Tag: manasik haji
-

TK Nurul Iman dan Paud Qu Tahfiz Quran Belajar Manasik Haji di Pesantren PKH
Taman Kanak Islam Terpadu (TKIT) Nurul Iman bersama dengan Pendidikan Usia Anak Usia Dini Al-Qur’an (Paud Qu) Tahfiz Al-Qur’an mengikuti kegiatan manasik haji bersama di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Senin (5/12/2022).Asal sekolah mereka pun berbeda kecamatan, untuk sekolah TK Nurul Iman berasal dari desa Cibedung kecamatan Ciawi sedangkan Paud Qu dari desa Cimulang kecamatan Rancabungur.Sebanyak 42 siswa dari dua sekolah tersebut melaksanakan kegiatan manasik haji beserta dengan 6 guru yang ikut serta mendampingi mereka di saat pelaksanaan manasik haji berlangsung.Kegiatan manasik haji di mulai pada pukul 08.15 pagi yang dilakukan secara bersamaan. Siswa dan guru di arahkan ke raung aula untuk menyimak sedikit materi ringan yang disampaikan oleh pengajar dari PKH sedangkan para wali murid menunggu di selasar Asrama Al-Bukhari sampai acara kegiatan manasik selesai.Cuaca di lokasi pesantren PKH sangat mendukung ketika kegiatan manasik berlangsung karena langit terlihat terang dan tidak terlalu panas.Masing-masing sekolah di dampingi 1 pengajar dari PKH yang akan membimbing serta mempraktikkan peragaan manasik setelah materi sudah selesai.Setelah mendapatkan materi secara teori, para siswa dan guru mulai meninggalkan ruangan aula menuju ke lokasi manasik..Kelompok 1 TK Nurul Iman di bimbing oleh ustazah Nurrohmah dan kelompok 2 dari sekolah Paud Qu Tahfidz Al-Qur’an dibimbing ustazah Dian Ayu.Kegiatan manasik haji sudah menjadi rutinitas tahunan di sekolah baik TK maupun Paud Qu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman bagi anak-anak tentang rukun Islam kelima sejak dini.Dalam testimoninya, pimpinan TK Nurul Iman bapak Aulia mengucapkan banyak terima kasih serta memberikan apresiasi atas pengajaran manasik yang diberikan oleh tim PKH.“Terima kasih kami ucapkan kepada ustazah sebagai guru pengajar dari PKH. Kami melihat kegiatan manasik haji ini dalam pengajarannya sangat bagus sekali dan kami merasa sangat puas,” ungkap beliau.Lebih lanjut beliau juga menyatakan bahwa kegiatan manasik haji TK yang dia pimpin di pesantren PKH, sudah dua kali terlaksana.“Tahun lalu kami juga manasik di PKH dan tahun ini sudah ke-2 kalinya,” ujar beliau.“Semoga tahun depan kami bisa manasik haji di PKH dan semoga murid kami bisa bertambah siswa sehingga lebih banyak lagi rombongan dari sekolah kami.” pungkas beliau.[nur] -

96 Peserta dari Empat TK dan Paud Laksanakan Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Sebanyak 96 peserta didik dari beberapa sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melaksanakan kegiatan manasik haji secara gabungan pada hari Kamis 3 November 2022 di Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH).Peserta manasik haji berasal dari sekolah Paud Nurul Iman, Kelompok Bermain (KB) Attin, KB Salmandila dan TK Al-Fathoniyah dari daerah Caringin, Bogor.Acara di mulai secara serentak pada pukul 08.30 karena menunggu sekolah lain yang belum tiba setelah sebelumnya pukul 08.00 pagi sebagian peserta tiba di pesantren PKH.Pembimbing manasik haji dibagi 3 kloter, untuk kloter 1 oleh ustzah Nurrohmah, ustzah Dian Ayu di kloter 2 dan ust. Tarsim di kloter 3.Kegiatan simulasi manasik haji menjadi salah satu program sekolah khususnya bagi anak TK dan Paud setiap tahunnya. Anak didik diperkenalkan pada usia dini bagaiamana pelaksanaan ibadah haji baik itu melalui materi, praktek, dan beberapa tata tertib haji.Tiga orang utusan pengawas dari Caringin pun ikut menghadiri kegiatan manasik haji dan juga mengamati setiap pembimbing manasik yang sedang mengajarkan anak didiknya. Mereka sangat merespon positif mengenai penyampaian manasik haji di pesantren PKH.Turur hadir juga Satpol PP di pintu masuk utama pesantren untuk membantu mengontrol kedatangan para tamu peserta didik yang baru saja berdatangan. Arahan satpol PP ditugaskan untuk ikut hadir dalam acara tersebut yang dikerahkan oleh ibu Camat yang memang kebetulan beliau pemilik sekolah dari KB Attin.Banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan manasik haji juga menjadi berkah bagi para pedagang sekitar pesantren PKH di mana mereka berjualan di luar area pesantren.Usai kegiatan manasik, sebagian sekolah ada yang langsung pulang namun ada juga menuju acara selanjutnya yaitu ke tempat wisata untuk liburan renang.Kegiatan manasik haji di pesantren PKH mendapat respon positif dari pihak sekolah. Secara umum mereka merasa sangat puas dengan pelayanan tim PKH dan pengajaran pada kegiatan manasik haji.“Tahun ini kami melaksanakan manasik haji bersama 4 lembaga yang mengikuti. MasyaAllah sangat puas karena kami selalu kembali paud dari Nurul Iman melaksanakan manasik haji sudah 4 kali,” ungkap salah satu guru Paud Nurul Iman.“InsyaAllah, harapan kami mudah-mudah lebih banyak lagi teman-teman dari lembaga lain khususnya daerah Ciawi, Caringin dan sekitarnya bisa melaksanakan kegiatan manasik haji di PKH ini. Kami ucapkan terima kasih banyak.” ujar kordinator kegiatan Umi Kiki.[nur] -

TK Al-Muhtari Mengikuti Kegiatan Manasik Haji di Pesantren PKH
Taman Kanak (TK) Al-Muhtari mengadakan kegiatan manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor pada Kamis (07/09/2022). Peserta didik yang ikut manasik haji sejumlah 31 anak dengan didampingi 7 guru serta pimpinan TK Al-Muhtari bapak H. Ust. Amas, SE. MM, berserta istri ibu ustazah Hj.Dra.Tita Rosita.
Tujuan TK Al-Muhtari mengikuti kegiatan manasik haji untuk meningkatkan kualitas nilai pemahaman dan praktik haji pada usia dini. TK Al-Muhtari sendiri sudah 3 kali kunjungan belajar manasik haji di pesantren PKH, 2 kali sebelum pandemi covid-19 dan 1 kali saat ini walaupun kegiatan tersebut ada dari setiap tahun yang berbeda.
Acara pertama pembukaan oleh ustazah. Nurrohmah yang dilakukan di Aula. Kemudian anak-anak diarahkan ke Mushollah untuk melaksanakan peragaan shalat Idul Adha dan khotbah. Masing-masing tugas sebagai Imam shalat Idul Adha dan khotbah dipimpin oleh anak didik yang sudah dipersiapkan dan dilatih guru di sekolah.
Penyampaian materi manasik haji di pimpin oleh ustaz Tarsim Fillah sampai praktrik manasik haji selesai, yang di setiap area manasik haji dijelaskan dan diceritakan kisah nabi yang ada di dalamnya. Seperti “kisah nabi Ibrahim as yang diperintahkan Allah swt melalui mimpinya bahwa anak kandung yang bernama nabi Ismail as akan disembelih sebagai kurban.”
Pelaksanaan kegiatan manasik haji di PKH mendapat respon positif dari TK Al-Muhtari karena mereka mendapatkan pelayanan yang sangat memuaskan mulai dari penyambutan hingga penyampaian materi yang mudah diterima anak didik dan guru.
Dampak dari kegiatan manasik haji dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan pemahaman maupun keterampilan peserta didik. Memperkenalkan kepada anak dengan menyempurnakan rukun Islam yang terakhir yaitu menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulilah kami dari TK Al-Muhtari merasa puas sudah 3 kali mengikuti kegiatan untuk anak-anak manasik haji di PKH…
Alhamdulilah pembangun di pesantren PKH sekarang sudah mulai rapih… InsyaAllah kami tiap tahunnya akan manasik haji di sini,” Ungkap salah satu guru ibu Cinta.Sedangkan istri pimpinan TK Al-Muhtari, ustazah Hj. Dra. Tita Rosita, bersyukur dengan pembangunan area untuk manasik haji.
“Alhamdulilah pembangunan area Sa’i ada perubahan…Kami lebih tertarik anak manasik haji di Pesantren PKH karena penyampaian materi lebih lengkap sehingga anak lebih memahami manasik haji lebih optimal,” ungkap beliau.[nur]
-

Murid TPA Rumah Ilmu Berserta Orang Tua Ikut Manasik Haji di Pesantren PKH
Sebanyak 27 anak dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Rumah Ilmu beserta 21 orang tua dan 4 guru ikut serta belajar manasik haji di pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH) pada Ahad (04/09/2022).
Baca juga: TPA Rahmatan Lil Al-Amin Melaksanakan Manasik Haji di Pesantren PKH
Kegiatan belajar manasik haji di pesantren PKH ini merupakan yang pertama bagi TPA Rumah Ilmu, Kalideres, Jakarta Barat, pimpinan ustadzah Nuri.
Tidak hanya anak-anak saja yang belajar manasik haji akan tetapi para orang tua yang mengantar anak-anak mereka pun juga ikut belajar.
Semua peserta manasik memakai pakaian berwarna putih dan untuk anak-anak tidak lupa membawa batu kerikil yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Batu tersebut terbuat dari kertas yang digulung-gulung dibentuk seperti buletan kecil sebanyak 21 biji.
Pembelajaran manasik haji dibagi menjadi 2 kloter, bagi anak-anak dipimpin oleh ustazah Dian dan orang tua murid dipimpin ustadz Tarsim. Materi yang diajarkan cara penjelasannya tentunya sangat berbeda. Anak-anak mendapatkan materinya ringan sedangkan orang tua lebih mendalam terkait manasik haji.
Tujuan dari kegiatan belajar manasik haji ini untuk mengenalkan kepada anak bahwa menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang ke-5. Memperkenalkan Arafah, Mina, Jumrah, Ka’bah dan Sa’i dengan runtutan tata cara pelaksanaan manasik haji.
Pengajian TPA Rumah Ilmu rutinitasnya diadakan pada sore hari dan murid-murid di sana ada beberapa tingkat dari sisi usia pendidikan. Mulai dari anak kecil sampai anak remaja akan tetapi TPA anak remaja tidak diikut sertakan dalam kegiatan belajar manasik haji kali ini.
Ustazah Nuri sendiri bukanlah sosok yang asing bagi seluruh staf karyawan PKH. Beliau memang sudah banyak sekali mengajak beberapa majelis ta’lim daerah Kalideres untuk belajar manasik haji di pesantren PKH ± 300 orang.
*Alhamdullilah wasyukurillah..terimakasih untuk Rumah ilmu..ummi..umma2 semuanya yang sudah mengadakan acara ini. Akhirnya saya bisa menginjakan kaki saya lagi yg ke-2 kalinya ke Pesantren PKH. Semoga Allah SWT memanggil saya untuk bisa menginjakkan kaki ke Makkah al-Mukarramaha yang asli nya,” ungkap salah satu orang tua murid.
Menurut para orang tua murid, pesantren PKH sudah semakin bagus dan rapih serta pelayanan yang juga sudah semakin baik.
“Pelayanannya baik banget, memuaskan, pulang mendapatkan ilmu dan pengalaman. Semoga PKH semakin maju dalam segala nya, Amiin,” ujar orang tua murid TPA Rumah Ilmu.[nur]


