Carilah Malam Lailatul qadar
:ุญูุฏููุซูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุจููู ุงููู
ูุซูููููุ ุญูุฏููุซูููุง ุฎูุงููุฏู ุจููู ุงููุญูุงุฑูุซูุ ุญูุฏููุซูููุง ุญูู
ูููุฏูุ ุญูุฏููุซูููุง ุฃูููุณูุ ุนููู ุนูุจูุงุฏูุฉู ุจููู ุงูุตููุงู
ูุชูุ ููุงูู: ุฎูุฑูุฌู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุฎูุจูุฑูููุง ุจูููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ููุชูููุงุญูู ุฑูุฌูููุงูู ู
ููู ุงููู
ูุณูููู
ูููู ููููุงูู
ุฎูุฑูุฌูุชู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู
ู ุจูููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ููุชูููุงุญูู ููููุงูู ููููููุงูู ููุฑูููุนูุชู ููุนูุณูู ุฃููู ููููููู ุฎูููุฑูุง ููููู
ู ููุงููุชูู
ูุณููููุง ููู ุงูุชููุงุณูุนูุฉู ููุงูุณููุงุจูุนูุฉู ููุงููุฎูุงู
ูุณูุฉู.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits, telah menceritakan kepada kami Humaid, telah menceritakan kepada kami Anas, dari โUbadah bin Ash-Shamit, ia berkata: Nabi shallallahu โalaihi wa sallam keluar untuk memberitahukan kami tentang Lailatul Qadar. Tiba-tiba ada dua orang dari Kaum Muslimin yang saling berselisih. Akhirnya Beliau berkata:
โAku datang untuk memberitahukan kalian tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar namun fulan dan fulan saling berselisih sehingga kepastian waktunya diangkat (menjadi tidak diketahui). Namun semoga kejadian ini menjadi kebaikan buat kalian, maka carilah pada malam yang kesembilan, ketujuh dan kelima (pada sepuluh malam akhir dari Ramadhan) โ.
(HR. Bukhari 1883).
:ุญูุฏููุซูููุง ููุชูููุจูุฉู ุจููู ุณูุนููุฏูุ ุญูุฏููุซูููุง ุฅูุณูู
ูุงุนูููู ุจููู ุฌูุนูููุฑูุ ุญูุฏููุซูููุง ุฃูุจูู ุณูููููููุ ุนููู ุฃูุจููููุ ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุงุ ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู
ุชูุญูุฑููููุง ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ููู ุงููููุชูุฑู ู
ููู ุงููุนูุดูุฑู ุงููุฃูููุงุฎูุฑู ู
ููู ุฑูู
ูุถูุงูู
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Saโid, telah menceritakan kepada kami Ismaโil bin Jaโfar, telah menceritakan kepada kami Abu Suhail, dari bapaknya, dari โAisyah radliallahu โanha, bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda:
โCarilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhanโ.
(HR. Bukhari no. 1878)
Dari dua hadis tadi dirasa cukup mewakili pengertian bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir, khususnya pada malam ganjil bulan Ramadhan.
Saking mulianya Lailatul Qadar, diriwayatkan pula bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam mengencangkan sarungnya dan membangunkan keluarganya di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Beliau tidak mau mendapatkan Lailatul Qadar sendirian. Beliau ingin juga agar malam tersebut didapati oleh keluarganya.
Salah satu hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar adalah agar kita bersungguh-sungguh mencarinya. Allah ingin melihat kesungguhan kita. Allah ingin mendengar isak tangis dan permohonan ampunan yang kita lantunkan kepada-Nya. Allah ingin kita mengemis ampunan dan maaf dari-Nya. Allah ingin melihat penghambaan kita yang sesungguhnya yang mungkin di hari-hari biasanya kita lupa dengan kesombongan dan segala kemewahan, kejumawaan, jabatan dan kedudukan kita.
Sekalipun kita tidak mendapatkan malam Lailatul Qadar, tapi Allah tetap akan memberi pahala yang berlimpah karena kesungguhan dan keikhlasan kita. Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan, ikhtiar dan doโa kita.
Alangkah malangnya orang yang menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan. Rugi nian bagi mereka yang bermaksiat di bulan Ramadhan, terutama di 10 malam terakhir. Alih-alih mendapatkan Lailatul Qadar, justru memperoleh dosa berlipat karena tidak menghormati kesucian bulan Ramadhan.
Wallahu Aโlam.
Simak Kajian Lengkap Carilah Malam Lailatul qadar pada video di bawah ini:
Download Aplikasi Hadis-hadis Ramadhan:
https://bit.ly/apphadisramadhan
๐ณ๏ธ Mari terus dukung dakwah Pusat Kajian Hadis melalui :
Bank BSI
No. Rek. 10 15 18 4888
a.n. YAY Pusat Kajian Hadis
Donasi online
https://donasi.pkh.or.id
๐ฒ Pusat Kajian Hadis
https://wa.me/62818996994