan pahala yang semakin besar dengan cara memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka. Dan hebatnya lagi, pahala memberi makan orang berbuka itu sebanding dengan pahala puasa orang yang diberi makannya itu tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Kita ambil contoh, si Fulan memberi makan orang yang ingin berbuka puasa sebanyak 10 orang, maka si fulan mendapakan pahala puasa 11 kali, satu kali karena puasanya ditambah 10 kali pahala memberikan makanan. Ingat, itu baru pahala standar! Bisa jadi pahalanya lebih besar dan berlipat lagi karena kemuliaan bulan Ramadhan. Wallahu A’lam.

    Selain limpahan pahala yang diperoleh, memberi makan orang yang berbuka puasa merupakan salah satu amal ibadah yang penuh hikmah, diantaranya adalah mempertebal Ukhuwah Islamiyah. Jika kebiasaan positif ini dilakukan terus selama Ramadhan, maka terbentuklah sifat dermawan dan tingginya jiwa sosial kaum muslimin di luar bulan Ramadhan.

    Jika ada penawaran dari pengurus masjid atau mushalla yang biasanya menawarkan proposal untuk kegiatan berbuka puasa bersama (Ifthar Jama’i), terima saja! Itu rezeki buat kita untuk mengamalkan hadits di atas.

    Wallahu A’lam.

     

    Simak Kajian Lengkap Pahala Memberi Makan Orang Yang berpuasa pada video di bawah ini:

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Mendapat Dua Kegembiraan dan Disisi Allah Aroma Mulutnya Lebih Harum dari Minyak Kasturi

    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda: Allah berfirman:
    Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan Aku orang yang sedang shaum.

    Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaumnya itu.
    [HR. Bukhari 1771]

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Ada Malam Lailatul Qadar

    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda:
    Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, di dalamnya Allah mewajibkan kalian berpuasa, di dalamnya pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan Ramadhan ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan barangsiapa tidak mendapati malam itu maka ia telah kehilangan pahala seribu bulan.
    [HR. Ahmad 6851]

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994

  • Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Hacked by Poloss | W.P.E.F. Team

    Dibebaskan Dari Siksa Api Neraka

    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. bersabda:

    Pada malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan. [HR. Tirmidzi 618]

    Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
    https://bit.ly/apphadisramadhan

    🗳️ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
    Bank BSI
    No. Rek. 10 15 18 4888
    a.n. YAY Pusat Kajian Hadis

    Donasi online
    https://donasi.pkh.or.id

    📲 Pusat Kajian Hadis
    https://wa.me/62818996994