Category: Berita & Kegiatan PKH

  • Sedekah Koin

    Sedekah Koin

    PROGRAM RAMADHAN 2017 – SEDEKAH KOIN
    Sedekah Jariyah Pesantren Hadis untuk Keluarga
    Jangan biarkan uang receh Anda tak berguna.
    Bersama, uang receh menjadi Sedekah Jariyah.
    Mungkin di rumah Anda ada uang koin. Uang koin bernilai 50 – 100 – 200 rupiah itu Anda tidak gunakan karena nilainya sangat kecil. Anda serba salah, mau digunakan nilainya sangat kecil, mau dibuang tidak boleh.
    Karena itu kami mengajak, Ayo kumpulkan koin-koin dan serahkan kepada kami sebagai sedekah. Uang itu akan kami gunakan untuk Pembangunan Pesantren di Cinagara. Dengan demikian Uang receh Anda menjadi berharga.
    Untuk Lembaga/Masjid:
    Silakan hubungi Pusat Kajian Hadis (PKH)
    di 0818.996.994, Tim Pusat Kajian Hadis akan menjemput Donasi.
    Untuk Masyarakat Umum:
    Silakan serahkan koin Anda ke Pusat Kajian Hadis (PKH). Komplek Masjid Baitul Mughni, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 26.
    Phone: 0818.996.994.

  • Sedekah Koin

    Sedekah Koin

    PROGRAM RAMADHAN 2017 – SEDEKAH KOIN
    Sedekah Jariyah Pesantren Hadis untuk Keluarga
    Jangan biarkan uang receh Anda tak berguna.
    Bersama, uang receh menjadi Sedekah Jariyah.
    Mungkin di rumah Anda ada uang koin. Uang koin bernilai 50 – 100 – 200 rupiah itu Anda tidak gunakan karena nilainya sangat kecil. Anda serba salah, mau digunakan nilainya sangat kecil, mau dibuang tidak boleh.
    Karena itu kami mengajak, Ayo kumpulkan koin-koin dan serahkan kepada kami sebagai sedekah. Uang itu akan kami gunakan untuk Pembangunan Pesantren di Cinagara. Dengan demikian Uang receh Anda menjadi berharga.
    Untuk Lembaga/Masjid:
    Silakan hubungi Pusat Kajian Hadis (PKH)
    di 0818.996.994, Tim Pusat Kajian Hadis akan menjemput Donasi.
    Untuk Masyarakat Umum:
    Silakan serahkan koin Anda ke Pusat Kajian Hadis (PKH). Komplek Masjid Baitul Mughni, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 26.
    Phone: 0818.996.994.

  • Workshop Digitalisasi Hadis – Yifest  (Youth Islamic Festival) 2017 Istiqlal Jakarta

    Workshop Digitalisasi Hadis – Yifest (Youth Islamic Festival) 2017 Istiqlal Jakarta

    Sekitar 70 peserta dari berbagai komunitas Islam menghadiri Workshop Digitalisasi Hadis yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta pada kegiatan  Youth Islamic Festival (Yifest) 2017, 30 April 2017).
    Dua narasumber  Tim IT PKH, Mas Agus Salim dan Mas Kinta Mahadji, para peserta dipandu lansung bagaimana membuat aplikasi digital. “Hadis Shahih Populer” adalah salah contoh aplikasi latihan yang mana para peserta diberikan kesempatan untuk meng-input satu hadis ke sistem via handpone. Setelah selesai input, para peserta bisa melihat langsung hasilnya di HP masing-masing.

    Pada saat pelatihan berlangsung, ada salah satu peserta yang bertanya bagaimana jika ada yang berminat membuat aplikasi sendiri dengan judul dan konten yang berbeda ? Pemateri menyatakan bahwa PKH siap mem-fasilitasi peserta atau lembaga yang ingin membuat aplikasi kajian keislaman.

     
     

  • PKH Melakukan Kunjungan Silaturahim Ke Pondok Pesantren Miftahul Huda II Ciamis.

    PKH Melakukan Kunjungan Silaturahim Ke Pondok Pesantren Miftahul Huda II Ciamis.

    Selasa, 28 Maret 2017, Direktur Pusat Kajian Hadis, DR. KH. A. Lutfi Fathullah dengan didampingi beberapa staf melakukan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Miftahul Huda II Bayasari, Ciamis, Jawa Barat.
    Pimpinan Pesantren yang tak lain adalah Al-Mukarram KH. Nonop Hanafi, seorang Mujahid yang memimpin para santri,  para ulama dan masyarakat Ciamis melakukan Aksi Long March Jalan Kaki  menuju Jakarta dalam Aksi Bela Islam III atau yang lebih populer dikenal dengan Aksi Bela Islam 212.

    Dengan senyum khas, Kyai Nonop menyambut dan menerima kunjungan Kyai Lutfi dari Jakarta. Selain tujuan silaturahim, Kyai Lutfi memberikan 200 eksemplar Buku Potret Aksi Damai Bela Islam 212 kepada Kyai Nonop dan para santri dan 50 eksemplar untuk diberikan kepada beberapa pesantren sekitar. Buku tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dari PKH dan beberapa donatur terhadap aksi terpuji para mujahid long march jalan kaki membela para ulama dan umat Islam.


    Walau pun kunjungan berlansung satu jam, namun sangat berkesan bagi kedua belah pihak. Sosok Kyai Nonop yang begitu bersahaja, dengan tugas keseharian beliau memimpin santrinya di pesantren, tentu membuat kita terus belajar betapa hebatnya kekuatan ikhlas yang ada pada diri seseorang. Dari keikhlasan tentu melahirkan kekuatan berjuang fi sabilillah karena Allah Ta’ala.
    Wallahu a’lam.



  • Bimbingan Manasik Haji dan Umrah di Pesantren PKH Cinagara.

    Bimbingan Manasik Haji dan Umrah di Pesantren PKH Cinagara.

    Sabtu dan Ahad, 18-19 Februari 2017, Rombongan jama’ah kaum ibu yang tergabung dalam Group Tilawah Al-Quran “One Day One Juz “ Islamic Center Jakarta Utara bersilaturahim ke Pesantren PKH Cinagara. Kunjungan selama dua hari dengan agenda  Kajian Dhuha, Manasik Haji dan Umrah, Kajian Fiqh, Kajian Tahsin Al-Qur’an, Khataman Al-Qur’an, Qiyamul Lail, Musasabah dan Jaulah Sekitar Pesantren.

    Grup Tilawah Al-Qur’an “One Day One Juz” 

    Simulasi Thawaf

    Simulasi Wuquf

    Kajian Tahsin Al-Fatihah di malam hari

    Melepas penat pagi hari setelah kajian di sekitar sungai 

    Para peserta mengikuti semua agenda dengan penuh semanagat dan khidmah. Seluruh agenda kegiatan dipandu oleh Ust. Ridwan Shaleh, S.Pd.I., Al-Hafizh, salah satu anggota tim Pusat Kajian Hadis Indonesia..

    UIN Sunan Gunung Jati Bandung Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Semester Genap Angkatan 2015.

    Selanjutnya, menyusul kunjungan silaturahmi dari para mahasiswa dan mahasiswi UIN Sunan Gunung Jati Bandung Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Semester Genap Angkatan 2015. Kunjungan sebanayak 69 orang ini berlangsung pada hari Kamis, 23 Februari 2015 dengan agenda khusus Praktik Manasik Haji dan Umrah yang dipandu oleh Ust. Ridwan.

    Simulasi Thawaf

    Berdo’a setelah thawaf

    Simulasi sa’i

    Dengan penuh semangat, para Calon Tenaga Pendidik untuk tingkat PAUD mengikuti semua rangkaian teori dan praktik manasik. Semoga menjadi bekal mereka di masa yang akan datang.

    Majelis Taklim At-Taufiq, Mampang, Jakarta Selatan

    Selanjutnya, Pesantren PKH Cinagara kembali menerima kunjungan dari rombongan jama’ah kaum ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim At-Taufiq, Mampang, Jakarta Selatan. Kunjungan dilaksankan pada hari Ahad, 5 Maret 2017 dengan diketuai oleh Ustadzah Hj. Siti Suryani, S.Ag dan didampingi para ustadzah yang lainnya.

    Ust. H. Ijat Sudrajat, S.Ag dan Ust. Ridwan saat memberikan bimbingan teori manasik haji dan umrah

    Agenda kunjungan silaturahmi adalah khusus bimbingan manasik haji dan umrah yang dipandu oleh Ust. H. Ijat Sudrajat, S.Ag dan Ust. Ridwan.

    Para peserta sedang menyimak manasik teori

    Simulasi Thawaf


    Alhamdulillah, semua prosesi manasik haji dan umrah yang dimulai dari sesi teori dan praktik berjalan dengan baik dan lancar.
     
     

  • Umat Islam Itu Bersaudara dan Wajib Bersatu

    Umat Islam Itu Bersaudara dan Wajib Bersatu

    Islam adalah agama yang mulia. Karena agamanya mulia, sudah pasti umatnya juga mulia. Mulia berarti bermartabat dan terhormat. Terhormat berarti dihormati dan dihargai. Dihargai berarti tidak terhina dan tidak mengemis agar dihormati. Dengan demikian, Islam adalah agama yang mulia, terhormat dan bermartabat. Karena bermartabat, maka Islam bisa juga disebut agama yang berwibawa. Karena agama yang berwibawa, maka penganutnya tentu berwibawa, kecuali jika penganutnya itu sendiri yang menghinakan dirinya, baik terhina karena menzhalimi dirinya sendiri dengan cara bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya atau bisa juga karena tidak bangga menjadi umat Islam, na’udzu billah !
    Dan tentunya kita sering mendengar para ulama kita yang menyampaikan penggalan hadis berikut :

    الإسلام يعلو ولا يعلى عليه

    Islam itu tinggi dan tidak ada yang menandinginya.(HR. Ad-Daru Quthni dan Al-Baihaqi)
    Begitu juga ayat 110 Surat Ali Imran. Alah SWT menyebut kaum muslimin dengan gelar “Khairu Ummah” Umat Terbaik !

    كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

    Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.      
    Apakah dengan dua dalil di atas masih belum cukup bagi kita umat Islam ?
    Apakah umat Islam saat ini sudah menjadi  atau masih menjadi umat terbaik ?
    Apakah umat Islam saat ini disegani oleh dunia ?
    Jujur kita katakan bahwa umat Islam saat ini masih berada dibawah bayang-bayang orang kafir. Masih banyak yang dijajah  melalui ekonomi, pendidikan dan bahkan politik. Umat Islam belum bisa menjadi tuan di rumah sendiri. Apakah karena jumlah umat Islam sedikit ? jawabnya tentu tidak. Mereka banyak tapi tidak bisa memimpin. Mereka BANYAK tapi tidak bisa berbuat BANYAK. Mereka seperti buih di lautan yang yang jumlahnya teramat banyak namun tak berdaya dihantam angin dan batu karang. Jika sudah seperti ini, tentu wajar jika kaum muslimin tidak disegani, diremehkan dan terus direndahkan. Dan yang tentu lebih menyedihkan adalah orang Islam tidak bisa memimpin kaumnya sendiri. Mereka dipimpin oleh pemimpin yang bukan dari kalangan Islam. Malu ? bagi yang masih punya iman jelas iya ! Bagi yang kurang iman tentu tidak masalah buat mereka. Bahkan terkadang mereka lebih nyaman dipimpin oleh kalangan non Islam dengan alasan profesiaonal, jujur, adil dan segudang alasan lainnya. Mereka lupa bahwa masih sangat banyak orang Islam yang lebih profesional, lebih amanah, lebih adil, lebih jujur dan lebih lebih yang lainnya.
    Lalu timbul pertanyaan selanjutnya : sampai kapan umat Islam seperti ini ? Mudah sekali menjawabnya. Sederhana sebetulnya, langkah yang paling dasar adalah umat Islam harus bangga menjadi umat Islam. Jika sudah bangga, tentu mereka akan berusaha bangkit dari keterpurukan.
    Jika sudah sadar, apa yang mesti dilakukan ?

    1. Menjaga persatuan diantara kaum muslimin dan jangan mau dipecah belah oleh siapa pun. Allah SWT berfirman :

    وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

    “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. “ (Ali Imran ayat 103)

    1. Hindari perselisihan dan cari persamaan. Perselisihan hanya menghilangkan kekuatan umatt Islam.

    Surat Al Anfal ayat 46 :

    وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَٱصْبِرُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

    “Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.”       

    1. Tingkatkan ukhuwah atau persaudaran karena sejatinya kaum muslimin adalah bersaudara.

    Allah SWT berfirman :

    إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

    “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. “ (Q.S AlHujurat : 10)
    Rasulullah SAW bersabda :

    عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه مسلم

    “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

    1. Saling memberikan nasihat dan siap dinasihati jika berbuat salah atau keliru.

    Allah SWT berfirman :

    إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

    ” Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.  “ (QS. Al-Ashr : 3)
    Jika umat Islam sudah sadar bahwa mereka adalah umat terbaik dan mendominasi umat Islam itu sendiri, tentu tidak akan ada lagi pembahasan tentang boleh atau tidaknya menjadikan orang di luar Islam sebagai pemimpin.
    Wallahu a’lam.
    Ridwan Shaleh
     
     
     
     

  • PKH Dan GNPF MUI Meluncurkan Buku Potret Aksi Damai Bela Islam 212

    PKH Dan GNPF MUI Meluncurkan Buku Potret Aksi Damai Bela Islam 212


    Aksi Damai Belas Islam I, II dan III merupakan peristiwa sejarah besar bagi Ummat Islam dan bangsa Indonesia. Dalam aksi damai tersebut, khususnya Aksi Bela Islam III yang dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 2 bulan 12 tahun 2016 yang dihadiri kurang lebih 7 juta umat Islam ini tentu menggambarkan Ukhuwah Islamiyah yang sangat kental. Umat Islam laksana satu tubuh yang jika salah satu anggota tubuhnya sakit, tentu seluruh tubuh akan merasakan sakit pula.
    Peristiwa sejarah Aksi Bela Islam 212 tentu tidak boleh diabaikan begitu saja, apalagi sengaja dilupakan. Mengingat peristiwa sejarah tersebut begitu penting, maka Pusat Kajian Hadis bekerja sama dengan GNPF MUI meluncurkan BUKU POTRET AKSI DAMAI BELA ISLAM 212. Buku sejarah tersebut adalah kumpulan foto-foto yang menjadi fakta dan bukti sejarah yang tidak terbantahkan. Bersyukurlah bagi para mujahid yang aksinya terekam kamera tim peliput Pusat Kajian Hadis. Dan bagi yang belum sempat terliput, tetap mendapat pahala jihad dan saksi sejarah telah melakukan pembelaan terhadap agama Allah, terhadap Al-Qur’an dan tentunya para ulama.
    Miliki segera agar kita mempunyai kisah sejarah yang tentunya akan kita kisahkan kepada anak, cucu dan keturunan kita.

  • Haflah Khatam Kitab Shahih Al Bukhari

    Haflah Khatam Kitab Shahih Al Bukhari

    Ahad, 15 Januari 2017 pagi hari di Pondok Pesantern Al-Hidayah Basmol, Jakarta Barat, disengerakan Haflah Khatam Kitab Shahih Al-Bukhari. Kitab hadis paling fenomenal yang diakui kesahihannya oleh umat Islam seluruh dunia itu Alhamdulillah sudah dikhatamkan pengajiannya oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah,  KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghoni, M. A. Pengajian tersebut sudah berjalan kurang lebih 24 tahun yang tentu bisa dikatakan waktu yang tidak sebentar, subhanallah !

    Para tokoh yang turut hadir dalam haflah yang penuh berkah dan bersejarah terebut di antaranya adalah DR. Hidayat Nur Wahid, KH. DR. A. Lutfi Fathullah, MA, Imam Shalat Jum’at Aksi Bela Islam 212, KH. M. Nasir Zen, KH. Saifuddin Amsir serta para tokoh dan Alim Ulama lainnya.

    Dalam haflah tersebut juga dilaksanakan pemberian Ijazah Aamah Sanad Kitab Shahih Al-Bukhari yang langsung sampai kepada Imam Al-Bukhari melaui jalur Syeikh Muhammad Yasin Bin Muhammad Bin Isa Al-Fadani, juga melalui jalur Syeikh Muhammad Muhajirin Amsar Ad-Dari Bekasi dan juga melalui jalur Syeikh Muhammad bin Alwi Al-Maliki.
     

     

  • Silaturahmi Alumni Tahun 1968 SMA 2 Bogor

    Silaturahmi Alumni Tahun 1968 SMA 2 Bogor

    Silaturahmi Alumni Tahun 1968 SMA 2 Bogor

    Pelaksanaan   : Sabtu 17 Desember 2016
    Bentuk Acara : Silaturahim dan Kajian Hadis dengan narasumber Dr. KH. Ahmad Lutfi Fathullah, MA
    reuni-sma-2
    sma-2-bogor-2
    \sma-bogor-3