Tag: al-azhar

  • Jamaah Majelis Taklim Ahad Pagi Al-Azhar Adakan Daurah di Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Ahad Pagi Al-Azhar Adakan Daurah di Pesantren PKH

    Jamaah Majelis Taklim Ahad pagi Al-Azhar pada tanggal 18-19 Februari 2023 yang lalu menggelar kegiatan daurah di Pesantren Pusat Kajian Hadis (PKH), Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

    Baca juga: Jamaah Majelis Taklim Uswatun Hasanah Berwisata Religi ke Pesantren PKH

    Melalui Daurah ini para jamaah majelis taklim al-Azhar ingin meningkatkan kualitas iman dan ibadah mereka dengan cara mengikuti kegiatan yang ada di pesantren PKH.

    Selain berusaha meningkatkan kualitas iman dan ibadah, para jamaah majelis taklim Al-Azhar ini juga ingin mengobati rasa rindu mereka terhadap pesantren PKH yang didirikan oleh almarhum KH. DR. A Luthfi Fathullah, MA.

    “Kami ingin melepas rasa kangen dengan cara berkunjung ke pesantren PKH yang didirikan oleh almarhum KH. DR. A Luthfi Fathullah, MA. Semasa hidupnya beliau juga salah satu guru majelis taklim al-Azhar,” ungkap ibu Ibnu, salah satu jamaah majelis taklim Al-Azhar sekligus donatur PKH.

    Kedatangan jamaah majelis taklim Al-Azhar pada pukul 09.00 pagi yang langsung diarahkan untuk shalat Duha di Musholah. Setelah itu kegiatan dimulai dengan pembukaan pada pukul 10.00 yang diisi oleh materi manasik haji berserta praktik manasik haji tamatu di miniatur Ka’bah yang posisinya di bawah pesantren.

    Menjelang adzan Zhuhur berkumandang para jamaah bersiap-siap untuk shalat berjamaah. Kemudian menikmati makan siang bersama dengan menu yang sudah dipesan melalui catering dari pihak PKH oleh panitia dari Al-Azhar.

    Dilanjut kembali dengan kegiatan perkenalan sedikit aplikasi yang ada di PKH dan diselingi dengan games cerdas sirah. Jamaah pun terlihat sangat terhibur sekaligus menambah wawasan dengan adanya games yang sudah diatur oleh tim PKH.

    Malamnya kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Isya kemudian mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh ustad dari salah satu guru Al-Azhar yang ikut hadir di kegiatan Daurah.

    Setelah makan malam selesai, para jamaah diarahkan berkumpul kembali ke Aula untuk mendengarkan kajian tafsir al-Qur’an oleh Ust. Ridwan Al-Hafidz dan ditutup dengan istirahat tidur malam.

    Aktifitas selanjutnya qiymul lail pada pukul 03.30, shalat Shubuh dan kegiatan menghafal hadis sebagai salah satu persyaratan mahar bagi para tamu jamaah yang menginap di pesantren PKH.

    Sarapan pukul 06.30-08.00 pagi dilanjut dengan berkemas pakaian. Kumpul kembali untuk acara penutupan kegiatan Daurah dengan foto bersama serta pembagian celengan program PKH untuk mengajak jamaah al-Azhar ikut sedekah koin kenclengan.[nur]

     

  • Imam Besar Al-Azhar Sampaikan Pesan Duka Cita Atas Wafatnya Ratu Elizabeth II

    Imam Besar Al-Azhar Sampaikan Pesan Duka Cita Atas Wafatnya Ratu Elizabeth II

    Imam Besar Al Azhar, Dr. Ahmed Al Tayeb, ikut berduka atas kematian Ratu Elizabeth II, dengan mengatakan bahwa dia mendedikasikan hidupnya untuk melayani bangsanya.

    Baca juga: Bacaan Imam Saat Jamak Qashar

    “Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada Yang Mulia Raja Charles, keluarga Kerajaan, dan rakyat Inggris atas meninggalnya Ratu Elizabeth II,” cuit Imam Besar Al-Azhar itu pada hari Jumat.

    “Yang Mulia adalah kepala negara yang unik, berkomitmen, dan sangat dihormati. Dia mendedikasikan hidupnya untuk melayani bangsa dan rakyatnya,” tambahnya.

    Ratu Elizabeth II, raja terlama di Inggris meninggal Kamis sore pada usia 96 di Kastil Balmoral Skotlandia setelah memerintah selama 70 tahun.

    Pada Juli 2018, El-Tayeb bertemu Ratu Elizabeth di Kastil Windsor selama kunjungan resminya ke Inggris.

    Penghormatan Muslim juga mengalir untuk Ratu Elizabeth dengan masjid-masjid Inggris mengirimkan pesan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan.

    Salah satu masjid terbesar di Inggris, The East London Mosque, menyampaikan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan.

    “Sang Ratu berbicara tentang nilai semua agama, dan kekuatan penyembuhan dari iman untuk menyatukan dan menyatukan komunitas. Dia akan paling dikenang karena rasa kewajibannya dan pengabdiannya pada kehidupan pelayanan, ” kata pihak masjid.

    Masjid Pusat Cambridge juga mengirimkan pesan di Twitter .

    “Dengan kesedihan komunitas masjid mengetahui kematian Ratu Elizabeth II, yang telah bertahun-tahun menjadi inspirasi bagi banyak orang di dalam dan luar negeri,” katanya.

    “Kami berdoa agar semua pihak membimbing dan mendukung penggantinya, Raja Charles III, mengingat dengan rasa terima kasih banyak intervensinya atas nama peningkatan pemahaman dan apresiasi terhadap Islam.”

    Masjid Glasgow Skotlandia juga telah mengirimkan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ratu Elizabeth.[ah/aboutislam]