Tag: masjid

  • Masjid Edmonton Kanada Sediakan Tempat untuk Tunawisma Selama Musim Dingin

    Masjid Edmonton Kanada Sediakan Tempat untuk Tunawisma Selama Musim Dingin

    Masjid Al-Rashid di Edmonton, Kanada telah membuka pintunya sebagai tempat berlindung bagi warga Edmonton yang rentan khususnya tunawisma, selama empat tahun berturut-turut.

    Masjid ini menawarkan tempat tidur gratis dan ruang hangat bagi para tunawisma selama cuaca dingin yang ekstrem.

    Baca juga: Siswa Muslim di Windsor Kanada Sumbangkan 100 Mantel Gratis

    Masjid dibuka ketika Kota Edmonton mengaktifkan respons cuaca ekstremnya pada 29 November lalu untuk membantu menjaga warga Edmonton yang rentan tetap aman selama cuaca dingin yang diperkirakan terjadi di musim dingin.

    “Menjadi perhatian dan kasih sayang untuk sesama manusia adalah bagian sentral dari Islam. Keberadaan warga tunawisma yang tak terhitung jumlahnya di Edmonton menunjukkan perlunya kita semua untuk melangkah dan mengulurkan tangan membantu, ” kata Sadique Pathan, imam penjangkauan Masjid Al Rashid .

    Ambang batas untuk mengaktifkan respons cuaca ekstrem Kota adalah suhu -20 derajat Celcius dengan angin dingin setidaknya selama tiga malam berturut-turut dan tingkat pemanfaatan shelter lebih dari 90 persen.

    Menurut Homeward Trust , lebih dari 2.700 warga Edmonton mengalami tunawisma. Dari jumlah tersebut, lebih dari 800 diyakini tinggal di luar ruangan.

    Masjid ini menawarkan 75 tempat tidur, buka dari jam 6 sore sampai jam 8 pagi setiap hari. Selain tempat berteduh, masjid menawarkan makanan hangat dan kebutuhan pokok kepada para tamu agar tetap aman dan hangat.

    Masjid berterima kasih kepada Islamic Relief Canada karena telah menyediakan 100 perlengkapan penghangat musim dingin untuk tempat penampungan.

    Islam sendiri mewajibkan semua tetangga untuk saling mencintai dan bekerja sama, berbagi kesedihan dan kebahagiaan.

    Islam memerintahkan umatnya harus membangun hubungan sosial di mana seseorang dapat bergantung pada yang lain dan menganggap hidup, kehormatan, dan hartanya aman di antara tetangganya.

    Tindakan ramah dari Masjid Al Rashid ini sejalan dengan pola serupa yang diadopsi oleh beberapa masjid dan pusat Islam, melayani kebutuhan para tunawisma.

    Januari lalu, masjid membuka pintunya untuk melindungi anggota masyarakat yang menghadapi musim dingin di jalanan.

    Pada Januari 2020, masjid dibuka untuk para tunawisma selama cuaca musim dingin.

    Setahun sebelumnya pada Februari 2019, masjid yang sama membuka pintunya untuk menampung orang miskin dan tunawisma dari semua agama.[ah/aboutislam]

  • Masjid di Doha Jadi Daya Tarik Besar Bagi Suporter Bola Non Muslim

    Masjid di Doha Jadi Daya Tarik Besar Bagi Suporter Bola Non Muslim

    Dengan hampir satu juta penggemar datang dari seluruh dunia untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia, masjid di Doha telah menjadi daya tarik besar bagi banyak pengunjung yang ingin belajar lebih banyak tentang budaya dan agama.

    Baca juga: Akhirnya Adzan Berkumandang di Masjid Cologne Jerman

    Masjid Agung Katara Biru adalah salah satu dari banyak atraksi di Desa Budaya Katara di Doha.

    Menurut surat kabar The Peninsula Qatar , masjid ini telah dikunjungi ribuan pengunjung setiap hari dengan mengantre ratusan kegiatan seni, budaya, dan hiburan bertepatan dengan Piala Dunia FIFA Qatar 2022.

    “Tujuan mempersiapkan tempat ini di dekat masjid adalah untuk memperkenalkan budaya pakaian, makanan dan minuman, kebiasaan dan tradisi Qatar kepada orang asing, dan sebagian besar pertanyaan mereka adalah tentang hubungan sosial keluarga Qatar dan tradisi pernikahan,” kata relawan Umm Ahmed.

    “Pertanyaan sosial mereka kebanyakan tentang kehidupan seorang Muslim berdasarkan nilai-nilai Islam. Banyak pengunjung mengakui bahwa pandangan mereka tentang Islam dan Muslim dinodai oleh banyak prasangka yang tidak dapat dibenarkan, tetapi berada di Qatar telah membantu mengubah pandangan mereka seratus delapan puluh derajat.”

    Umm Ahmed dan sukarelawan lainnya adalah bagian dari upaya Qatar untuk menjembatani budaya dan menyebarkan pemahaman yang lebih baik.

    Mereka beroperasi di lounge yang terletak di dekat masjid yang memiliki tanda bertuliskan “Tanya saya tentang wanita di Qatar.”

    Di lounge, pengunjung wanita asing dapat duduk dan minum teh dan kopi, serta belajar tentang kehidupan sosial di Qatar dengan sejumlah sukarelawan menjawab pertanyaan mereka.

    Karyawan dan mubaligh dari Qatar Guest Center juga hadir di pintu masuk masjid untuk memperkenalkan Islam lewat Eid Charity Foundation.

    Mereka menerima non-Muslim dan menjawab pertanyaan mereka tentang masjid. Mereka juga mengatur masuknya pengunjung ke masjid setelah shalat agar orang-orang mengenal suasana di dalam masjid.

    Saat menjadi tuan rumah acara sepak bola global, Qatar telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk memperkenalkan Islam kepada pengunjung.

    Misalnya, hotel menambahkan kode QR di kamar tamu yang memperkenalkan Islam dan budaya Qatar kepada pengunjung dalam semua bahasa.

    Qatar juga menempatkan beberapa mural di seluruh negeri dengan hadits Nabi Muhammad (SAW) untuk memperkenalkan Islam kepada para penggemar sepak bola.[ah/aboutislam]

  • Dibagun Menggunakan Lumpur, Masjid Tertua di Ghana Larabanga Masih Tetap Eksis

    Dibagun Menggunakan Lumpur, Masjid Tertua di Ghana Larabanga Masih Tetap Eksis

    Masjid Larabanga di Ghana didirikan pada awal tahun 1400-an oleh salah satu Sahabat Nabi, Ibrahim Ayuba al-Ansari, yang dikirim ke sana dari kota Madinah.

    Baca juga: 86 Orang Mengucapkan Syahadat di Masjid Cambridge Tahun Ini

    Terletak di Wilayah Utara di Ghana, masjid Larabanga dibangun dengan gaya arsitektur Sudan, menurut  laporan IlmFeed .

    Masjid ini adalah yang tertua di negara ini dan, menjadi salah satu yang tertua di Afrika Barat, disebut sebagai “Mekkah Afrika Barat.” karena nilai historis dan arsitekturnya yang kaya.

    Masjid ini telah mengalami restorasi beberapa kali sejak pertama kali didirikan. Masjid Larabanga dinyatakan sebagai situs Warisan Dunia pada tahun 2001, dan sekarang terdaftar dalam “100 Situs Paling Terancam Punah” dari World Monuments Fund (WMF).

    Dibangun dengan lumpur dan alang-alang, masjid ini memiliki dua menara tinggi berbentuk piramida, satu untuk mihrab yang menghadap ke arah Mekkah, membentuk fasad di timur, dan yang lainnya sebagai menara di sudut timur laut.

    Meskipun suhu di daerah Larabanga panas, bagian dalam masjid tetap sejuk karena dibangun dari lumpur.

    Dikatakan bahwa pendiri masjid, Ibrahim Ayuba al-Ansari, dimakamkan di tempat pohon itu tumbuh. Penduduk setempat mengatakan dia berasal dari Banu al-Najjar, suku yang sama dengan ibu Nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya).

    Setiap tahun setelah musim hujan, warga sekitar Larabanga berkumpul dan memperbaharui lumpur di luar masjid dan mengecatnya ulang.

    Cabang-cabang kayu berfungsi sebagai penanda untuk menunjukkan tingkat dan tinggi setiap bagian bangunan selama proses ini berlangsung.[ah/dbs]

  • Masjid Mir Mahmood Saheb, Masjid Terkecil di Dunia

    Masjid Mir Mahmood Saheb, Masjid Terkecil di Dunia

    Jika Anda mengunjungi masjid Mir Mahmood Saheb di Hyderabad, India suatu hari nanti, Anda akan terpesona oleh struktur miniatur yang megah dan menakjubkan ini.

    Baca juga: Masjid Cambridge Gelar Coffee Morning untuk Kumpulkan Dana Amal

    Masjid Mir Mahmood disebut sebagai masjid terkecil karena ukurannya yang hanya 9,2 kaki x 12 kaki, dengan total hanya 110 kaki persegi atau 10,21 meter persegi. Meskipun kecil, masjid tersebut memiliki struktur yang megah dan menakjubkan. Hyderabad News melaporkan.

    Itulah sebabnya masjid Mir Mahmood Saheb disebut sebagai ‘masjid terkecil’ di dunia.

    Bertengger di puncak bukit yang indah di tepi tangki Mir Alam, permata tersembunyi ini dinamai menurut nama orang suci Sufi yang datang dari Irak selama pemerintahan Abdullah Qutb Shah, pada abad ke-16.

    Masjid yang dibangun di atas batu dengan hanya satu lengkungan dan dua menara ini berukuran sangat kecil, sehingga tidak lebih dari lima orang yang dapat shalat di dalamnya pada saat yang bersamaan.

    Masjid mini ini diyakini telah dibangun pada awal abad ke-16 ketika jalur pesisir Andhra, termasuk Kondapalli dan benteng lainnya, dianeksasi oleh Sultan Quli dari dinasti Qutb Shahi pada tahun 1530 M.

    Namun, masjid mini ini tidak dapat dianggap sebagai ‘masjid terkecil’ karena shalat tidak dilakukan di dalam struktur dan juga, shalat tidak dilakukan lima kali sehari di masjid ini.[ah/aboutislam]

  • LPLH SDA MUI Siap Gelar Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan

    LPLH SDA MUI Siap Gelar Konferensi Nasional Masjid Ramah Lingkungan

    Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI akan menggelar konfrensi nasional masjid ramah lingkungan 2022. Kegiatan bertujuan untuk menekan terjadinya krisis lingkungan hidup.

    Baca juga: Saudi akan Terapkan Haji Ramah Lingkungan

    Ketua LPLH SDA MUI, Hayu Prabowo mengatakan, krisis lingkungan hidup dan perubahan iklim merupakan ancaman eksistensial terbesar bagi umat manusia.

    “Sains dan teknologi saja tidak akan menyelesaikan masalah-masalah lingkungan hidup yang mendesak,” kata Hayu Prabowo dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).

    Menurut dia, peran umat beragama dalam penanganan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim telah menjadi perhatian dunia.

    Hayu Prabowo menjelaskan, kekuatan spiritual dan juga kekayaan berwujud maupun tidak berwujud organisasi berbasis agama merupakan kekuatan karena memiliki pengaruh dalam aspek sosial, ekonomi, politik, kredibilitas dan pengaruh dengan pengikutnya yang dapat membentuk perubahan perilaku masyarakat.

    “Kita perlu terus menekankan dan mendorong koherensi, integrasi, dan koordinasi di semua tingkat tata kelola lingkungan melalui dukungan semua pihak, termasuk komunitas masjid,” ujarnya.

    Hayu mengatakan, fungsi masjid tidak hanya untuk kegiatan ibadah saja, tetapi juga masuk pada ranah muamalah.

    Oleh karenanya, kata Hayu, peran masjid tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga merealisasikan perbuatan kebaikan sebagai cerminan spiritual keagamaan.

    “Kekuatan spiritual dan juga kekayaan berwujud maupun tidak berwujud lembaga berbasis agama seperti masjid dapat menjadi kekuatan dalam penerapan solusi kerusakan alam yang belum banyak tersentuk akan nilai-nilai agama,” jelasnya.

    Hayu mengungkapkan, pengaruh sosial dan kredibilitas masjid kepada jamaahnya merupakan sumber daya yang dapat membentuk perubahan perilaku masyarakat.

    “Maka peran lembaga keagamaan seperti masjid akan memegang peran kunci dalam mitigasi dan adabtasi perubahan iklim global,” tuturnya.

    Konfrensi nasional masjid ramah lingkungan ini, jelasnya, akan menjadi ajang pertemuan untuk bertukar informasi dan pemikiran dalam menggalang sinergi komunitas dan membangun kolaborasi masjid ramah lingkungan.

    “Terutama melalui penerapan fatwa MUI yang terkait pelestarian hidup dan pengelolaan lingkungan hidup. Lingkup diskusi terkait peran masjid dalam mengatasi isu lingkungan hidup melalui tiga aspek yaitu manajemen, memakmurkan dan ibadah,” pungkasnya.

    Kegiatan yang bertajuk: Dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan ini rencananya akan digelar pada 3-4 November 2022 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.[ah/mui]

  • Masjid Pertama di Kota Troy Akhirnya Dibuka

    Masjid Pertama di Kota Troy Akhirnya Dibuka

    Setelah bertahun-tahun pertempuran hukum, masjid pertama di kota Troy, Michigan AS, akhirnya dibuka pada hari Sabtu lalu, di tengah perasaan gembira dari kalangan komunitas Muslim.

    Baca juga: Lagu God Save The King Berkumandang di Masjid Pusat London

    “Perasaan gembira, perasaan yang luar biasa tidak bisa lebih baik daripada hari ini,” ungkap Mahmood Syed dari Masjid Jamiah Troy mengatakan kepada Click On Detroit .

    Pertarungan hukum dimulai pada 2018 ketika para pemimpin pusat komunitas dan masjid membeli bangunan itu.

    Pemerintah federal mengajukan gugatan terhadap Troy pada 2019, dengan alasan Troy melanggar hukum federal untuk penggunaan lahan agama ketika menolak persetujuan zonasi untuk sebuah masjid.

    Maret lalu, seorang hakim federal memutuskan bahwa undang-undang zonasi kota melanggar hukum federal dengan mencegah masjid membuka pintu untuk para jamaah.

    Masjid sekarang meminta $1,9 juta, mengutip kasus serupa di Sterling Heights dan Pittsfield Township.

    “Kota Troy telah bertindak kejam sejak 2018 sehubungan dengan kasus ini,” kata pengacara CAIR Michigan untuk Masjid, Amy Doukoure.

    “Uang yang kami minta tidak berlebihan. Ini sangat sejalan dengan pemukiman yang sangat baru untuk masalah yang sama di kota-kota lain di negara bagian Michigan. Kami juga meminta ganti rugi yang sebenarnya.”

    Masjid baru akan menawarkan perayaan pada hari besar keagamaan, makan malam bersama, sekolah Sabtu untuk remaja dan pra-remaja, shalat lima waktu, dan kelas-kelas membaca dan belajar Al-Qur’an.

    Kota Troy menggembar-gemborkan dirinya sebagai kota yang beragam dan inklusif. Menurut Dawud Walid, direktur eksekutif CAIR-MI, diperkirakan 4.000 Muslim saat ini tinggal di Troy.[ah/cod]

  • Lagu God Save The King Berkumandang di Masjid Pusat London

    Lagu God Save The King Berkumandang di Masjid Pusat London

    Para pemimpin komunitas Muslim berkumpul pada hari Jumat, 16 September, di Masjid Pusat London untuk menghormati mendiang Ratu Elizabeth II dan menandai aksesi Raja Charles III.

    Baca juga: Open House Masjid di Kentucky Sambut Semua Orang yang Ingin Kenal Islam

    “Umat Muslim sangat berterima kasih dan mengakui semua hal yang dia lakukan,” kata Ahmad Al-Dubayan dari Pusat Kebudayaan Islam kepada BBC .

    “Ratu dicintai oleh semua orang, dan semua orang mengingat pencapaian dan hal-hal baik tentangnya,” tambahnya, mengatakan mereka ingin menunjukkan bagaimana perasaan komunitas Muslim.

    Acara dimulai dengan paduan suara anak sekolah menyanyikan lagu ‘Sing’ oleh Gary Barlow dan diakhiri dengan lagu kebangsaan.

    70 siswa sekolah Muslim menyanyikan lagu kebangsaan yang mewakili setiap tahun layanan HM Queen. Dan untuk pertama kalinya acara musik ‘God Save the King’ dipentaskan di masjid nasional.

    Ketua Dewan Internasional Prince’s Trust, Shabir Randeree, menggambarkan suasana di masjid pusat London sebagai “momen yang sangat mengharukan.”

    “Itu mengangkat bulu di belakang leher saya karena dua alasan,” katanya. “Pertama, saya senang berdiri di masjid menyanyikan God Save the King. Dan yang kedua, saya sangat tersentuh, tentu saja, dalam mencoba mengingat Ratu. Itu adalah momen penting dan momen yang sangat menyentuh.

    “Komunitas Muslim bersatu dengan semua orang, dan Anda telah melihat curahan kesedihan, tidak hanya dari komunitas Muslim tetapi dari semua komunitas di Inggris, dan, berani saya katakan, di Persemakmuran dan juga di seluruh dunia.”

    Para tamu termasuk Shabir Randeree CBE, ketua Muslim pertama dari Royal Charity – ketua Prince’s Trust International, dan Imam Mohammed Mahmoud – Imam Pahlawan dari Masjid Finsbury Park.

    Juga Saker Nusseibeh CBE, Kepala Eksekutif Federated Hermes Limited, Bushra Nasir CBE DL – kepala sekolah wanita Muslim pertama dan Wakil Letnan London, dan Paduan Suara Sekolah Dasar Olive.

    Ratu Elizabeth II, raja terlama di Inggris meninggal pada usia 96 di Kastil Balmoral Skotlandia setelah memerintah selama 70 tahun.[ah/bbc]

  • Open House Masjid di Kentucky Sambut Semua Orang yang Ingin Kenal Islam

    Open House Masjid di Kentucky Sambut Semua Orang yang Ingin Kenal Islam

    Sebuah masjid lokal di Louisville, Kentucky menggelar open house pada hari Sabtu, 17 September dengan menyambut tetangga dari semua latar belakang untuk menjawab pertanyaan mereka dan memperbaiki kesalahpahaman tentang Islam.

    Baca juga: Muslim Amerika Tawarkan 10 Beasiswa Gratis untuk Siswa Kentucky

    Open house yang diselenggarakan oleh Guiding Light Islamic Center dan GainPeace ini berlangsung dari pukul 11:00 hingga 14:00 di Masjid GLIC.

    “Muslim membuka pintu masjid kepada tetangga kami untuk memberi mereka kesempatan mengenal komunitas Muslim,” kata Direktur GainPeace Dr. Sabeel Ahmed dalam rilisnya, Leo Weekly melaporkan.

    “Iklim politik saat ini telah menciptakan lingkungan ketidakpercayaan, dan juga keingintahuan publik untuk belajar lebih banyak tentang Islam, dan Open House Masjid ini akan mendidik dan menjawab pertanyaan mereka tentang Islam.”

    Sebagai ajang edukasi, pertemuan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kerusakan Islamofobia di Amerika.

    Dr Ahmed juga mengatakan, “Open house juga akan menciptakan peluang untuk membentuk aliansi antara Muslim-Amerika dan tetangga mereka dalam memperbaiki masyarakat.”

    Menyajikan makan siang untuk para tamu di acara tersebut, pengunjung juga bisa menikmati jam sosial yang mencakup desain Henna untuk wanita, lukisan wajah untuk anak-anak, meja Artefak Islam, Stan Tanya Imam, dan mencoba booth Hijab.

    Muslim di seluruh dunia biasanya membuka pintu masjid mereka untuk para tamu agar mereka dapat melihat sekilas tentang iman dan pemahaman umat Islam yang tepat tentang ajarannya.

    Misalnya, sejumlah negara, termasuk Australia, Inggris , Norwegia, dan Prancis, menyelenggarakan Visit My Mosque Day setiap tahunnya.[ah/lw]

  • Desa Norfolk di Inggris Mendapatkan Masjid Baru

    Desa Norfolk di Inggris Mendapatkan Masjid Baru

    Sebuah masjid baru dan pusat komunitas Islam telah didirikan di desa Norfolk di mana panitia masjid berjanji untuk menjadi bagian integral dari komunitas lokal, Norwich Evening News melaporkan.

    Baca juga: Masjidil Haram Kembali Luncurkan Robot Baru

    Rencana masjid pertama dan pusat Islam terungkap setelah komunitas Muslim membeli sebuah bangunan dalam sebuah lelang seharga £263.000.

    “Banyak profesional yang tinggal di daerah tersebut tidak memiliki tempat ibadah dan pusat ini akan mengisi kekosongan yang dibutuhkan untuk mendirikan shalat setiap hari dan menyediakan lingkungan belajar yang damai untuk generasi yang akan datang,” kata panitia.

    “Ada banyak keluarga Muslim yang tinggal di dan sekitar Hethersett, termasuk Wymondham, Cringleford, dan Eaton. Hethersett akan menyediakan tempat yang sangat nyaman jauh dari lalu lintas Norwich yang sibuk,” tambah mereka.

    Panitia pendirian masjid berharap masjid mereka dapat menjadi bagian integral dari masyarakat setempat.

    “Kami akan terus berhubungan dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama di daerah. Dan kami akan melakukan banyak kegiatan kesejahteraan sosial seperti hari terbuka untuk tetangga, bank makanan dan pakaian, ”kata mereka.

    “Masjid akan menjadi tempat di mana berbagai komunitas dan minoritas dapat berkumpul untuk berbagi ide dan pemikiran, mengajukan pertanyaan, membuat rekomendasi, dan menyatukan masyarakat menuju isu-isu yang saling menguntungkan. Ini akan menarik lebih banyak profesional untuk pindah ke daerah ini karena sebagian besar fasilitas akan berada di dalam desa.”

    Masjid adalah detak jantung komunitas Muslim dan berdiri sebagai contoh fisik dari iman Islam.

    Masjid melayani untuk shalat, untuk acara-acara di bulan suci Ramadhan, sebagai pusat pendidikan dan informasi, dan juga sebagai tempat kesejahteraan sosial.

    Menurut Sensus 2011, Norwich memiliki proporsi responden tertinggi di Inggris dan Wales yang melaporkan “tidak beragama”.

    Masoud Gadir, ketua Asosiasi Muslim Norfolk dan Norwich, mengatakan ada 5.000 Muslim di Norwich.

    Perlu dicatat bahwa Norwich memiliki dua masjid lainnya yaitu Masjid Ihsan & Islamic Center, Masjid Pusat Norwich & Islamic Center. Ada juga Pusat komunitas Norwich & Nofolk Muslim Association (NNMA) di jantung kota Norwich.[ah/aboutislam]

  • Proyek Amal Masjid di Birmingham Terancam Tutup karena Tagihan Energi yang Tinggi

    Proyek Amal Masjid di Birmingham Terancam Tutup karena Tagihan Energi yang Tinggi

    Sebuah masjid di Birmingham yang menawarkan layanan dukungan penting bagi orang-orang yang rentan dan tunawisma menghadapi kemungkinan penutupan karena tagihan energi melonjak dari £60.000 menjadi angka mengejutkan sebesar £250.000.

    Baca juga: Masjid Green Lane Birmingham Galang Dana untuk Korban Banjir Pakistan

    Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane di Birmingham, sebuah bangunan seluas 30.000 kaki persegi, saat ini buka dari jam 5 pagi hingga 10 malam setiap hari dan melayani sekitar 300 jamaah pada waktu shalat dan sekitar 4.000 jamaah pada shalat Jumat.

    Masjid Ini juga mengoperasikan bank makanan, pusat vaksinasi COVID-19, layanan kekerasan dalam rumah tangga, coffee morning, pendidikan, madrasah sepulang sekolah untuk anak-anak dan proyek tunawisma.

    “Ini benar-benar mengkhawatirkan. Kami memiliki penawaran beberapa minggu yang lalu melalui broker yang berhubungan dengan pemasok dan itu nilainya sekitar £250.000. Broker mengatakan nilainya yang termurah yang bisa mereka dapatkan,” Saleem Ahmed, manajer pusat, mengatakan kepada Birmingham Mail .

    “Ini berpotensi menghancurkan karena, sebagai badan amal, kami mengandalkan sumbangan dari jamaah untuk mendanai kegiatan kami. Kami juga mengajukan hibah untuk mendanai proyek-proyek kesejahteraan dan kekerasan dalam rumah tangga.”

    Proyek Musim Dingin masjid, di mana para tunawisma diundang untuk tidur dan berlindung saat suhu turun, juga bisa terancam.

    “Kami tahu biaya akan naik tetapi kami tidak tahu jumlahnya akan sebanyak itu. Ini tidak terlihat bagus. Hal pertama yang akan kami lakukan adalah mencari penawaran alternatif dengan mendatangi langsung pemasoknya. Kedua, kami mencari cara untuk menghemat energi dengan mematikan lampu dan unit pendingin udara,” kata Ahmed.

    “Kami sedang mempertimbangkan untuk menutup sebagian. Kami terutama buka untuk waktu shalat dan ini bisa berdampak pada layanan pendidikan dan kesejahteraan kami.”

    Bangunan ini awalnya dibuka sebagai perpustakaan pada tahun 1894 dan kemudian dengan kolam renang yang berdekatan pada tahun 1902.

    Masjid menjalankan dan berpartisipasi dalam berbagai proyek yang bertujuan mengumpulkan dana untuk amal dan menyediakan layanan untuk tujuan yang membutuhkan.

    Masjid ini memenangkan penghargaan bergengsi dari Masyarakat Victoria karena melestarikan sejarah lokal.[ah/bm]