Tag: saudi

  • Saudi Luncurkan Platform Digital Baru untuk Mudahkan Jamaah Haji

    Saudi Luncurkan Platform Digital Baru untuk Mudahkan Jamaah Haji

    Sebuah platform digital baru yang menawarkan kemudahan bagi peziarah yang akan melakukan perjalanan suci mereka ke Mekkah dan Madinah telah diluncurkan.

    Baca juga: Sambut Kongres Mujahid Digital, Komisi Infokom MUI Gelar Sejumlah Lomba

    Hal ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan pengalaman umat Islam mengunjungi kota-kota suci tersebut.

    Platform digital bernama Nusuk, diluncurkan pada hari Senin dalam kemitraan dengan Otoritas Pariwisata Saudi, akan menyediakan layanan di seluruh ekosistem Visit Saudi, lapor kantor berita SPA.

    “Nusuk merupakan kelanjutan dari upaya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji dan umrah dengan menggunakan teknologi terkini,” kata Menteri Haji dan Umrah sekaligus Ketua Panitia Program Pengalaman Jamaah, Dr Tawfiq Al-Rabiah, seperti dilaporkan.

    Layanan yang ditawarkan oleh platform tersebut termasuk memfasilitasi visa, izin, proses pemesanan, dan prosedur.

    Selain itu, platform digital ini juga akan menawarkan berbagai paket dan program untuk meningkatkan dan memperkaya pengalaman jamaah haji.

    “Pada tahap selanjutnya, layanan tambahan seperti peta interaktif juga akan tersedia,” kata SPA.

    “Platform Maqam akan terus mendukung perencanaan Program Perjalanan Umrah hingga layanannya dialihkan ke Nusuk,” tambah SPA.

    Platform baru ini merupakan bagian dari rencana pengembangan Kerajaan 2024 untuk menggunakan teknologi modern di Dua Masjid Suci.

    Awal bulan ini, Masjidil Haram secara resmi meluncurkan robot baru yang akan membaca Al-Qur’an, memberikan khotbah dan adzan.

    Masjidil Haram Mekkah juga memperkenalkan Al-Qur’an elektronik untuk membantu jamaah Muslim yang buta dan tunanetra pada Desember 2021.[ah/spa]

  • Universitas Saudi akan Jadi Tuan Rumah Simposium Pelatihan Polisi Internasional Interpol

    Universitas Saudi akan Jadi Tuan Rumah Simposium Pelatihan Polisi Internasional Interpol

    Universitas Arab Naif untuk Ilmu Keamanan akan menjadi tuan rumah Simposium Internasional Interpol ke-23 tentang Pelatihan Polisi dari 26 hingga 28 September, Saudi Press Agency melaporkan.

    Baca juga: Universitas di Arizona Menampilkan Kontribusi Serta Prestasi Muslim

    Diadakan setiap dua tahun, forum ini bertujuan untuk menemukan cara baru untuk meningkatkan kapasitas penegakan hukum dan kerjasama internasional dalam kerangka keamanan global saat ini.

    Konferensi tahun ini akan diadakan di kantor pusat universitas di Riyadh dengan tema pelatihan penegakan hukum untuk dunia pascapandemi.

    Sekitar 450 pakar dan spesialis dari seluruh dunia akan fokus pada bagaimana penegakan hukum menanggapi dan beradaptasi dengan pandemi virus corona, dan bagaimana pengalaman tersebut dapat digunakan untuk membentuk pelatihan di masa depan.

    Diskusi akan berpusat pada tiga tema utama skenario darurat yang mengganggu, teknologi pelatihan saat ini dan masa depan, dan membangun fondasi pelatihan yang kokoh.

    Pembicaraan akan mencakup tanggapan terhadap pandemi dan krisis lainnya, bagaimana organisasi penegak hukum dapat memanfaatkan teknologi yang berkembang seperti realitas virtual dan kecerdasan buatan untuk mendukung pelatihan dan pembelajaran hibrida, dan cara untuk memastikan bahwa pelatihan berkelanjutan dan memiliki dampak jangka panjang.

    Simposium tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Universitas Naif Arab untuk Ilmu Keamanan dan Interpol, yang telah menghasilkan implementasi beberapa program bersama yang telah berkontribusi pada perang Arab dan internasional melawan kejahatan. Universitas ini juga merupakan anggota dari Interpol Global Academy.[ah/spa]

  • Saudi akan Terapkan Haji Ramah Lingkungan

    Saudi akan Terapkan Haji Ramah Lingkungan

    Pemerintah Saudi mulai membahas masalah lingkungan dalam persiapan untuk ibadah haji ke Mekkah tahun ini pada saat ratusan ribu Muslim di seluruh dunia memulai perjalanan haji mereka.

    Baca juga: Muslim Sri Lanka Bisa Naik Haji dengan Mata Uang Asing

    “Tidak ada pemborosan, karena jamaah haji tidak diperbolehkan membawa sendiri bahan makanan atau hal-hal yang berhubungan dengan memasak atau bahan lain yang dapat terbuang dan merusak lingkungan, (agar kita) menjaga haji tahun ini bebas polutan dan limbah,” Khalid , seorang pemandu haji Saudi, mengatakan kepada The National.

    “Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman kami dan kami memprioritaskan kebersihan dan ketertiban, yang dengan sendirinya membantu kami menjaga diri dan lingkungan kami. Ada sejumlah besar staf yang ditunjuk untuk memastikan kebersihan setiap tenda, dan ruangan selama lima hari haji.

    “Kami telah mendistribusikan wadah limbah ramah lingkungan di berbagai bagian di seluruh tempat suci.”

    Menyambut lingkungan yang bersih, petugas haji mengimbau jamaah haji untuk menghindari limbah makanan, menggunakan botol air minum yang dapat digunakan kembali, serta memisahkan sampah dan daur ulang.

    Masjidil Haram akan terus disterilisasi sepanjang siang dan malam untuk menjaga kebersihan lingkungan bagi semua.

    Kelestarian lingkungan sangat penting dalam Islam. Dengan demikian, melestarikannya didasarkan pada menghormati hubungan antara diri sendiri, Allah, dan ciptaan Allah.

    Haji, salah satu dari lima rukun Islam, wajib dilakukan oleh setiap Muslim dengan kemampuan finansial dan fisik.

    Haji terdiri dari beberapa ritual yang melambangkan konsep-konsep penting dari iman Islam. Ibadah haji juga memperingati cobaan yang pernah dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya.[ah/thenational]