Fiqih Ibadah

Najis kencing kucing

pusatkajianhadis - January 27, 2016

Saya pelihara beberapa kucing. Meski ada pasir untuk tempat buang airnya, tetap saja terkadang ada saja kucing yang pipis atau bab sembarangan di lantai atau di WC setelah itu kucing itu jalan-jalan di lantai dalam seputaran rumah. Suami saya suka marah bilang kalau dia jadi tidak bisa sholat karena semua lantai jadi terkena najis, dan saat dia melangkah di lantai pun menginjak najis. Meski di wc atau tempat bekas kucing saya buang air sudah dibersikan pun, kaki-kaki kucing itu besar kemungkinan juga terkena kotorannya jadi sulit untuk memghindari najis. Pertanyaan saya, apa betul demikian? Kalau cerita Rasullullah SAW hanya sebatas air bekas minum kucing yang masih bisa buat wudhu, bagaimana dengan jejak kaki kucing yang habis buanb air disekeliling rumah yang kemungkinan terinjak oleh kita apakah itu masuk najis?
Jawaban :
Wa alaikumus salam wr wb.
Fiqh hanya menghukumi sesuatu yang zhahir saja (kelihatan) dan tidak menghukumi yang tidak tampak. Lantai bekas pijakan kaki kucing bisa dihukumi najis jika lantai bekas pijakan kakinya itu terlihat ada najis. Jika ternyata memang tidak, maka lantai itu dihukumi suci. Andaikan tidak ada kaidah ini, tentu kita akan sangat sulit menentukan mana yang suci mana yang najis. Bahkan bisa jadi akan menimbulkan was-was tingkat akut.
Ada baiknya lantai yang diinjak kucing tadi dipel agar lebih menguatkan keyakinan anda.
Wallahu a’lam