Tag: pkh

  • Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Majelis Ta’lim (MT) Uswatun Hasanah pimpinan ustazah Hayati melakukan wisata religi ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad (15/01/2023).

    Baca juga: JIC Gelar Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022

    Bersama ustazah Hayati, ikut juga 30 orang jamaah Majelis Ta’lim Uswatun Hasanah yang berasal dari Grogol, Jakarta Barat.

    Jamaah tiba di lokasi pesantren PKH pada pukul 08.30 pagi dan disambut dengan welcome drink yang diikuti dengan melaksanakan shalat Dhuha bersama.

    Kemudian jamaah berkumpul di Aula untuk memulai acara kegiatan dengan pembukaan dan ucapan selamat datang kepada para jamaah MT Uswatun Hasanah yang sudah berkenan untuk melakukan wisata religi di pesantren PKH.

    Para jamaah tidak hanya sekedar berwisata ke pesantren PKH, mereka juga mendapatkan penjelasan detail tentang prosesi manasik haji yang disampaikan oleh tim PKH.

    Setelah itu, jamaah turun ke bawah untuk mulai melakukan praktik manasik haji yang dipimpin oleh pengajar dari PKH. Manasik haji yang dipraktikkan adalah manasik haji tamatu yang biasanya dilakukan oleh orang Indonesia ketika haji sesungguhnya.

    Acara berikutnya diisi dengan kegiatan games cerdas sirah, di mana para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan 5 soal kesempatan menjawab dan ada juga soal babak rebutan.

    Kegiatan terakhir sebagian para jamaah berenang di kolam renang yang merupakan salah satu fasilitas yang ada di pesantren PKH. Tak lupa jamaah juga membeli oleh-oleh berupa hasil panen sayuran kangkung hidroponik PKH dan pedagang warung yang ada di sekitar rumah tahfiz yang menyiadakan hasil bumi seperti; alpukat, ubi dan labu.

    Menjelang sore pukul 17.30 para jamaah bersiap pulang dan berpamitan dengan pengajar dari pihak PKH yaitu ustaz. Tarsim dan ustazah Siti.[nur]

  • Tim PKH Perkenalankan Program Hadis Digital ke Mahasiswa UIN Banten

    Tim PKH Perkenalankan Program Hadis Digital ke Mahasiswa UIN Banten

    “Sangat efektif sekali dalam penyampaian aplikasi dan saya mendapatkan banyak ilmu baru. Dengan karya PKH dapat mempermudah mencari bahan hadis untuk mengerjkan tugas UAS ataupun UTS.”

    Baca juga: 50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    Pernyataan itu diungkap oleh Sumani Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Hadis (HMJIH) Universitas Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasannudin Banten, saat dia bersama dengan 19 rekannya berkunjung ke pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor pada Selasa (11/1/2023).

    Kunjungan 20 mahasiswa semester 1 dan 3 Universitas Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasannudin Banten ini merupakan bagian dari silaturrahim dan juga menambah wawasan mereka dengan mengenal program hadis digital karya tim PKH.

    Kurang lebih selama 3 jam para mahasiswa jurusan Ilmu Hadis tersebut mendengarkan paparan dari narasumber dan tim IT PKH yang menjelaskan beberapa karya yang dibuat oleh PKH khususnya dalam bidang hadis digital.

    Kedepannya mahasiswa UIN Banten berencana akan mengikuti program pembelajaran digitalisasi hadis dengan menginap selama beberapa hari di pesantren PKH seperti beberapa mahasiswa UIN lainnya yang sudah mengikuti program kerjasama dengan PKH.

    Kunjungan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasannudin Banten ke pesantren PKH diakhiri dengan foto bersama dan mereka berpamitan pulang untuk melanjutkan perjalanannya ke tempat wisata Matahari yang berada di wilayah Bogor.[nur]

     

  • 50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    50 Guru Ikuti Workshop Pengenalan Hadis Digital di Pesantren PKH

    Sebanyak 50 guru dari sekolah Al-Ittihad, Bogor mengadakan workshop pengenalan hadis digital  selama 3 hari 2 malam di pesantren Pusat Kajian Hadis pada 26 Desember 2022.
    PKH memfasilitasi workshop tersebut dengan berbagai materi terkait dengan pengenalan hadis melalui digital ditambah juga dengan kegiatan manasik haji, menghafal hadis serta cerdas sirah.
    Dengan adanya workshop ini, diharapkan para guru dari sekolah Al-Ittihadiyah bisa mendapatkan pengalaman baru dalam belajar ilmu hadis melalui media digital.
    Perkembangan teknologi saat ini menuntut semua orang tidak terkecuali para guru untuk melek teknologi khususnya media digital dan workshop kali ini juga bagian dari upaya mengubah mindset para guru agar bisa mengikuti perkembangan zaman.
    Target yang hendak dicapai dari pelaksanaan kegiatan workshop ini adalah adanya dampak positif bagi pengajar untuk jangka pendek serta jangka panjang.
    Diharapkan dengan adanya workshop bisa membuat para pendidik bisa memiliki wawasan dan khazanah baru tentang belajar dan mengajar menggunakan pendekatan digital.
    Perwakilan guru  yang mengikuti workshop mengakui bahwa mereka mendapatkan banyak pengalaman baru selama dua malam di pesantren PKH.
    “Saya sangat berterima kasih terutama kepada sekolah dan PKH yang tidak di sangka saya mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa.  Saya mendapatkan ilmu baru yang belum pernah di dapat selama saya kuliah dulu,” ungkap salah seorang perwakilan guru.
    “Selama workshop saya mengikuti kegiatan menghafal hadis berserta sanadnya yang bahkan selama saya kuliah tidak ada satu pun mahasiswa bisa menghafal hadis dengan sanad.” tambah guru tersebut.[nur]
  • 96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 96 peserta didik dari beberapa sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan kegiatan manasik haji secara gabungan pada hari Kamis 3 November 2022 di Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH).
    Peserta manasik haji berasal dari sekolah Paud Nurul Iman, Kelompok Bermain (KB) Attin, KB Salmandila dan TK Al-Fathoniyah dari daerah Caringin, Bogor.
    Acara di mulai secara serentak pada pukul 08.30 karena menunggu sekolah lain yang belum tiba setelah sebelumnya pukul 08.00 pagi sebagian peserta tiba di pesantren PKH.
    Pembimbing manasik haji dibagi 3 kloter, untuk kloter 1 oleh ustzah Nurrohmah, ustzah Dian Ayu di kloter 2 dan ust. Tarsim di kloter 3.
    Kegiatan simulasi manasik haji menjadi salah satu program sekolah khususnya bagi anak TK dan Paud setiap tahunnya. Anak didik diperkenalkan pada usia dini bagaiamana pelaksanaan ibadah haji baik itu melalui materi, praktek, dan beberapa tata tertib haji.
    Tiga orang utusan pengawas dari Caringin pun ikut menghadiri kegiatan manasik haji dan juga mengamati setiap pembimbing manasik yang sedang mengajarkan anak didiknya. Mereka sangat merespon positif mengenai penyampaian manasik haji di pesantren PKH.
    Turur hadir juga Satpol PP di pintu masuk utama pesantren untuk membantu mengontrol kedatangan para tamu peserta didik yang baru saja berdatangan. Arahan satpol PP ditugaskan untuk ikut hadir dalam acara tersebut yang dikerahkan oleh ibu Camat yang memang kebetulan beliau pemilik sekolah dari KB Attin.
    Banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan manasik haji juga menjadi berkah bagi para pedagang sekitar pesantren PKH di mana mereka berjualan di luar area pesantren.
    Usai kegiatan manasik, sebagian sekolah ada yang langsung pulang namun ada juga menuju acara selanjutnya yaitu ke tempat wisata untuk liburan renang.
    Kegiatan manasik haji di pesantren PKH mendapat respon positif dari pihak sekolah. Secara umum mereka merasa sangat puas dengan pelayanan tim PKH dan pengajaran pada kegiatan manasik haji.
    “Tahun ini kami melaksanakan manasik haji bersama 4 lembaga yang mengikuti. MasyaAllah sangat puas karena kami selalu kembali paud dari Nurul Iman melaksanakan manasik haji sudah 4 kali,” ungkap salah satu guru Paud Nurul Iman.
    “InsyaAllah, harapan kami mudah-mudah lebih banyak lagi teman-teman dari lembaga lain khususnya daerah Ciawi, Caringin dan sekitarnya bisa melaksanakan kegiatan manasik haji di PKH ini. Kami ucapkan terima kasih banyak.” ujar kordinator kegiatan Umi Kiki.[nur]
  • Tim PKH Salurkan Wakaf Buku ke Pesantren Darul Falah Subang

    Tim PKH Salurkan Wakaf Buku ke Pesantren Darul Falah Subang

    Pusat Kajian Hadis (PKH) kembali melanjutkan Program wakaf buku. Dengan tema Raih Pahala Jariyahmu dengan Rp. 100.000-mu ke Surga, program wakaf buku ini diberikan dan disalurkan ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang jawa Barat pada hari Kamis, 20 Oktober 2022.

    Baca juga: Tim PKH Lakukan Sosialisasi Program dengan Salurkan Buku Wakaf Ke Pesantren Griya Tahfidz Cakung

    Selain ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang, wakaf buku ini juga sudah disalurkan ke beberapa pesantren baik yang dikunjungi langsung oleh pihak tim Pusat Kajian Hadis (PKH) maupun oleh donatur PKH.

    Dalam kunjungannya ke pesantren Darul Falah, tim PKH tidak hanya menyalurkan buku-buku wakaf tapi juga bersosialisasi serta memberikan sedikit motivasi dan ilmu baru dengan beberapa aplikasi PKH yang zaman sekarang sudah menjamur dimana-mana mengenai kecanggihan alat elektronik di bidang Information Technology (IT).

    Tim PKH sendiri sampai ke pesantren Darul Falah, Cimanggu kabupaten Subang, menjelang maghrib setelah sebelumnya melakukan perjalanan kunjungan dari Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

    Program wakaf buku yang digagas PKH manfaatnya sangat besar untuk para santri maupun guru pesantren. Dengan adanya program ini para santri bisa menghafal hadis dari buku-buku yang berjudul 40 Hadis Mudah Dihafal Imam al-Bukhari, 40 Kumpulan Ayat yang Sering Dibaca Imam dan 40 Hadis Nasehat Santri. Semua buku yang diwakafkan merupakan karya alm. DR. KH. A. Lutfi Fathullah, MA.

    Buku karya alm. DR. KH. A. Lutfi Fathullah, MA memang sangat bagus sekali dan cocok sasarannya untuk para santri. Pertama dengan buku 40 Hadis Mudah Dihafal Imam al-Bukhari, santri menghafal hadis dan diajarkan dengan adanya rasa cinta mengenal akhlak baginda Rasulullah saw dan tanpa disadari santri pun tumbuh dengan menanamkan perilaku baik dengan adanya pesan-pesan Rasulullah saw.

    Ke-2 buku 40 Kumpulan Ayat Yang Sering Dibaca Imam, dengan adanya buku ini pesantren bisa menerapkan bagi santrinya untuk shalat berjamaah dengan membaca surah tertentu yang ada di dalam buku tersebut. Sehingga surah yang dibaca seperti yang diaplikasikan oleh masjid-masjid besar seperti masjid Istiqlal, bahkan masjidil Haram dan masjid Nabawi.

    Ke-3 buku 40 Hadis Nasehat Santri, dengan buku ini santri pun bisa menyampaikan isi pidato dengan hadis nasehat santri sesuai dengan pembahasannya yang ingin disampaikan. Misalnya, di acara muhadaroh yang setiap minggunya menjadi kegiatan wajib santri untuk mencurahkan bakatnya.

    Sekilas pesantren Darul Falah

    Pesantren Darul Falah merupakan lembaga pendidikan berbasis agama Islam yang di dalam lokasi pesantren terdapat 2 tingkatan sekolah. Diantaranya, sekolah tingkatan Wustha/SMP dan Ulya/SMA. Jumlah keseluruhan santri yang berada di pesantren tersebut kurang lebih sekitar 200 anak.

    Sekolah pendidikan Pesantren Darul Falah menerapkan sistem Islamic & Cultural Boarding School. Pimpinan pondok pesantren Darul Falah sendiri, kiyai Ridwan Hartiwan baru meninggal dunia pada 2021 lalu. Pucuk pimpinan pesantren kemudian digantikan oleh istri beliau guna meneruskan ponpes Darul Falah.[nur]

  • Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam Belajar Manasik Haji & Umrah di Pesantren PKH

    Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam Belajar Manasik Haji & Umrah di Pesantren PKH

    Sebanyak 20 jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam berkunjung ke Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) Bogor pada hari Sabtu lalu (17/09/2022).

    Baca juga: Majelis Taklim Karyawan XL Adakan Rapat Kerja di Pesantren PKH

    Dengan menggunakan 1 mobil Elf, para jamaah yang berangkat dari Cengkareng tersebut dipimpin oleh ibu Ika.

    Kedatangan mereka ke PKH atas rekomendasi salah seorang jamaah yang berharap jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam bisa berwisata religi sekaligus melakukan simulasi manasik haji di pesantren PKH.

    Rencana kunjungan ke pesantren PKH dari jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam termasuk mendadak. Mereka baru mengabari pihak manajemen bahwa akan berkunjung ke pesantren PKH, satu hari sebelum hari H. Namun tim PKh tetap bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan cepat dan profesional termasuk memberikan pelayanan sebaik mungkin ketika tahapan pengajaran manasik haji.

    Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam mendapatkan pembelajaran kegiatan manasik haji dan umrah dari ustadz Khairul Anwar yang beliau kebetulan tinggal di lingkungan pesantren PKH.

    Ada kisah duka dibalik kunjungan Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam ke pesantren PKH yaitu 2 dari jamaah yang datang ternyata korban penipuan travel umrah.

    Mereka yang seharusnya bisa berangkat umrah tahun ini, qadarullah terpaksa batal akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari pihak travel. Namun kunjungan ke pesantren PKH, bisa sedikit mengobati rasa kecewa mereka karena selama di pesantren PKH mereka bisa merasakan atmosfir suasana Baitullah dengan belajar manasik haji dan umrah.

    Semoga para Jamaah Majlis Ta’lim Wanita Islam bisa melakukan ibadah umrah bahkan haji. Amin.[nur]

  • Mahasiswa KKL UIN Makassar Berkunjung ke PKH Jakarta

    Mahasiswa KKL UIN Makassar Berkunjung ke PKH Jakarta

    Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar pada Kamis (08/09/2022) berkunjung ke Pusat Kajian Hadis (PKH) dalam rangka kegiataan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan Praktikum Kompetensi Mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar Semester 7 Angkatan 2019.

    Baca juga: Kampus UIN Walisongo Semarang Ajak PKH Berkaloborasi Takhrij Hadis Berbasis Smart Aplikasi

    Sekitar 30an mahasiswa KKL Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar yang didampingi oleh dosen pembimbing mereka ini tiba di kantor PKH pada pukul 11 siang.

    Kampus UIN Aluddin Makassar fakultas ushuluddin dan Filsafat sudah menjadikan kegiatan rutin KKL tiap tahunnya dengan menggunjungi PKH di Jakarta, namun kegiatan sempat terhenti selama masa pandemi covid-19.

    Perjalanan para mahasiswa KKL ini penuh dengan perjuangan karena berbeda dengan mahasiswa Makassar sebelumnya yang pernah berkunjung ke PKH dengan jalur udara. Sedangkan mahasiswa saat ini membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke Jakarta karena menggunakan jalur darat dan laut.

    Selama di PKH, mahasiswa mendapatkan presentasi karya-karya PKH disampaikan oleh ustaz Tarsim Fillah dengan didampingi Ustaz Agus beserta ustaz Kinta yang menjelaskan digitalisasi sebagai tim IT PKH.

    Tidak lupa tim PKH mengajak mahasiswa studi Ilmu Hadis UIN Makassar untuk belajar digitalisasi di pesantren PKH yang ada di Bogor seperti kampus-kampus UIN lainnya.

    Para mahasiswa dan dosen pembimbing sangat antusias melihat karya-karya PKH yang sangat luar biasa yang dibungkus dengan aplikasi digital.

    “Saya sangat terharu dengan perjuangan almarhum KH. DR. A. Lutfi Fathullah, MA karena dahulu kami dan rekan forum pernah ada kontrak di stasiun TVRI. Beliau sangat mendukung forum kami bersama teman mahasiswa pada saat itu yang ingin kembali menghidupkan hadis sunnah ini. Kami rindu suasana dan suara beliau dengan ala betawinya namun sangat tegas,” ungkap Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag. sebagai dosen pembimbing.

    Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag juga menjelaskan alasan lain mereka berkunjung ke PKH yaitu tidak ingin tali silaturrahim yang sudah terjalin selama ini menjadi terputus setelah wafatnya KH.Lutfi Fathullah.

    “Mengapa kami berkunjung PKH karena kami tidak ingin memutuskan tali silaturrahim kepada PKH. Rasa-rasanya ini juga bukan hanya aset PKH tapi juga aset ummat yang harus tetap ada dalam bidang ilmu hadis, juga aset ummat Islam karena banyak sekali kontribusi yang dibberikan PKH kepada umat Islam khususnya mahasiswa yang ingin belajar hadis.”

    “Dan kami sebagai dosen terbantu dengan beberapa aplikasi dan digitalisasi hadis. Salah satu bentuk apresiasi, kami membentuk mata kuliah digitalisasi hadis,” tambah Radhie Munadi S. Hd.,M.Ag.

    Dalam kesempatan yang sama direktur PKH, Hj. Ida Farida, sangat mengapresiasi para mahasiswa KKL Universitas Islam Negeri (UIN) Aluddin Makassar yang sudah berkunjung ke PKH.

    “Panjangnya perjalanan adik-adik semua ini, mudah-mudahan pahala dan hasilnya yang anda dapat semoga Allah swt ridhoi,” Ujar Hj. Ida Farida.

    Kegiatan KKL merupakan kegiatan yang memadukan observasi dan kunjungan yang dilakukan secara induvidu. Adanya kegiatan KKL mahasiswa dapat memperoleh manfaat bukan sekedar kunjungan semata. Mahasiswa dapat membandingan antara teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan dengan aplikasi di dunia nyata.

    Keberhasilah pelaksanaan KKL tidak hanya di dapat saat itu juga ketika mahasiswa masih belajar di perguruan tinggi. Pelaksanaan dari hasil KKL berbentuk laporan dan sangat berdampak baik ketika mahasiswa itu telah lulus dari perguruan tinggi.[nur]

  • Murid TPA Rumah Ilmu Berserta Orang Tua Ikut Manasik Haji di Pesantren PKH

    Murid TPA Rumah Ilmu Berserta Orang Tua Ikut Manasik Haji di Pesantren PKH

    Sebanyak 27 anak dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rumah Ilmu beserta 21 orang tua dan 4 guru ikut serta belajar manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad (04/09/2022).

    Baca juga: TPA Rahmatan Lil Al-Amin Melaksanakan Manasik Haji di Pesantren PKH

    Kegiatan belajar manasik haji di pesantren PKH ini merupakan yang pertama bagi TPA Rumah Ilmu, Kalideres, Jakarta Barat, pimpinan ustadzah Nuri.

    Tidak hanya anak-anak saja yang belajar manasik haji akan tetapi para orang tua yang mengantar anak-anak mereka pun juga ikut belajar.

    Semua peserta manasik memakai pakaian berwarna putih dan untuk anak-anak tidak lupa membawa batu kerikil yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Batu tersebut terbuat dari kertas yang digulung-gulung dibentuk seperti buletan kecil sebanyak 21 biji.

    Pembelajaran manasik haji dibagi menjadi 2 kloter, bagi anak-anak dipimpin oleh ustazah Dian dan orang tua murid dipimpin ustadz Tarsim. Materi yang diajarkan cara penjelasannya tentunya sangat berbeda. Anak-anak mendapatkan materinya ringan sedangkan orang tua lebih mendalam terkait manasik haji.

    Tujuan dari kegiatan belajar manasik haji ini untuk mengenalkan kepada anak bahwa menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke-5. Memperkenalkan Arafah, Mina, Jumrah, Ka’bah dan Sa’i dengan runtutan tata cara pelaksanaan manasik haji.

    Pengajian TPA Rumah Ilmu rutinitasnya diadakan pada sore hari dan murid-murid di sana ada beberapa tingkat dari sisi usia pendidikan. Mulai dari anak kecil sampai anak remaja akan tetapi TPA anak remaja tidak diikut sertakan dalam kegiatan belajar manasik haji kali ini.

    Ustazah Nuri sendiri bukanlah sosok yang asing bagi seluruh staf karyawan PKH. Beliau memang sudah banyak sekali mengajak beberapa majelis ta’lim daerah Kalideres untuk belajar manasik haji di pesantren PKH ± 300 orang.

    *Alhamdullilah wasyukurillah..terimakasih untuk Rumah ilmu..ummi..umma2 semuanya yang sudah mengadakan acara ini. Akhirnya saya bisa menginjakan kaki saya lagi yg ke-2 kalinya ke Pesantren PKH. Semoga Allah SWT memanggil saya untuk bisa menginjakkan kaki ke Makkah al-Mukarramaha yang asli nya,” ungkap salah satu orang tua murid.

    Menurut para orang tua murid, pesantren PKH sudah semakin bagus dan rapih serta pelayanan yang juga sudah semakin baik.

    “Pelayanannya baik banget, memuaskan, pulang mendapatkan ilmu dan pengalaman. Semoga PKH semakin maju dalam segala nya, Amiin,” ujar orang tua murid TPA Rumah Ilmu.[nur]

  • Anies Baswedan Jadikan Nama KH Lutfi Fathullah untuk Ponpes Tahfizh Difabel

    Anies Baswedan Jadikan Nama KH Lutfi Fathullah untuk Ponpes Tahfizh Difabel

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Sabtu 27 agustus kemarin meresmikan pondok pesantren tahfizh khusus untuk kaum difabel yang berlokasi di Jalan Manunggal Jaya Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Gubernur Aceh Harapkan MTQ Menjadi Spirit Pengamalan Al-Quran

    Turut hadir dalam peresmian pondok pesantren tahfizh khusus difabel tersebut beberapa pejabat tinggi dari pemprov DKI Jakarta seperti sekretaris daerah dan Walikota Jakarta Selatan.

    Pondok pesantren tahfizh khusus kaum difabel ini merupakan salah satu upaya Baznas DKI Jakarta untuk membantu para penyandang disabilitas yang ada di DKI Jakarta agar dapat belajar Al-Qur’an serta memahaminya.

    Dalam sambutannya, Anies Baswedan menyatakan bahwa pondok pesantren tahfizh khusus difabel ini diberi nama pendiri Pusat Kajian Hadis (PKH) yang juga semasa hidupnya pernah menjabat sebagai ketua Baznas DKI Jakarta.

    “Dan nama yang dicanangkan untuk pondok pesantren tahfizh ini adalah Pondok Pesantren Tahfizh KH Lutfi Fathullah. Insya Allah ini menjadi catatan pengingat bagi kita semua dan Insya Allah tempat ini menjadi bagian jariyah Allahuyarham sebagai pribadi yang memulai menginisiasi ini,” ujar Anies.

    Lebih lanjut Anies menegaskan kembali bahwa pondok pesantren tahfizh difabel ini akan menjadi catatan jariyah yang aliran pahalanya tidak pernah berhenti untuk KH Luti Fathullah.

    Setelah menyatakan bahwa pondok pesantren tahfizh difabel secara resmi bisa digunakan, Anies kemudian menandatangani pendirian pondok pesantren tahfizh difabel sekaligus menuliskan nama Allahuyarham di batu prasasti.

    Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para pejabat tinggi pemprov DKI dan walikota Jakarta Selatan beserta anak almarhum KH Lutfi fathullah, ustadz Hadi Fathullah.[ah]

  • Silaturrahim PKH ke JIC Sepakat untuk Saling Berkolaborasi

    Silaturrahim PKH ke JIC Sepakat untuk Saling Berkolaborasi

    Tim Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Kamis, 10 Agustus 2022 melakukan kunjungan sekaligus silaturrahim ke Jakarta Islamic Center atau JIC, Jakarta Utara. Silaturrahim kali ini merupakan bentuk kunjungan balasan sekaligus menindaklanjuti pembicaraan yang sudah dibicarakan sebelumnya setelah pihak JIC berkunjung ke PKH pada 28 Juni 2022 lalu.

    Baca juga: Rahasia Bahagia Khatam Qur’an Jadi Tema Besar Milad ke-14 AQL Islamic Center

    Dalam kunjungan ke JIC, tim PKH diwakili oleh ustadz Hadi Fathullah selaku direktur PKH, ustadz Agus, ustadz Kinta, ustadz Tarsim serta Furqan dari tim media PKH. Sedangkan dari pihak JIC yang menyambut tim PKH diwakili oleh Ustadz Muhammad Zein, M.Si, kepala Divisi Komunikasi dan penyiaran, ustadz Paimun Karim, kepala Sub Divisi Informasi dan Komunikasi, ustadz Farid Broto Susatyo, kepala Sub Divisi Penerbitan, Ade Suhardi, kepala Sub Divisi Penyiaran dan Ibu Niswati Fatimah, SIp, kepala Sub Divisi Perpustakaan

    Sebelumnya, tim PKH juga diajak berkeliling melihat perpustakaan masjid JIC dan ruangan khusus yang diberi nama ruang Betawi Corner yang menampilkan poster-poster sejarah para ulama Betawi dan karya-karya mereka..

    Acara silaturrahim sekaligus diskusi di ruangan VIP masjid JIC berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Pihak JIC sangat senang dengan adanya kunjungan tim PKH ke tempat mereka dan mereka juga sangat antisias mengetahui bahwa PKH benyak memiliki produk-produk digital yang itu semuanya bisa diterapkan di JIC.

    “Kami sangat senang dengan adanya kunjungan dari tim PKH. Bagi kami PKH bukanlah orang jauh karena almarhum ustadz Luthfi juga seperti bagian dari kami karena beliau sebelumnya juga sering hadir dan berdiskusi dengan kami di sini,” ungkap ustadz Muhammad Zein dalam sambutannya kepada tim PKH.

    Ustadz Muhammad Zein juga sangat mengapresiasi produk-produk dari tim PKH khususnya dalam bidang digital. Dan beliau berharap keahlian tim PKH pada bagian ini bisa dikolaborasikan dengan pihak JIC.

    “Kami di sini mencoba mengangkat karya-karya ulama Betawi. Mungkin kita bisa berkolaborasi serta melakukan kerjasama dengan mendigitalisasikan serta menerbitkan karya-karya ulama Betawi tersebut termasuk karya almarhum ustadz Luthfi Fathullah khususnya disertasi beliau,” ujar pria paruh baya yang ternyata juga berasal dari wilayah Kuningan, Jakarta Selatan ini.

    Menyambung pernyataan ustadz Muhammad Zein, kepala Sub Divisi Informasi dan Komunikasi, ustadz Paimun Karim menegaskan bahwa sebagai pusat pengkajian dan peradaban Islam, JIC diharapkan dapat memberikan dampak yang luas tidak hanya warga Jakarta tapi dunia.

    “Salah satu peran besar JIC adalah mengkaji serta mengangkat khazanah keislaman khususnya khazanah lokal Jakarta. JIC mungkin tidak bisa seperti PKH tapi dengan kolaborasi ini akan menguatkan kedua beiah pihak. Salah satunya penerjemahan buku disertasi almarhum ustadz Luthfi yang ini adalah sebuah masterpiece beliau dan kita harapkan bisa menjadi karya kita bersama,” tegas ustadz Paimun.

    Silaturrahim serta diskusi antara tim JIC dan PKH diakhiri dengan makan siang bersama dan juga telah disepakati beberapa poin kolaborasi serta kerjasama antara kedua belah pihak yang nantinya akan dituangkan dalam sebuah MoU.[ah]