Tag: sekolah tinggi

  • STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

    STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai/Daiyah, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

    Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Sabtu (22/10/2022) menyelenggarakan wisuda yang ke-12 dengan 91 wisudawan dan wisudawati.

    Baca juga: Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati.

    Menurutnya kalau sudah memilih jalan dakwah, kalau sudah menamatkan diri di STID Mohammad Natsir maka sudah memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang.

    “Untuk kalian yang wisuda hari ini harus bangga, karena meneruskan perjuangan para ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan. Secara kebetulan hari ini 22 oktober adalah hari santri, ini berkaitan dengan keluarnya fatwa jihad dari Hasyim Asyari. Dengan intinya adalah mempertahankan kemerdakan dan melawan penjajah, siapa yang meninggal karena berjuang adalah mati syahid, siapa yang berkhianat dihukum mati,” katanya.

    Ia menambahkan jika hari santri dahulu adalah perjuangan melawan penjajah, melawan pesawat tempur, meriam senjata modern. Maka berbeda dengan generasi hari ini. Perintah jihad ini tidak pernah berhenti dan harus dilanjutkan oleh para wisudawan dan wisudawati yang ada di STID Mohammad Natsir.

    Sebab, kata Dr. Adian, bahwa penjajahan di masa sekarang adalah pendidikan dan ini sama yang dilakukan oleh Snouck Hugronje waktu itu. Yaitu, untuk melemahkan umat Islam adalah melepaskan umat dari agamanya dengan program sekulerisasi, liberasisasi yang bisa dicapai dengan pendidikan.

    “Ini yang dilakukan oleh pendiri Dewan Dakwah, Mohammad Natsir. Ketika pemerintah membuka program transmigrasi dan dimanfaatkan oleh para misionaris untuk membuat sekolah dan berbagai program pendidikan untuk membuat umat Islam jauh dari agama,” katanya.

    Lulusan Terbaik dari Kampus Terbaik

    Dr. Adian melanjutkan untuk itu para wisudawan dan wisudawati haru meneruskan perjuangan ini. Karena mereka adalah lulusan terbaik dari kampus terbaik.

    “Mengapa kampus terbaik, karena mendidik orang menjadi manusia sebenarnya. Ini mendahului program kampus merdeka dari pemerintah.

    Jadi mereka yang lulus di sini serba bisa, dari menggunakan teknologi hingga bertani. Bahkan, dalam hal agama. Ini modal,” katanya.

    Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk jangan merasa merendah diri, berduka apalagi bersedih.

    “Karena kalian adalah yang paling tinggi di antara yang lain. Kita pelanjut perjuangan Rasululah, para ulama. Jadi kalian bukan manusia biasa. Karena bukan manusia biasa maka jadilah da’i untuk perjuangan umat,” katanya.

    Sebab, kata Dr. Adian, kebutuhan da’i sangat tinggi. Dari permintaan kepada Dewan Da’wah tiap tahun adalah 250 orang. Sedangkan di sini hanya 91 orang.

    “Maka terkadang di tiap wilayah kami tidak bisa memenuhi sesuai permintaan. Selain itu, jangan takut setelah lulus dari sini tidak ada lowongan. Selama ada setan, maksiat marajelela lowongan pekerjaan terbuka luas dan Alhandulillah tidak ada dai yang kelaparan,” katanya.[ah/rilis]

  • Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Ar-Rahman Kirim Mahasiswa KKN ke 14 Desa

    Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman mengirim 57 mahasiswa ke 14 desa di Jonggol, Jawa Barat. Mahasiswa yang dikirim tersebut tengah memasuki masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua bulan.
    Rektor STIQ Ar-Rahman, Ustadz Haris Renaldi, mengatakan, KKN sudah menjadi kewajiban setiap mahasiswa tingkat akhir. Namun bedanya, mahasiswa KKN membawa misi dakwah khusus yang telah disepakati oleh pihak kampus.
    Selain melakukan kerja nyata memberdayakan masyarakat, para mahasiswa itu juga menjadi pelopor program Bahagia Khatam Qur’an di setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Program tersebut merupakan tema besar Milad AQL Islamic Center yang ke-14 pada 30 Juli 2022 M/1 Muharram 1444 H mendatang.
    “Jadi, kegiatan besar dari mahasisiwa saat KKN itu adalah memassifkan program Bahagia Khatam Qur’an,” kata Ustadz Haris saat melepas mahasiswa KKN di Jonggol, Jawa Barat, Ahad (24/7/2022).
    Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa itu terlebih dahulu mengikuti karantina Khatam Qur’an selama 10 hari. Itu menjadi salah satu syarat utama sebelum terjun ke lapangan.
    “Di mana pada saat mahasiswa 10 hari pembekalan ini, sebelum terjun ke lapangan untuk KKN, mereka wajib khatam Qur’an. Setelah khatam, baru boleh terjun KKN,” ucap Ustadz Haris.
    Tak sampai di situ, pada hari pertama KKN, para mahasiswa tersebut diwajibkan mengkhatamkan Qur’an di posko masing-masing sebelum melaksanakan agenda lain. Saat menjalankan aktivitas nanti, mereka juga harus mengajak masyarakat memassifkan program tersebut.
    “Mereka akan khatam Qur’an di masjid-masjid yang ada di desa-desa mereka yang tempati dengan mengundang masyarakat. Selain itu, bukan hanya orang tua, tapi juga dari anak-anak, ada bimbingan baca tulis Al-Qur’an sebagaimana program menuju Milad AQL ke-14,” ujar Ustadz Haris.
    Selain itu, Ketua Yayasan AQL Islamic Center, Buya Iswahyudi, ingin KKN tak sekadar kegiatan formal seperti kampus-kampus pada umumnya. Dia berharap ada nilai lebih, salah satunya pengembangan dakwah tadabbur yang diawali dengan program Bahagia Khatam Qur’an.
    “Kita akan mendapatkan manfaat dengan diadakannya KKN, kita yang terjun langsung ke masyarakat, kita bisa bersosialisasi nanti, bagaimana kita seharusnya nanti berdakwah di tengah masyarakat,” ujar Buya Iswahyudi.
    Menurut dia, KKN sangat penting dijadikan bahan ajar tentang tata cara berdakwah di tengah masyarakat. Skill dakwah lapangan sangat dibutuhkan oleh seorang dai. Tak sedikit lulusan perguruan tinggi, bahkan dari luar negeri, kaku saat di lapangan lantaran tak punya skill tersebut.
    “Karena tidak sedikit pelajar bahkan lulusan dari luar negeri tapi ketika terjun ke masyarakat, tidak bisa diterima masyarakat, karena tidak bisa mengambil hati, dan bergaul. Ini perlu, bagaimana kita bersosialisasi dengan masyarakat,” ucapnya.[ah/rilis]